NovelToon NovelToon
Rembulan Tertusuk Ilalang

Rembulan Tertusuk Ilalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak / Dendam Kesumat / Roh Supernatural
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: Cathleya

Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.

Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!

Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Surga & Ruang Dimensi.

Selanjutnya, dia masih mematung di depan jendela besar. Pesona magis yang disuguhkan di depan matanya, membuat dia melupakan dimana dia sesungguhnya berpijak.

"Ya, benar! Ini pasti surga!" gumamnya memastikan.

"Syukurlah! Aku terlebih dahulu ke surga dibandingkan orang-orang jahat yang menyiksaku. Bahkan sebelum kiamat tiba! Mustahil tempat seindah ini adalah dunia fana!"

"Boleh tidak, sih! Aku berharap, orang-orang jahat itu selamanya di Neraka!" ungkapnya sendu.

"Mustahil aku masih hidup dengan luka separah itu. Aku masih ingat rasa sakit di sekujur tubuhku, begitu menghantam bebatuan keras, ku rasakan tulang-belulangku berderak patah, mungkin hancur, bebatuan itu seperti pisau yang merobek dagingku hingga terasa ke jantung. Sakitnya sangat hebat hingga air mata pun tak mampu mewakilkan rasa sakit itu. Mungkin aku jatuh dari ketinggian puluhan meter!" gumamnya sedih.

Tangan kanannya meremat dada tatkala tubuhnya mengingat kesakitan yang menimpanya.

"Tuhan! Kalaulah ini hanyalah mimpi maka ku mohon ... Jangan bangunkan aku selamanya!" gumamnya.

Tak terasa, cairan bening membanjiri pipi tirusnya dan dalam kesendirian dia menangis sesegukan, mengingat kemalangan hidupnya selama 21 tahun hidup.

Dirinya 'wafat' tepat di hari kelahirannya!

Cukup lama sudah dia berdiam diri dan bermonolog di depan jendela sesekali disekanya cairan bening yang tiada habisnya. Selagi dia masih meredakan kepedihannya, tanpa dia sadari, pintu kamar terkuak lebar tanpa menimbulkan suara serta derap langkah senyap menghampirinya.

"Sudah cukup mengagumi keindahan ciptaan Tuhan di balik jendela!?"

Suara yang menyapanya begitu merdu mengalun di gendang telinganya.

Dia pun berbalik badan untuk mengenali pemilik suara yang tadi menyapanya. Saat berbalik, di depan matanya, muncul dua sosok yang membuat matanya terbelalak takjub.

"Subhanallahhhh!" serunya keras sambil menutupi mulut dengan kedua tangannya, demi melihat si empunya suara merdu.

"Makhluk indah ciptaan Tuhan apa lagi ini?" pekiknya dengan mata membulat dan mulut menganga.

Di depannya, ada dua sosok tinggi, dengan postur tubuh proposional di depannya. Lama dirinya mengamati keduanya. Yang satunya memiliki kornea dan warna rambut merah muda dan satunya warna ungu atau violet. Tingginya mungkin 200 senti meter karena dirinya juga cukup tinggi sekitar 171 sentimeter dan harus mendongak, menatap manik keduanya. Profil wajahnya memang manusia. Bukan yang aneh-aneh seperti dahi bertanduk, kuping lancip, mata merah dan rambut ular atau api.

Alis mata yang membentang seperti kepakan elang, hidung lancip yang sempurna, mata yang dalam penuh misteri serta dada bidang. Yang membuatnya lebih takjub, di dahi keduanya ada permata berbentuk trapesium dengan pinggiran berlian sebanyak empat buah. Tidak membuat profil wajah keduanya terlihat aneh, justru lebih indah dan mempesona!

"Duhhh! Mikir apa sih aku ini di saat begini. Masih bisanya mengagumi pria lain selain suaminya!" gumamnya sambil menepuk jidatnya.

"Ralat! Mantan suami bajingan!"

"Tapi ... untuk apa mikirin pria bangsat seperti si monyong, Calvin!? Seperti orang bego. Tidak ada faedah! Bolehlah, mengagumi pria lain, wong dia saja bisa selingkuh terang-terangan di depan aku yang merupakan isteri sah!" sewot hatinya.

"Aku biasa melihat dari tayangan tivi, manusia dengan rambut kuning bermata biru, hijau dan cokelat. Ada juga warna rambut berwarna perak adalah lazim bagi bangsa di dunia belahan barat."

"Tapi pink dan violet!? Di luar kelaziman!" gumamnya kagum.

"Fix ini mah! Aku berada di surga!" ujarnya meyakinkan.

Sekali lagi, dirinya mengucek mata untuk memperjelas penglihatannya! Saat matanya terbuka, pemandangan menakjubkan masih tetap sama.

"Wow! Bidadari dari surga!" kagumnya saat menatap jelas sosok keduanya dikiranya halusinasi atau fatamorgana setelah bangun dari tidur panjang.

"Eehh, sebentar! Bukankah bidadari itu identik dengan wanita!? Tapi mengapa dada keduanya rata seperti lazimnya dada pria!?" gumamnya sambil menatap tajam makhluk cantik di depannya dan menatap lekat pada dada rata di balik kain tipis yang membalut tubuh keduanya.

"Aissshh! Mengapa aku menatapnya lekat. Mesum sekali aku ini!" monolognya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan

Rembulan mengintip dari sela jemarinya.

"Disebut pria, paras mereka sangat cantik melebihi wanita, dikata wanita, dadanya rata dan memiliki jakun. Tingginya mungkin sama dengan Calvin atau om Reynand, kalau berdiri dari kursi roda!" monolognya mengenai dua makhluk yang tidak jelas gendernya.

"Masa iya, ada transgender di surga!?" gumamnya bingung sambil menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal.

Kedua makhluk cantik di depannya yang dia tidak tahu pasti gendernya, berdiri menjulang dan menatapnya tak kalah tajam. Membuat dirinya tersipu dipandangi makhluk paling rupawan, menurutnya.

Wajahnya keduanya tampan (aktor Korea pun lewat). Otot dada serta lengannya kekar. Bibir tidak terlalu tipis atau tebal. Senyuman yang menawan. Memakai pakaian sangat indah. Di bawah bahu tangan mereka terdapat gelang bertabur permata begitu pun di dahi mereka, menancap batu permata senada dengan warna rambut dan bola mata, yang satu merah muda (pink), satunya ungu (violet)

"Seperti orang-orang di zaman dongeng Yunani, zaman dewa Zeus atau Herkules!" batinnya.

"Aaaahhh, bukan! Dunia fantasi! Dimana terdapat peri atau makhluk astral!" gumamnya meralat kekaguman.

Menyadari wanita muda di depannya yang mengucek kedua mata (begitulah dari sudut mata keduanya dan membaca pikiran), bahwa bagi wanita itu, semua itu adalah mimpi, mereka berdua pun tertawa terpingkal-pingkal.

"Ha ha ha ha, bro! Dia kira, kita ini, makhluk hybrid!?" gelak rambut Pink pada Violet yang berdiri di sebelahnya.

"Betul! Dia bingung jenis kelamin kita, he he!" kekeh si Violet.

(Kita sebut saja Pink dan Violet karena mereka belum memperkenalkan diri).

"Duhh, malunya! Mereka seperti bisa membaca pikiranku!" ujarnya dalam hati dengan pipi memerah karena malu.

"Si ... siapa kalian? A ... aku ... ada dimana? A ... apa ini surga!?" seru Rembulan mengalihkan keterkejutannya karena keduanya bisa membaca pikiran dan isi hatinya.

Hati Rembulan terkesiap kaget dan menyurutkan badannya hingga punggungnya membentur jendela begitu mendengar kedua bisa berbahasa dengan bahasa yang dirinya pahami dan sempurna aksen serta pelafalannya.

"Heyyy, big bro! Sepertinya dia ketakutan. Masa, kita sudah sekeren ini, dia masih ketakutan. Bagaimana kalau penampilan kita seperti si Ifrit (Jin Ifrit maksudnya)!?" bisik Violet yang cukup keras dan dapat di dengar Rembulan.

"Ohhh, hayyy! Nona, jangan takut kami ini dua makhluk baik!" ucap keduanya berbarengan pada akhirnya.

"Oohhh... ehmmm ... hayyy juga!?" balas Rembulan masih dalam keadaan bingung dan ketakutan.

"Perkenalkan nama hamba Yorgel! Dan dia adikku, Zsa zsa!" sambungnya menunjuk pada si rambut ungu.

"A ... apaaa!? Togel ... Bogel ...Caca! Aduhhh ... pusing aku!" ucap Rembulan sambil memijit kepala di sela kebingungannya.

Kedua kakak beradik tersebut menggelengkan kepala karena tidak setuju nama mereka berganti dengan nama aneh. Mereka pun cemberut. Menilik mimik muka keduanya yang frustasi, dia pun merasa tak enak.

"Ba ... bagaimana kalau aku panggil Pink dan Violet sesuai dengan warna rambut dan kornea mata masing-masing supaya lebih mudah dan akrab!" ujarnya berdalih sambil menunjuk satu persatu.

Keduanya saling pandang satu sama lain dan mengangguk tanda setuju dengan cepat.

"Hmmm! Baiklah kalau itu membuatmu nyaman!" sahut keduanya sambil tersenyum.

"Okey! Ehmm ... lanjutkan penjelasan kalian!" perintah Rembulan.

"Kami adalah makhluk Tuhan, sama sepertimu. Gender kami pria. Kami tidak tertarik pada wanita. Ehhh, ralat. Kami bukan bagian dari kaum yang belok, yah! Hanya tidak bisa menikah karena tidak diberi nafsu birahi. Kami makhluk abadi seperti malaikat dan iblis!"

"Kami adalah bangsa jin kelas elite. Hanya diberi insting. Kenal baik dengan si Ifrit (jin Ifrit). Tapi kami bisa berempati dan bersimpati!" ujar Violet.

Anda berada di Ruang Dimensi. Masih ada di bumi, namun bersifat astral. Ruangan ini adalah fana, bisa rusak dan hancur saat kiamat tiba sama dengan dunia yang anda pijak sebelumnya. Tapi bukan surga sebab di sana jauh lebih indah dari ini dan abadi!" ucap Pink menjelaskan panjang lebar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!