NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Paman Suamiku

Terjerat Cinta Paman Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Saling selingkuh / Cinta Terlarang / Menikah dengan Kerabat Mantan / Penyesalan Suami
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

"Ketika cinta datang disituasi yang salah"

Rieta Ervina tidak pernah menyangka, jika keputusannya untuk bekerja pada Arlan Avalon, pria yang menjadi paman dari suaminya justru membuat ia terjebak dalam lingkaran cinta yang seharusnya tidak ia masuki.

Pernikahan tanpa cinta yang awalnya ia terima setulus hati berubah menjadi perlawanan saat Rieta menyaksikan sendiri perselingkuhan suaminya bersama wanita yang menjadi rekan kerjanya. Dan di saat yang sama, paman dari suaminya justru menyatakan peraasaannya pada Rieta.

"Cinta ini adalah cinta yang salah, tapi aku tidak peduli." Arlan.

Apa yang akan Rieta lakukan setelahnya? Akankah ia menerima cinta yang datang? Atau tetap bertahan pada pernikahan bersama suami yang sudah mengkhianati dirinya?

Ikuti kisah mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31.Wajah Di Balik Topeng

"Apa kau bermain api dengan pamanku?"

Rieta mengulang satu kalimat terakhir yang Evan ucapkan dalam benaknya. Netranya mengunci wajah Evan, bibirnya terkatup rapat. Apa yang Evan ucapkan benar adanya, anehnya tidak ada penyesalan di hatinya, terutama setelah ia mengetahui jika Evan dan Rihana tetap menjalin hubungan sejak awal pernikahan sampai saat ia memergoki suaminya di hotel. Apakah setelah itu suaminya masih berhubungan atau tidak, ia tidak lagi peduli. Ia tidak mencintai Evan, itu adalah kebenaran mutlak.

Rieta tersenyum, senyum tipis yang lebih terlihat seperti ejekan.

"Kamu bertanya tentang itu, Evan? Kamu yakin?" Rieta menggeleng dengan senyum sinis. "Siapa yang bermain api dengan siapa, kamu lebih tahu."

Rieta berbicara nyaris tanpa emosi, tetapi setiap kata yang Rieta keluarkan menekan Evan dengan tepat sasaran hingga pria itu tidak menemukan kata yang tepat untuk menyangkalnya.

"Aku..." Evan menunduk, tetapi segera mengangkat wajahnya kembali. Diraihnya tangan sang istri, memberikan remasan lembut, hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.

"Aku salah, aku minta maaf. Beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaikinya, aku mencintaimu, Rie."

Rieta memejamkan mata sejenak, kalimat yang dulu ia harapkan bisa ia dengar kini terasa hambar di telinganya.

"Aku lelah, aku mau istirahat," ucap Rieta kembali menepis tangan suaminya, lalu berbalik dan melangkah menjauh.

"Aku akan meninggalkan Rihana," ucap Evan lagi.

Rieta mendengar apa yang Evan katakan, tetapi ia tidak menghiraukannya. Berapa banyak Evan membujuknya untuk mengurungkan niat bercerai, Rieta tetap tidak akan mengubah keputusannya. Ia tetap ingin bercerai.

.

.

.

Di waktu yang bersamaan, Tuan Marlan masih duduk di depan koputer di ruang kerjanya. Netranya menatap layar komputer yang memperlihatkan data tentang Rieta. Satu tangannya berulang kali terkepal dan terbuka, menunjukkan kegelisahan yang tengah hatinya rasakan.

Cerai.

Satu kata itu praktis membuat ia segera menggelengkan kepalanya kuat.

Tidak akan ia biarkan.

"Semua yang aku rencanakan tidak boleh gagal. Rieta adalan pion terbaik dari yang terbaik."

"Kecerdasannya, kemampuan dalam memimpin perusahaan ada di dalam diri bocah itu meski dia seorang wanita. Dan dia... menguasai peretasan. Itu emas yang tidak boleh disia-siakan."

"Sekarang dia bekerja sebagai sekretaris, itu lebih menguntungkan. Itu artinya, sekarang dia mengenal para dewan direksi dari AVA Corp. Dengan menggunakannya, aku bisa menarik semua dewan direksi untuk masuk ke perusahaanku."

Tuan Marlan menggerakkan mouse di bawah tangannya, menggulir perlahan semua informasi yang berhasil ia kumpulkan melalui mata-mata yang ia perintahkan untuk mengawasi Rieta selama wanita itu belajar di luar negri.

Rieta bekerja paruh waktu meski memiliki kartu kredit bebas limit hanya karena tidak ingin menggunakan uang yang ia sebutkan sebagai pemberian dari Evan, nyatanya Evan tidak memberikan sepersen pun uang pada Rieta, termasuk dirinya. Semua fasilitas lengkap yang Rieta dapatkan selama kuliah juga bukan dari dirinya. Fakta yang ia tutupi selama bertahun-tahun, termasuk ia yang menjadi sosok malaikat penolong hanyalah kamuflase.

Perlahan, seringai tipis terbit di bibir Tuan Marlan, memperlihatkan wajah asli tanpa topeng yang selama ini ia gunakan. Netranya masih tertuju pada layar komputer, tetapi pandangannya menerawang. Ia memang tidak bisa melakukan banyak hal jika itu di depan Arlan, itulah mengapa ia tidak bisa protes saat Rieta mengatakan ingin bercerai saat Arlan ada di sana.

Tetapi, salama ia bergerak tanpa diketahui oleh Arlan, ia bisa melakukannya. Sama seperti ketika ia berhasil menikahkan Rieta dengan putranya tanpa sepengetahuan pria itu. Jika saat itu ia bisa melakukannya, kali ini juga bisa. Dan untuk menaklukkan Rieta, ia memiliki satu kunci yang tidak akan bisa wanita itu tolak selama Rieta tidak mengetahui kebenaran yang ia tutupi.

Hutang budi.

.

.

.

Di dalam ruangan berbeda, tepatnya di kamar Arlan, pria itu menggulir layar tab miliknya, membaca dengan cermat informasi yang baru saja ia dapatkan dari asistennya.

Selama ini, ia terlalu fokus pada pekerjaannya hingga ia tidak begitu memperhatikan hal yang ia pikir sederhana, teryata menyimpan cerita di baliknya.

Dari tab yang ia baca, ia baru mengetahui jika Rieta bekerja paruh waktu selama kuliah di luar negri untuk memenuhi kebutuhan hidup wanita itu. Kini, alasan mengapa kartu kredit yang sengaja ia berikan pada Rieta melalui Marlan nyaris tak tersentuh terjawab sudah.

Ia pikir, Rieta hanya berhemat karena tidak ingin menjadi beban. Ternyata, alasan di baliknya adalah karena Rieta tidak ingin memiliki lebih banyak hutang budi.

"Dasar, kenapa dia harus memikirkan hal remeh seperti ini?"

Arlan mendengus pelan, meraih ponselnya, menggulirnya sejenak untuk menghubungi asistennya.

"Saya, Tuan?"

Suara parau Liam terdengar melaui ponsel yang kini menempel di telinga Arlan, menandakan pria yang menjadi asistennya itu terbangun dari tidur karena panggilan darinya.

"Apa kau sudah mendapatkan data tentang wanita yang menjadi sahabat Rieta?" Arlan bertanya santai tanpa peduli jam berapa saat ini.

"Anda benar-benar tidak ingin membiarkan saya menikmati waktu santai dari gaji besar yang saya terima ya?" sahut Liam setengah menyindir.

"Bagus jika kau sadar tentang itu. Sekarang katakan," perintah Arlan seenaknya.

Suara Liam menghilang sejenak, seolah pria itu tengah mengumpulkan seluruh kesadarannya sebelum kembali berbicara. Tetapi Arlan tahu, jika asistennya itu tengah kesal padanya yang sudah mengganggu jam tidur asistennya itu.

"Segera saya kirimkan, Tuan. Saya baru saja mendapatkannya, hanya saja belum lengkap, itulah mengapa saya belum mengirimkannya kepada Anda," jawab Liam.

Arlan tidak memberikan jawaban, tetapi netranya tak lepas dari layar tab di tangannya, menunggu apa yang akan asistennya kirimkan.

"Lenny Elora."

Arlan bergumam pelan, membaca data seorang wanita yang baru saja ia dapatkan.

"Seorang albino. Apakah dia bekerja?" tanya Arlan.

"Dari informasi yang saya dapatkan, dia sedang mencari pekerjaan di kota ini," jawab Liam.

"Di kota ini? Mengapa?" tanya Arlan heran. Pasalnya, tempat tinggal wanita bernama Lenny berada di negara berbeda.

"Saya tidak mengetahui alasan pastinya, tapi saya mendapatkan informasi jika Nona Lenny dan Nona Rieta memiliki hubungan yang sangat baik," jawab Liam.

"Kalau begitu, atur agar dia bekerja di perusahaanku. Aku tidak yakin Rihana akan diam setelah ini, terutama setelah keputusan final besok," ucap Arlan.

"Saya mengerti, Tuan."

. .. .

. . . .

To be continued...

1
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
masa tengah malam masuk ke kamar mantu, kok ya rieta boleh boieh aja sih
Cindy
lanjut
Bima Sakti
KA up nya yg bnyak dong🤭
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
oiiikkkkk mau minta balik jasa loe!!??? klo si arlan tau mah, bisa tantrum dia
axm
double up thor💪
Teteh Lia
Dih... kenapa nih bocah. Tiba-tiba baik 🙄
Teteh Lia
Di tembak kek gini tuh. bikin bingung, sumpah. Kata akoh yang pernah muda, masih muda dan awet muda. 🤭
Cindy
lanjut
Patrick Khan
ahh siapa ketok pintu🤔🤔😁
〈⎳ FT. Zira: coba kita cek.. beneran paman gak😏😏
total 3 replies
Dewi Payang
Udah gak ada kesempatan buat kamu Evannnnn
Dewi Payang
Makanya, jangan sok²an ngancem kalo lo bukan siapa²🙈
Dewi Payang
Berani kaalai si Rihanan ini ya, pake ngancem camer....
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up , upnya lama thor
Zhu Yun💫
Nge- vote dulu, biar updatenya lancar 😁😁
Zhu Yun💫
Dirimu kan sudah sering bikin tanda di tubuh Rihana, pastinya paham lah itu bekas gigitan apa, Van 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Geli nggak sih lihat Evan yang sok manis dan sok baik begini 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
si Evan kan emang gak gentle, main menghindar dan mencoba lepas dari tanggungjawab 😁😁
Zhu Yun💫
Nggak instan kok, itu kecebongnya udah berkembang banyak, kan sudah sering digempur dia sama anakmu 😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!