Hana Permata Sari, adalah gadis yang pintar, ceria dan lembut,
Hana biasa gadis itu di panggil memiliki kehidupan yang bisa di bilang sempurna, tumbuh dalam keluarga kaya, orang tuanya yang sangat menyayanginya, dan kakak angkat yang selalu menjaganya mempunyai
sahabat sahabat yang begitu care padanya.
Namun di balik kesempurnaan hidupnya tak selaras dengan kehidupan percintaannya.
Kegagalan cinta berkali kali membuat Hana takut untuk membuka hatinya kembali, walaupun Robin sudah membujuknya untuk membuka hati kembali namun tak di hiraukan oleh Hana.
Hingga tiba suatu hari kebekuan hati Hana bisa tercairkan oleh seorang cowok.
Siapakah yang berhasil mencairkan kebekuan hati Hana?
Baca ceritanya ya!
Dan jangan lupa
Like
Comment
Saran dan kritiknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RATNA SURYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan Anwar dan Putri
Tanpa terasa mereka telah melewati hari hari yang indah di puncak dan tanpa terasa hari di mana mereka harus pulang telah tiba.
Sebelum pulang mereka memutuskan untuk berburu pernak pernik yang ada di tempat wisata dekat villa. Mereka semua berangkat ke tempat itu, hanya Rangga dan Anwar yang tetap berada di villa.
Mereka berdua memutuskan untuk bersantai di bawah pohon mangga depan villa, dan duduk di bangku semen di bawah pohon, tak lupa Rangga yang selalu membawa gitarnya, memetik dawai gitarnya mulai bernyanyi dan di temani oleh Anwar.
...🎵Ora sedelo kowe dadi konco...
...Barengan ngalor ngidul wis koyo sedulur...
...Kurangku opo leh ku dadi konco?...
...Opo kurang sing grapyak, kok suwe-suwe nglunjak?...
...Kowe wis ngerti dekne tak incer awit suwe...
...Neng mburiku kowe malah nglimpekke...
...Sakjane aku rapopo yen gur masalah tresno...
...Nggo konco, nyowo wae tak wenehke...
...Aku sing nlateni, kowe sing ndhisiki...
...Aku sing ngopeni, kowe sing nduweni...
...Bayangno remuke ati tak rasake...
...Aku sing berjuang, kowe sing disayang...
...Aku sing nlateni, kowe sing ndhisiki...
...Aku sing ngopeni, kowe sing nduweni...
...Bayangno remuke ati tak rasake...
...Aku sing berjuang, kowe sing disayang...
...Mergo konco perkarane aku trimo meneng wae...
...Ati remuk nanging aku isih milih kekancane...
...Sing tak tresno malah dilimpe konco...
...Sing tak perjuangke mung dadi sio-sio...
...Yen susah kowe sambat…🎶...
"Asyik... lagunya... enak di dengerin... tapi gue gak tau artinya." Anwar terkekeh mengomentari lagu yang di nyanyikan Rangga setelah Rangga menyelesaikan lagunya.
Rangga tersenyum, "Itu lagu berkisah tentang sebuah persahabatan yang sudah lama terjalin harus rusak hanya karena seorang wanita yang sama sama mereka sukai, namun sahabatnya justru memilih untuk menikungnya dari belakang."
"Sadis..." ucap Anwar terkekeh dan di sambut tawa oleh Rangga.
"Elo... dah punya cewek Ngga?" tanya Anwar.
Dan di jawab gelengan kepala ole Rangga, dan helaan nafas yang berat.
"Kenapa...?" penasaran Anwar dengan ekspresi Rangga.
"Gue udah di jodohin, War... tapi gue juga belum boleh ketemu sama dia kalau belum kuliah, jadi buat apa juga gue punya pacar, jika nanti pas sayang sayange harus di putusin." jawab Rangga santai.
"Hmmm... bingung juga ya?" Anwar menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal sambil nyengir.
"Gue sih biasa aja, dan gue gak mau pusing dengan semua keputusan bonyok gue, lagian gue enjoy jalani hari hari aku sama Leo,Hana dan Lina, di antara kita berempat hanya Hana yang punya pacar, tapi dia selalu welcome sama kita kita." Rangga menjelaskan.
Di saat sedang asyik mengobrol mereka di kejutkan dengan suara seorang perempuan.
"Bolehkah... saya gabung?"
"Putri..." jawab Rangga dan Anwar bersamaan, dan putri mengulum senyumannya.
"Duduklah... " ujar Rangga, tidak dengan Anwar yang terlihat sedikit syok mendapati Putri ada di hadapannya.
Putri mengambil duduk di bangku samping mereka yang hanya tempat itu yang bisa di duduki.
"Kalian hanya berdua aja?" tanya Putri
"Yang lain lagi pada belanja, kita berdua lagi pengen nyantai aja, soalnya nanti kita juga harus pulang." ucap Rangga santai.
"Oohh... dah mau pulang ya?" tanya Putri.
"Hmmm..." ucap rangga.
"Anwar... gimana kabarmu dan keluargamu?" tanya Putri pada Anwar yang sedari tadi hanya diam menunduk.
Anwar terjengit, "Hmmm...gue ma keluarga baik." Anwar memaksakan senyumnya.
"Kalian dah kenal baik sebelumnya?" tanya Rangga mengernyitkan dahinya.
"Ka...."
"Dia temen gue sewaktu di Ausy." Anwar memotong ucapan Putri.
"Hmmm... iya kami teman waktu di Ausy." ucap Putri dengan senyum getir, dan Rangga melihat semua itu.
kelihatannya ada sesuatu di antara mereka berdua, dan gue yakin pasti mereka dulu bukan hanya sekedar teman biasa, semoga kamu gak nyakitin Hana, war. batin Rangga
"Di sini sama keluarga, Put?" tanya Rangga.
"Iya... oh ya dari tadi kita ngobrol, tapi gue belum tahu nama lo, sedangkan lo dah tahu nama gue." tanya putri dengan senyum manisnya.
Rangga pun mengulurkan tangannya, "Gue Rangga."
Putri menyambut uluran tangan Rangga dengan mengulum senyumannya.
"Ngga... bolehkah gue bicara empat mata dengan Anwar?" tanya Putri dengan sendu.
Rangga menatap ke arah Anwar, dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Anwar dan helaan nafas berat.
Rangga beranjak dari duduknya dan menepuk bahu Anwar, "Okey... slesaiin urusan kalian berdua."
Namun sebelum berlalu Rangga membisikkan sesuatu pada Anwar.
ingat Hana! sekali kamu sakitin dia, lo berurusan sama gue."
Rangga berlalu masuk ke dalam villa meninggalkan mereka berdua.
"Cepat... katakan!" ketus Anwar
"War... kenapa sekarang kamu berubah? dulu kamu gak pernah membentakku dan selalu berbicara lembut padaku." tanya Putri lembut dengan tatapan sendu.
"Maaf... tapi aku mohon mulai sekarang jangan ganggu aku lagi, karena aku sudah bertunangan." ucap Anwar datar.
Deg
"Apa tunanganmu adalah seseorang yang telah memiliki hatimu selama ini?" tanya Putri dengan suara bergetar menahan tangisnya.
"Apa dia perempuan yang waktu itu bersamamu?" tanya Putri kembali.
"Hmmm..."
"Selamat ya... kamu sudah menemukan cintamu, walaupun aku sangat terluka dengan keputusanmu, meninggalkan aku begitu saja, setelah apa yang telah kita lewati berdua." air mata Putri pun tak terbendung lagi.
"Maaf... tapi dari awal aku sudah mengatakan kalau hatiku sudah di miliki oleh seseorang, dan aku pun pernah mengatakan bila aku tak bisa mencintaimu dan kamu menyetujuinya, dan kamu mengatakan tak masalah dengan semua itu, kamu pun berkata hanya ingin menemaniku hingga aku mendapatkan cintaku, untuk kekhilafan kita, aku minta maaf... karena terbawa suasana saat itu, dan kita melakukan semua tanpa paksaan dan komitmen apapun, maaf... bila bagimu aku terlalu egois, tapi aku juga gak ingin kehilangan Hana, karena hanya dia pemilik hatiku." ucap Anwar panjang kali lebar dan hanya di jawab isakan tangis Putri.
"Ku pikir... setelah apa yang telah kita lewati berdua, kamu bisa melupakan cintamu, namun ternyata...aku salah." ucap Putri.
"Maaf... kamu bisa mencari cowok lain Put... masa depan kamu masih panjang."
"Tapi cintaku dan hatiku hanya milikmu."
"Kita sudah pernah membahas semua ini, Put... dan aku gak ingin berdebat lagi denganmu soal ini lagi."
Putri menghapus air matanya, "Baiklah... aku gak akan mengganggumu lagi, tapi masih bolehkan kita tetap berteman?"
Anwar hanya menganggukkan kepalanya, tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya?"
Anwar mengambil nafas dalam dan membuangnya kasar, dan beranjak berdiri dari duduknya.
"Baiklah... tapi setelah ini jangan pernah ganggu kehidupanku lagi." Anwar merentangkan ke dua tangannya, dan Putri langsung berdiri berhambur memeluk Anwar, laki laki yang selama beberapa waktu ini sangat dia rindukan.
Pada saat mereka berpelukan, tiba tiba datanglah Hana dari arah belakang Anwar,
"War... lihat....a...." teriakan Hana tercekat saat melihat Anwar ternyata sedang memeluk seseorang.
Anwar yang mendengar suara Hana, spontan melepas pelukannya dan beralih menatap Hana, dengan rasa nano nano, lalu berlari menghampiri Hana yang bergeming tak percaya melihat pemandangan di hadapannya.
Di peluknya Hana erat "Han... maaf... jangan nething dulu, ku mohon!?" pinta Anwar.
"Katakan....!" ucap Hana akhirnya.
"Maaf...dia... memintaku memeluknya untuk terakhir kalinya dan aku menyetujuinya , karena dia berjanji setelah ini, dia gak akan ganggu kita lagi." ucap Anwar dengan penuh penyesalan.
Hana mengambil nafas dalam dan membuangnya berlahan, melepas pelukan Anwar dan berjalan ke arah Putri.
Bersambung
Mohon likenya...🤗🤗🤗😍😍😍
bikin iri tau nggak. jangan gitu lah🤭🤭