Kisah ini menceritakan tentang seorang anak yang bernama Darman dan lebih di kenal dengan nama si rawing, dia adalah anak dari seorang jawara silat, tapi sayang bapaknya meninggal akibat serangan kelompok perampok yang datang ke desanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panel Bola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hancurnya Hati Narsiyah
Di depan rumah nenek Iswari, Si Rawing sedang melamun sambil menatap langit.
Kedorong rasa khawatir, Kartika langsung menghampiri Si Rawing.
Kartika lalu memegang tangannya Si Rawing sambil menatapnya dengan tatapan penuh rasa sayang, "bagaimana keadaan kamu kang Rawing, apa masih terasa sakit?"
Si Rawing membalas tatapan Kartika, lalu tersenyum, "hehe, ternyata Kartika khawatir dengan keadaan akang, sepertinya Kartika benar sayang sama akang?"
Sebelum Kartika menjawab, nenek Iswari datang lalu berkata, "hehe, saat latihan juga Kartika tidak fokus jang Rawing, katanya dia khawatir dengan keadaan jang Rawing, Kartika memang sudah memiliki rasa sama jang Rawing."
Si Rawing memegang tangan Kartika yang satunya lagi, "keadaan akang sudah mulai membaik, sepertinya akang harus pergi ketempatnya si Bewok, Kartika jangan khawatir, doakan saja akang agar selamat."
"jadi maksud akang, setelah akang sehat, akang akan pergi lagi ketempatnya bah Bewok?"
"benar Kartika, sebab akang terus di kejar-kejar oleh rasa penasaran kalau belum bisa membalas dendam kepada si Bewok, selain itu, akang juga harus meminta obat penawar racun beruang roban kepada si Bewok, Kartika jangan khawatir, setelah akang selesai membalas dendam, akang akan kembali lagi kesini, lalu kita pergi mencari ibu Ningsih."
Setelah mengucapkan hal itu, Si Rawing lalu mencium pipinya Kartika.
Wajah Kartika langsung memerah, dia tidak menyangka kalau Si Rawing akan mencium pipinya di hadapan nenek Iswari.
Kejadian itu juga tidak lepas dari perhatiannya Narsiyah yang bersembunyi.
Narsiyah merasakan sesak di dadanya saat melihat laki-laki yang di cintainya mencium wanita lain, air matanya kembali jatuh membasahi pipinya, kenyataan ini sungguh sangat menyakiti hatinya.
"Sakit sekali rasanya hati ini, jauh-jauh pergi meninggalkan rumah untuk mencari laki-laki yang sangat aku cintai, tapi sekarang laki-laki itu malah bersama wanita lain." batin Narsiyah.
Dengan hati yang hancur, Narsiyah pergi meninggalkan tempat itu, dia berniat kembali pulang ke rumahnya.
karena hati yang hancur, Kartika salah mengambil jalan, jalan yang dia ambil bukan jalan untuk pulang ke rumahnya, tapi jalan itu mengarah ke markas kelompok Macan Liar.
Sedangkan di markas kelompok Macan Liar, si Bewok sedang duduk di kursinya di temani oleh Gempar dan Jali.
"apa benar bah, Si Rawing sudah mati? Bukan apa-apa bah, kalau memang Si Rawing berhasil selamat, dia akan terus menjadi ancaman bagi pihak kita bah." tanya si Gempar kepada si Bewok.
"Haha, kamu tidak percaya kepadaku Gempar, namanya orang jatuh dari jurang lalu terbawa arus air sungai, sudah bisa di pastikan dia bakalan mati."
"kalau memang Abah sudah yakin seperti itu, aku jadi lega bah. Tapi kalau, kalau Si Rawing masih hidup, kita harus mencari cara untuk menghadapinya bah, bukan apa-apa, kita sudah mengetahui kemampuan ilmu silat Ulin Karuhunan milik Si Rawing itu memang hebat bah, tidak bisa di anggap enteng."
"hahaha, kalau memang dia bisa selamat saat terbawa arus sungai, dia tetap tidak akan hidup lama, sebab Si Rawing sudah terkena racun beruang roban yang aku racik, bagaimana menurut kamu Jali?"
Si Jali langsung menjawab pertanyaan si Bewok, "memang benar yang di katakan oleh Gempar, kalau Si Rawing masih hidup, itu akan menjadi ancaman bagi pihak kita, jadi kita harus mempersiapkan diri kita untuk menghadapi Si Rawing saat dia datang kembali kesini bah."
Si Bewok terdiam, dia mempertimbangkan perkataan si Gempar dan Jali.
"benar juga apa yang di katakan oleh mereka berdua, aku sendiri belum yakin sepenuhnya kalau Si Rawing sudah mati, saat aku bertarung melawan dia waktu itu, ilmu silat Ulin Karuhunan memang hebat, kalau saja aku tidak berbuat curang, sudah Isa di pastikan, aku yang akan menjadi korban. aku jadi ingat kepada kakak aku yang ada di Pabuaran, dia memiliki ilmu yang lebih tinggi dari aku, dia memiliki ilmu silat Semu Gunting, Si Rawing pasti tidak akan bisa melawan dia." batin si Bewok.
Melihat si Bewok melamun, si Gempar kembali berbicara, "Abah juga harus membagi waktu untuk melatih ilmu silat Abah, terus Abah juga sudah tidak melatih aku karena terus memikirkan pernikahan Abah bersama Kartika."
"haha, kamu jangan menyalahkan aku Gempar, seharusnya kamu memiliki inisiatif sendiri untuk berlatih, meskipun aku tidak bisa melatih kamu secara langsung, tapi kamu bisa bertanya kepadaku saat kamu tidak mendapatkan hambatan dalam latihan."
Dalam keadaan seperti itu, datang si kurus dan si gemuk, mereka berdua adalah orang yang di kalahkan oleh nenek Iswari.
Melihat kedatangan mereka berdua yang kesakitan, dengan tidak sabar, si Bewok langsung bertanya kepada mereka berdua, "kalian berdua kenapa,? datang-datang seperti orang yang habis di hajar oleh musuh, bagaimana dengan tugas yang aku berikan, apa kalian sudah berhasil membawa si Kartika kembali? cepat jawab.
"tenang dulu bah, kami berhasil menemukan Kartika, tapi ehhh."
"tapi apa? Cepat ngomong aku sudah tidak sabar."
Si kurus lalu menceritakan apa yang di alami oleh mereka berdua.
Si Bewok, Gempar dan Jali terkejut saat mendengar cerita kalau si Kartika berada di rumahnya nenek Iswari bahkan di sana juga ada Si Rawing.
Si Bewok langsung berdiri dari kursinya, lalu menatap ke arah si Jali, "hai Jali"
"iya bah."
"kamu kesini."
"siap bah"
"ternyata Si Rawing masih hidup, aku jadi ingin meminta bantuan kepada kakak aku yang ada di Pabuaran, kamu masih ingat dengan dia Jali.?"
"masih bah, tapi setau aku, kakaknya bah Bewok itu sudah lama mengasingkan diri, apa dia mau membantu kita bah?"
"kita harus mencobanya, kamu sanggup tidak jali pergi menemui dia, tapi kamu harus pintar membuat cerita agar dia mau membantu kita Jali."
"siap bah, Abah tenang saja, kalau masalah berbicara Jali ahlinya, jadi kapan aku harus pergi?"
"lebih cepat lebih baik, Gempar, kamu juga ikut pergi bersama si jali menemui uwa kamu yang ada di Pabuaran, kamu juga harus bisa merayu uwa kamu agar bisa membantu kita disini, jadi lebih baik, besok pagi kalian berdua pergi menemui kakak ku itu."
"siap."
"siap bah."
*******
Setelah selesai makan, Si Rawing dan Kartika duduk di teras depan rumah nenek Iswari sambil mengobrol.
"bagaimana kang, apa akang betah tinggal disini?"
"betah, apalagi di temani wanita cantik seperti Kartika jadi tambah betah, setiap hari akang bisa melihat wajah yang begitu cantik seperti ini."
"jadi kalau Kartika tidak cantik, kang Rawing tidak suka sama Kartika?"
"hehehe, akang tidak bisa membohongi diri akang sendiri, kamu juga pasti suka sama laki-laki yang gagah dan juga tampan, tapi menurut guru akang, wanita itu jangan hanya cantik rupanya saja, tapi juga hatinya, kalau tidak seperti itu, nanti bisa mencelakakan diri sendiri."