menjadi wanita penggoda ataupun mendapatkan gelar Pelakor bukanlah keinginan Anita. tapi karna keadaan ia terpaksa menjual diri dan kesuciannyanyang sudah ia jaga selama 18 tahun kepada seorang pria yang umurnya 10 tahun lebih tua dari Anita.
Anita tak tahu menahu jika seorang pria yang membeli dirinya telah menikah, Namun yang pasti Anita hanya tahu bahwa dia dan dirinya saling membutuhkan. Pria itu membutuhkan Kepuasan dan Anita membutuhkan Uang untuk Biaya operasi sang ibu.
karna merasa tertarik laki-laki itu pun menawarkan uang yang banyak dan segala kebutuhan Anita akan ia tanggung. barang mewah dan perhiasan tentu kebutuhan yang setiap harinya akan dipenuhi juga. Anita tentu tergiur dengan tawaran itu, akan tetapi apakah Anita akan menerima tawaran itu? Lalu bagaimana dengan istri pertama dari pria yang sudah tidur dengannya? Apakah Anita memilih mendapatkan Gelar predikat "Wanita Penggoda?"
Baca Kisah Kelanjutan Anita di cerita novel "Aku Wanita Penggoda".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Anita kini sudah selesai mandi dan berganti pakaian dengan pakaian panjang agar bisa mengurangi rasa dinginnya. setelah itu ia pun mengoleskan lipgloss tipis-tipis untuk mengurangi bibirnya yang pucat.
Anita nampak menoleh keseluruh ruangan kamar namun tak terdapat Rey. pikir Anita mungkin Rey sudah kembali pergi. Anita pun memutuskan untuk menuju dapur dengan rasa mualnya. entahlah,mengapa setiap ia kedapur ia selalu merasakan mual yang hebat.
Anita terus menuruni anak tangga yang tak terhitung. samar namun pasti tercium aroma masakan yang mampu menggugah selera makan.
"harum apa ini??" tanya Anita pada dirinya sendiri. ia pun terus mengikuti asal darimana bau sedap ini. sesampainya didapur lagi-lagi Anita menutup mulutnya karna merasakan mual.
"kau kenapa? mengapa kau turun?" tanya Rey yang sedang berkutat memasak serta celemek yang menggantung dilehernya.
Anita terperanjat kaget, ketika melihat Rey. pikir Anita, bukankah ia harusnya pergi kekantor. tapi yasudahlah toh memang wujudnya ada disini. Anita tak menjawab, Anita memilih mengambil gelas dan menuangkan air putih lalu meneguknya.
setelah selesai meneguk air hingga habis Anita kembali beranjak dari dapur namun tangannya ada yang menahan.
"tunggulah,aku sedang membuat masakan untuk makan mu. kau pasti belum makan kan?" ucap Rey lembut sementara Anita hanya memicingkan matanya merasa tak percaya.
"tidak perlu repot-repot. saya bisa sendiri!" ketus Anita kemudian berlalu pergi. Rey yang melihat Anita pergi berlalu hanya membuang nafas kasar.
Anita kembali naik kekamar ia menelpon Keysa bahwa dirinya tidak bisa kembali sekolah karna masih sakit. bahkan Keysa yang mendengar hal itupun langsung nampak khawatir dan berencana ingin menjenguk Anita. namun dengan segala upaya Anita beralasan akhirnya Keysa mengiyakan perintah Anita untuk tidak menjenguk dirinya.
jelas, karna Anita tak mau disaat nanti Keysa pergi kerumah kontrakannya disana tidak ada siapa-siapa sama sekali. dan tentunya hal itu takut akan menjadi masalah baru ketika Keysa tau siapa diri Anita sebenarnya.
"Tok,tok,tok" suara ketukan pintu yang kemudian terbuka. nampak jelas Rey yang tengah membawa nampan berisi segelas susu dan juga hidangan makanan yang ia buat tadi. Anita hanya menatap heran rey, mengapa ia membawa makanan itu ke kamar bukankah dia bisa memakannya dimeja makan bawah.
"makanlah, ini untukmu aku tau kau belum makan. dan setelah makan kita pergi ke dokter untuk memeriksa dirimu." ujar Rey sambil meletakan nampan itu di atas meja depan sofa kamar.
"tidak perlu aku baik-baik saja!" jawab Anita singkat.
"baik darimana nya? bercerminlah dan tatap dirimu dengan wajah pucat dan badan yang kurus itu!" ketus Rey yang merasa kesal.
"tidak perlu! aku sudah berobat kemarin" jawab Anita kembali sambil mengalihkan pandangannya.
"aku tak percaya! cepatlah kita pergi ke dokter." ucap Rey dengan nada memaksa.
"sudah kubilang tidak perlu, aku sudah berobat kemarin ke klinik sendiri!" ucap Anita yang mulai jengah.
"sendiri??? kenapa kau tidak menghubungiku??" tanya Rey dengan nada yang meningkat satu oktaf.
"aku sudah terbiasa melakukan apapun sendiri, dan aku tidak ingin mengganggu mu" jawab Anita dengan nada menyindir.
sementara Rey hanya mengusap wajahnya kasar.
"An, Cepatlah makan. aku sudah lelah membuatkannya untukmu" bujuk Rey.
"aku tak menyuruhmu untuk itu" ujar Anita yang berdiri hendak keluar kamar. Rey yang melihat itupun merasa sangat kesal dan emosi.
"An!! aku sudah membuatnya untukmu. kau memang tidak menyuruhku. tapi aku membuatnya karna aku peduli padamu an! aku peduli dan aku minta maaf untuk hal lalu. aku minta maaf, dan aku menyadarinya bahwa aku salah. tolong hargai aku sebagai Suamimu an!!" teriak Rey emosi.
Anita pun membalikan badannya " sejak kapan kau peduli padaku? dan baiklah aku akan memakanya suamiku sebagai ucapan terimakasih karna sudah memperdulikanku!" jawab Anita kemudian langsung melangkah menuju sofa dikamar dan mulai menyendokan makanan yang dibuat Rey kemulutnya.
"apa aku harus sakit dulu mas lalu kamu akan memperhatikanku? menganggap ku ada setiap saat bukan setiap kau butuh diriku" batin Anita berucap.
baru saja Anita menyuapkan 1 sendok makanannya. ia merasa sangat mual dan ingin segera memuntahkan sesuatu. Rey yang melihat Anita pun langsung mendekat namun Anita langsung menjauh dan berlari kedalam toilet.
Rey kembali membuang nafas kasar lalu mengikuti Anita dari belakang dengan sedikit berlari. namun dengan cepat Anita menutup pintu toilet lalu menguncinya.
Hoekkkkk...Hoekkkk...Hoekkkk .
Terdengar suara orang yang sedang memuntahkan sesuatu. Rey yang mendengar hal itupun langsung mengetuk-ngetuk pintu toilet agar Anita membuka nya.
"An! kau kenapa? buka pintu nya an!!" teriak Rey sambil mengetuk-ngetuk pintu namun tak ada jawaban yang ada hanyalah suara air keran dan juga ciri khas orang yang sedang memuntahkan sesuatu.
Rey merasa heran apa yang terjadi "apa makanannya tidak enak?" lirih Rey kemudian berlalu menuju meja dan menyendokan makanan yang ia buat kedalam mulutnya. lama ia menyicipi makananya. namun menurutnya ini enak sekali, tapi mengapa Anita muntah. ia semakin khawatir takut jika Anita memiliki penyakit yang serius.
Rey pun kembali menuju pintu toilet dan kembali mengetuk-ngetuk pintu namun tak ada jawaban. dari dalam toilet, Anita yang menatap dirinya dipantulan cermin sambil mendengarkan Rey mengetuk pintu, ia menangis sesenggukan.
" Mas Rey, kau tau? terkadang sikapmu menyuruhku seakan untuk tetap tinggal dan menerima takdir. tapi juga terkadang sikapmu seakan menyuruhku untuk pergi untuk kembali tidak hadir dalam kehidupanmu. Kau tau pernikahan kita yang didasari karna saling membutuhkan dan juga perjanjian untuk tidak saling mencintai satu sama lain membuatku sakit ketika mengetahui jika aku tengah mengandung anak ini mas. andai pula kau tau, aku sudah kalah dengan prinsipku sendiri untuk tidak mencintaimu mas aku kalah hiks...hikss..." batin Anita menangis sesenggukan.
disela-sela Isak tangisnya tiba-tiba saja Anita mendengar teriakan Rey yang menyeramkan.
"Anita!! kuperintahkan kau untuk membuka pintu ini. jika tidak, aku akan mendobraknya!!!." ucap Rey emosi. sementara Anita langsung menghapus air matanya dan mencuci muka untuk menghilangkan jejak bahwa ia sudah menangis.
"1"
"2"
"ceklekk" pintu terbuka. Rey yang sudah bersiap untuk mendobrak pintu pun langsung menetralkan nafasnya dan mulai menghampiri Anita .
"An,kau kenapa,apa makananku tidak enak?" tanya Rey kembali lembut.
"Ya! makananmu tidak enak lebih baik aku memakan mie instan " ujar Anita berlalu.
"An! mie instan tidak baik untuk kesehatan dirimu yang sedang sakit. tunggulah sebentar, jika makananku tidak enak aku akan memesankannya untuk dirimu!" teriak rey naik pitam.
"tidak perlu, aku menginginkan mie instan!" ujar Anita langsung berlalu meninggalkan Rey. sementara Rey lagi-lagi merasa emosi karna tingkah Anita.
Anita terus menyusuri anak tangga dan sesekali menghapus air matanya.
"kenapa mas, sikapmu sekarang berbeda dengan pertama kali aku bertemu dengamu.dulu tidak pernah kau membentaku tapi sekarang sikapmu yang terkadang lembut namun beberapa detik kemudian bisa berubah menjadi sangat menakutkan. apa karna aku sudah tak dibutuhkan lagi mas? jika tidak tolong lepaskan aku. agar aku tak semakin sakit dan bersalah karna menempatkan hatiku untukmu yang jelas bukan milikku sepenuhnya." batin Anita berucap
sementara disisi lain. Rey nampak emosi bahkan ia menendang nakas yang ada disamping ranjang.
"arghhhhhhh!!!!!""" Rey berteriak kesal.
...Bersambung........
kok gak ada kelanjutannya
aku udh lma bngetttt lho nunggunya ini tp blum di up kembaliiii
pas anita hamil rey udh mulai jarang nengokin anita pdhl anita lg hamil..si rey blm tau aja.. anita hnya butuh prhatian.. sedih dah pkoknya
ini udah ganti tahun loh thor
haduhhh
si anita jg gw rsa hamil..