Selama 18 tahun, Bai Chen hidup sebagai anak selir yang tidak dianggap di faksi kecil Benua Barat. Ia disiksa, dihina, dan jalur Dao-nya dihancurkan oleh klannya sendiri tanpa ampun, membuatnya dianggap sebagai sampah abadi.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia terbaring sekarat di ruang bawah tanah yang dingin, sebuah suara mekanik dingin berdering di kepalanya:
[Sistem Penguasa Dao Diaktifkan. Memperbaiki jalur Dao yang hancur. Sinkronisasi dimulai...]
Dalam sekejap, hambatan tubuhnya musnah. Dari titik terendah sebagai manusia fana, ia melompat langsung ke Ranah Void Dao!
Menggabungkan logika sains modern dan kekuatan sistem absolut, Bai Chen menembus batasan dunia kultivasi yang kolot. Ia membumihanguskan para musuh yang merendahkannya, mengguncang 5 Klan Kuno di Benua Tengah, hingga berdiri di puncak pertempuran kosmik yang membelah dunia demi menjadi Kaisar Surgawi mutlak yang tak tertandingi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OhMyZy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Lintas Benua Menuju Benua Tengah
Retakan dimensi keemasan yang dirobek oleh Bai Chen di perbatasan Benua Barat telah menutup rapat. Namun, alih-alih langsung melompat seketika ke jantung Benua Tengah, Bai Chen memutuskan untuk menempuh sisa perjalanan melintasi lautan spiritual perbatasan dengan cara terbang bebas di udara. Sistem di dalam kepalanya memberikan saran taktis bahwa fluktuasi energi dari transisi dimensi tingkat tinggi dapat memicu pengawasan ketat dari formasi pemantau kosmik milik 5 Klan Kuno jika dilakukan secara sembarangan di wilayah teritorial mereka.
Dengan jubah putih yang berkibar tertiup angin kencang, Bai Chen meluncur membelah cakrawala di atas lautan luas yang memisahkan benua luar dengan dataran utama Benua Tengah.
Di bawahnya, hamparan air laut berwarna kebiruan tua menyimpan gelombang energi spiritual yang sangat pekat. Lautan tersebut bukanlah perairan biasa; itu adalah Lautan Sembilan Jala, tempat di mana berbagai jenis monster purba dan makhluk spiritual tingkat tinggi bersemayam.
Whoosh!
Baru saja Bai Chen terbang melewati gugusan pulau karang raksasa, permukaan air laut di bawahnya mendadak bergejolak hebat. Ledakan air setinggi ratusan meter membelah udara, menampakkan sesosok monster laut purba berwujud ular naga bersisik hitam legam dengan panjang mencapai ribuan meter—Ular Naga Pembelah Ombak (makhluk spiritual setingkat Void Dao tingkat akhir yang menjadi momok menakutkan bagi para kultivator benua luar).
Monster purba itu membuka rahangnya lebar-lebar, menyemburkan gelombang energi hitam pekat yang mampu merenggut kesadaran jiwa manusia seketika, berniat memangsa makhluk asing yang berani melintas di wilayah kekuasaannya.
Bai Chen bahkan tidak menghentikan laju terbangnya. Ia melirik sekilas ke bawah dengan tatapan acuh tak acuh.
"Hanya seekor cacing air yang sombong," gumam Bai Chen datar.
Ia mengangkat jari telunjuk kanannya dan melayangkannya ringan ke arah bawah.
Bum!
Tekanan spasial mutlak dari ranah Dao Surgawi langsung menghantam tubuh ular naga purba tersebut dari udara kosong. Tanpa sempat mengeluarkan suara lolohan, monster raksasa itu membeku di udara, lalu terhempas kembali menghantam permukaan air laut dengan dentuman dahsyat yang menciptakan tsunami kecil ke segala arah, tenggelam ke dasar laut tanpa daya.
Setelah menyingkirkan gangguan kecil tersebut dalam sekejap mata, Bai Chen melanjutkan perjalanan lintas benua dengan tenang.
Di hari ketiga perjalanannya, batas cakrawala mulai memperlihatkan perubahan drastis. Langit di hadapannya tidak lagi berwarna biru biasa, melainkan diselimuti oleh kabut tipis berwarna keemasan yang memancarkan aroma obat-obatan purba dan energi spiritual yang begitu murni. Di balik kabut tersebut, daratan luas tanpa batas dengan pilar-pilar cahaya megah menjulang tinggi mulai tampak di depan mata.
Itulah gerbang perbatasan Benua Tengah—pusat kekuatan tertinggi di seluruh dunia kultivasi.
[Ding! Peringatan Sistem: Inang telah memasuki zona teritorial terluar Benua Tengah]
[Misi Eksplorasi Aktif: Menembus gerbang perbatasan dan mendaftarkan diri sebagai perwakilan resmi benua luar di Kota Pusat.]
Bai Chen mendarat dengan ringan di atas dataran tanah suci Benua Tengah. Begitu kakinya menyentuh tanah, ia merasakan kepadatan energi spiritual di tempat ini puluhan kali lipat lebih melimpah dibandingkan dengan benua luar manapun. Setiap helaan napas terasa menyegarkan seluruh sel di dalam tubuh.
Di hadapannya, sebuah gerbang batu raksasa setinggi sepuluh ribu meter berdiri kokoh, dijaga ketat oleh puluhan pasukan elit klan kuno yang mengenakan baju zirah emas dan memegang tombak spiritual.
Ketika para penjaga gerbang melihat sosok pemuda asing berjalan mendekat tanpa pengawalan dan tanpa lambang faksi besar, salah satu komandan penjaga melangkah maju dengan ekspresi dingin dan meremehkan.
"Berhenti! Siapa kau?!" bentak komandan penjaga gerbang tersebut, mengarahkan tombaknya ke hadapan Bai Chen. "Wilayah ini adalah zona suci 5 Klan Kuno! Orang dari benua luar dilarang mendekat tanpa izin resmi dari Dewan Tertua!"
Bai Chen berhenti melangkah. Ia mengeluarkan gulungan dekrit emas undangan Turnamen Antar-Genius dari dalam jubahnya dan melemparkannya perlahan ke hadapan sang komandan.
Komandan penjaga itu menangkap gulungan tersebut dengan sebelah tangan. Namun, begitu ia membuka gulungan itu dan melihat lambang resmi serta cap segel emas dari Dewan Aliansi, warna wajahnya seketika berubah drastis dari arogan menjadi pucat pasi. Tangannya gemetar hebat memegang gulungan tersebut.
"D-Dekrit Undangan Utama...?" cicit sang komandan dengan suara terbata-bata, keringat dingin langsung membasahi pelipisnya. Ia segera berlutut di atas tanah, diikuti oleh seluruh pasukan penjaga di belakangnya. "Mohon ampun atas ketidaktahuan kami, Tuan Muda! Silakan masuk ke Benua Tengah!"
Bai Chen mengambil kembali gulungan dekritnya, melangkah melewati gerbang raksasa tersebut tanpa menoleh lagi, memulai langkah nyata pertamanya menuju pusat badai perpolitikan 5 Klan Kuno!