NovelToon NovelToon
Istri Sah Yang Tak Sudi Diceraikan

Istri Sah Yang Tak Sudi Diceraikan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Menikah muda dan Kirana menyerahkan seluruh masa depannya untuk menjadi penopang di balik kesuksesan Gibran. Lima belas tahun ia setia mengabdi sebagai ibu rumah tangga, merawat anak-anak dan memastikan nama suaminya bersinar sebagai pria sempurna yang dipuja publik.

​Namun, ketika harta dan tahta telah tergenggam, Gibran justru menganggap Kirana bab lama yang harus dibuang demi wanita lain.

​Surat gugatan cerai dilayangkan. Satu kali, dua kali, hingga tiga kali.

​Gibran mengira Kirana akan menangis mengemis cinta. Betapa naifnya. Bagi Kirana, ketenangannya bukanlah kepasrahan, melainkan strategi catur dingin.
Saat Gibran sibuk bertarung di ruang sidang, Kirana melangkah anggun menikmati masa mudanya yang tertunda. Kirana sengaja menjaga nama baik suaminya tetap bersih memastikan aset yang dibangun bersama berada di puncak nilai tertinggi.

​Ketika Gibran mulai kehabisan napas, Kirana melayangkan pukulan balik. Ia mengincar delapan puluh lima persen harta gono-gini dan secara takt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Sah Yang Tak Sudi Diceraikan

​

​Angin siang bertiup sepoi-sepoi menembus rimbunnya pohon angsana yang menaungi area halaman belakang sekolah. SMA Garuda Bangsa salah satu sekolah menengah atas swasta paling favorit dan bergengsi di Jakartatampak riuh oleh canda tawa para siswa yang sedang menikmati jam istirahat kedua. Di tempat ini, deretan mobil mewah penjemput dan kartu kredit berlimit tinggi di dalam dompet para siswanya adalah hal yang biasa.

​Namun, di sudut terpencil di belakang gedung perpustakaan yang jauh dari hiruk-pikuk kantin utama, dua remaja berseragam putih-abu-abu tampak duduk bersisian di atas bangku taman dari semen.

​Kayla, siswi kelas tiga yang cantik dengan tatanan rambut dikuncir kuda rapi, memang beda kelas dengan Evan, adiknya yang baru duduk di kelas satu. Meski begitu, setiap kali bel istirahat berbunyi, keduanya selalu secara otomatis mengasingkan diri dari teman-teman sekelas mereka. Bukan karena mereka tidak populer paras menawan warisan Gibran dan Kirana serta uang saku berlimpah yang tak pernah bersisa di dompet mereka membuat keduanya kerap jadi pusat perhatian melainkan karena benak mereka terlalu penuh oleh badai yang sedang mengacak-acak rumah mereka.

​Kayla mengaduk es teh lemon di gelas plastiknya dengan sedotan, sementara Evan bersandar santai sambil memainkan gantungan kunci di tas sekolahnya.

​"Van..." panggil Kayla pelan, memecah keheningan di antara mereka. Matanya menatap lurus ke arah lapangan basket yang kosong. "Seandainya Mami dan Papi benar-benar pisah... kamu mau ikut siapa, Van?"

​Evan menghentikan gerakan tangannya. Remaja laki-laki yang wajahnya sangat mirip dengan Kirana itu diam sejenak, memandangi sepatu kets mewahnya yang ternoda sedikit debu.

​"Papi jahat banget ya sama Mami," lanjut Kayla tanpa menunggu jawaban adiknya, suaranya bergetar menahan kekesalan yang tertahan sejak beberapa hari lalu. "Aku benci banget mengingat kejadian kemarin pagi di meja makan. Aku yakin seratus persen, cewek centil yang dibawa Papi ke rumah itu selingkuhannya Papi. Dasar pelakor nggak tahu diri."

​Evan menghela napas panjang. Sorot matanya yang biasanya jenaka kini tampak jauh lebih dewasa dari usianya.

​"Betul, Kak. Papi memang terlalu jahat jadi kepala keluarga," sahut Evan tegas, nadanya dingin tanpa keraguan. "Papi pikir dengan kasih uang banyak dan fasilitas mewah, Papi bisa seenaknya nginjak-nginjak perasaan Mami? Papi salah besar."

​Evan memutar tubuhnya menghadap sang kakak, lalu tersenyum tipis sebuah senyuman penuh kegetiran namun sarat akan kebebasan.

​"Tapi ya sudahlah, Kak. Biarkan Mami buat jalan-jalan saja sekarang, daripada di rumah terus cuma dibuat sakit hati sama Papi," tambah Evan lagi. "Bagus Mami ikut tour sama teman-temannya ke luar kota. Dan minimal, habisi saja uang Papi sebanyak-banyaknya! Daripada uang Papi dipakai buat memanjakan pelakor itu, mending Mami yang pakai sampai ludes."

​Kayla terkekeh pelan mendengar ucapan adiknya, meski matanya berkaca-kaca. "Setuju banget aku. Mami harus foya-foya pakai uang Papi."

​"Tapi Kak..." Suara Evan mendadak mengecil, raut wajahnya berubah agak redup saat membahas pertanyaan awal Kayla. "Soal tempat tinggal... kalau bisa milih ya aku mau ikut sama Mami. Aku mau menjaga Mami. Tapi..."

​Evan menggantung kalimatnya, menatap Kayla dengan pandangan realistis. "Tapi aku sadar, Kak. Mami itu cuma ibu rumah tangga biasa. Selama puluhan tahun ini Mami cuma mengandalkan jatah bulanan dari Papi. Mami nggak punya pekerjaan atau bisnis sendiri. Ke depannya, kalau misalnya Mami mau kita tetap tinggal sama Papi demi fasilitas dan sekolah kita... tolong Kakak jangan pernah menganggap Mami jahat atau tega ya."

​Kayla menatap adiknya dengan tatapan hangat sekaligus kagum. Di balik sikap cuek Evan, ternyata adiknya itu memikirkan posisi Mami mereka secara sangat mendalam.

​"Iya, Van, aku paham kok," balas Kayla lembut seraya mengusap bahu adiknya. "Aku nggak bakal pernah menyalahkan Mami. Apapun keputusan Mami nanti, kita harus tetap ada di pihak Mami."

​Namun, tiba-tiba Kayla teringat sesuatu. Wajah anggunnya mengukir senyuman misterius, memikirkan bagaimana Mami mereka menghadapi Papi belakangan ini.

​"Tapi Van... kamu jangan salah," bisik Kayla dengan nada penuh keyakinan. "Aku yakin banget Mami itu punya strategi lain. Mami yang kita kenal itu pintar dan tenang. Mami nggak bakal cuma diam saja diposisikan kayak gitu. Mami pasti lagi menyiapkan kejutan besar buat Papi tanpa Papi sadari."

​Evan menaikkan sebelah alisnya, tertarik dengan ucapan sang kakak. "Maksud Kakak?"

​"Lihat aja cara Mami minta kartu kredit Papi tanpa beban kemarin," ujar Kayla seraya tersenyum puas. "Mami mulai memanfaatkan kelemahan Papi. Dan menurutku... sepertinya kita juga harus ikuti jejak Mami deh, Van!"

​Evan membelalakkan mata, lalu tawanya menyembur pelan. "Maksud Kakak, kita ikutan minta uang jajan tambahan sama Papi?"

​"Bukan cuma uang jajan tambahan!" seru Kayla bersemangat, matanya berbinar nakal. "Mumpung Papi lagi merasa bersalah dan lagi berupaya keras 'membeli' rasa hormat kita lagi, kita manfaatkan momen ini sampai maksimal! Itu Kakak saja yang sudah kelas tiga mau Mami sama Papi belikan fasilitas baru. Nah, kalau kamu gimana?"

​Evan terkekeh lebar, menggosok-gosok kedua telapak tangannya bagai penjahat di dalam film kartun. Rasa sedih yang tadinya menggelayut di dada mereka seketika menguap, berganti dengan rencana cerdik untuk mengerjai sang ayah.

​"Wah, kalau gitu aku nggak mau kalah, Kak!" celetuk Evan dengan mata berbinar-binar. "Aku mau minta motor sport keluaran terbaru! Yang seratus lima puluh CC atau sekalian yang dua ratus lima puluh CC warna hitam metalik! Biar Papi yang bayar tunai tanpa cicilan!"

​"Nah, gitu dong! Minta sekalian helm sama jaket balapnya yang mahal!" timpal Kayla sambil tertawa lepas. "Biar Papi tahu rasa! Papi pikir bisa menduakan Mami tanpa bayar harga mahal? Kita kuras tabungan Papi sebelum pelakor itu sempat menikmati sepeser pun."

​"Betul banget, Kak!" balas Evan mantap, mengacungkan jempolnya. "Biarkan Papi pusing tujuh keliling ngurusin tagihan kita dan Mami. Biar Papi kapok."

​Kedua bersaudara itu saling melempar pandangan penuh arti, lalu melakukan high-five yang berdenting nyaring di bawah rindangnya pohon angsana. Di sekolah favorit ini, di antara siswa-siswi lain yang mungkin sibuk memikirkan nilai ujian atau kisah cinta remaja, Kayla dan Evan telah membuat pakta pertahanan bersama.

​Mereka tahu bahwa biduk rumah tangga orang tua mereka mungkin sedang berada di ambang kehancuran. Namun satu hal yang pasti: mereka berdua tidak akan biarkan Mami mereka berjuang sendirian, dan mereka akan memastikan Papi mereka membayar setiap tetes air mata yang telah dijatuhkan Kirana.

1
Evy
Pelakornya PD nya kebangetan ya ..tak ada angin tak ada badai..tiba2 nyelonong masuk gitu aja kedalam rumah istri sah...merasa sudah menang akhirnya malu sendiri..
Evy
Kupikir anaknya sekolah loncat kelas karena genius..usia pernikahannya 15thn.anak kedua sudah usia 15th..gimana ceritanya nih.. setidaknya usia anak pertama itu 15th kalo memang dulunya menikah karena insiden...kalo pernikahan normal pasti anak sulung usia 14th...
Erna Lubis
baru kali ini aku puas dgn karakter wanitanya tor..
No Nong
kenapa cerita kek cerita aki² andre🤣🤭
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Herni Aulia
ini ceritanya dari kisah andre taulani bukan si🤭
Rahmawati Amma
gue suka yg cerita kaya gini😍
Rahmawati Amma
nah ini yg aku suka ceritanya menjadi janda walau pun sendiri tapi janda berkelas traktir kopi thor🍵 karna gue suka ceritanya ngak ada nikah lagi sampai tamat 😁✌️🙏
Mutia Agustin
lanjut bonchap thor
Noey Aprilia
Laahhh....
udh end aja....krain kirana bkln jdoh sm bp arab....😁😁😁...
mksh crtanya kk....aku otw crtamu yg lain....💃💃💃....
Muft Smoker
looooo koq udh tamat kak ,,
kirain msh berlanjuut lgii ,, pdhal Kayla blum pulang loo dr Singapura ,,
tp ttap makasih buat cerita ny yx kak ,,
dtggu karya terbaru ny
Ilfa Yarni
loh kok udah tamat aja pdhl msh ingin Baca kelanjutannya dgn Mr ziyadh
Heni Setiyaningsih
lohh udah tamat,kirain Kirana berjodoh sama Ziyad
Muft Smoker
kehidupan Kirana ma ank2 ny makin damai
yula
lho ko evan msih 10th . bab awal2 klas 1 sma. kakaknya klas 3 sma
Rahmawati Amma: iya aku juga bingung bab awal katanya anak pertama udah msk sma kelas3 yg anak ke dua sma kelas 1 tapi usia pernikahannya 15 tahun yg saya kaget apakah anak2nya kirana loncat kelas atau jenius 🤔
total 1 replies
Rahmawati Amma
🤣🤣🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
bagus saya suka 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
berarti kirana ga mau nikah lg dong
DIFAN2: Novel *"SULUNG"* hadir dengan keseruan jalan ceritanya, yg penasaran yuk Mampir.
total 1 replies
Noey Aprilia
Udh msuk rak kk...aku nycil dlu bcanya,tkut nyesek....hikkss....
Rahmawati Amma
loh anak pertamanya udah mau tamat sma sedangkan anak ke dua baru masuk sma sedangkan nikah 15 tahun berarti klu ngak salah perhitungan anak pertama usianya 14 tahun anak ke dua kira2 usianya 12 tahun kok udah pada sma apakah anak2nya loncat kelas ataukah jenius🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!