NovelToon NovelToon
Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zemima dan Arsyad sudah menikah selama dua tahun. Selama itu pula pernikahan mereka baik-baik saja. Apalagi Arsyad juga selalu bersikap baik dan lembut sebagai suami.

Selama itu pula mereka belum di karuniai anak, dan Arsyad tak mempermasalahkan hal itu. Tapi berbeda dengan sang ibu yang menginginkan cucu dengan alasan Arsyad sudah mapan dan memiliki pekerjaan bagus. dia sudah harus punya keturunan.

Namun beberapa bulan terakhir, suaminya sering sekali ke rumah ibunya tanpa mengajak Zemima. Namun suatu hari, saat Arsyad tengah malam pergi diam-diam, Zemima mengikutinya. ternyata Arsyad pulang ke rumah ibunya dan di sambut wanita hamil.

Apa Zemima akan menghancurkan keluarga Arsyad yang sudah membohonginya? padahal pekerjaan bagus yang di dapat Arsyad tak lepas dari bantuan Zemima. Mereka tidak tahu kalau Zemima adalah pewaris tunggal perusahaan besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zemima 18

Ruang rapat utama yang tadinya riuh oleh tepuk tangan jajaran direksi kini mendadak hening. Pintu kayu jati berdesain artistik itu telah tertutup rapat setelah Maya menjadi orang terakhir yang melangkah keluar. Hanya tersisa pendar cahaya matahari siang yang menembus kaca tebal, menerangi dua sosok yang berdiri berhadapan di ujung meja oval.

Rayhanan melepaskan kancing jas charcoal greynya, melonggarkan ikatan dasinya sedikit, lalu menyandarkan pinggulnya di tepi meja dengan gestur kasual yang tetap memancarkan aura dominan.

"Dua triliun untuk proyek perdana kita," ujar Rayhanan dengan suara berat yang bernada rendah. Matanya menatap Zemima tanpa berkedip.

"Itu angka yang cukup fantastis untuk sekadar reuni antar alumni BEM lima tahun lalu, bukan?"

Zemima tertawa kecil, suara tawa merdu yang bergema halus di ruangan. Ia merapikan sisa-sisa lembar analisis finansial di hadapannya lalu melangkah mendekat, bersandar pada sisi meja yang sama, tepat dua langkah di sebelah Rayhanan.

"Jangan pura-pura melupakan naluri bisnismu, Ray," goda Zemima, menatap samping wajah tegas pria itu.

"Kamu mengucurkan dua triliun bukan karena nostalgia kampus, tapi karena Valuation Report yang aku susun menjanjikan return hampir tiga kali lipat dalam lima tahun ke depan."

Rayhanan terkekeh pelan. Garis-garis tegas di wajahnya melunak, menampilkan pesona maskulin yang jarang sekali disaksikan oleh para bawahannya.

"Masih sama seperti dulu," gumam Rayhanan seraya memiringkan kepala menatap Zemima lekat-lekat.

"Selalu rasional, tegas, dan tak memberi celah sedikit pun untuk argumen sentimental. Tapi harus aku akui, Mima... dari puluhan CEO yang pernah bernegosiasi denganku dua tahun terakhir, baru kali ini aku merasa tertantang sekaligus terpesona di saat yang sama."

"Pujian dari seorang R. Arisanjaya Altamas jelas punya bobot tersendiri," balas Zemima santai. Ia melipat kedua tangannya di dada, tatapannya menyiratkan rasa penasaran yang halus.

"Ngomong-ngomong... berita kepulanganmu ke Indonesia dua tahun lalu cukup menggemparkan media finansial. Tapi anehnya, majalah bisnis lebih sering membahas gurita bisnismu daripada kehidupan pribadimu. Ke mana sang 'Bunga Kampus' yang dulu selalu mengejarmu itu?"

Mendengar pertanyaan itu, senyum di bibir Rayhanan sedikit memudar, berganti dengan kilat kelelahan yang samar namun dalam di balik manik matanya. Pria itu menghembuskan napas panjang.

"Sudah berakhir, Mima," sahut Rayhanan tenang, tanpa nada drama.

"Tepat tiga bulan lalu, proses perceraian kami selesai di pengadilan."

Zemima sedikit terkejut. Alis cantiknya bertaut halus.

"Bercerai? Kamu... duda baru tiga bulan?"

"Ya. A fresh divorcee," jawab Rayhanan seraya tersenyum tipis, penuh ironi. Ia memutar gelas kristal berisi air mineral yang ada di meja.

"Ternyata membangun dinasti bisnis jauh lebih mudah daripada mempertahankan pernikahan yang didasari kebohongan. Dulu aku terlalu sibuk membesarkan Altamas Group di Singapura dan Surabaya, sampai tidak sadar kalau wanita yang kunikahi memanfaatkan namaku untuk memutar uang ratusan miliar di belakangku, membiayai keluarga parasitnya, dan... bermain api."

Zemima membeku seketika. Kata-kata Rayhanan, kebohongan, membiayai keluarga parasit, bermain api menghantam tepat di pusat lukanya sendiri. Situasi Rayhanan adalah cermin dari apa yang tengah ia alami bersama Arsyad saat ini. Bedanya, Rayhanan sudah memotong pemicu racun itu secara ekstrem dan memenangkan kebebasannya, sedangkan Zemima baru saja menyusun papan catur pembalasannya.

Melihat perubahan mendadak pada garis wajah Zemima yang memucat dan tatapannya yang menerawang jauh, Rayhanan mengernyit. Pria dengan intuisi tajam itu langsung menyadari ada ketegangan aneh pada raut wajah Mima.

"Mima? Kamu kenapa?" tanya Rayhanan lembut. Ia mengikis jarak di antara mereka, berdiri tepat di hadapan Zemima dengan raut khawatir yang tulus.

"Maaf, apa ceritaku terlalu mendadak atau... ada kata-kataku yang menyinggungmu?"

Zemima tersentak pelan dari lamunannya. Dalam sepersekian detik, benteng pertahanan dan topeng ketenangannya yang sempurna kembali terpasang rapi. Ia mengulas senyum terbaiknya, menatap Rayhanan jernih.

"Tidak sama sekali, Ray. Aku hanya... kaget," dusta Zemima dengan suara sehalus sutra.

"Aku cuma mengagumi ketegasanmu. Tidak semua orang punya keberanian untuk memotong kerugian dan keluar dari pernikahan yang beracun dengan kepala tegak."

Rayhanan menatap dalam-dalam ke dalam manik mata Zemima, seolah berusaha membaca rahasia yang tersembunyi di balik ketenangan luar biasa wanita di hadapannya. Sebagai pria yang pernah hancur karena kebohongan, Rayhanan bisa mencium aroma luka yang berusaha disembunyikan Zemima. Namun, ia cukup bijak untuk tidak mendesak lebih jauh.

"Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan bersama orang yang menjual kejujuran demi uang, Mima," ujar Rayhanan dengan suara rendah yang menggetarkan.

"Lalu... bagaimana dengan kehidupanmu sendiri? Aku dengar kamu menikah beberapa tahun lalu dengan pria bernama Arsyad?"

Nama Arsyad yang diucapkan oleh pria sekelas Rayhanan terasa begitu timpang dan kerdil di telinga Zemima.

"Iya, aku menikah dengannya," sahut Zemima singkat.

"Dia... sibuk dengan proyek luar kotanya belakangan ini."

Rayhanan mengangguk-angguk pelan. Ada binar penuh arti yang mengkilat di matanya. "Proyek luar kota, ya? Pria yang sangat beruntung memiliki istri secerdas, secantik, dan sehebat kamu... tapi malah membiarkanmu sendirian memimpin holding company sebesar ini."

"Setiap orang punya kesibukannya masing-masing, Ray," balas Zemima diplomatis, walau hatinya tertawa satir membayangkan "kesibukan" Arsyad yang sebenarnya.

Rayhanan terkekeh pelan, melangkah mundur satu langkah lalu merogoh saku dalam jasnya. Ia mengeluarkan sebuah dompet kartu eksklusif dan menarik selembar kartu nama berbahan titanium hitam dengan ukiran nama berlapis emas.

Pria itu mengulurkannya, menyodorkannya tepat di antara jemari Zemima.

"Ini nomor ponsel pribadiku. Jalur langsung yang hanya diketahui oleh keluarga inti dan mitra lingkaran terdalamku," kata Rayhanan seraya menatap lurus ke dalam mata Zemima. Tatapannya hangat, intens, dan sarat akan dominasi yang memikat.

Zemima menerima kartu berbobot dingin itu. Kulit jemari mereka sempat bersentuhan sejenak, sebuah gesekan halus yang mengirimkan sengatan hangat ke lengan Zemima.

"Untuk apa kartu pribadi ini, CEO Rayhanan? Bukankah kontak sekretariat kita sudah saling terhubung?" goda Zemima seraya memainkan kartu titanium itu di jemarinya.

Rayhanan menundukkan tubuhnya sedikit, mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa sentimeter. Aroma parfum woody-amber yang maskulin dan mahal dari tubuh Rayhanan seketika menguar memenuhi indera penciuman Zemima.

"Sebagai perayaan atas kesepakatan dua triliun rupiah hari ini... dan sebagai bentuk apresiasi untuk teman lama yang sangat aku kagumi," bisik Rayhanan dengan suara serak yang memikat.

"Besok malam, luangkan waktumu. Aku ingin mengundangmu makan malam di private dining penthouse Altamas. Hanya kita berdua. Tanpa berkas, tanpa direksi, dan tanpa batasan formalitas bisnis. Anggap sebagai perayaan kerjasama kita!"

Zemima menaikkan sebelah alisnya, menatap wujud pria tampan di hadapannya yang begitu percaya diri dan berwibawa, sosok pria matang yang amat kontras dengan Arsyad yang penuh kepalsuan, kepanikan, dan kebohongan murahan.

"Makan malam pribadi?" bisik Zemima manis, menyunggingkan senyum misterius yang membuat dada Rayhanan berdesir.

"Bagaimana kalau suamiku tahu aku malah makan malam dengan pria yang baru tiga bulan berstatus duda?"

Rayhanan memiringkan kepalanya, menyunggingkan senyum tipis yang amat menawan.

"Pria yang membiarkan wanitanya berjalan sendirian di kegelapan tidak berhak komplain saat ada pria lain yang datang membawa lentera, Mima. Lagipula... ini hanya makan malam dua sahabat lama, kan? Bukan makan malam dengan selingkuhan!"

Zemima terkekeh halus. Ia menyelipkan kartu titanium hitam milik Rayhanan ke dalam saku gaun kerjanya, lalu menatap pria itu tepat di matanya.

"Jemput aku jam delapan malam, Ray. Jangan terlambat," sahut Zemima tegas dan anggun.

Rayhanan tersenyum puas, matanya berkilat gembira. "Aku tidak pernah terlambat untuk hal-hal yang bernilai triliunan... terutama jika itu melibatkanmu, Mima."

1
Adinda
jijik aku lihat benalu mokondo pula ditambah tukang selingkuh,gak nafkahi zemima kayak punya kuasa aja
nely_48
blm jg zemima beneran selingkuh km suami dajjal udh kebakaran jenggot,, apa kabar nya diri km sendiri yg udh jelas n nyata selingkuh sm s dina n lg hamil pula tuh s gundik nya
nely_48
pria n suami yg mulia hati nya s Arsyad ini,, sampe² semua anggota keluarga nya D gundik nya D kasih makan n foya-foya pake uang haram dr hasil korupsi D kantor istri nya
Fitria Syafei
emang enak..rasain ..rasain... mati berdiri nti kau kalau kau tau siapa sesungguhnya Zamima ntuh Arsyad 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Arieee
kebakaran jenggot tuhhhhhh🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
wkwkwkkwk.. siap2 arsyad sbentar lagi kamu kembali ke setelan awall 🤭🤭🤭
Yam_zhie: sabar ya
total 1 replies
Ilfa Yarni
kelamaan thor ah bosan munggunya terlalu diulur2
Yam_zhie: ya mau gimana Bun nanti aku kena sentil Edi kalau dari awal lambat terus cepet. gak dapat duit othor 🙈🙈🙈😭😭
total 1 replies
Aretha Shanum
sat set lah jangan ditunda2
Yam_zhie: kalau kecepatan hukumannya enak dong 🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
syukurin semakin di gin kan istrimu Arsyad ...😏 KK cantik pinisirin 🙄
ryuka
senin adalah hari kehancuran mu arsen 🤭🤭🤭
Yam_zhie: biar dia pusing dulu 🙈🙈🙈
total 1 replies
Ilfa Yarni
aduuuh msh Lama bomnya iih aku yg gregetan jadinya
Yam_zhie: sabar ya maaaakkk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ma Em
Mampus Arsyad kamu tdk akan menjadi kepala cabang malah kamu akan dipecat mungkin setelah Zemima tau tau semua kebusukan Arsyad juga keluarganya , selamat menyesal dan jadi gembel Arsyad .
Irsyad layla
jgn diundur terus deh ini mergokin nya malah bosen bacanya jadinya
nely_48
otak udang kau Arsyad,, nilep uang kantor buat foya-foya,, dasar org miskin d angkat derajat oleh istri bukanya bersyukur mlah makin menjadi korupsi
nely_48
josjis ath zemima,, jgn d ulur² trs
Fitria Syafei
hahahah baru jadi simpanan aja deh pengeretan apalagi jadi bini kedua ..ntuh laki orang lagi kelojotan ntuh kalau benar bini sah nya CEO di tendang deh kalian 😏 KK cantik kereen 🥰 terimakasih 🥰
ryuka
diihhh ada yg halu udah di nikahin 🤭🤭🤭🤭🤣
Oma Gavin
wkwkwk belum apa" sudah pusing arsyad baguslah nanti saat tau kebenarannya jadi stroke 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
aduh zemima kpn km Skalkmat ini orang
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!