NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 — Hukuman Sang Don

Kekacauan meledak di ruangan bawah tanah itu. Beberapa kapten langsung berdiri, tangan mereka bergerak refleks ke arah pistol yang tersembunyi di balik jas mereka. Seorang wanita mafia bernama Contessa yang selama ini memperingatkan Gerald untuk tidak lengah, berteriak lantang.

"Dia mata-mata musuh, Gerald! Bunuh dia sekarang sebelum dia membawa lebih banyak bahaya untuk keluarga ini!"

"Diam!" Suara Gerald menggelegar, membungkam seluruh ruangan dengan otoritas yang tidak bisa dibantah siapa pun. Ia berdiri perlahan, matanya masih terpaku pada Yao dengan ekspresi yang campur aduk antara amarah dan luka yang tak tersembunyikan.

"Keluar," katanya pada seluruh ruangan, suaranya dingin dan berbahaya. "Semuanya. Sekarang. Aku ingin bicara dengannya sendirian."

Para kapten saling bertukar pandang gelisah, tapi tidak seorang pun berani membantah perintah Don muda mereka. Satu per satu, mereka meninggalkan ruangan, hingga hanya tersisa Gerald, Yao, dan Enzo yang masih berdiri dengan senyum puas tersembunyi di balik wajah tenangnya.

"Kau juga, Enzo," kata Gerald tajam.

"Gerald, aku pikir sebagai penasihatmu, aku berhak—"

"Keluar," ulang Gerald, matanya berkilat penuh ancaman yang membuat bahkan Enzo terpaksa mundur dan meninggalkan ruangan, meski dengan tatapan penuh kemenangan yang ia lemparkan ke arah Yao sebelum pintu tertutup.

Hening menyelimuti ruangan itu selama beberapa detik yang terasa seperti selamanya. Gerald berjalan mondar-mandir, tangannya mengusap wajahnya dengan frustrasi yang mendalam.

"Katakan semuanya," katanya akhirnya, suaranya lelah. "Semuanya, Yao. Tidak ada lagi kebohongan."

Dan Yao pun bercerita — tentang malam pembantaian itu, tentang Sofia yang menyelamatkannya, tentang tujuh belas tahun hidup dalam pelarian dan perencanaan dendam, tentang bagaimana ia menemukan bukti bahwa Enzo bertindak sendiri, mungkin tanpa sepengetahuan penuh keluarga Moretti.

Gerald mendengarkan dalam diam, wajahnya semakin keras dengan setiap kata yang keluar dari mulut Yao. Ketika ia selesai, keheningan yang mengikuti terasa lebih menyakitkan daripada teriakan kemarahan mana pun.

"Semua yang terjadi di antara kita," kata Gerald akhirnya, suaranya pecah untuk pertama kalinya, "apakah itu nyata? Atau aku hanya jalan menuju tujuanmu?"

"Awalnya, ya," jawab Yao jujur, air mata mulai mengalir di pipinya. "Kau adalah jalanku menuju Enzo. Tapi Gerald, aku bersumpah, apa yang kurasakan sekarang untukmu — itu nyata. Lebih nyata dari apa pun yang pernah kurasakan dalam hidupku."

Gerald menatapnya lama, matanya penuh konflik batin yang mendalam. "Aku ingin mempercayaimu," katanya pelan. "Tapi kau sudah berbohong padaku sejak malam pertama kita bertemu. Bagaimana aku bisa percaya apa pun yang kau katakan sekarang?"

"Kau tidak harus mempercayaiku," jawab Yao, suaranya bergetar. "Tapi percayalah pada bukti yang kutemukan. Enzo mengkhianati kedua keluarga kita, Gerald. Dia bukan hanya membunuh ayahku — dia mungkin juga sudah bermain di belakang ayahmu selama ini."

Gerald tidak menjawab segera. Ia berdiri, berjalan menuju rak buku tua di sudut ruangan, punggungnya menghadap Yao cukup lama sehingga gadis itu tidak bisa membaca ekspresinya sama sekali — sebuah jarak yang terasa jauh lebih dingin daripada kemarahan mana pun yang bisa ia tunjukkan secara langsung.

"Kau tahu apa yang paling menarik dari semua ini, Yao?" katanya akhirnya, suaranya rata, terkendali, versi dari dirinya yang belum pernah Yao saksikan sebelumnya — Don Moretti, bukan Gerald. "Setiap kata yang baru saja kau ucapkan bisa jadi kebenaran. Atau bisa jadi kebohongan paling cerdik yang pernah kudengar, dirancang persis untuk momen seperti ini — momen ketika aku terlalu terguncang untuk berpikir jernih." Ia berbalik, matanya sudah kembali datar, tidak lagi menunjukkan keretakan yang tadi sempat terlihat. "Aku tidak akan membuat keputusan berdasarkan air mata, siapa pun yang menangis di depanku."

"Gerald—"

"Jangan," potongnya tajam, satu kata yang cukup untuk membungkam Yao sepenuhnya. Ia memanggil dua penjaga yang menunggu di luar pintu, suaranya kembali menjadi suara seorang Don yang memberi perintah, bukan seorang pria yang baru saja mendengar hatinya sendiri disebut sebagai alat. "Bawa dia ke sayap timur. Kunci pintunya dari luar. Tidak ada yang boleh masuk atau keluar tanpa izinku — termasuk Sofia."

Yao menatapnya, tidak percaya. "Kau menahanku?"

"Aku melindungi keluargaku," jawab Gerald, tidak menatapnya lagi, "dari seseorang yang bahkan aku sendiri tidak tahu harus kupercaya atau tidak. Anggap ini murah hati, Yao. Ayahku akan langsung menembakmu di tempat."

Ketika pintu kamar sayap timur itu terkunci di belakangnya, Yao akhirnya membiarkan air mata yang telah ia tahan mengalir bebas — bukan hanya karena ketakutan, tapi karena untuk pertama kalinya sejak malam di Ombra, ia melihat dengan jelas seperti apa Gerald Moretti yang sesungguhnya di balik semua kehangatan yang pernah ia tunjukkan: seorang pria yang bisa mematikan perasaannya sendiri secepat menutup pintu, jika keadaan menuntutnya.

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!