Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?
Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasutan Kebencian
Pak Candra yang tak sengaja mendengar perdebatan anak dan menantunya memilih menghampiri kamar anak dan menantunya tapi saat mendengar ucapan Aslan pak Candra tak bisa lagi menahan diri dan langsung membuka pintu kamar Via.
" apa yang kamu katakan tadi ?"
" apa benar Rahma hamil ?" tanya pak Candra yang berhasil mengejutkan Via dan juga Aslan.
" Aslan yakin yah jika saat ini Rahma hamil dan itu anak Aslan " ucap Aslan yang benar benar tak mempedulikan perasaan Via tapi sebagai ayah pak Candra tak bisa diam saja saat satu laki laki membuat hati kedua putrinya hancur.
Plak
" apa kamu sadar apa yang kamu katakan ?" tanya pak Candra sambil memegang dadanya setelah menampar pipi Aslan menantunya.
" ayah, kenapa ayah menampar mas Aslan ?" tanya Via yang tak terima saat pak Candra menampar pipi Aslan dengan sangat keras.
" itu memang pantas dia dapatkan !" bentak pak Candra.
" dia sudah menghancurkan hati dua putri ayah !"
" jadi mana mungkin ayah bisa diam saja saat dia terus menghancurkan hati anak perempuan ayah yang lain " ucap pak Candra yang tak mempedulikan kesehatannya.
" dan satu lagi !" ucap pak Candra sambil menunjuk wajah Aslan.
" terlepas anak siapa yang ada dalam kandungan Rahma jika memang benar saat ini Rahma sedang hamil, biarkan dia menikah dengan laki laki yang dengan sangat berani datang ke rumah ini !" ucap pak Candra
" jangan pernah lagi mengganggu Rahma apapun alasannya !" ucap pak Candra yang langsung meninggalkan kamar Via setelah mengatakan semua itu pada Aslan menantunya.
" kamu dengar apa yang ayah katakan, mas ?"
tanya Via bahagia karena ayahnya percaya pada dirinya.
" jangan lagi mengganggu Rahma dan fokus lah pada pernikahan kita, titik !" ucap Via yang setuju dengan apa yang ayahnya katakan.
" tidak, aku tidak bisa " ucap Aslan yang tetap pada pendiriannya.
" jika memang kita harus berpisah karena aku ingin membuktikan kebenaran yang aku yakini kebenarannya, aku siap " ucap Aslan yang memang sejak awal tak pernah berusaha mempertahankan pernikahan nya Via.
" mas !!" bentak Via yang benar benar merasa sakit saat mendengar ucapan Aslan yang begitu mudah memutuskan semua itu.
" maaf, tapi aku tak lagi mencintai mu " ucap Aslan yang sudah pada akhir keputusannya.
" mas, bukankah kita sudah membahas semua ini semalam "
" kita bahkan sepakat untuk memulai semuanya lagi dari awal " ucap Via yang masih berjuang mempertahankan pernikahan nya yang memang tak sehat sejak awal.
" tapi kini semuanya sudah berakhir sekarang " ucap Aslan yang tak lagi bisa memberikan kesempatan di pernikahan nya ini.
" aku pamit " ucap Aslan yang langsung berbalik meninggalkan Via yang masih tak percaya dengan keputusan yang Aslan ambil secara tiba tiba.
" mas, kamu tak bisa seperti ini " ucap via yang bahkan bersimpuh demi tak di tinggalkan seperti ini oleh Aslan.
" Via !"
" apa yang kamu lakukan ?" tanya Bu Hana yang benar benar terkejut saat melihat Via bersimpuh sambil memegang kaki Aslan agar tak meninggalkan dirinya.
" Bu, tolong hentikan mas Aslan Bu " ucap Via yang masih memegang kaki Aslan agar tak meninggalkan dirinya.
" lepaskan kaki Aslan " ucap Bu Hana sambil membantu Via bangkit sedangkan Aslan memilih tak melakukan apapun apalagi tergugah saat Via bersimpuh di kakinya berharap tak meninggalkan dirinya.
" jelaskan pada ibu apa yang terjadi pada kalian berdua dan kenapa kamu harus sampai bersimpuh di kaki Aslan seperti ini ?" tanya bu Hana yang sejujurnya kecewa saat Via harus bersimpuh di hadapan seorang laki laki sekalipun dia suaminya sendiri.
" mas Aslan ingin berpisah dari Via karena mas Aslan pikir Rahma hamil anaknya " ucap Via sedih.
" dari mana kamu yakin jika anak yang Rahma kandung itu anak mu ?" tanya Bu Hana yang ingin membantu Via mempertahankan pernikahan nya dengan Aslan.
" ok lah kalian pernah bermalam bersama tapi apa kamu yakin Rahma tak pernah di sentuh laki laki lain selain kamu sampai akhirnya dia hamil ?" tanya Bu Hana yang juga ingin menumbuhkan keraguan di hati Aslan jika Rahma bisa saja berbagi tubuhnya dengan laki laki lain.
" Rahma tidak mungkin seperti itu !" bela Aslan.
" benarkah ?" tanya Bu Hana yang tak bisa percaya begitu saja dengan yang d
" dari mana kamu yakin jika Rahma tak akan mungkin seperti yang ibu katakan " ucap Bu Hana sambil menatap ke arah menantunya yang kini terlihat mulai ragu dengan dirinya sendiri.
" laki laki itu dengan sangat yakin mau menikahi Rahma, itu artinya hubungan mereka memang sudah sangat serius ditambah saat ini Rahma hamil anaknya bukan anak mu !"
" harusnya kamu sadar, Rahma tak sepolos yang kamu pikirkan !"
" Rahma tak sebaik yang kamu bayangkan karena dia anak dari wanita yang juga pernah merebut suami ku ayah dari Via, jadi Rahma pun sama !"
" Rahma bukan wanita baik baik !"
" Rahma hanya wanita hina yang suka menjajakan tubuhnya pada laki laki dan sayangnya laki laki itu masuk dalam perangkap Rahma dengan wajah polosnya " ucap Bu Hana yang memang sangat membenci Rahma selama ini.
" silahkan pergi dan tinggalkan Via anak ibu tapi ingat sekali kamu meninggalkan anak ibu demi Rahma kamu tak akan pernah bisa kembali dengan Via !" ucap Bu Hana tegas.
" Bu, Via sangat mencintai mas Aslan Bu "
" Via ngga mau sampai berpisah dengan mas Aslan, Bu " ucap Via yang terlihat sedih dan putus asa dengan nasib pernikahan nya saat ini.
" Via !" bentak Bu Hana yang ingin Via kuat jika ingin Aslan tetap bersama dengan dirinya.
" biarkan Aslan pergi jika memang dia ingin pergi, tapi percayalah suatu hari Aslan pasti akan sangat menyesali semua itu " ucap Bu Hana sambil memperhatikan reaksi Aslan saat ini.
" kenapa kamu masih diam ?"
" bukannya kamu ingin pergi meninggalkan Via demi Rahma ?"
" pergi dan buktikan sendiri jika Rahma tak sepolos yang kamu bayangkan !"
" Rahma itu ular seperti ibunya !" ucap Bu Hana yang terlihat penuh kebencian saat mengatakan semua itu.
" mas, jangan dengarkan ibu " ucap Via sambil memegang lengan Aslan dan tentu saja apa yang Via lakukan membuat Bu Hana gemas.
" aku akan memaafkan mu dan kita mulai lagi semuanya dari awal, ya " ucap via memohon.
" lupakan Rahma " ucap Via pelan.
" hanya aku yang mencintaimu dengan tulus " ucap nya lagi.
" aku akan selalu memaafkan semuanya selama kamu tetap bersama dengan ku " ucap Via yang tak lagi memikirkan harga dirinya hanya demi mempertahankan Aslan yang entah memang pantas untuk di pertahankan atau tidak.
Aslan terduduk di tepi tempat tidur dimana Aslan bimbang dengan keputusan yang harus iya ambil saat ini dan hal itu kembali di manfaatkan Bu Hana untuk meracuni pikiran Aslan untuk mulai membenci Rahma.
" jika ibu boleh memberi saran, tetaplah bersama dengan Via dan tunjukan pada Rahma jika kamu dan Via hidup bahagia dan tak lagi memikirkan Rahma "
" dan jika perlu kita akan datang saat Rahma dan laki laki itu menikah nanti agar Rahma tau jika hubungan kalian tidak terganggu dengan apapun !"
" apa kamu bisa dan mau tetap bersama dengan Via dan memulai semuanya dari awal ?" tanya Bu Hana yang senang ikut campur urusan rumah tangga putrinya kini dapat di selesaikan.
✍🏻✍🏻✍🏻 apa Aslan akan kembali berubah pikiran setelah semua yang Bu Hana katakan ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘