NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Keesokan paginya, suasana meja makan keluarga Anderson jauh lebih ramai dibanding hari sebelumnya.

Alya dan Theo sudah mengenakan seragam sekolah mereka. Tas sekolah tergantung di bahu masing-masing dengan wajah yang masih terlihat mengantuk. Sementara Elang sudah rapi dengan kemeja dan celana bahan. Hari itu ia memiliki jadwal bimbingan skripsi dengan dosennya.

Nathan juga sudah duduk di kursi utama sambil membaca beberapa dokumen di tablet. Sedangkan Ara sibuk memastikan semua orang duduk dan sarapan.

"Semua duduk." Perintahnya. Tidak ada yang membantah. Mereka sudah belajar bahwa membantah Arabelle hanya akan memperpanjang ceramah.

Begitu duduk, Elang mengambil gelas tehnya.

Ara langsung tersenyum. "Hari ini semangat ya."

Elang mengangguk datar.

"Semoga lulus." Lanjut Ara.

Elang hanya mendengus kecil. Sejujurnya ia tidak terlalu yakin. Semalam ia bahkan tertidur saat mengerjakan skripsinya. Belum lagi revisinya masih berantakan. Yang tidak ia ketahui, seluruh bagian yang membuatnya pusing sudah dirapikan oleh Ara.

Di sisi lain, Alya dan Theo sedang menatap isi meja makan dengan ekspresi menderita.

Alya langsung mengeluh. "Aku sedang tidak diet."

Ara tanpa mengangkat kepala menjawab,

"belajar hidup sehat."

Theo menghela napas panjang. "Pagi-pagi dikasih MBG." "Muak banget." Lanjutnya.

Ara langsung meliriknya. "Bersyukur."

Theo terdiam.

"Banyak orang di luar sana yang bahkan nggak bisa sarapan."

Theo langsung menundukkan kepala.

Alya menahan tawa. "Pagi-pagi dapat siraman rohani." Bisiknya.

Theo menyikut lengan adiknya. Sementara itu Nathan yang sejak tadi diam akhirnya meletakkan tabletnya.

"Ayah mau kasih tahu sesuatu."

Semua orang menoleh. Nathan berkata tenang, "Dua hari ke depan Ayah ada tugas ke Bali."

"Hm." Respon Elang.

Theo dan Alya hanya mengangguk.

Nathan lalu melanjutkan, "Jadi selama Ayah pergi..."

Tatapannya beralih pada Ara.

"Ayah titip kalian sama Bu Ara."

Ara langsung tersenyum lebar. "Baik."

Dalam hati wanita itu jauh lebih senang karena artinya ia bisa kembali membuka warung tanpa Nathan mengawasinya. Sementara itu Theo dan Alya saling melirik diam-diam.

Mata mereka berbinar penuh arti. Keduanya yakin selama Nathan pergi, mereka bisa menemukan bukti perselingkuhan Ara.

Elang yang tidak tahu apa-apa langsung bangkit dari kursinya.

"Aku berangkat dulu."

Namun sebelum pergi, Ara tiba-tiba berseru, "Su su na, Elang!"

Elang langsung berhenti, lalu berbalik. "Aku tidak minum susu!" Serunya kesal.

Ara mengernyit. "Yang suruh kamu minum susu siapa?"

"Lah?"

"Aku nyuruh kamu semangat!"

Elang berkedip. "Apa?"

"Itu bahasa Thailand." Jawab Ara santai. "Artinya semangat."

Kini bukan hanya Elang yang bingung. Theo dan Alya sampai melongo.

"Hah?"

Nathan yang melihat itu hanya menggelengkan kepala. Kadang bahkan dirinya sendiri tidak mengerti isi kepala Arabelle.

Ara melambaikan tangan. "Sudah pergi sana."

Elang masih terlihat curiga, akhirnya ia memilih pergi.

"Aku berangkat."

"Aku juga." Theo dan Alya ikut berdiri.

Namun, baru dua langkah berjalan, suara Ara menghentikan mereka.

"Tunggu!"

Keduanya langsung menghela napas panjang.

"Apa lagi?"

Ara berlari kecil menuju dapur. Beberapa detik kemudian ia kembali membawa dua kotak bekal. Satu diberikan kepada Theo, dan satu lagi kepada Alya.

Keduanya langsung menatap kotak itu seolah sedang melihat benda asing.

"Ini apa?" Tanya Alya.

"Kotak bekal." Jawab Ara.

"Aku nggak mau bawa." Tolak Theo cepat.

"Aku juga." Sambung Alya.

Ara melipat kedua tangannya. "Hari ini ujian pertama, kan?"

Keduanya diam. "Fokus belajar."

Ara menunjuk kotak bekal itu. "Ini buat makan siang."

"Kami bisa beli di kantin." Bantah Theo.

"Biar kalian nggak sibuk ke kantin." Jawab Ara.

"Lagipula makanannya lebih sehat."

Theo dan Alya saling pandang, jelas tidak tertarik. Namun, Ara melanjutkan dengan nada mengancam,

"Ingat..."

Keduanya langsung menelan ludah.

"Nilai ujian harus bagus. Kalau ada yang remedial..."

Ara menyipitkan mata.

"Kalian tahu akibatnya."

Theo langsung merinding. Alya juga ikut menegakkan badan. Keduanya menerima kotak bekal itu dengan pasrah.

Namun, dalam hati, Theo mendengus.

'Tunggu saja, begitu aku dapat bukti perselingkuhanmu ... kamu yang akan diusir dari rumah ini oleh Ayah,'

Di sampingnya, Alya ternyata memikirkan hal yang sama. Sementara Ara sama sekali tidak menyadari bahwa kedua anak tirinya sedang menyusun misi rahasia yang konyol. Baginya, yang penting saat ini sederhana. Mereka sarapan dan mereka belajar. Dan mereka tidak membuat masalah selama Nathan pergi. Meski kemungkinan terakhir itu terasa sangat mustahil.

1
Siti Saadah
kasian ara thorr
Siti Saadah
🤣🤣🤣
Creslivia 💫
Itu pembantu kenapa gak dari dulu dipecat sih? heran
Creslivia 💫
Apakah Reno kembali ?
Anonim
Dasar ulat kekep...jelmaan ulat bulu mau coba" rusak rumah tangga orang... belum move on ka apa... cih cih cih parah amat
Sri Murtini
gool
Siti Aisyah
salah lawan atuh klo mau mengintimidasi ara mah...gak akan ngaruh 😄
Siti Aisyah
karya cerita mu bgs sekali thor...bikin penasaran gak bosen baca nya.dan penasaran dgn bucin nya nathan kayak nya seruu..
ibu tiri rasa bestie...yg tdk mdh mendidik anak sambung yg sdh pd besar..menghempaskan prediksi tentang ibu tiri yg jahat..kasihan elang baru merasakan cinta sdh hrs patah hati krn incarannya sdh mau menikah...auto jd ceo yg dingin seperti kulkas 11 pintu hahahahaa...
bravo thor aku suka semua karya mu..the best..love u sekebon mawar orang lain...
Aisyah Alfatih: maksih kakak 💞 btw nama kita sama 🤏
total 1 replies
Siti Aisyah
kasihan elang baru merasakan cinta sdh dibuat patah hati...😭😭
Siti Aisyah
prosedur orang kayak sangat berbelit...ngapain nunggu 3thn....apa orangtua itu gak pernah merasakan rindu gitu...apa gak pernah muda..hadeuuh..sulit banget pemikiran orang kaya mah..😞
Siti Aisyah
itu tak akan terjadi kenzo, dady mu sdh kalah ...seri jadi nya...smg bsk keputusannya menguntungkan ara dan keluarga baru nya..😍👍
Siti Aisyah
aku pendukung pertama yg mendoakan nathan..smg diberi kelancaran dlm usaha nya mengejar cinta nya pd ara...😍😍
Siti Aisyah
iiiih....aku ikutan stres..tegang banget apalagi kaki theo kembali kambuh...entah apa jadi nya....bila keluarga nya mendengar kabar ini
Sri Murtini
teletabis
Siti Aisyah
saingan berat mu adalah alex tuan nathan...jd berusaha nya hrs lbh ..
Siti Aisyah
ini mah ibu tiri rasa bestie
Siti Aisyah
dari awal aku gak percaya theo yg melakukan nya...dia nakal remaja bkn kriminal...sedih nya sampai nyesek ini..😭😭
Sri Murtini
kocak abis si alya
Siti Aisyah
waaah...salah paham nih
Siti Aisyah
apa bener theo yg melakukannya...??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!