NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Tiana Kakaknya Nepa?

     "Kemana dia? Kenapa hampir tidak pernah kelihatan? Sarapan, makan sore, sudah tersedia, tapi dia begitu cepat menghilang. Dia benar-benar menghindariku?" gumamnya merasa heran.

     Ternyata janji Nayra bukan isapan jempol belaka, Nayra belum pernah terdengar berkata sepatah katapun sejak saat itu.

     Ada getaran aneh dalam diri Ardana, dia merasa ada yang hilang. "Kenapa jadi berbeda? Dia benar-benar tidak mau bicara apa-apa denganku. Dan dia berusaha menghindariku. Mau sampai kapan kamu begini Nayra?" gumamnya lagi seraya menikmati kopi hitam racikan Nayra yang sudah tersaji di atas meja makan.

     Ardana segera pergi dan berangkat kerja. Seragamnya selalu rapi dan wangi, sepatunya juga mengkilap. Semua tentu saja Nayra yang persiapkan.

     Nayra memang absen dalam bicara, akan tetapi ia tidak absen melakukan tugasnya dengan sangat baik.

     Dering ponsel Ardana berdering, ia buru-buru menuju mobil dan segera melajukan mobilnya ke kantor.

     Tiba di kantor, Ardana sudah kembali disibukkan dengan rutinitas seperti biasanya.

     "Letnan Arda, sudah sampai." Seorang rekan menyapa Arda sambil sibuk menuliskan sesuatu di sebuah map.

     "Baru saja." Ardana membalas. Ia pun segera menuju mejanya, memeriksa berkas sebelum apel pagi dimulai.

     "Tidak ada tugas jaga malam lagi, Let?" lanjut rekannya tadi.

     "Tidak ada. Pasiennya sudah lumayan membaik."

     "Syukurlah."

     Obrolan itu terhenti saat rekan Ardana tadi tiba-tiba mendapat telpon di atas mejanya.

     Sebelum beranjak menuju lapangan untuk apel pagi, Ardana meraih ponselnya. Jemarinya menekan aplikasi WA. Sejenak matanya terhenti pada sebuah status WA Nayra. Tidak pernah biasanya Nayra membuat status. Dan ini pertama kalinya Ardana melihat Nayra membuat status.

     Penasaran, Ardana membuka status itu. "Hilang dan menjauh." Disertai emot cinta yang patah.

     "Tidak biasanya dia membuat status apapun. Lebay banget, seperti anak muda yang belum menikah. Sementara dia sudah menikah," komennya berdecih.

     Namun beberapa detik kemudian status itu sudah menghilang. Ardana heran, kenapa status itu langsung dihapusnya sesaat setelah ia membukanya.

     "Dihapus? Secepat itu?" gumamnya tidak mengerti.

     Ting.

     Sebuah notif chat, tiba-tiba masuk. Nama Tiana terpampang jelas di sana.

     "Mas apa kabar? Kamu pasti sudah di kantor, kan? Oh ya, terimakasih sudah membuat aku sejauh ini membaik," pesan Tiana diikuti lambang cinta.

     "Kabar Mas baik Tia. Awas, ya, pikiran kamu jangan kosong lagi. Kamu harus benar-benar sehat." Ardana membalas.

     "Iya dong, Mas. Pikiran aku kini hanya dipenuhi oleh rencana kita yang kemarin sempat kita bicarakan. Aku janji setidaknya sampai aku benar-benar sembuh." Tiana.

     Jari Ardana tergantung di udara, dia mendadak hilang kalimat untuk membalas pesan Tiana. Permintaan Tiana kemarin itu, membuat Ardana sangat bingung. Dia khawatir perbuatannya ini diketahui kantor dan bocor. Akibatnya bisa fatal pada karir dan tentu saja rumah tangga yang direstui kedua keluarga itu akan retak.

     "Mas. Demi kesembuhan aku. Sebab dengan begitu, sakit aku bisa sembuh."

     "Kita bicarakan nanti lagi, ya. Mas mau apel pagi," pungkas Ardana mengakhiri chatan bersama Tiana.

     Ardana memasukkan ponselnya di saku seragam PDLnya, lalu keluar ruangan untuk melaksanakan apel pagi.

     Jam kerja sudah dimulai, para anggota bergegas menuju lapangan untuk melaksanakan apel pagi.

     Sementara di kediaman Ardana. Siang itu. Karena merasa bosan dan suntuk, Nayra baru saja keluar dari ruangan favoritnya. Ia tampil rapi dan cantik. Kali ini ia sudah janjian dengan Nepa, kebetulan Nepa libur kerja karena ambil cuti tahunan yang belum pernah ia ambil.

    "Ok, aku tunggu,ya, di kafe biasa." Nepa membalas.

     Nayra melajukan motor listriknya menuju kafe biasa yang sering ia kunjungi bersama Nepa.

     Akhirnya Nayra tiba di kafe Honje, kafe di samping Aoka yang beberapa hari lalu disambanginya.

     "Nepa. Di sini?" sapa Nayra.

     Nepa mengangguk sambil menepuk salah satu kursi untuk Nayra tepat di hadapannya.

     Nayra duduk, tapi matanya bergulir ke arah gelas tinggi yang sudah teronggok di sana, berisi jus mentimun di mix dengan buah semangka.

     "Ini gelas siapa, Nep?"

     "Mbak aku. Dia pengen ikut, karena sumpek harus di rumah terus setelah dua hari yang lalu pulang dari rumah sakit."

     "O ya? Sakit apa memang Mbakmu?" Nayra penasaran.

     Nepa tidak segera menjawab, lalu ia mendekat dan membisikan sesuatu di telinga Nayra.

     "Ohhh...alhamdulillah kalau sekarang Mbakmu sudah sembuh. Aku ikut senang."

     "Iya, Nay. Tapi, itu dia. Dia bisa sembuh asal bisa dinikahi kekasihnya," bocor Nepa.

     "Bagus dong. Kenapa nggak dinikahkan saja?" balas Nayra.

     "Iya sih, sebetulnya aku juga setuju saja kalau Mbak aku menikahi kekasihnya. Masalahnya kekasihnya itu masih terikat pernikahan dengan istrinya," tukas Nepa, berhasil menimbulkan kerungan di kening Nayra.

     "Oh, ya? Kamu setuju dengan sikap Mbakmu?" telisik Nayra.

     "Aku...setuju nggak setuju, sebab di sisi lain semua demi kesembuhan Mbak aku. Namun di sisi lainnya pria itu suami orang. Tapi...."

     "Nepa, rahim Mbak sakit lagi. Aduh...." ucap suara seseorang memotong ucapan Nepa, sambil memegangi perut bawahnya.

     Perlahan Nayra menatap ke asal suara. Namun seper sekian detik, wajahnya tiba-tiba tegang, mata melotot, dan mulut menganga.

     "Jadi, di ini Mbak kamu?" Telunjuk Nayra menunjuk lurus ke arah Tiana yang baru sampai.

     "Iya, Nay. Kenapa?" sahut Nepa heran.

     "Kamu? Kamu istrinya kekasih aku yang kamu rebut itu, kan?" Tiana berkata lantang tanpa rasa takut.

     "Ka~kalian adik kakak? Ini beneran, Nep?" Nayra melongo tidak percaya.

     "Iya betul, ini Mbak aku yang aku bilang tadi."

     "Oh...jadi, dia Mbakmu? Nepa, mohon maaf, aku sudah ada janji yang lain." Nayra segera menjauh dan pergi dari tempat itu dengan hati yang kecewa.

     "Nay tunggu!" tahan Nepa.

     "Lepas Nep. Ternyata, kamu selama ini mengkhianati persahabatan kita. Kamu tega, Nepa," cetus Nayra penuh emosi lalu segera pergi dari tempat itu.

     "Nayra, tunggu. Aku tidak paham dengan apa yang kamu bilang barusan. Nayra."

     Sia-sia, Nayra suah pergi, menyisakan Nepa yang keheranan.

     Tubuh Nepa berputar, kini ia sudah menatap Tiana dengan sorot mata tajam. "Katakan, Mbak? Siapa pria yang menjadi kekasih Mbak dan telah menikah itu?" desisnya penuh emosi.

     Tiana tertawa kecil lalu bicara. "Serius... perempuan barusan itu sahabatmu? Huhhh, dia itu perempuan yang sudah merebut Mas Arda dari aku," dengusnya.

     Nepa tercengang, merasa kaget dengan ucapan Tiana. "Apa Mbak bilang? Dia merebut Mas Arda dari Mbak. Gila Mbak ini."

     Perdebatan antara Nepa dan Tiana masih berlanjut entah sampai kapan akan berhenti.

    Kini, kembali kepada Nayra. Nayra melajukan motor listriknya dengan cepat. Tiba di depan pintu gerbang, ia berpapasan dengan Ardana yang baru saja pulang.

     "Nayra, dari mana kamu? Kamu pergi, tapi tidak memberi aku kabar atau minta izin?" Ardana sangat heran karena Nayra pergi tidak biasanya tidak pamit.

     Nayra menoleh sesaat, namun ia segera memasuki pintu pagar rumah yang sudah dibuka Ardana. Tanpa kata ia meninggalkan Ardana di halaman rumah.

     "Bahkan memberi tahu lewat pesan WA saja sudah tidak mau. Keterlaluan," dumel Ardana kecewa.

1
Wiwik widyawati
yaaaah dikit banget up nya Thor... greget akunya Thor cepet buka busuk nya tiana
Lina Zascia Amandia: Sabar ya Kak... sedang otw...
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kalo kamu emang gak suka sama tindakan kakak mu ya udah bilang sejujurnya sama si Arda .. beres 😠😠
Anonim
Lemah amat si nepa ama si arda bodoj x mereka gemes pengen nampol otak ny
Rina
Ih bener” ya kamu Tiana 😡
Dan Ardana kamu tuh bodoh , mau aja dibohongin sama Tiana 😡😡😡
Udah deh ini mah fix kamu harus harus pergi Nayra daripada tersiksa batin kamu , kamu berhak bahagia Nayra 🫢🫢🫢
Yuliana Tunru
kesal x arda yg bodoh dan nepa yg sdh tau busuk x tiana ngalah z trs pdhl tau tiana bohong coba jujur ld ortumu biar tau busuk x tiana krn gmn pun ortumu hrs tau rencana dan jelakuan busuk tiana klo tdk pasti makin menjadi tingkah x
sunaryati jarum
Nayra nggak segera pergi saja,atau Ardan dilaporin ke atasan,biar tahu rasa
Nana Geulise
ceritanya itu itu aja...kaya diam ditenpat.lama2 bosen🤔🤔🤔
EVA OKTASARI
Kapan sih ardana nya tau klo tiana lg manfaatin dia,bikin kesel aja nih liat si pelakor merajalela
Patrick Khan
jgn lama2 bikin kesel nya dgn sikap Tania Arda kak.. bikin bosen sm kelakuan orang gila tania🔪🔪🔪🔪
Nar Sih
semakin kesell dgn ardan juga tiana ,ardan yg gk tegas suami durjana
falea sezi
Nayra oon crai woy
Wiwik widyawati
ayoooo nepa blng ke ardana klo Tiana pernah hamil...
Prafti Handayani
Masih muter di sekitaran sini az alurnya...
mantau dikit lagi nih...
Rina
Semoga Ardana tahu kebohongan Tiana dan di waktu yg sama Nayra sudah pergi jauh meninggalkan Ardana 🫢🫢🫢
Patrick Khan
sakit jiwa tania🔪🔪🤬
Hasbi Yasin
aku nungguin nayra pergi dan ardana menyesal
Yuliana Tunru
aduh nepa knp tak jujur z soal kekasih tiana yg pilot trus hbs kuret krn keguguran dan arda cm dimanfaatkan mlqh bilang soal kesalahqn arda yh bukin tiana stres hedehhh bodoh bgt
Nar Sih
lanjut kak jdi gk sabar nunggu bab selanjut nya
Aditya hp/ bunda Lia
secepatnya Thor buat Nayra pergi jauuuuh ....
Arin
Gitu nanti pasti Arda tau.... biarpun Tiana menutupi. Pasti ada yang kasih tau kan. Masalah yang terjadi pada rahim Tiana. Hayo.... masihkah Arda merasa bahwa dialah penyebab Tiana jadi seperti ini??? Kalau iya berarti dia bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!