NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Di balik kemegahan dan keagungan Kerajaan Veldora, tersimpan rahasia busuk yang menjijikkan. Kalyca, sang putri kandung yang sah, dibuang sejak bayi ke sebuah gubuk reot di pinggiran kota dan hidup dalam penderitaan. Sementara itu, gadis licik, Edelyn putri palsu yang merampas takhtanya, menikmati kemewahan istana.

Rasa sakit dan ketidakadilan, membuat jiwa lemah itu membangkitkan jiwa gelap dari seorang alkemis genius, berdarah dingin, yang sudah mati ribuan tahun yang lalu.

Di tengah misi balas dendam dan intrik berdarah di istana, takdir mempertemukannya dengan Grand Duke Erik Klaus, pria bermata tajam yang dijuluki sebagai dewa perang yang terkenal kejam pada musuh, namun menyimpan rahasia kelam.

“Ribuan tahun lalu, aku gagal melindungi mu. Kali ini, biarkan aku merobek dunia ini untuk membawamu pulang...”

~Grand Duke Erik Klaus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN GRAND DUKE

Grand Duke Erik Klaus memacu kudanya dengan kecepatan tinggi, diikuti oleh beberapa pengawal kepercayaannya di belakang.

Angin malam berhembus kencang, menerbangkan jubah hitamnya, tetapi ekspresi di wajahnya jauh lebih dingin daripada udara malam itu.

Pikiran Erik dipenuhi oleh satu nama, Ratu Alice.

Jauh sebelum dia tumbuh menjadi seorang jenderal perang yang ditakuti dan disegani semua orang, Ratu Alice adalah satu-satunya sosok pelindung yang merangkulnya, setelah kematian orang tuanya.

Bagi Erik, Ratu Alice bukan sekadar Ratu yang harus dihormati, melainkan figur ibu kandung yang sangat dia hormati, sayangi, dan junjung tinggi dalam hidupnya.

"Jika bukan karena kebaikan Ratu Alice di masa lalu, mungkin aku tidak akan bertahan hidup sampai detik ini," batin Erik, genggaman tangannya pada tali kekang kuda semakin mengerat.

"Aku tidak peduli dengan para penjilat itu," gumam Erik dalam hati.

"Tapi kalau tindakan mereka sampai membuat Yang Mulia Ratu bersedih dan tertekan, akan aku hancurkan mereka dengan tanganku sendiri," lanjut Erik, dengan mata berkilat tajam.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhir nya Erik sampai di depan gerbang istana kerajaan Veldora.

Kedatangan Grand Duke Erik Klaus yang mendadak dengan aura intimidasi yang kuat membuat para pengawal istana yang berjaga langsung terperanjat dan membungkuk hormat buru-buru, tidak ada yang berani menghalangi jalannya.

"SALAM YANG MULIA GRAND DUKE KLAUS!"

Seru semua prajurit, membungkuk kan badannya hormat.

Erik melompat turun dari kudanya begitu tiba di halaman utama.

"Pastikan tidak ada orang dari dewan yang berani mendekati kamar utama Raja malam ini," perintah Erik dengan suara berat dan berwibawa.

"Baik, Yang Mulia!"

Dengan langkah lebar yang tegap dan berwibawa, Erik menyusuri koridor istana, di ikuti oleh Gale di belakang nya.

Para pelayan dan pengawal yang berpapasan dengannya langsung menunduk ketakutan, memberikan jalan untuk sang Grand Duke yang terkenal dingin dan tak kenal ampun itu.

"Salam Yang Mulia Grand Duke," ucap para prajurit yang berjaga di sekitar kamar Raja Veldora.

Erik hanya diam, dengan tatapan lurus kedepan, aura dingin nya membuat para pengawal merasa merinding dan terintimidasi.

Begitu Erik tiba di depan pintu besar kamar pribadi Raja, dia mendapati suasana di luar sana tampak tegang, beberapa tabib istana tampak berbisik-bisik cemas di sudut lorong, sementara Panglima Joel berdiri siaga dengan raut wajah yang sangat gelap.

"Salam Grand Duke Erik," ucap Joel, membungkuk hormat.

"Apa yang membawa Anda datang ke istana di tengah malam begini? Suasana sedang sangat kacau," tanya Joel, sopan.

"Di mana Yang Ratu?" tanya Erik, tanpa menjawab pertanyaan Joel.

Sebelum Joel sempat menjawab, pintu kamar utama di belakang mereka berderit pelan, terbuka dari dalam.

Seorang pelayan wanita keluar dengan membawa baskom air hangat yang sudah berubah warna menjadi kemerahan, sementara di ambang pintu, Ratu Alice melangkah keluar perlahan, wajah sang Ratu tampak sangat pucat, matanya bengkak dan memerah akibat terlalu banyak menangis, dan langkahnya terlihat limbung seolah kehilangan seluruh tenaganya.

Melihat sosok wanita paruh baya yang sudah dia anggap seperti ibunya sendiri itu hancur, rahang Erik mengeras.

"Yang Mulia Ratu," panggil Erik lembut, namun penuh wibawa.

Ratu Alice yang hampir kehilangan keseimbangan seketika mendongak, begitu melihat sosok Erik berdiri di hadapannya, pertahanan diri yang sejak tadi dia tahan akhirnya runtuh.

"Erik...?" bisik Ratu Alice bergetar, suaranya parau dan nyaris hilang.

Tanpa ragu, Erik langsung membawa Ratu Alice ke dalam pelukannya, wanita paruh baya itu mencengkeram erat jubah hitam Erik, menumpahkan segala ketakutan dan kepedihannya di bahu sang Grand Duke.

"Sstt... tenanglah, Yang Mulia. Saya ada di sini," bisik Erik pelan, mengusap punggung Ratu Alice dengan lembut.

Edelyn yang baru saja keluar dari dalam kamar Raja, langsung menghentikan langkahnya, matanya membelalak kaget saat melihat Grand Duke Erik Klaus datang secara langsung ke istana di tengah malam begini.

"Sialan... kenapa Grand Duke bisa sampai datang ke sini?! batin Edelyn cemas, menggigit bibir bawahnya erat-erat.

Erik perlahan merenggangkan pelukannya, menatap wajah Ratu Alice dengan sorot mata yang dipenuhi rasa hormat.

"Masuklah ke kamar istirahat Anda dan tenangkan diri, Yang Mulia," ucap Erik tegas namun penuh kelembutan.

"Selama saya menginjakkan kaki di istana malam ini, tidak ada satu pun orang dari dewan atau siapapun yang berani mengganggu Anda... atau memanfaatkan situasi ini!" lanjut Erik, penuh penekanan.

"Terimakasih Erik, kamu juga jangan lupa istirahat, perjalanan dari kediaman Klaus ke istana cukup jauh," ucap Ratu Alice, tersenyum kecil.

Ada rasa sedikit lega di hati nya, melihat Erik sudah ada di istana, setidaknya kalau anak itu sudah ada di istana, para menteri dan dewan akan berpikir dua kali, untuk memperkeruh keadaan.

"Saya akan melihat Yang Mulia Raja lebih dulu, Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya," jawab Erik, tenang.

Ratu Alice tersenyum kecil dan mengangguk kan kepala nya.

"Masuklah. Joel tolong temani Grand Duke, Saya ingin beristirahat sebentar," ucap Ratu pada Joel.

"Baik Yang Mulia," jawab Joel, sopan.

Ratu Alice berlalu pergi dari sana, di ikuti oleh pelayan pribadi nya, yang selalu setia mendampinginya.

"Silahkan Grand Duke," ucap Joel, membuka pintu kamar Raja.

"Hem "

Erik masuk ke dalam kamar Raja Veldora, di ikuti oleh Joel dan juga Edelyn yang kembali ikut masuk.

Gale sendiri, berjaga di depan pintu kamar, pria itu tidak kalah menyeramkan nya dengan sang Grand Duke, membuat prajurit istana yang sedang berjaga disana, tampak merasa sangat tertekan dengan aura pria itu.

Di dalam kamar, Erik berdiri di pinggir ranjang Raja Veldora, melipat kedua tangannya dia atas dada dengan sorot mata dingin nya.

"Grand Duke," panggil Edelyn, dengan suara yang dibuat selembut mungkin.

"Saya sangat sedih dengan kondisi Ayahanda," ucap Edelyn dengan airmata palsu nya.

Edelyn berusaha menarik perhatian Erik, sayang sekali, Erik bukan pria bodoh, yang bisa di tipu dengan sebuah air mata, pria itu bahkan tidak sedikitpun melirik kearah Edelyn.

"Apa yang harus saya lakukan Grand Duke, tolong bantu saya..." ucap Edelyn, hendak memegang tangan Erik.

"Jangan berani menyentuh ku!" ucap Erik dengan suara berat nya.

Edelyn menghentikan gerakan tangan nya, dan diam-diam mengepalkan tangannya kuat.

"Sial! Kenapa Erik selalu dingin pada ku, apa yang kurang dari ku, aku perempuan tercantik di kerajaan ini," batin Edelyn, kesal.

"Mohon maaf Grand Duke, ini mungkin memang tidak ada urusan nya dengan Anda, tapi para dewan pasti akan terus mendesak Yang Mulia Ratu untuk segera membatalkan penguasa selanjutnya," ucap Joel, memberikan diri, berbicara pada Erik.

"Saya tidak bisa meninggalkan kamar Yang Mulia untuk mendampingi Ratu," lanjut Joel.

"Saya sendiri yang akan memenggal kepala mereka, yang berani menekan Ratu," ucap Erik dingin.

Edelyn yang mendengar itu, diam-diam mengepalkan tangannya kuat, kalau Erik turun tangan, sudah pasti semua rencana nya kacau.

1
Dessy Rinda
tggin up niihh kak thor😁🙏
Nawi
kenapa cuma 1 up nya thor nanggung
Tiara Bella
thor kurang....
kaylla salsabella
semoga gagal kabur nya
Nawi
cemungut thor lanjut 💪
TT: Jejaktinta14: terimakasih sayangggg 🫶🏻
total 1 replies
kaylla salsabella
sabar bentar lagi... ratu kamu tahu siapa kalyca
Anisa Tanjung
👍👍gas tor
kaylla salsabella
dia bukan lawan mu Joel
kaylla salsabella
seru..... lanjut
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangattt
makaci crazy up nya 😍👍
kaylla salsabella
semangat kalyca dan erik
kaylla salsabella
lanjut
Tiara Bella
kompaknya kalyca sm Erik....
Maria Lina
😍😍
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Kusii Yaati
oalahhh pantes orang emak kandungnya edelyn ternyata seorang penyihir hitam pantes anaknya kayak Dajjal,...
Kusii Yaati
bukannya sadar akan kesalahannya semakin menjadi brutal iya.lagian aneh ibunya lembut ayahnya juga lembut hatinya nah anaknya kayak Mak Lampir suka teriak", kasar, sombong dan angkuh. di tes DNA aja biar tahu itu anaknya atau anak demit
Tiara Bella
wow makasih thor up nya banyak puas bngt bacanya.....
TT: Jejaktinta14: kembali kasih sayangggg
total 1 replies
kaylla salsabella
cari mati aja kamu carollita
kaylla salsabella
ratu alice terlalu lembek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!