NovelToon NovelToon
System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Gen-1

Seorang pemuda yang memiliki rasa haus akan mimpi menjadi orang kaya, berangkat merantau penuh harapan tinggi.

Tapi, sesampainya dikota, tamparan keras menghantamnya.

Ternyata hidup dikota tidak semudah yang dia bayangkan.

Sampai pada akhirnya sistem datang seperti malaikat yang jatuh dari langit, memberi jalan baru baginya untuk melawan kerasnya hidup didunia orang dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gen-1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Menikmati Waktu Bersama

Rolls-Royce Cullinan hitam yang mereka tumpangi perlahan memasuki kawasan yang lebih sepi tapi bangunan makin mewah.

Botanic Villa.

Risa hanya bisa terdiam dari kursi penumpang.

Matanya mengikuti alur bangunan megah yang makin jelas terlihat di balik gerbang.

'Botanic Villa.' Ia mengingat kembali nama itu.

Dulu Risa pernah tidak sengaja menonton video ulasan vila mewah ini di vidio pendek, lengkap dengan informasi harganya yang menembus 50-89 miliar.

Waktu itu ia cuma membatin betapa beruntungnya orang yang bisa tinggal di sana.

Siapa sangka, sekarang ia malah datang langsung ke lokasinya—dibawa oleh pacarnya sendiri.

Saat mobil akhirnya berhenti di carport depan vila megah berlantai tiga, Unit no.1.

Yuda mematikan mesin lalu menoleh sambil tersenyum. "Nona cantik, kita sudah sampai."

Risa masih menatap Yuda ragu, lalu melirik lagi ke luar jendela. "Yuda..."

"Hah? Ada apa?"

"Kau.... beneran tinggal di sini?"

"Iya." Yuda mengangguk santai.

Risa terdiam.

Sebenarnya ia sudah mencoba memasang benteng mental sejak tahu Yuda punya harta melimpah.

Ia merasa perlahan mulai terbiasa dengan gaya hidup baru pacarnya.

Tapi melihat bangunan megah bernilai puluhan miliar ini secara langsung.

Risa sadar perkiraannya selama ini masih terlalu dangkal.

Dengan helaan napas pelan, Risa menatap Yuda dengan raut wajah sulit diartikan.

Tampaknya, ia memang harus menaikkan level ekspektasinya jauh lebih tinggi lagi kalau berhubungan dengan Yuda.

Sementara itu, Yuda sudah turun dari mobil.

Ia mengitari depan mobil lalu membukakan pintu penumpang saat Risa sedang terpukau menatap vila.

"Nona cantik, sudah waktunya turun."

Risa menghela napas pelan sebelum mengalihkan pandangannya dari vila megah itu kepada Yuda yang memanggilnya.

"Aku sepertinya masih meremehkan kekayaanmu."

Yuda menatapnya sambil tersenyum geli. "Hehe, pelan-pelan saja, Nona Cantik. Nanti juga kamu akan terbiasa dengan kehidupanku."

Risa meliriknya. "Memangnya semudah itu?"

"Tentu saja. Kalau ada yang belum terbiasa, tinggal bilang kepadaku. Aku akan menemanimu sampai terbiasa."

Risa terdiam sesaat, lalu mencibir kecil. "Dasar gombal."

Meski begitu, sudut bibirnya sedikit terangkat.

Entah kenapa, mendengar Yuda mengatakan hal itu membuat hatinya senang.

Yuda terkekeh melihat reaksinya, kemudian mengulurkan tangan untuk membantunya turun dari mobil.

"Ayo, Nona Cantik. Masih banyak yang ingin kutunjukkan kepadamu."

Risa menyambut uluran tangannya sambil tersenyum tipis. "Iya, Tuan Mudaku~."

Setelah turun, Yuda menutup pintu mobil dan menggandengnya menuju pintu masuk vila.

Begitu memasuki vila, Risa perlahan melupakan keterkejutannya tadi.

Perhatiannya mulai teralihkan oleh interior mewah dan luasnya ruangan yang mereka lewati.

Ia mengikuti Yuda sambil sesekali melihat ke sekeliling dan hal itu membuatnya sangat terpukau dengan kemewahan interior di dalam vila.

Dari ruang tamu yang lapang hingga perabotan elegan yang tertata rapi, semuanya membuatnya semakin menyadari betapa nyamannya tinggal di tempat seperti ini.

Namun, ketika Yuda membawanya menuju bagian belakang vila, langkah Risa mendadak terhenti.

Di hadapannya terbentang sebuah kolam renang yang dikelilingi area bersantai dan taman hijau.

Permukaan airnya memantulkan cahaya, menciptakan pemandangan yang begitu menyenangkan untuk dinikmati.

Mata Risa langsung berbinar.

"Ya ampun, Sayang! Apa ini kolam renangnya?!"

Ia mendekat dengan langkah kecil, matanya tak lepas dari kolam tersebut.

Bahkan, ekspresi wajahnya terlihat jauh lebih ceria dibandingkan saat pertama kali melihat vila tadi.

Walapun dia sudah melihatnya review di video pendek sosmed, tapi melihatnya secara langsung itu beda lagi rasanya.

Dan juga, sejak lama, Risa memang memiliki impian untuk mempunyai rumah sendiri dengan kolam renang.

Baginya, berenang atau sekadar bersantai di tepi kolam setelah menjalani hari yang melelahkan pasti terasa menyenangkan.

Ia tidak menyangka bisa melihat tempat seperti ini secara langsung, apalagi rumah ini milik pacarnya sendiri.

Yuda yang berdiri tak jauh darinya ikut tersenyum.

Melihat Risa begitu gembira karena sesuatu yang sederhana baginya, tetapi begitu berarti bagi wanita itu, membuat hatinya terasa hangat.

Ekspresi Risa saat ini bahkan mengingatkannya pada seorang gadis kecil yang baru saja menemukan mainan impiannya.

Tanpa sadar, ia melangkah mendekat. "Suka?"

Risa segera menoleh dan mengangguk antusias. "Suka banget! Aku dari dulu ingin punya rumah yang ada kolam renangnya."

Yuda tersenyum semakin lebar.

Ia mengulurkan tangan, lalu mengusap lembut kepala Risa.

"Kalau begitu, anggap saja ini rumahmu juga, jadi impian kamu sekarang jadi nyata."

Risa menatapnya sejenak sebelum tersenyum kecil. "Tapi ini kan rumahmu, Sayang, beda vibe lah."

"Lalu kenapa?" Yuda menyunggingkan senyum jahil. "Kamu kan bakal jadi istriku. Kalau begitu, rumahku ya rumahmu juga."

Risa tidak langsung menjawab.

Ia menatap Yuda, lalu kembali melirik kolam renang di hadapannya.

Sudut bibirnya terangkat, memperlihatkan senyum yang sulit disembunyikan.

"Siapa bilang aku sudah mau jadi istrimu?" Ia berusaha membuat nadanya terdengar santai.

Yuda mengangkat alis. "Oh, jadi kamu nggak mau?"

"Aku nggak bilang begitu!" Risa langsung menoleh kepadanya, sedikit kesal karena berhasil dipancing.

Yuda tertawa, sementara Risa memalingkan wajah dengan senyum yang masih tersisa di bibirnya.

Ucapan Yuda tadi membuatnya merasa senang.

Bukan semata-mata karena vila mewah dan kolam renang yang menjadi impiannya, melainkan karena Yuda sudah membayangkan masa depan yang melibatkan dirinya.

Dan tanpa perlu mengatakannya secara langsung, Risa pun mulai membayangkan hal yang sama.

Kemudian, setelah puas menikmati keindahan kolam renang, Yuda kembali mengajak Risa berkeliling vila.

Mereka melewati beberapa ruangan lain, termasuk ruang makan, dapur yang luas, serta beberapa kamar dengan fasilitas lengkap.

Hampir di setiap sudut, Risa selalu menemukan sesuatu yang membuatnya berhenti sejenak untuk melihat lebih dekat.

Semakin lama berkeliling, semakin sulit baginya membayangkan bahwa semua kemewahan ini benar-benar milik Yuda.

Vila tiga lantai dengan desain modern, perabotan elegan, halaman luas, hingga kolam renang pribadi.

Ini praktis seperti kehidupan yang ia inginkan.

Tanpa sadar, senyum kecil terus menghiasi wajahnya.

Setelah selesai berkeliling, mereka kembali ke carport depan vila untuk mengambil barang-barang yang masih berada di dalam mobil.

"Ayo, kita turunkan barang-barangnya dulu,"

Risa langsung mengangguk. "Iya, Sayang. Biar aku bantu."

Yuda membuka bagasi, lalu mulai mengeluarkan barang-barang mereka.

Ada tas berisi pakaian, laptop, dan beberapa barang pribadi lainnya.

Tak ketinggalan, kursi gaming murah yang sengaja dibawa Yuda untuk diberikan kepada adiknya saat pulang kampung nanti.

Risa segera mengambil tas berisi pakaian miliknya, kemudian beralih membantu membawa barang-barang Yuda.

"Yang ini biar aku bawa," katanya sambil meraih salah satu tas.

Yuda sempat hendak mengambilnya kembali, tetapi Risa sudah lebih dulu mengangkat tas itu. "Itu berat."

"Nggak berat, kok. Aku bisa bawa sendiri."

Melihat kesungguhan Risa, Yuda akhirnya membiarkannya membantu.

Mereka membawa barang-barang tersebut masuk ke dalam vila.

Risa bahkan berinisiatif membawa tas pakaian Yuda menuju kamar utama dilantai 3, lalu mulai mengeluarkan beberapa pakaian untuk ditata di lemari besar ruang ganti.

"Sayang, pakaianmu kutaruh di sini, ya?"

Yuda yang sedang meletakkan barang lain menoleh. "Boleh. Terserah kamu saja."

Risa mengangguk, kemudian kembali sibuk merapikan pakaian tersebut.

Ia memisahkan beberapa potong pakaian agar lebih mudah ditemukan nanti, lalu menatanya dengan rapi.

Gerakannya terlihat begitu alami, seolah-olah ia sudah terbiasa mengurus barang-barang di rumah itu.

Yuda berdiri tak jauh darinya sambil memperhatikan tingkah sang pacar.

Melihat Risa begitu sibuk menata pakaiannya membuat sudut bibirnya terangkat tanpa sadar.

Pemandangan itu terasa begitu menyenangkan baginya.

Bahkan, ia terlihat begitu serius memastikan semuanya tertata rapi.

Sesaat, Yuda membayangkan bagaimana jadinya jika suatu hari nanti mereka benar-benar tinggal bersama sebagai suami istri.

Senyumnya semakin lebar.

Sementara itu, Risa sama sekali tidak menyadari tatapan Yuda.

Pikirannya masih dipenuhi kebahagiaan setelah melihat vila yang begitu mewah dan mengetahui bahwa pria yang dicintainya mampu menyediakan kehidupan seperti ini.

Ia merasa sangat beruntung.

Pacarnya tampan, perhatian, suka menggodanya, dan ternyata juga memiliki kekayaan yang sulit ia bayangkan sebelumnya.

Sekarang, ia bahkan bisa berada di rumah semewah ini sambil membantu Yuda membereskan barang-barangnya.

Entah sejak kapan, kegiatan sederhana itu terasa begitu menyenangkan.

Risa melirik pakaian yang baru saja selesai ditatanya, bertepuk tangan kecil lalu tersenyum puas.

"Oke sudah selesai."

Yuda tersadar dari lamunannya.

Ia menatap hasil pekerjaan Risa, kemudian kembali memandang wajahnya.

"Terima kasih, Sayang."

"Hehe, sama-sama."

Risa menjawab dengan ringan, lalu kembali membantu membereskan barang-barang yang tersisa.

Yuda tidak mengatakan apa-apa lagi.

Ia hanya tersenyum kecil sambil melanjutkan pekerjaannya.

Melihat Risa begitu bahagia berada di sisinya, ia merasa keputusan membawa wanita itu ke vila ini memang tepat.

Dan untuk sementara, Yuda memilih menikmati suasana hangat itu tanpa mengganggunya.

[Ding! Terdeteksi Tuan Rumah sedang merasa bahagia...]

Yuda tertegun sejenak mendengar notif itu, 'Lagi? ...Sistem, kamu sangat perhatian. Aku suka.'

Sudut bibirnya terangkat.

Ia penasaran dengan kedua hadiah yang akan diterimanya kali ini, tetapi memutuskan untuk memeriksanya nanti.

Bagaimanapun, ia masih punya barang-barang yang harus dibereskan.

Ia tidak segera membuka hadiah itu, memilih lanjut merapikan barang-barang.

Tanpa mereka sadari, kesibukan sederhana itu membuat suasana kamar utama terasa berbeda.

Dengan beberapa tas yang baru saja dibawa masuk dan pakaian yang mulai tertata di lemari, Yuda dan Risa tampak seperti pasangan muda yang baru saja pindah ke rumah mereka sendiri.

Bab Berakhir.

1
Gege Mas
uwaaasyeekk
Gege Mas
luncurkan 10k katanya thor...gassa...
Gege Mas
yaaah masih kelas bsd...pikir otor beli rumahnya mc di pik 2 yang ada private jetty buat naruh kapal pesiar mini..baruu howrang kayah rayah..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!