NovelToon NovelToon
KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Menembus Ranah Pembangunan Fondasi — Lautan Qi Dewa dan Iblis!

Begitu pelelangan berakhir dan Lin Xuan menerima Batu Inti Petir Langit dari tangan Su Wan'er di pintu belakang paviliun, pemuda itu tidak berlama-lama di dalam kota. Ia sengaja melesat keluar melalui gerbang timur Kota Kabut Hitam menuju kawasan Lembah Tebing Guntur yang sepi, berjarak lima belas mil dari kota.

Benar saja—baru sepuluh menit Lin Xuan tiba di puncak Lembah Tebing Guntur, dua berkas cahaya pedang terbang melesat cepat dari arah Kota Kabut Hitam dan mendarat menghadang di depannya!

Kedua orang yang mengejarnya dengan penuh nafsu membunuh itu tidak lain adalah Tetua Wang (Ranah Pembangunan Fondasi Tingkat Menengah) dan Liu Ruyan (yang kini berada di Pemurnian Qi Lapisan Kesembilan berkat pemberian pil dari Gu Changge)!

"Hahaha! Bocah bertopeng, kau pikir kau bisa kabur dari kejaran kultivator Pembangunan Fondasi Tingkat Menengah sepertiku?!" Tetua Wang tertawa dingin sambil mengunci ruang di sekitar tebing dengan aura Qi miliknya. "Di dalam Paviliun Bulan Bintang tadi kau boleh berlagak sombong, tapi di Lembah Tebing Guntur ini, tak seorang pun bisa menyelamatkanmu! Serahkan Batu Inti Petir Langit itu dan berlututlah di depan Nona Ruyan!"

Liu Ruyan menghunus pedang giok putihnya dengan mata penuh kebencian menatap Lin Xuan. "Tetua Wang, jangan bunuh dia terlalu cepat! Potong dulu kedua tangan dan kakinya, lalu buka topengnya! Aku ingin tahu siapa bajingan yang berani menghancurkan Klan Liu-ku dan menghina Kakak Changge!"

Lin Xuan berdiri tenang di tepi tebing dengan tangan terlipat di dada.

"Kalian berdua benar-benar tidak sabar ingin menyusul Liu Zhen ke neraka," ujar Lin Xuan sambil mengeluarkan Bunga Teratai Darah Seribu Tahun, Buah Sumsum Giok, Pil Esensi Fondasi Darah, dan Batu Inti Petir Langit sekaligus di telapak tangannya!

"Tetua Wang, hentikan dia! Dia mau menghancurkan bahan-bahan itu atau memakannya paksa untuk menerobos di tengah pertarungan!" seru Liu Ruyan terkejut.

"Menerobos ke Pembangunan Fondasi dalam waktu beberapa detik di depanku? Mimpi di siang bolong! Telapak Pedang Awan Membelah Gunung!"

Tetua Wang melompat maju dan menghantamkan telapak tangannya yang memancarkan cetakan Qi pedang raksasa sepanjang lima tombak ke arah Lin Xuan!

Namun apa yang terjadi selanjutnya membuat jantung Tetua Wang dan Liu Ruyan nyaris berhenti berdetak:

Di dalam lautan kesadaran Lin Xuan, Lentera Abu Senja berputar sepuluh kali lebih cepat dari biasanya! Keempat harta karun alam di tangan Lin Xuan langsung meleleh menjadi satu butir cairan kristal berwarna emas-hitam keunguan yang langsung mengalir masuk ke tenggorokan Lin Xuan dalam waktu kurang dari satu tarikan napas!

BOOOOOOOOOOM!

Saat cetakan telapak tangan Qi milik Tetua Wang berjarak satu tombak dari tubuh Lin Xuan, sebuah pilar energi kolosal berwarna emas ilahi dan hitam iblis meledak keluar dari tubuh Lin Xuan, langsung menghancurkan serangan Tetua Wang menjadi debu dan menghempaskan tubuh Tetua Wang mundur sepuluh langkah!

Langit di atas Lembah Tebing Guntur tiba-tiba berubah gelap gulita!

Awan petir melingkar sepanjang sepuluh mil di atas kepala Lin Xuan, membentuk fenomena langit kuno yang belum pernah tercatat dalam sejarah Wilayah Timur: bayangan seekor Naga Emas Purba dan seekor Burung Gagak Hitam Berkaki Tiga yang berputar mengelilingi sesosok Lentera Senja di langit!

Di dalam Dantian Lin Xuan, seluruh Qi gas yang tadinya memenuhi dua belas Meridian Dewa dan dua belas Meridian Iblis mencair secara serempak!

Jika kultivator biasa yang menembus Ranah Pembangunan Fondasi hanya membentuk sebuah kolam Qi cair selebar tiga tombak (Fondasi Fana) atau sepuluh tombak (Fondasi Langit), di dalam Dantian Lin Xuan saat ini terbentuk Lautan Qi Cair Kembar Emas-Hitam seluas seratus tombak yang di tengahnya berdiri panggung batu kuno tempat Lentera Abu Senja bersemayam!

Ranah Pembangunan Fondasi Awal — Fondasi Sempurna Dewa-Iblis (Supreme God-Demon Foundation)!

"Fenomena langit saat membangun fondasi?! Bagaimana mungkin... bahkan saat Kakak Changge membangun fondasi dengan Akar Spiritual Pedang Murni milik Lin Xuan pun tidak memicu fenomena langit sedahsyat ini!" wajah Liu Ruyan pucat pasi tanpa setetes darah pun, kakinya gemetar hebat menahan tekanan aura dari pemuda di depannya.

"Tidak... tidak mungkin! Dia baru saja menembus Pembangunan Fondasi Awal, mengapa tekanan Qi-nya bahkan membuat Dantian Tingkat Menengahku terasa mau pecah?!" Tetua Wang menggertakkan giginya karena ketakutan, lalu mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengendalikan pedang terbangnya menebas leher Lin Xuan sebelum pemuda itu menstabilkan kultivasinya!

Lin Xuan membuka kedua matanya di tengah pusaran angin dan petir.

Kini, dengan Qi Cair Dewa-Iblis di dalam Dantiannya, kekuatan sejati dari Pedang Pemutus Takdir dan Kitab Sutra Dewa-Iblis telah terbuka sepenuhnya!

"Tetua Ketujuh Sekte Pedang Awan Biru... waktu mereka mencabut Akar Spiritualku di Aula Penegak Dharma dua minggu lalu, kau juga duduk di mimbar ketujuh sambil tersenyum menontonku berdarah, bukan?"

Suara Lin Xuan kali ini tidak lagi menggunakan pengubah suara topengnya—melainkan suara aslinya yang dingin dan menggema bagai lonceng kematian!

"Suara itu...?! Kau—" Liu Ruyan membeku di tempatnya bagai disambar petir!

Lin Xuan mengayunkan Pedang Pemutus Takdir satu kali ke arah Tetua Wang.

Kali ini, dengan kekuatan Ranah Pembangunan Fondasi Dewa-Iblis, cahaya pedang senja yang melesat keluar dari bilahnya membentang sepanjang dua puluh tombak, membelah tebing batu di belakang Tetua Wang menjadi dua!

"TIDAAAAK—!"

CRAAAAASH!

Pedang terbang, perisai Qi pelindung, dan tubuh Tetua Wang—seorang Tetua Ranah Pembangunan Fondasi Tingkat Menengah dari Sekte Pedang Awan Biru—langsung terbelah dua di udara dalam satu tebasan tunggal, sebelum esensi darah dan Qi-nya tersedot habis ke dalam Lentera Abu Senja!

Hening.

Di atas puncak Lembah Tebing Guntur yang kini terbelah dua, hanya tersisa Liu Ruyan yang jatuh berlutut di tanah karena kakinya sudah kehilangan seluruh tenaga untuk berdiri.

Di hadapannya, pemuda berjubah hitam itu perlahan melepas Topeng Perunggu Rubah Malam dari wajahnya, memperlihatkan wajah Lin Xuan yang menatapnya dengan dingin bagaikan dewa pencabut nyawa.

"Lin... Lin Xuan?! Kau benar-benar belum mati?! Dan kau... kau bahkan membunuh Tetua Wang dalam satu tebasan?!" Liu Ruyan menjerit histeris sambil merangkak mundur, seluruh kesombongannya hancur berkeping-keping. "Lin Xuan, jangan bunuh aku! Aku salah! Waktu itu Gu Changge dan Ketua Sekte yang memaksaku memberimu racun! Ingat masa kecil kita di lembah luar, Xuan—"

SRAAAK!

Lin Xuan mengayunkan pedangnya tipis, memotong separuh rambut panjang Liu Ruyan dan menggores pipi gadis itu hingga berdarah, namun sengaja tidak memenggal lehernya.

"Aku tidak membunuhmu hari ini bukan karena masa lalu kita yang menjijikkan itu," kata Lin Xuan dingin sambil menatap Liu Ruyan yang gemetar hebat di bawah kakinya. "Aku membiarkanmu hidup agar kau berlari pulang ke Puncak Awan Biru sekarang juga, dan sampaikan pesan ini kepada Gu Changge serta Gu Tianheng:

Sepuluh hari lagi, pada hari Upacara Pengangkatan Putra Suci dan pembukaan Turnamen Tujuh Sekte... aku, Lin Xuan, akan naik ke Puncak Awan Biru untuk menjemput guruku, Mo Chen, mengambil kembali Akar Spiritualku dari dada Gu Changge, dan mencabut nyawa kalian semua di hadapan seluruh Wilayah Timur!"

Liu Ruyan bahkan tidak berani menyeka darah di pipinya. Dengan tangisan panik luar biasa, ia menghancurkan Jimat Pelarian Darah miliknya dan melesat kabur menuju Sekte Pedang Awan Biru bagaikan anjing yang kehilangan nyawanya!

Di atas puncak Lembah Tebing Guntur, Lin Xuan menyarungkan Pedang Pemutus Takdir ke punggungnya, menatap ke arah pegunungan Sekte Pedang Awan Biru di kejauhan dengan sepasang mata yang memancarkan kilau senja.

1
Ilham Yono
balas dendam di mulai
Ilham Yono
keberuntungan dibalik musibah
Dan Kawan-Kawan
asyiiik cerita baru lagi
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!