NovelToon NovelToon
Teror Arwah Ci Sepi

Teror Arwah Ci Sepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Sekuel keempat dari buku Sebelumnya: 'Cinderela Ubi Rebus, Kutukan Mbah Golok Sakti dan Skandal Jus Jeruk: Istri Sang CEO'.

Menghadapi operasi bedah jantung? dr. Rahsya ahlinya. Tapi dipaksa jadi bidan sapi persalinan tengah malam oleh preman kampung berkolor tali rafia? Itu bencana!

Liburan tenang Rahsya di Desa Ci Sepi berubah total menjadi arena pawai hantu sejak ia menolong seorang anak kecil bernama Nathan.

Di tengah kekacauan mistis dan hilangnya para warga secara tragis, hadir Amel—gadis berisik yang selalu merepotkan namun berhasil mengacaukan detak jantung dokternya. Bisakah sang dokter rasional bertahan hidup, atau jiwanya akan tertinggal di dimensi lain telaga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. AKSI TANPA CUCI MUKA

"Tapi enggak begini juga caranya, Malih! Kenapa lo tega menyembur muka gue pakai begituan? Lo kira muka gue ini kompor yang lagi kebakaran?!" raung Rahsya emosi sambil berusaha keras mengeluarkan potongan daun sirih dari dalam lubang hidungnya.

"Ya memang begitu SOP dari ritualnya, Mas. Tadi Mas sendiri yang bilang mau menutup mata batin dan enggak mau di-ghosting sama hantu lagi."

"Gue enggak tahu kalau metodenya bakal sejijik ini! Tahu begitu dari awal gue pergi ke ustaz saja, minimal cuma disiram pakai air doa, bukan jigong rempah terasi kayak begini!"

Rahsya meratap pilu. Ia merasa harga dirinya sebagai seorang dokter spesialis telah jatuh bebas ke titik nadir paling bawah seumur hidupnya.

"Tenang Mas, jangan emosi dulu... nih lap dulu mukanya pakai tisu, tapi pelan-pelan ya,"

Geheng menyodorkan selembar tisu basah dengan raut wajah yang tetap lempeng tanpa rasa bersalah.

Dengan gerakan kasar, Rahsya menyambar tisu basah itu dan mulai mengelap permukaan wajahnya dengan perasaan dongkol yang tidak akan pernah terlukiskan oleh kata-kata. Bau di wajahnya saat ini benar-benar perpaduan sempurna antara dupa pemakaman dan bumbu ayam goreng tradisional.

"Tapi ingat ya Mas, pantangan utamanya: Mas NGGAK BOLEH cuci muka pakai air selama seminggu penuh. Lap saja pakai tisu kalau kotor. Saya jamin, hantu-hantu enggak bakal ada yang berani muncul lagi di depan Mas."

"HAH?! Gila lo! Masa gue enggak boleh cuci muka pakai air selama seminggu? Bisa-bisa bukan hantu doang yang takut sama gue, tapi pasien-pasien gue di rumah sakit juga bakal pingsan semua karena muka gue bau gulai basi!"

"Ya kalau Masnya mau sembuh dan normal ya silakan dituruti pantangannya. Itu hak Mas sendiri. Mau cuci muka pakai air sekarang juga silakan saja, tapi jangan menangis datang ke saya kalau nanti malam Mas melihat hantu tanpa kepala minta dipasangin leher lagi di dalam kamar Mas," sahut Geheng santai sambil melenggang pergi berjalan kembali masuk ke dalam dapur.

Ia meninggalkan Rahsya yang hanya bisa terdiam mematung meratapi nasib buruk wajah "bumbunya".

"Ck, sialan bener si Geheng," umpat Rahsya pelan sambil terus-menerus mengusap wajahnya yang terasa sangat lengket dan mengeluarkan aroma bumbu dapur tingkat dewa.

****

Sesampainya ia di mansion mewah keluarga besarnya sore itu, suasana ruang tamu sudah terasa sangat tegang. Marsel, sang ayah, sudah duduk tegak di atas sofa kulit bersama dengan sang ibu, Miranti. Kedua orang tua itu tampak seperti panel dewan juri yang sudah siap sedia untuk menginterogasi seorang kontestan yang pulang terlambat.

"Ke mana saja kamu? Kenapa baru pulang dari desa langsung keluyuran lagi?" tanya Marsel dengan nada suara otoritasnya yang khas.

Rahsya menghela napas panjang, lalu menjatuhkan tubuh tegapnya di atas sofa yang berada tepat di seberang mereka dengan gerakan gontai.

"Ada urusan sebentar, Pa," jawabnya singkat tanpa gairah.

Marsel baru saja hendak membuka mulutnya untuk memarahi anaknya lagi, namun gerakan hidungnya tiba-tiba saja berkedut. Ia mengendus-endus udara di sekitarnya dengan dahi yang berkerut dalam penuh kebingungan.

"Daripada keluyuran enggak jelas—sebentar, kok bau gulai basi sih, Mah? Mamah mencium baunya, enggak?" tanya Marsel sambil menoleh bingung ke arah istrinya.

Miranti ikut mengendus-endus udara di sekitar sofa, dan wajah cantiknya langsung menunjukkan ekspresi jijik yang kentara.

"Iya benar, Pah. Malahan Mamah mencium ada bau kemenyan hitam juga di sini. Sya, kamu habis mampir ke warung nasi uduk atau baru pulang dari pemakaman umum?"

Rahsya hanya diam seribu bahasa tanpa berniat menjelaskan. Ia sendiri sebenarnya merasa sangat mual mencium aroma cairan "obat gaib" dari mulut Geheng yang menempel kuat di permukaan wajahnya. Baunya benar-benar perpaduan pekat antara dapur kotor dan ritual mistis kuno.

"Ck, sudahlah. Kita kembali ke topik awal pembicaraan kita," ucap Marsel, kembali memfokuskan pandangan matanya menatap tajam ke arah anaknya.

"Pokoknya Papa enggak mau tahu. Sesuai dengan perjanjian waktu kita sebelumnya, jika kamu belum menemukan calon istri sendiri dari desa, maka mau tidak mau kamu harus setuju dengan acara kencan buta maraton yang sudah Papa siapkan."

Marsel melirik ke arah istrinya dengan memberikan sebuah kode mata tertentu. "Mah, sudah dikirim semua, kan?"

Miranti mengangguk cepat penuh semangat. "Sudah, Pah. Kemarin Mamah sudah kirim semua data kandidatnya lewat pesan WhatsApp. Ada foto, biodata lengkap, sampai ukuran sepatu juga Mamah tulis kalau memang diperlukan. Semuanya lengkap kap-kap!"

Marsel mengangguk puas, lalu beralih kembali menatap lurus pada Rahsya yang tampak hanya bisa pasrah menerima takdir.

"Kamu sudah hafalkan satu demi satu biodatanya, kan? Jangan sampai kamu mengecewakan Papa sama Mamah nantinya. Sekarang kamu siap-siap atur pertemuan kencan dengan calon-calon mantu Papa. Waktunya enggak banyak, Rahsya. Lusa kamu sudah harus mulai bekerja lagi di rumah sakit besar, jadi kamu cuma punya waktu luang dari sore sekarang sampai besok malam!"

Rahsya hanya bisa mengangguk lemas. Ia menyadari, membantah ucapan keras papanya sekarang hanya akan membuat kepalanya mendadak meledak pusing, apalagi ditambah dengan gangguan aroma rempah terasi yang menyengat ini di hidungnya.

'Apa salahnya dicoba saja?' pikirnya getir dalam hati.

Siapa tahu memang takdir jodohnya terselip di salah satu deretan wanita cantik yang catatan biodatanya panjangnya mengalahkan panjang struk belanjaan bulanan ibunya.

"Kalau begitu Rahsya mau pergi ke kamar untuk ganti baju dulu, Pa," pamitnya sambil bangkit berdiri dari sofa.

"Iya, kalau perlu berdandan yang serapi mungkin! Pakai parfum yang banyak! Biar bau aneh gulai basi di badan kamu itu cepat hilang!" seru Marsel lantang saat Rahsya mulai melangkahkan kakinya menaiki anak tangga rumah.

Rahsya meringis perih di dalam hatinya. Ia menyadari ia saat ini sedang memiliki sebuah masalah besar: ia harus pergi menemui wanita-wanita cantik pilihan ibunya dengan kondisi wajah yang berbau sisa kunyahan rempah Geheng, yang mutlak tidak boleh dicuci menggunakan air selama seminggu penuh.

****

Rahsya sudah terlihat sangat tampan sore menjelang malam itu. Balutan kemeja slim-fit berwarna biru navy yang dipadukan dengan celana chino berwarna gelap membuatnya tampak sangat modis, gagah, dan elegan—sebuah tipikal penampilan fisik dari seorang dokter muda yang sukses di ibu kota.

Dengan langkah kaki penuh percaya diri, ia berjalan keluar rumah menuju ke arah halaman depan mansion mewah tempat mobil Tesla merah kesayangannya terparkir rapi. Namun, nasib sial sepertinya masih sangat betah menempel pada dirinya.

Saat langkah kakinya baru saja melintasi jalan setapak taman, Bi Karni—salah satu asisten rumah tangga senior di sana—sedang asyik menyiram tanaman bunga mawar milik Miranti menggunakan selang air.

Mendengar adanya suara langkah kaki manusia yang mendekat dari arah belakang, Bi Karni refleks berbalik badan dengan cepat tanpa sempat mematikan kucuran air deras dari ujung selangnya.

Craaaaattt!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!