NovelToon NovelToon
Beel

Beel

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Balas Dendam / Bad Boy
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: General Blast

Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.

Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Kesepakatan berbahaya

Saat Aldo dan Derry berada di lorong untuk keluar mereka bertemu dengan anggota patroli yang memeriksa ruangan,

"nah..ada lagi 2 tikus menyelinap" ujar salah satu anggota yang berpatroli.

Aldo melihat para anggota geng tersebut,

"ketahuan juga.." ungkap Aldo lalu menggulung lengan pakaiannya

"apa guru Lee mengijinkan kita mengamuk disini?" tanya Derry sambil merapihkan rambutnya.

Aldo mengangguk

"gua rasa untuk saat ini dia akan membuat pengecualian.." jawab Aldo dengan sedikit bersemangat.

Aldo dan Derry pun bersiap untuk melawan.

Di bagian timur gedung.

Beel dan Monic melawan anggota patroli geng lain,

"kalian pikir karena gua cewe ga bisa melawan" ujar Monic sambil memukul seorang anggota geng hingga terperosok ke bawah.

Sementara Beel dengan tenang menjatuhkan 2 anggota lainnya,

"tetap waspada, jangan pikir karena lu cewe mereka bakal melemahkan kekuatan.." tegas Beel sambil melihat anggota geng lain yang mengarah ke mereka berdua.

Di bagian belakang gedung Lee dan Sekar masih mampu bertahan dengan para anggota geng yang mencegat mereka berdua,

"mereka tak ada habisnya" ujar Sekar.

Lee memperhatikan para anggota geng di hadapan mereka,

"karena ini markas mereka.." balas Lee.

Sekar melihat ke arah gedung,

"apa anak-anak baik-baik saja?" bisik Sekar.

Lee tersenyum

"mereka pasti baik-baik saja.." jawab Lee.

Di lantai 20.

Arthur dan Vee mencoba melawan 2 orang petinggi yang menahan mereka,

"tak kusangka ada 2 orang yang mencapai lantai ini.." kata salah satu petinggi geng.

"tapi kalian tidak beruntung karena bertemu dengan kami.." tambah petinggi geng satu lagi.

Vee hanya tersenyum,

"kalian juga tidak beruntung karena tidak mengenal kami" jelas Vee sambil mengikat rambutnya ke belakang.

Arthur melihat Vee,

"mode serius?" canda Arthur.

Vee menggeleng

"30%.." jawab Vee.

Arthur tertawa kecil

"kalau begitu jangan terlalu lama disini.." sambung Arthur.

Berpindah ke luar gedung.

Lisa dan Josh menghubungi seorang kepala kepolisian untuk datang ke tempat mereka, di markas geng sudah ada bukti pasti untuk menangkap seluruh anggota geng.

"Polisi akan datang ke tempat ini dalam 30 menit.." jelas Lisa.

Josh lalu berjalan ke arah markas,

"kalau begitu aku akan ikut membantu yang lain.." kata Josh sambil berjalan perlahan ke arah pintu masuk markas.

"baiklah.. pastikan Beel kita baik-baik saja di dalam" lugas Lisa.

Josh mengangkat tangannya dan mengacungkan jempol tanpa menghentikan langkahnya menuju ke dalam markas.

Tempat Beel dan Monic.

Beel yang sedang berhadapan dengan salah satu anggota geng tiba-tiba terhantam oleh sebuah terjangan dari salah satu petinggi yang berbadan besar,

"uuhhh.." teriak Beel yang lalu terpental ke sebuah dinding.

"Beel!!" teriak Monic.

Monic lengah melihat ke arah Beel, sebuah tendangan keras dari salah satu anggota geng mengenai lengan Monic hingga dia harus terjatuh dan terseret beberapa meter.

Petinggi geng berdiri di hadapan Beel,

"seorang bocah berpikir bisa menjadi pahlawan disini.." ujar petinggi tersebut.

"dasar lawak!!" tiba-tiba sebuah pukulan dari tangan besarnya mengarah ke Beel,

Dengan cepat Beel menghindarinya dan berdiri, Beel membalas dengan menendang ke arah punggung petinggi itu.. petinggi itu menahan serangan Beel dengan lengannya.

Petinggi itu kembali mengarahkan pukulan ke Beel, dengan cepat Beel menunduk dan memukul ke arah rusuk petinggi tersebut,

Petinggi itu menahan sakit dan mencoba untuk tetap berdiri.

Beel tidak berhenti dengan cepat Beel mengarahkan sikunya ke arah rusuk petinggi tersebut,

"aaarrrgghhhhh!!" teriak petinggi itu merasakan sakit di tulang rusuknya.

Lalu Beel memutar badannya dan mengarahkan tendangan ke perut petinggi geng itu yang membuat akhirnya petinggi itu terjatuh tergeletak.

Tak lama petinggi itu bangun,

"bocah sialan..berani sekali" ujar petinggi itu sambil menyeka darah dari mulutnya.

Beel menatap dingin petinggi itu

"hanya mengandalkan badan besar tidak cukup untuk pertarungan.." ujar Beel dengan tatapan tenangnya.

Monic melihat Beel yang berhasil melukai petinggi itu pun kembali bangkit,

"bagus Beel, gua juga ga bakal kalah" gumam Monic lalu melihat para anggota geng lain kemudian menyerang kembali.

Pertarungan di setiap sisi markas geng itu semakin intens.

Sementara di lantai 23 tempat Audas dan Rino bertemu.

"jadi begitulah rencananya.." jelas Audas yang baru saja memberikan rencananya dalam kerjasama dengan Rino.

"apa semua akan baik-baik saja di pelabuhan nanti?" tanya Rino.

Audas tertawa

"tidak perlu takut..semua orang di pelabuhan itu sudah mengenalku" jelas Audas.

"anggotaku akan mengatur pengiriman, kalian hanya perlu memberikan jasa dari perusahaan yang anda miliki" tambah Audas.

Rino berpikir

"bayaran besar..namun resiko juga besar" ungkap Rino.

"bayangkan bagaimana jika pengiriman itu berhasil, lalu pengiriman selanjutnya akan lebih mudah lagi" terang Audas.

Rino bersandar,

"jadi kapan itu akan berjalan?" tanya Rino.

Audas lalu menyuruh salah satu petinggi nya mengambil selembar kertas perjanjian kerjasama.

"kami akan mengirimkan barangnya setelah kalian menandatangani perjanjian kerjasama ini" jelas Audas sambil memberikan selembar kertas untuk ditandatangani oleh Rino.

Rino pun mengambil kertas itu dan melihat-lihat isi tiap-tiap poin perjanjian tersebut.

"semua keuntungan untuk perusahaan kalian sudah tertera jelas di dalam surat perjanjian itu, tidak ada yang kurang" sambung Audas.

Lalu Rino pun menandatangani surat kesepakatan itu dan keduanya pun bersalaman.

Setelah itu seorang petinggi berbisik kepada Audas,

"lobby masih diliputi kekacauan bos..mereka tidak bisa keluar melalui jalur lobby.." bisik salah satu petinggi disamping Audas.

"bodoh..kenapa lama sekali?" tanya Audas dengan suara pelan.

"menurut informasi mereka tersebar di berbagai sisi gedung.." jawab petinggi itu.

Audas menoleh ke Rino, lalu kembali berbisik ke petingginya

"arahkan Rino menuju ke basement melalui jalur rahasia" jelas Audas.

Petinggi itu pun mengangguk.

"dimengerti, Bos.." jawab petinggi itu lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengarahkan Rino menuju ke basement gedung.

1
dinda ayugunawan
lagiiiiiii dongg
dinda ayugunawan
Ciieeeeeeeeeeee😍😍😍😍😍
dinda ayugunawan
terus nanti seminggu kedepan Beel gak ketemu sama christi?
dinda ayugunawan
waaa serrruuu bangeett, lanjut lagi thorrrrrr
dinda ayugunawan
update lagiiiiiii
dinda ayugunawan
udah mulai kompak
dinda ayugunawan
makasih author sayangku,, update lagi yaaahh love youu author😍😍😍
dinda ayugunawan
seru bangeeetttt, cerita yg mengisahkan kehidupan anak sekolah terutama Beel, ada tawuran, percintaan, Komedi, seruuuu bangett 🥰😘
dinda ayugunawan
jangan lama" update nya yaa😍
dinda ayugunawan
wkwkwkwkkwkw
dinda ayugunawan
wuiiiiiihhh,, spider gak ikut??
dinda ayugunawan
wkwkwkwk
dinda ayugunawan
aaawwww harus selalu manisssss yaaaa gaboleh cuek dingin sama christi 😍
dinda ayugunawan
iya sayangg🤭
dinda ayugunawan
seru juga, tapi aku membacanya terasa sekedipan mataaaaaa
dinda ayugunawan
panjangin donggggg
dinda ayugunawan
lagiii dong
dinda ayugunawan
wahh dicolong baksoonya -_- suka bilanggg bangggg -_-
dinda ayugunawan
waaaaaaa ciuuuusssss aciiikkkkkkkkk
dinda ayugunawan
8 fairness?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!