NovelToon NovelToon
Istri Kontrak CEO Dingin Yang Gaptek

Istri Kontrak CEO Dingin Yang Gaptek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Atha Diyuta

Kisah ini menceritakan tentang kisah seorang gadis desa yang gaptek dan dalam keadaan mendesak dia dipaksa menikah dengan CEO muda Arga Mahendra, seorang pengusaha muda yang tengah mencari istri sebagai jaminan kesehatan neneknya.
Mereka terpaksa menikah,disatu sisi Arga membutuhkan istri atas keinginan terahir neneknya dan disisi lain safa terpaksa harus mengorbankan masa mudanya demi mendapatkan uang karna ibunya terlilit hutang pada rentenir dan dia juga butuh biaya untuk berobat.
akankah cinta mereka bersemi diatas kertas kontrak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Pagi itu terlihat sangat cerah secerah wajah Arga, laki-laki yang biasanya terlihat dengan wajah dingin kali ini terlihat sangat berbeda,bahkan satpam di lobi sampai kaget karena Arga yang biasanya hanya mengangguk kecil, pagi ini tersenyum dan menyapa, "Selamat pagi pak!"

" Pagi pak Arga!" jawab sang satpam.

Tak hanya satpam bahkan saat sampai di kantor beberapa karyawan yang berpapasan dengan Arga pun merasa aneh karna biasannya singa itu terlihat begitu menyeramkan saat keluar dari kandang,namun kali ini wajahnya terlihat menggemaskan.

" Pagi semuanya." sapa Arga pada semua karyawannya.

Semua orang kompak menjawab sapaan Arga.

" Wah,ada angin apa ini pak Arga terlihat berbeda sekali auranya." bisik sang resepsionis.

" Sssttt! sudah-sudah kita bersyukur saja mudah-mudahan mood pak Arga hari ini baik,kali aja nanti ada bonus." ucap salah satu rekannya yang lain.

Sementara di penthouse safa baru saja terbangun.Dia duduk pelan di tepi ranjang, kepalanya masih terasa agak berat karena kurang tidur. Ia melihat ke sekeliling kamar yang sepi tanpa Arga.

Matanya lalu tertuju pada nakas di sebelah tempat tidurnya. Di sana ada kotak beludru merah berisi gelang bayi dari Nenek yang masih tertutup rapat dan di atas kotak itu, ada secarik kertas kecil yang dilipat menjadi dua, dengan tulisan tangan yang sangat rapi.

Safa mengambil kertas itu dengan jantung berdebar.

bertuliskan

"Sayang,

Maaf ya Mas tinggal tidur. Mas berangkat meeting dulu sama klien dari Singapura, meetingnya sampai jam 12 siang."

Dimeja mas sudah siapkan susu hangat dan vitamin kamu buat kamu.

Hari ini kamu istirahat saja di rumah, jangan beres-beres rumah dulu. Kalau butuh apa-apa langsung chat Mas, Mas sudah jadikan chat kamu sebagai prioritas utama jadi pasti Mas balas cepat.

Jangan kemana-mana sebelum Mas pulang. Nanti sore jam 3 kita ke rumah Nenek sebentar.

Istirahat yang cukup ya, istriku yang cantik.

Arga

Membaca surat itu, wajah Safa langsung memerah. Senyumnya mengembang sampai ke telinga. CEO dingin yang dulu bahkan tidak bisa membalas chat dengan benar dan selalu salah ketik, sekarang bisa menulis surat tangan sepanjang ini untuknya.

Safa melipat kertas itu dengan hati-hati, lalu membukanya lagi, membacanya sekali lagi, baru kemudian menyimpannya di dalam kotak beludru merah itu, bersama dengan gelang bayi kecil yang berkilau.

Setelah itu ia berdiri, mengambil cardigan panjang berwarna krem yang tergantung di kursi dan berjalan pelan menuju dapur.

Penthouse yang biasanya terasa dingin dan sepi,pagi ini terasa begitu hangat.

Langkah Safa langsung tertuju ke arah dapur dan dimeja dapur memang sudah ada segelas susu hangat dan vitamin. Safa duduk dan baru saja hendak mengambil gelas susunya ,ponselnya berdering.

Nama kontak yang muncul: Suamiku ❤️

Suamiku ❤️: Sayang sudah bangun?

Safa langsung tersenyum dan membalasnya.

Safa: Sudah Mas,nih aku baru aja mau minum susu yang mas siapi.Terimakasih ya mas.

Tidak sampai satu menit, Arga membalas lagi. Padahal biasanya kalau sedang meeting, Arga tidak akan pernah membalas chat dari siapa pun.

Suamiku ❤️: Habisin ya Sayang, jangan disisain. Nanti kalau sudah selesai minum vitaminnya.Mas meetingnya sampai jam 12, habis itu Mas langsung pulang.

Safa: Mas meetingnya sama klien Singapura kan? Mas fokus dulu saja meetingnya, jangan mikirin aku terus ngga enak mas kalau mas malah main hp.

Suamiku ❤️: Kliennya sudah Mas suruh nunggu di lounge. Presentasinya membosankan. Mas lebih kepikiran kamu di rumah sendirian. Kamu masih capek?

Safa: Sudah tidak terlalu capek Mas kan tadi udah tidur lagi,jadi badan aku udah sedikit fit lagi.

Suamiku ❤️: Ya sudah, kalau begitu jangan beres-beres dulu ya. Tunggu Mas pulang, kita beres-beres berdua. Janji?

Safa tertawa sambil membaca chat itu.

Safa: Janji Mas.

Percakapan itu membuat hati Safa terasa penuh. Dulu, saat awal pernikahan kontrak mereka, untuk mendapatkan balasan chat satu kata saja dari Arga sangat susah. Sekarang, Arga bahkan rela membuat klien penting dari Singapura menunggu hanya untuk membalas chat darinya.

Siang itu, Safa tidak menuruti perintah Arga untuk tidak beres-beres. Dia tidak bisa diam begitu saja. Dia membereskan kamarnya mengganti seprai dengan yang baru, melipat baju-baju yang ada di kursi dan mencuci piring bekas sarapan mereka. Tapi ia melakukannya dengan sangat pelan, sambil sesekali duduk karena masih merasa lelah.

Tepat jam 11.30 suara pintu penthouse terbuka.

Arga pulang lebih cepat dari yang ia janjikan.

Jasnya sudah tidak dipakai, hanya kemeja putih yang lengannya digulung sampai siku dan dasinya yang sudah dilonggarkan. Wajahnya terlihat sedikit lelah, tapi matanya langsung mencari Safa ke seluruh ruangan.

Safa yang sedang melipat cardigannya di sofa ruang tamu, langsung berdiri.

"Mas sudah pulang? Katanya sampai jam 12?" tanya Safa.

Arga tidak menjawab dengan kata-kata. Ia langsung berjalan cepat ke arah Safa dan memeluknya dari depan. Pelukan yang erat dan lama, pelukan yang menenangkan. Dagunya bersandar di atas kepala Safa.

"Kangen," bisiknya pelan, jujur tanpa malu-malu.

Safa yang dipeluk seperti itu, langsung memeluk balik punggung suaminya.

"Baru 4 jam Mas perginya," bisik Safa sambil tersenyum di dalam pelukan Arga.

"4 jam itu terasa sangat lama buat Mas sekarang," jawab Arga.

Mereka berdiri berpelukan cukup lama di tengah ruang tamu yang sepi itu. Tidak ada kata-kata lain, hanya pelukan yang membuat keduanya merasa aman dan nyaman.

Setelah beberapa menit, Arga melepas pelukannya dan mengecup kening Safa sedikit lebih lama, itu sudah seperti ritual wajib buat mereka.

"Kamu sudah minum vitamin?" tanya Arga.

"Sudah Mas," jawab Safa.

"Kamu masih capek?" tanya Arga lagi sambil menatap wajah Safa.

Safa menggeleng. "Sudah nggak mas kan tadi sudah cukup istirahatnya. Mas gimana meetingnya? Lancar?"

Arga mengangguk. "Lancar,kliennya setuju tanda tangan kontrak. Mungkin karena mood mas lagi bagus, jadi negosiasinya lancar."

"Alhamdulillah," kata Safa.

Arga lalu menggandeng tangan Safa dan membawanya duduk di sofa.

"Tadi di kantor, sekretaris Mas tanya, kenapa Mas senyum-senyum terus dari pagi," kata Arga sambil tertawa kecil. "Mas jawab saja, ada kabar sangat baik."

Safa penasaran. "Kabar apa Mas?"

Arga menatap Safa dalam, lalu menggenggam kedua tangan istrinya.

"Kabar kalau mas baru dapat durian Montong yang super legit dan mas sudah membelah durennya sampai mas ketagihan." jawab Arga dengan konyol.

Mendengar itu, wajah Safa kembali memerah seperti kepiting rebus. Ia menunduk malu, tidak berani menatap mata Arga.

Arga tertawa melihat tingkah istrinya itu, lalu memeluknya lagi.

"Nanti jam 3 kita ke rumah Nenek ya? Nenek pasti sudah menunggu kita. Mas mau kasih tahu Nenek kalau doanya sudah mulai terkabul." ajak Arga.

Safa mengangguk di dalam pelukan Arga. "Iya Mas, aku mau ikut."

Sore itu, mereka berangkat ke rumah Nenek dengan mobil yang disetir Arga sendiri. Di dalam mobil, Arga tidak pernah melepas genggaman tangannya dari tangan Safa, bahkan saat macet di jalan Sudirman.

Safa menatap keluar jendela, melihat gedung-gedung tinggi Jakarta, lalu menatap suaminya yang fokus menyetir dengan satu tangan, sementara tangan satunya menggenggam tangannya erat.

Dalam hati, Safa berdoa dengan tulus. Doa yang berbeda dari doa-doa sebelumnya.

"Ya Allah, terima kasih untuk hari ini. Terima kasih sudah meluluhkan hati Mas Arga yang dingin itu menjadi hangat untukku. Jagalah kebahagiaan kami terus ya Allah."

Dan di sebelahnya, Arga yang seolah tahu apa yang dipikirkan Safa, menggenggam tangan istrinya semakin erat, seolah tidak akan pernah melepaskannya lagi.

Bersambung...

1
falea sezi
uda q krim hadiah thor🤭 up banyak ya.. 👍 g sabar nunggu bocil saseettnya
Atha Diyuta: trimakasih ka, ditunggu kemasan sasettnya 🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah👍
Atha Diyuta: mksh kaa ditunggu ya
total 1 replies
falea sezi
Arga kenpa dlu pcrn sama lampir 5 tahun🤣
Dewi kunti
Iki kepiye kok dadi ngulang meneh🤦
Dewi kunti: oalaaaaahhh
total 2 replies
Dewi kunti
typo
Dewi kunti
kenapa sekarang gampang banget ya main tium2 manjaaaa😘😘😘😘😘
Atha Diyuta: udah kecanduan ditium tium
total 1 replies
Dewi kunti
jangan buru2 jetiknya thor, perhatikan tanda bacanya juga
Atha Diyuta: iyaa ka udah keyboard hpku typo tanganku juga typo makanya q lagi revisi dari bab 1 ☺️☺️
total 1 replies
Dewi kunti
emang desanya Arga dimana thor😄😄😄😄
Atha Diyuta: asale aja dia mah,biar Safa diem gak banyak tanya😄😄
total 1 replies
Dewi kunti
Weh kembali berhijab
Dewi kunti
udah gak jilbaban didepan suami,dah dikuncir rambutnya
Dewi kunti
otw belah duren 😄😄😄😄
Dewi kunti: Sprin aj,🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
Dewi kunti
tp kmrn masak rendang,ngajarin ngidupin kompor,kata siapa gak pernah msk dapur, author nya blm ngopi ini
Atha Diyuta: 🙈🙈🙈belum sempet direvisi 😅😅😅
total 3 replies
Atha Diyuta
trimakasih siap revisi
Dewi kunti
pergi kepasar dong🤭🤭🤭ini keyboard nya ngeyel kynya
Atha Diyuta: astaghfirullah iya ka baru ngeh🙈🙈🙈
total 1 replies
Dewi kunti
witing tresno jalaran Soko kulino
Atha Diyuta: 😄😄😄😄😄😄😄😄
total 3 replies
Dewi kunti
tangan sangat kalian cocok,maksude piye🤭🤭🤭🤭
Atha Diyuta: kadang" 😅😅
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!