NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trouble...

​Di lantai lima puluh menara Uchiha Group di Marunouchi, suasana masih terasa cengkeram dan sibuk meskipun jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh malam.

​Serangan siber (cyber attack) yang menghantam sistem keuangan pusat sejak subuh tadi memang berhasil dilumpuhkan oleh kekuatan enkripsi lapis tiga milik Itachi Uchiha. Semua rekening cangkang dan dokumen penting perusahaan dipastikan aman seratus persen tanpa ada satu yen pun yang bocor. Namun, masalah utamanya belum selesai: sang peretas (hacker) belum berhasil dilacak.

​Sinyal peretas itu melompat-lompat melalui belasan server proxy terenkripsi di luar negeri, membuat pelacakan membutuhkan waktu yang jauh lebih rumit dari dugaan awal.

​Akibatnya, Haneda—sekretaris Yakuza Itachi—harus terjun penuh ke markas teknologi bersama Kakashi untuk membongkar jalur sinyal tersebut. Dan hal itu menciptakan efek domino yang dahsyat di lantai eksekutif: semua beban kerja administratif mendadak menumpuk di pundak Izumi.

​Di balik meja kerjanya yang luas, Izumi Hanara tampak hampir tenggelam di antara tumpukan berkas akuisisi, draf kontrak agensi, dan layar laptopnya yang terus menyala terang.

​Penampilan Izumi hari ini tetap terlihat sangat anggun, manis, dan berkelas, meskipun raut wajahnya sudah memancarkan aura lelah luar biasa.

​Izumi mengenakan Rib Knit Polo Shirt warna merah muda lembut dari Stella McCartney berpotongan asimetris yang manis. Atasan itu dipadukan dengan rok pendek hitam yang membungkus rapi kakinya yang jenjang. Di pergelangan tangan kirinya, melingkar jam tangan Ballon Bleu de Cartier Watch warna silver-gold yang sangat mewah, bersanding dengan kilauan Clash de Cartier Ring di jarinya. Di atas kursi di sebelah mejanya, bersandar ransel kulit Chrome Hearts Backpack warna hitam milik pribadinya.

REFERENSI OUTFIT by JISOO BLACKPINK

​TAK. TAK. TAK.

​Jemari lentik Izumi menari cepat di atas papan ketik laptop, diselingi omelan-omelan kecil yang terus keluar dari bibir tipisnya.

​"Aish... bener-bener ya si Haneda! Awas aja kalau dia balik, aku suruh dia ngerjain laporan keuangan tiga bulan berturut-turut!" gerutu Izumi gemas, mengusap lehernya yang agak pegal. "Gara-gara si hacker nakal itu, jam tujuh malam aku masih nempel di depan laptop kayak perangko!"

​SZZZT.

​Pintu kaca tebal ruang kerja CEO terkuak pelan.

​Itachi Uchiha melangkah keluar dari ruangan pribadinya. Pria berusia 27 tahun itu telah melepaskan jas resminya. Kemeja hitam buatan Tom Ford yang ia kenakan kini tergulung rapi hingga siku, memperlihatkan jam tangan Patek Philippe di pergelangan tangannya. Pria es yang biasa dipanggil Sang Arktik itu melangkah tanpa suara mendekati meja kerja Izumi.

​Itachi berdiri tepat di samping meja Izumi, menatap lekat-lekat ke arah cewek yang sedang sibuk merutuki layar laptop tersebut.

​"Belum selesai?" tanya Itachi dengan suara beratnya yang tenang dan dalam.

​Izumi mendongak, membenarkan rambut cokelat panjangnya ke belakang bahu sambil cemberut. "Belum, Bos Es! Berkas perizinan M-Model Agency milik Sasuke belum aku rekap, terus draf akuisisi saham Ginza juga belum ditandatangani. Gimana mau selesai kalau Haneda malah menghilang?"

​Itachi tidak menjawab dengan kata-kata kaku. Sebaliknya, pria tinggi tegap itu secara mengejutkan mengulurkan tangan panjangnya, lalu mematikan layar laptop Izumi secara langsung.

​KLIK.

​Izumi memelototkan matanya kaget. "Eh! Itachi! Kok dimatikan sih?! Aku belum save berkas yang tadi!"

​"Sudah tersimpan otomatis di server," sahut Itachi tenang tanpa rasa bersalah.

​Itachi lalu menggeser sebuah bag kertas berlogo toko kue tradisional terbaik di Ginza ke atas meja Izumi, diikuti satu cangkir Chamomile Tea hangat yang baru saja diseduhnya sendiri.

​"Makan dulu. Dango kesukaanmu sudah kubeli," perintah Itachi pelan, matanya menatap Izumi dengan kehangatan tipis yang amat sangat langka disaksikan oleh dunia luar. "Pekerjaan sisanya biarkan diselesaikan staf besok pagi. Hari ini kamu sudah bekerja terlalu keras."

​Izumi terpaku sejenak, menatap kotak dango dan cangkir teh hangat di mejanya, lalu menatap wajah tampan Itachi dari dekat. Rasa kesal dan lelah di dada Izumi seketika menguap begitu saja, berganti dengan rasa hangat yang membelai hatinya.

​"Kamu tuh... kalau mau perhatian ngomong aja langsung, gak usah pakai matiin laptop orang segala," gumam Izumi pelan dengan pipi merona merah tipis, lalu menyunggingkan senyum manisnya.

​Itachi menyunggingkan senyum yang amat sangat tipis di bibirnya. "Rapikan barang-barangmu. Setelah makan dango, aku antar pulang."

​Sementara itu di tempat lain, Lisa sudah melipir pulang ke penthouse-nya sejak siang hari. Kepala sahabat Yoona itu beneran puyeng maksimal, antara kepikiran mas-mas lempeng bertato bernama Yamato, plus meratapi nasib Porsche GT3 RS-nya yang lecet tergores pilar parkiran. Lisa memilih tiup angin di apartemennya sambil maskeran, mencoba mengistirahatkan otaknya yang konslet.

​Di saat yang sama, suasana sore hari di kediaman utama klan Uchiha menyambut datangnya senja musim gugur (autumn sunset).

​Sinar matahari jingga keemasan menerobos lembut di antara rimbunan daun maple yang berubah warna menjadi merah bata. Angin sejuk berhembus perlahan, membawa aroma daun kering dan keheningan yang menenangkan di pelataran rumah kayu tradisional tersebut.

​Di area garasi barat, suara deru mesin superbike bertenaga raksasa mendadak memecah kesunyian sore.

​BRUMMM! BRUMMMM!

​Sasuke Uchiha baru saja memarkirkan Ducati Superleggera V4 merah-hitam miliknya. Si kadal gurun itu baru selesai latihan band di studio pribadinya. Dengan jaket kulit hitam yang setengah terbuka, rambut acak-acakan yang seksi, dan kacamata hitam bertengger di hidungnya, Sasuke melangkah masuk ke koridor rumah utama sambil bersiul santai.

​Begitu melintasi teras kayu, mata Sasuke menangkap sosok kembarannya, Yoona, yang sedang duduk melamun di teras sambil menikmati angin sore.

​Cengiran maut khas badboy langsung terukir di wajah Sasuke.

​"Oi, Nana!" panggil Sasuke heboh, melangkah mendekati Yoona. "Tumben lu mojok sendirian di teras? Mana si pengawal galak lu? Lagi sibuk Yakuza-an ya?"

​Yoona melirik Sasuke dengan pandangan Antartika-nya yang super dingin. "Berisik lu, Sasuke."

​Sasuke terkekeh, melemparkan kunci motor Ducati-nya ke udara lalu menangkapnya kembali. "Sore senja musim gugur gini enak banget padahal jalan-jalan membelah Tokyo! Lu kagak bosan apa rebahan mumpung libur? Ikut gue yuk! Gue bonceng naik Ducati!"

​Yoona menaikkan sebelah alisnya. "Ogah. Malas banget dibonceng kadal gurun kayak lu. Nanti yang ada dahi gue kena angin malam."

​"Dih! Jual mahal banget lu!" cerceh Sasuke sambil berkacak pinggang. "Lu tahu gak berapa ribu cewek yang antre pengin duduk di jok belakang Ducati gue?! Lu tinggal duduk manis, pegangan pinggang gue yang kekar ini! Bebas biaya!"

​Sebenarnya... di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Yoona beneran pengin banget keluar menghirup udara sore! Apalagi melihat motor superbike Ducati milik Sasuke yang terparkir gagah di luar. Tapi dasar cewek tsundere kelas berat, Yoona gengsi setengah mati untuk langsung mengiyakan.

​"Gue mau keluar," cetus Yoona akhirnya, berdirinya dari teras sambil memutar matanya. "Tapi bukan karena mau jalan sama lu! Gue cuma mau cari udara segar!"

​"Halah! Alasan lu, bilang aja kangen dibonceng kembaran ganteng!" tawa Sasuke pecah. "Sana ganti baju gih! Gue tunggu lima menit di depan!"

​Sepuluh menit kemudian, Yoona melangkah keluar dari kamarnya menuju pelataran garasi.

​Sasuke yang sedang bersandar di motor Ducati-nya sampai melongo dan hampir tersedak ludah sendiri begitu melihat penampilan kembarannya.

​Yoona tampil dengan gaya undercover-ninja/streetwear yang super cozy, mahal, dan misterius!

​Yoona mengenakan setelan Movie Titles Hoodie dan Movie Titles Sweatpants warna putih bersih dari brand Emotionally Unavailable. Kupluk hoodie-nya ditarik penuh menutupi kepalanya, dipadukan dengan kacamata hitam pekat dan masker hitam yang menutupi separuh wajah cantiknya—bener-bener terlihat seperti ninja mahal yang sedang menyembunyikan identitas putri Uchiha-nya dari publik!

​Di kakinya, terbalut sepatu sneakers putih Adidas Forum Bold Shoes, sementara tangan mulusnya menjinjing tas CHANEL Flap Shoulder Bag warna hitam kulit domba yang sangat mewah.

REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK

​"ANJIR! Lu mau jalan-jalan apa mau ngeramp$k bank, Na?!" cerceh Sasuke sambil tertawa ngakak melihat penampilan ninja Yoona. "Muka lu kagak kelihatan sama sekali!"

​"Bacot, Sasuke," semprot Yoona dari balik maskernya dengan suara teredam.

​Sasuke menggeleng-gelengkan kepala, melemparkan helm full-face kustom berwarna hitam dop ke arah Yoona. Yoona memasang helm tersebut dengan sigap, lalu naik membonceng di atas jok belakang Ducati Superleggera V4 milik Sasuke.

​BRUMMMM!

​Mesin Ducati meraung keras. Sasuke menggeber gasnya, membawa motor superbike itu meluncur deras membelah jalanan Tokyo yang mulai diterangi lampu-lampu kota.

​Malam mini di Tokyo terasa sangat indah. Angin malam musim gugur yang sejuk menerpa tubuh mereka saat Ducati Sasuke meliuk-liuk lincah di antara barisan mobil-mobil di tol layang Shutoko.

​Di jok belakang, Yoona melingkarkan kedua tangannya di pinggang Sasuke. Di balik helm hitamnya, mata jernih Yoona berbinar gembira menikmati pemandangan pendaran cahaya kota Tokyo di bawah naungan langit malam. Sisi tsundere-nya menguap, berganti dengan rasa bebas dan senang yang luar biasa.

​"ENAK KAN, NA?!" teriak Sasuke dari balik helmnya, bersuara di tengah deru angin.

​"LUMAYAN! JANGAN NGEBUT-NGEBUT, ANJIRRR!" balas Yoona berteriak dari belakang.

​Sekitar pukul sembilan malam, Sasuke menghentikan motornya di sebuah area spot pemandangan (view point) tersembunyi di kawasan Odaiba yang menghadap langsung ke jembatan Rainbow Bridge dan gemerlap pemandangan laut malam. Area itu cukup sepi dan tenang.

​Sasuke melepas helmnya, mengibaskan rambutnya yang agak berantakan dengan gaya cool. Yoona ikut turun dari motor, tetap mempertahankan hoodie putih dan maskernya.

​Yoona menyandarkan tubuhnya di tangki motor Ducati merah itu. Tiba-tiba, sebuah ide usil melintas di kepalanya. Yoona mengeluarkan ponselnya dari tas Chanel-nya.

​"uke, nengok sini sebentar," panggil Yoona.

​"Hah? Mau ngapain—"

​JCLEKK!

​Yoona mengambil foto selfie bersama Sasuke! Di dalam foto tersebut, Sasuke yang berada di sebelah motor tampak reflek mengacungkan dua jari (peace sign) dengan cengiran playboy-nya, sementara Yoona di atas Ducati mengenakan setelan hoodie putih Emotionally Unavailable ala ninja misterius.

​Tanpa menunggu lama, Yoona membuka aplikasi perpesanan privatnya. Dia mengirimkan foto tersebut langsung ke nomor nomor utama: Hatake Kakashi.

​Yoona: (Attachment Foto: Yoona ninja & Sasuke di atas Ducati Odaiba)

​Hanya dalam waktu lima detik, pesan itu langsung berstatus Read.

​Di tempat lain—di dalam kendaraan taktis komando Yakuza di kawasan pelabuhan—Hatake Kakashi yang sedang memeriksa data peretas langsung membuka foto tersebut.

​Melihat foto Yoona yang tampil seperti ninja di atas motor Ducati bersama Sasuke, sudut bibir Kakashi di balik maskernya seketika terangkat mengukir senyuman hangat yang luar biasa tampan. Tangan Kakashi yang bertato dengan cepat mengetik balasan.

​Kakashi: "Izin diterima, Nuna. Tapi bilang pada Tuan Muda Sasuke... kalau sampai ada satu goresan di tubuhmu saat pulang nanti, motor Ducati-nya akan saya jadikan besi tua besok pagi."

​Yoona yang membaca balasan Kakashi di layar ponselnya seketika tertawa renyah di balik maskernya—sebuah tawa bahagia yang renyah di bawah pendaran cahaya malam jembatan Rainbow Bridge.

​"Kenapa lu senyum-senyum sendiri menatap hp, Na?" tanya Sasuke curiga sambil meneguk kaleng minumannya.

​"Nggak ada," sahut Yoona santai, memasukkan ponselnya kembali ke tas Chanel. "Kakashi... kalau lu bawa motornya ugal-ugalan, besok Ducati lu di rongsokin sama dia."

​"ANJIR! Sumpah pengawal lu posesifnya gak ngotak!" jerit Sasuke panik, membuat malam musim gugur mereka di Odaiba makin penuh dengan gelak tawa.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!