Lanjutan dari Novel KETULUSAN CINTA SALWA
Ditya harus hidup dalam dua pilihan, antara memilih perjodohan nya yang sudah dari kecil di rencanakan keluarganya. Atau memilih wanita yang sangat di cintanya dan dinikahi secara diam diam dari keluarganya.
Langsung baca saja 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
Di dalam kamar hotel yang lain, Ditya duduk di pinggir tempat tidur dengan segala fikiran nya.
Tok tok tok
"Dit boleh Mami masuk" teriak Faiha
"Masuk aja Mi"
Faiha berjalan masuk ke kamar Ditya. Dia duduk di samping putra nya. Firasat seorang ibu tidak akan salah. Faiha melihat ada gurat kecemasan dan kegelisahan dari wajah anaknya.
Faiha mengelus punggung Ditya "Ada apa Nak? Ceritakan lah sama Mami"
Ditya menoleh dan tersenyum lalu menggeleng lemah "Tidak ada apa apa ko Mi"
"Jangan berbohong Dit, kamu tidak bisa membohongi Mami" kata Faiha
"Mi, Ditya mohon Mami jangan marah ya dengan apa yang telah Ditya lakukan selama ini" kata Ditya mulai mau terbuka pada sang ibu
Faiha menatap putranya "Memang nya ada apa Nak? Iya Mami tidak akan marah"
Ditya mengehela nafas berat "Mi, sebenarnya aku sudah menikah"
Faiha terbelalak, hampir saja jantungnya copot. Dia memegangi dadanya karna terlalu kaget.
"Mi jangan marah, aku bisa jelaskan" kata Ditya
Faiha menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya "Ceritakanlah"
Ditya menghela nafas, Dia mulai menceritakan dari awal bertemu dengan Tiara dan menjalin hubungan dengan nya. Sampai mereka menikah dan tentang Celin yang sudah tahu tentang perasaannya.
Ditya juga menceritakan rencana nya nanti saat di acara pertunangan itu pada Faiha. Faiha mencoba mengerti posisi putranya. Dia pun tidak mau memaksakan putranya. Karna ini urusannya dengan hati.
"Baiklah Mami mengerti, tapi Mami harap kau bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Jangan sampai keluarga kita dan keluarga Celin menjadi tidak baik" kata Faiha menepuk bahu Ditya
Ditya akhirnya bisa bernafas lega setelah menceritakan semuanya pada Faiha. Memang dari dulu hanya Faiha lah yang selalu membuat Ditya tidak bisa berbohong hal apapun itu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
"Terimakasih Pak, tidak usah menunggu. Bapak pulang saja nanti kalau sudah selesai acaranya Tia telpon ya" kata Tiara sebelum keluar dari mobil
"Baik Nona" jawab Pak Dadang
Tiara pun turun dari mobilnya dan Pak Dadang langsung melajukan mobilnya meninggalkan Tiara. Dia berjalan memasuki lobi hotel. Benar saja Dia tidak di persulit saat masuk walaupun Tiara tidak membawa kartu undangan.
Kenapa aku deg degan ya, padahal yang bertunangan kan Mbak Celin bukan aku.
Tiara berjalan masuk dan kebetulan sekali Celin baru saja memasuki aula pesta. Tiara tersenyum dan segera menghampri Celin yang sedang bersama Mama nya dan mengobrol dengan beberapa orang.
"Assalamualaikum Mbak" kata Tiara
Celin menoleh. dan tersenyum bahagia "Waalaikumsalam Tia, akhirnya kamu datang juga"
Celin dan Tiara saling berpelukan, Revina hanya tersenyum melihat keakraban kedua sahabat ini.
"Iya dong Mbak, masa iya Tia gak datang sih" kata Tiara tersenyum
"Haha iya dong, oh ya sampai lupa kenalin ini Mama aku. Ma ini Tiara yang sering Celin ceritain" kata Celin
"Tiara Tante" Tiara mencium tangan Revina
"Saya Revina, Mama nya Celin " kata Revina tersenyum ramah
"Ya sudah kalau begitu aku kesana dulu ya Mbak, Tante" pamit Tiara karna memang acara akan segera di mulai
Tiara berdiri di pojok ruangan sendirian. Karna memang Dia tidak punya kenalan di pesta ini selain Celin. Semua yang datang ke pesta ini adalah orang orang dari kalangan atas. Tentu saja Tiara tidak mengenal satupun diantara mereka.
"Cek cek" Emsi mulai menggunakan mikrofon nya
Semua tamu undangan mulai fokus pada acara yang akan segera berlangsung. Tiara pun menatap ke arah panggung di mana emsi itu berdiri dengan setelan jas yang rapi.
"Selamat malam semuanya, Tuan dan Nyonya semuanya. Malam ini kita akan melaksanakan acara peresmian hotel dan juga hari bahagia untuk dua keluarga" Emsi mulai buka suara
"Untuk itu mari kita sambut pimpinan Fendra.Corp Tuan Fernan Husen untuk memberikan sambutan nya"
Fernan berdiri, mengancingkan jasnya dan berjalan dengan gagah ke podium. Meski sudah tidak muda lagi, bahkan rambutnya sudah berubah warna. Tapi Fernan tetap terlihat gagah dan berwibawa.
"Selamat malam semuanya" sapa Fernan
Tiara diam menatap pria tua yang ada di atas podium 'Ahh aku tidak mengetahu siapa Dia. Maklum lah aku bukan dari kalangan atas jadi tidak tahu iti keluarga Husen. Dan sekarang seperti mimpi aku bisa melihat pengusaha kaya itu. Haha'
"Malam ini saya merasa sangat bahagia karna bisa meresmikan hotel ini setelah beberapa bulan lalu ada sedikit masalah. Tapi syukurlah sekarang sudah terselesaikan semuanya" kata Fernan lagi
Semua tamu undangan tersenyum dan menatap kagum dan penuh hormat pada Fernan.
"Dan malam ini saya juga akan meresmikan bahwa kepemimpinan di perusahaan Fendra.Corp akan di gantikan oleh cucu kesayangan saya. Mulai malam ini saya meresmikan cucu saya untuk menjadi pemimpin yang baru di Fendra.Corp. Terimakasih " kata Fernan penuh wibawa dan pergi menuruni panggung, menyapa beberapa rekan bisnis nya
Orang kaya memang beda ya cara bicaranya saja. Tiara
"Baiklah sekarang mari kita lanjutkan acara yang sudah kita tunggu tunggu yaitu acara tukar cincin" kata Emsi
"Mari kita panggilkan pasangan serasi itu. Nona Celina Marquez dan Tuan Ditya Mahendra Husen" teriak Emsi
Deg
Ditya Mahendra Husen. Apakah mungkin?.
Di belakang panggung Ditya menatap Faiha meminta persetujuan untuk apa yang akan di lakukan nanti. Faiha mengangguk dan menepuk bahu anak sulung nya.
Celin naik ke atas panggung di dampingi Revina. Tak lama kemudian Ditya datang dengan gagahnya.
Deg
Kenapa aku sampai tidak menyadari nama suamiku saat acara ijab qabul.
Tiara merasa dadanya sesak melihat siapa yang berdiri di atas panggung. Tiara mencoba menahan air matanya. Fikiran nya kalut saat ini, banyak benang kusut yang harus Dia luruskan.
Ditya mengeluarkan kotak cincin dari saku jasnya. Membuka kotak itu dan meraih tangan kiri Celin. Entah kenapa Ditya sangat ingin menoleh ke arah para tamu sebelum manyematkan cincin nya.
Deg
Tiara, kenapa Dia bisa ada disini.
Ditya menjatuhkan cincin yang sebentar lagi akan masuk ke jari manis Celin. Tiara diam, Dia berdiri dan mulai membalikan tubuhnya. Dia berlari keluar dari acara pesta itu dnegan air mata berlinang dan dada yang terasa semakin sesak.
Bersambung