Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.
Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.
Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.
Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22.
"Apa katamu?! kamu mengumpat padaku, ya?!!"
David kembali naik darah mendengar nada dingin Lara, yang sangat jelas sekali menghina dirinya sebagai pria bodoh.
"Bukan kah memang seperti itu dirimu? kamu sangat cocok dengan wanita licik seperti dia!!" jari telunjuk Lara mengarah kepada Cindy, "Kalian pasangan yang sangat sempurna, semoga saja kamu langgeng sampai tua dengannya!!"
Lara kemudian berbalik, dan meraih tangan Stefan, "Ayo kita pergi!"
"Ayo!" jawab Stefan tersenyum senang membalas genggaman tangan Lara memegang tangannya.
Mata David nanar tidak percaya melihat Lara menggenggam tangan Stefan.
Tidak tahu entah kenapa, hatinya menjadi panas melihat Lara, dengan begitu santainya berpegangan tangan dengan Stefan.
Pria muda yang ia tebak hanya sebatas preman bayaran saja.
"Lara! berhenti!!" teriaknya spontan.
Lara tidak mendengarkan teriakan David, ia terus saja melangkah bersama dengan Stefan.
"Petugas! tahan mereka!!" teriak David kepada petugas keamanan restoran.
Dua petugas segera datang menghadang langkah Stefan dan Lara.
Stefan dengan sigap melindungi Lara, dan memandang tajam pada ke dua petugas tersebut.
"Jangan coba-coba menyentuhnya! kalau kalian berani, aku akan buat kalian dipecat dari pekerjaan kalian!!" kata Stefan memperingati ke dua petugas keamanan tersebut.
"Lara! kamu sudah gila, ya?! kamu menyewa lelaki ini jadi bodyguard mu, atau jadi pacarmu, sih?! sampai begitu putus asanya kah kamu, karena bercerai dari ku?!"
Lara tersenyum dingin mendengarkan apa yang dikatakan David.
Ia tidak menyangka, kalau David begitu naif.
"David, satu hal dalam hidup ini yang sangat ku sesali, adalah pernah jatuh cinta padamu! dan juga, sangat menyesal bertemu denganmu!!" kata Lara dengan dingin menjawab David.
Dada David tiba-tiba merasa sakit mendengar apa yang dikatakan Lara.
Rasanya seperti ada sesuatu yang tajam menusuk hatinya.
David perlahan menyunggingkan senyuman kelu, "Lara, aku tidak perduli apa yang kamu katakan! kamu tidak boleh pergi sebelum meminta maaf pada Cindy! kamu sudah membuat Cindy terluka! aku tidak akan melepaskan mu, karena telah menindas wanita yang sangat kucintai!!"
Stefan melangkah ke hadapan David, "Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Lara! wanita itu layak mendapatkan tamparan dariku, karena dia sudah lancang bicara kasar pada Lara!!"
"Diam kamu, bangsat!!!" teriak David penuh geram pada Stefan.
"Kamu yang diam, bajingan!!!" Stefan tidak kalah lebih kencang berteriak tepat di hadapan wajah David.
"Kamu hanya seorang mahasiswa! anak ingusan, yang hanya ingin memanfaatkan Lara! dan menumpang hidup pada Lara! dasar pecundang!!!"
David semakin emosi melihat Stefan tidak takut sama sekali padanya.
"Itu katamu! aku bukan pria brengsek seperti mu!!!"
"Lihat baik-baik penampilan dan usia perempuan yang kamu bela ini! dia itu wanita dewasa, usianya tiga puluh dua tahun! siapa yang percaya dengan apa yang kamu katakan?! semua orang bisa menebak, kalau kamu itu hanya ingin memanfaatkannya!!" kata David menunjuk Lara, lalu memandang Lara dari atas kepala sampai bawah kaki.
Stefan tidak mau kalah dari kata-kata tajam David, yang menghina usia dan penampilan Lara.
"Kamu yang perhatikan dengan baik, mata rabun mu itu! lihat wajah, dan penampilan Lara dengan seksama!!"
Stefan berdiri di belakang Lara, lalu memegang ke dua bahu Lara, dan memperlihatkan penampilan dan wajah Lara di hadapan David.
"Lara memiliki wajah yang cantik, dan berkulit lembut! tubuhnya ramping dan mungil! dia tidak terlihat tua dengan usianya yang tiga puluh dua tahun! dia justru terlihat seperti gadis berusia dua puluh tiga tahun!!"
Stefan tersenyum penuh rasa puas melihat mata David, yang tampak nanar melihat penampilan, dan wajah Lara, mendengar setiap kalimat yang diucapkan Stefan.
"Bagaimana? apa kamu bisa melihat perbandingannya dengan wanita, yang sangat kamu cintai itu? perempuan itu sangat jauh berbeda dengan penampilan Lara! perempuan itu terlihat sudah tua, bentuk tubuhnya saja seperti wanita yang sudah pernah melahirkan!!"
Stefan kemudian merangkul pinggang Lara, dan menariknya merapat padanya.
"Orang bodoh seperti mu yang tidak dapat melihat, seperti apa penampilan istri yang sudah kamu ceraikan!!"
David seketika merasa terpana melihat Lara dengan lekat.
Ia pun baru menyadari Lara memang cantik, dan memiliki kulit putih yang lembut.
"Cukup! mata mu jangan terlalu lama melihat wanita yang kusukai!!" Stefan menarik Lara ke balik punggungnya.
David mengedipkan matanya melihat Lara, yang sudah berada di balik punggung Stefan.
"Lara! aku tahu kamu itu tidak memiliki pekerjaan, apa kamu.. !!"
"Kamu jangan meremehkan usiaku! aku dapat memberi kemewahan pada Lara!!" kata Stefan memotong perkataan David.
"Ha ha haa... !!" Anna tertawa mendengar apa yang dikatakan Stefan, "Anak muda, kamu itu masih seorang mahasiswa! masih butuh biaya untuk kuliah, bagaimana bisa kamu dapat memberinya kemewahan?!!"
"Nyonya tua! siapa yang bilang aku ini seorang mahasiswa? aku merasa tidak pernah mengatakan, kalau aku ini seorang mahasiswa!!" jawab Stefan dingin memandang tajam Anna.
Anna terdiam mendengar apa yang dikatakan Stefan.
Sementara Lara pun menyadari, kalau Stefan memang tidak pernah mengatakan, kalau ia seorang mahasiswa.
Hanya ia sendiri yang berpikir, kalau Stefan itu seorang mahasiswa.
Cindy yang sedari tadi mencoba mencari kesempatan, untuk memberi Lara minuman yang telah mereka sediakan.
Tidak sabaran untuk segera membuat Lara segera meminum, minuman yang sedari tadi sudah menunggu untuk diminum Lara.
Soal Stefan melindungi Lara, ia dan Ibunya nanti yang akan mengambil alih Lara dari tangan Stefan.
Yang penting, sekarang ia berpikir untuk membuat Lara, meminum air dalam gelas yang ia berikan.
Ia mengambil gelas air minum dari atas meja, dan membawanya mendekati Lara.
"Sudah, sudahlah! jangan saling bertengkar lagi!" katanya menengahi dengan nada, yang tetap ia buat selembut mungkin sembari tersenyum ramah.
Tangannya terulur ke arah Lara memberikan gelas air minum yang ia pegang, "Kak, minum dulu! sedari tadi bicara terus, kak Lara pasti sudah haus!"
Stefan memandang gelas air minum yang disodorkan Cindy, "Jangan berpura-pura baik kamu! mau cari muka apa lagi kamu, dasar perempuan bermuka dua!!"
Stefan menyambar gelas yang dipegang Cindy, lalu meneguk air minum dalam gelas itu sampai habis.
"Akh!!"
Dengan kasar Stefan menyerahkan gelas yang sudah kosong itu kepada Cindy, lalu ia meraih tangan Lara.
"Ayo kita pergi!!" katanya menarik tangan Lara meninggalkan restoran tersebut.
Cindy terpaku ditempatnya memegang gelas yang sudah kosong.
Sialan kamu, Lara! rencana yang sudah disusun dengan rapi, bisa gagal! gerutu Cindy dalam hati merasa sangat kesal sekali.
Anna pun tahu apa yang terjadi.
Minuman yang sudah ia siapkan bersama Cindy salah sasaran, dan pasti Lara akan menyadari, kalau mereka memanggilnya untuk menjebaknya.
Bersambung..........