NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titipan

" Ya udah deh, mas ada keperluan apa mencari Grace." ucapnya yang sudah kesal.

" Ya udah deh kalau Grace sama Gina masih keluar, Aku titip buku ini ya buat Grace." ucapnya dengan menyerahkan buku tersebut.

" Ya udah nanti aku sampaikan sama mereka berdua." ucap Sultan yang membalasnya dengan mahasiswa sana kesal, karena Ia dikatain bapak-bapak walaupun ia duluan yang mengatakan orang tersebut adalah bapak-bapak.

" Kalau boleh tahu nama kamunya siapa, biar aku bilang sama Grace kalau aku titip sama kamu." ucapnya dengan mengetik sebuah pesan untuk Grace.

" Aku Sultan tetangga kosnya." ucap Sultan yang kemudian langsung pergi.

" Njir, sombong amat itu bapak-bapak sebiji. mudah-mudahan aja Grace ataupun Gina nggak ada yang suka sama dia, kalau sampailah salah satu diantara mereka suka sama itu orang. Aku sama sekali Nggak kebayang bagaimana hidup mereka nantinya, sumpah orangnya songong banget." ucapnya yang masih mengetik pesan dan kemudian setelah itu langsung pergi meninggalkan kos tersebut karena ia sudah sangat kesal dengan seorang pemuda bernama Sultan itu.

Tidak lama setelah itu motor yang dikendarai oleh Gina dan juga Grace akhirnya sampai, Grace pun langsung melihat teleponnya yang sejak tadi sempat berdering. Ia pun melihat ada pesan masuk di telepon genggamnya itu, dan ternyata itu adalah temannya yang memberikan informasi kalau paketnya telah dititipkan kepada teman kosnya yang bernama Sultan. Tentunya ia bertanya-tanya siapa sebenarnya Sultan, karena sepengetahuannya dari bapak kos tidak ada yang bernama Sultan di kos tersebut.

" Siapa yang nelpon?" tanya Gina

" Vito, katanya ia menitipkan buku kepada teman kos kita yang bernama Sultan."

" Memang di kos kita ini ada yang namanya Sultan?"

" Itu juga yang sedang aku pikirkan, perasaan di kos kita ini nggak ada yang namanya Sultan deh."

" Terus gimana dong Kak, itu paketnya penting hari ini juga nggak?"

" Yang namanya paket dari penerbitan nggak ada yang nggak penting Gina, dan rencananya nanti sehabis salat isya Aku ingin mengerjakannya."

" Lalu bagaimana, kita kan sama sekali tidak mengetahui siapa sosok yang bernama Sultan itu."

" Kita tanya sama bapak kos aja, mudah-mudahan aja bapak kau sudah pulang Jadi beliau bisa memberitahu kita." ucapnya dan mereka pun mulai mengetuk rumah bapak kos.

Tok

Tok

Tok

Sejak tadi mereka sudah mengetuk pintu rumah bapak kos, tetapi sejak tadi tidak ada seseorang pun yang keluar. Mereka berdua pun meyakini kalau bapak dan ibu pemilik kos masih belum pulang, Grace akhirnya memutuskan untuk menghubungi pemilik kos. Ia pun menceritakan apa yang baru saja dikatakan oleh Vito, kemudian bapak kos itu memberikan nomor kamar Sultan.

" Gimana Kak udah dapet siapa itu Sultan?"

" Sultan itu ternyata sahabatnya bang Satria, sepertinya Sultan itu pemuda yang tadi ngobrol sama kita di sini deh yang bareng sama bang Satria." jelasnya

" Kalau begitu kita ketuk aja pintu kamar kosnya bang Satria, mudah-mudahan aja kita tidak mengganggu waktu istirahat nya."

Mereka berdua langsung melangkahkan kakinya ke atas, dan Grace mengetuk pintu kamar kos milik Satria. Tentunya ia mengetuk dengan ketegangan, karena ia takut mengganggu waktu istirahat Satria dan juga Sultan.

Tok

Tok

Tok

" Bg Satria."

" Satria nya lagi nggak ada, mau cari apa?" tanya Sultan yang sudah membukakan pintu kamar tersebut.

" Mau ngambil titipan bang, tadi kata temen gue yang namanya Vito dititip sama seseorang bernama Sultan."

" Oh jadi anak nyebelin itu tadi namanya Vito, hampir aja dia aku pukul gara-gara tingkahnya yang menyebalkan." ucap Sultan yang tiba-tiba emosi ketika mengingat tingkah Vito.

" Dia orangnya memang nyebelin bang, tolong jangan dimasukkan ke hati ya."

" Ya udah aku pun malas memikirkan tentang dia, bentar aku ambilin paketnya dulu." ucapnya ya kemudian masuk ke dalam. " Ini paketnya, tapi kalau boleh tahu ini isinya apa ya?"

" Kebetulan itu isinya buku."

" Isinya buku ya, tapi kayaknya sangat penting ya sampai dia nganter nya pun kayak orang apa gitu tadi."

" Kebetulan project buku Ini harus selesai dalam waktu 1 minggu bang, atau setidaknya paling lama 2 minggu."

" Buku kok ada projectnya, memangnya mau diapain? tapi kalau memang nggak mau jawab juga nggak apa-apa kok." tanyanya yang benar-benar penasaran.

" Kebetulan pekerjaan saya itu translator, jadi saya harus men-translate isi buku itu ke bahasa Indonesia dalam waktu selamat lambatnya 2 minggu."

" Kamu si kakak yang namanya Grace kan? hebat banget kau bisa kerja seperti itu."

" Iya aku Grace, kalau bukan karena tuntutan aku juga males bang."

" Ya udah deh kalau gitu semangat ya ngerjainnya." ucapnya dan kemudian Ia pun melihat ke arah telepon genggamnya yang berdering. " Aku angkat telepon dulu ya."

" Kami juga balik ke kamar kos kami dulu bang." ucap Grace dan Sultan mengangguk.

Sultan pun masih sibuk mengangkat telepon genggamnya itu, dan yang menelpon ternyata sang ibu. Ia tahu kalau ibunya itu kasih khawatir karena ia tidak pulang, karena sebelumnya ia belum memberikan informasi kalau ia menginap di kos milik Satria. Ia memang sudah terbiasa menginap di kosmetik Satria, tetapi tetap saja sang ibu akan khawatir jika tidak mendapatkan kabar dari putranya itu.

...⭐⭐⭐...

Satria saat ini sudah berada di rumah Rina, tentunya ia sangat bahagia karena kekasihnya itu memintanya untuk datang ke rumah. Karena memang sebelumnya mereka sudah bertengkar, dan Satria terus saja berusaha membujuk Rina agar memaafkannya. Rina adalah tipikal gadis yang gampang pemarah, dan sejauh ini yang tahan dengannya hanyalah Satria.

" Kau udah nggak marah lagi padaku sayang?"

" Sebenarnya aku masih marah sih, tapi mami dan Papi mencari mu."

" Ada apa Mami dan Papi mencari ku?"

" Aku juga tidak tahu mengapa Mami dan juga Papi mencari mu."

" Tolong jangan ngambek dong sayang, rasanya langsung tidak menyenangkan jika harus melihatmu menekuk wajahmu."

" Salah sendiri jadi orang nyebelin banget."

" Iya deh aku minta maaf dan nggak akan ngilangin lagi."

" Belum doang yang berbicara tapi nggak diterapkan sama aja, itu semua percuma saja Satria."

" Janji aku nggak akan ngulangi, aku nggak akan bicara sembarangan lagi di depanmu sayang."

" Awas ya kalau sampai ngomong sembarangan lagi di depanku, aku nggak akan beri kamu kesempatan lagi dan langsung mengusir mu dari hidupku."

" Makasih ya sayang." ucap Satria yang langsung memeluk Rina.

" Ya udah sana jumpai Mami sama papi dulu, Aku juga nggak tahu apa yang disampaikan sama mami dan Papi padamu." ucapnya dan Satria pun langsung menemui calon mertuanya itu.

Tentunya Satria merasa tegang karena harus bertemu dengan calon mertuanya itu, Iya sangat penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh calon mertuanya. Ia sangat takut kalau yang akan disampaikan oleh calon mertuanya itu adalah ketidaksetujuannya, apalagi sebelumnya Ia memang sudah bertengkar sangat hebat dengan Rina.

1
🦋💧꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎💧🦋
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
🦋💧꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎💧🦋: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!