Kai di reinkarnasi setelah mengalami kecelakaan mobil akibat menolong anak kecil , setelah di Reinkarnasi , ia kembali menjalani kehidupan keduanya , tetapi suatu hari ini malah masuk kedunia ketiga , apakah ada sesuatu yang direncanakan ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Nama ku adalah Kai. Aku adalah seorang anak kelas 2 SMA. Meskipun sekarang aku sudah SMA, aku sama sekali tidak punya teman.
Sehari-hari aku hanya menghabiskan waktuku untuk membaca manga. Saking sukanya aku dengan manga, aku bisa membacanya di mana saja.
Mungkin di luar mereka hanya menganggap ku sebagai seorang otaku. Ya, walaupun itu memang kenyataannya sih.
Tetapi aku juga sesekali ingin menjadi seorang protagonis yang menjadi pahlawan demi melindungi sesuatu. Kira-kira begitulah yang kupikirkan sejak dulu.
Namun aku tidak percaya diri. Selama 17 tahun aku hanya hidup lurus dan main aman saja.
Tetapi tidak hari itu.
Aku melihat seorang anak kecil yang sedang menyeberang jalan.
Dari sampingnya, sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi. Entah kenapa tubuhku seperti bergerak sendiri untuk menyelamatkan anak itu.
Hingga akhirnya… di sinilah aku berada.
Ya, aku bertemu seseorang yang aneh yang mengaku dirinya sebagai seorang dewa.
"Selamat datang di akhirat."
"Yah, aku ini adalah dewa yang bertugas mengantar arwah orang baik sepertimu ke surga."
Begitulah kira-kira yang orang itu katakan. Aku hanya menatapnya dengan ekspresi kebingungan.
"Maaf-maaf, kamu pasti bingung ya."
"Aku langsung ke intinya saja."
"Kamu, Kai Azuma, telah meninggal dunia karena menolong seorang anak kecil."
Dewa itu menjelaskan kejadian itu padaku. Ekspresi wajahnya selalu tersenyum.
"Kamu jadi murung ya."
"Tapi kamu tahu anak itu..."
Karena dewa mengucapkan kata soal anak itu, sontak saja aku bertanya bagaimana kondisi anak itu.
"Anak itu..."
"Anak itu apa dia selamat?"
"Ah… kalau anak itu sih dia selamat tanpa luka sedikit pun."
Begitu mendengarnya aku merasa lega, karena pengorbananku tidak sia-sia, walaupun sedikit menyesal sih.
"Tapi kalau memang harus begini… aku inginnya tetap hidup setelah itu dan..."
"Mengucapkan… aku bukan siapa-siapa lalu pergi dengan keren, kemudian pulang ke rumah."
"Nonton berita tentang aksiku sendiri sambil tersenyum dan merasa keren."
Karena mendengar penjelasanku itu, dewa itu malah tertawa.
"Ja-jangan mengolok-olok."
"Aksi pahlawan bayangan itu impian semua laki-laki, tahu."
Dewa itu masih tertawa pelan.
"Aku tidak mengolok-olok mu kok."
"Justru sebaliknya, aku sangat mengapresiasinya loh."
Dewa itu menjelaskan bahwa seharusnya, jika mengikuti buku takdir, anak itu mati seandainya Kei tidak berbuat apa-apa.
"Makanya sebagai hadiah untukmu yang telah mengubah takdir…"
"Aku akan mengabulkan permintaanmu yang manis itu."
Ucap dewa itu.
Kei yang mendengar itu berdiri dari duduknya, tetapi wajahnya belum sepenuhnya percaya pada dewa itu.
"Wow, sampai kapan kau mau mempermainkan ku?"
Dewa itu memasang wajah seperti serius tapi bercanda, yang membuat Kai semakin curiga.
"Ngomong-ngomong, apa-apaan ini…"
"Katanya mau mengabulkan permintaanku."
Dewa itu akhirnya menjelaskan kalau Kai akan di reinkarnasi ke dunia lain.
Dengan kekuatan yang sangat besar, Kai akan bisa menguasai semua elemen sihir.
Serta Kai akan diberi mata spesial. Dewa itu juga memberi tahu bahwa Kai harus menutup matanya dan tidak boleh membukanya jika keadaan tidak benar-benar darurat.
Setelah penjelasan itu, dewa mendekati Kai dan mengetuk dahinya dengan dua jari.
"Selamat menikmati hadiahmu."
Seketika pandangan Kai pudar.
Saat ia terbangun, ia sudah berada di tengah hutan. Kini matanya tertutup kain hitam, tetapi Kei masih bisa melihat pemandangan di depannya dengan jelas.
"Penutup mata ini…"
Kei meraba area sekitar matanya.
Ia mencoba membuka penutup mata itu, tetapi tidak bisa. Penutup mata itu seperti terkunci oleh sesuatu.
Lalu Kai memperhatikan sekitarnya. Hanya ada pohon-pohon besar yang bergoyang tertiup angin.
"Jadi ini dunia lain…"
"Aku telah berhasil bereinkarnasi ke dunia lain."
Di sampingnya terdapat tas pemberian dari dewa itu. Saat Kai membukanya, di dalamnya terdapat…
"Baiklah, untuk sekarang mari kita lihat isi dari tas ini."
"Aku berhasil mendapatkan beberapa hadiah perpisahan dari dewa itu."
Isi tas itu terdapat sebuah katana.
"Wow, sebuah katana…"
Kei mencari benda lain.
"Wah, baju yang keren… tunggu, tombol apa ini?"
Saat tombol itu ditekan, warna serta motif dari baju itu berubah.
Di dalamnya juga terdapat buku serta beberapa obat-obatan. Ada juga beberapa alat yang sepertinya untuk berkemah.
"Satu set perlengkapan dunia ini dan pengetahuan paling dasar…"
"Aku bisa membaca dan menulis bahasa dunia ini."
"Sekaligus mengerti soal geografi, sejarah, dan pengetahuan umumnya."
"Aku sudah mendapatkan semua informasi dasar yang kubutuhkan untuk bertahan hidup."
"Aku juga mendapatkan tiga kemampuan khusus. Bisa dibilang itu adalah kemampuan cheat."
Kemampuan pertama adalah "Penetrate Anything", yang dapat membuat tubuh Kai menembus objek atau sihir apa pun.
Kemampuan kedua adalah "Swordsman". Katanya, kalau Kei berlatih keras, ia bisa menjadi pendekar pedang terhebat sepanjang sejarah dunia ini.
Dan yang ketiga adalah "Kloning". Kai dapat mengkloning tubuhnya sendiri dengan kekuatan kloningan mencapai 50 persen dari kekuatan asli tubuhnya.
Di dunia ini, sihir untuk mengkloning tubuh tidak ada. Bahkan penyihir terhebat pun tidak akan sanggup melakukannya.
Aku juga mendapatkan sihir yang sepertinya merupakan sihir agung kuno.
Seperti teleportasi dan expansion.
Bahkan dengan tas punggung biasa seperti ini, jika menentukan ruang di dalamnya dan menggunakan "Expansion", tubuhmu dapat masuk ke dalam tas itu.
Kei menggunakan teleportasinya ke tempat yang lebih tinggi dan terbuka.
"Uwoooh… keren."
"Aku jadi bisa melakukan perpindahan secara instan."
Sesampainya di sana, ia melihat burung-burung berbentuk aneh beterbangan dan hewan darat berbentuk aneh berlalu lalang.
"Jadi inilah dunia lain…"
"Di dunia seperti ini aku bisa hidup dengan bebas."
"Mungkinkah… kalau di dunia ini…"
Kai mengepalkan tangannya.
"Jika aku memanfaatkan sepenuhnya kemampuan ini…"
Puas melihat pemandangan, Kai ingin berlatih kemampuan berpedangnya.
Kini ia berdiri di depan pohon yang cukup besar. Ia mengeluarkan katananya.
SHIINNG
Dalam sekali ayunan, batang pohon itu terbelah dengan potongan yang sangat rapi.
"Ini seperti memotong sepotong busa…"
"Padahal aku tidak punya pengalaman sama sekali dalam menggunakan katana."
Kai memasukkan katananya kembali, lalu ia mendongak ke langit.
"Sepertinya hal pertama yang aku butuhkan adalah mencari sumber air."
Sebelum mencari sumber air, Kai melubangi batang pohon yang sangat besar untuk dijadikan rumah sementara.
"Sekarang tidak perlu khawatir dengan tempat berlindung."
Lalu ia melanjutkan dengan mencari sumber air, meledakkan tanah yang jaraknya cukup jauh dari rumah pohonnya.
Kai meledakkan tanah itu dengan kekuatan sihir kecil. Setelah beberapa kali ledakan, yang kini kedalamannya mencapai sekitar lima kilometer, akhirnya air mengalir keluar.
"Yosh, masalah tempat tinggal terpecahkan dan masalah air juga terpecahkan."
"Setelah itu makanan, tapi…"
"Tidak mungkin! Aku belum pernah berburu."
Saat Kai menyadari hari mulai gelap, ia masuk ke dalam batang pohon itu dan menyalakan api.
"Hahhhh… aku lanjutkan besok saja."
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin