NovelToon NovelToon
My Girl

My Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:801
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Anindira Cewek yang dikenal “bar-bar”. Ceplas-ceplos, berani ribut kalau diremehin, dan gak pernah mau kalah. Di balik kerasnya, Dira cuma capek terus disalahpahami. Ia takut jadi lemah—padahal yang ia butuhin cuma dimengerti. Meskipun bar-bar dia juga memiliki sisi rasa penakut , terlebih pada hal - hal yang berbau horor

Elvan Bagaskara

CEO muda yang dingin di cap ceo dingin , rapi, dan perfeksionis. Hidupnya dikontrol logika. Emosi dianggap gangguan. Terlihat kuat, padahal ia memikul tanggung jawab terlalu berat di usia muda.

Albian Bagaskara
Adik Elvan Satu sekolah dengan Dira . Pendiam dingin, dan tertutup. Tidak suka konflik, tapi selalu ada di saat orang lain diserang. Cara pedulinya sunyi, itu yang membuat tidak terlihat .

Bagaimana jadinya .Dira cewek bar -bar bertemu Ceo dingin dan terjebak dalam kisah yang rumit antara Elvan dan Albian .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Setelah perdebatan yang terjadi di ruang tamu, kini dira berada di kamarnya ,

Jam di dinding kamar menunjukkan pukul 10 lewat.

Namun kamar Dira masih terang.

Di meja belajar, buku-buku berserakan. Pulpen, stabilo, dan catatan penuh coretan ada di mana-mana.

Dira duduk sambil mengacak rambutnya sendiri. Dari tadi ia tetap duduk di kursi belajar , Selain ingin belajar. Ia juga ingin menghindari elvan.

“Kenapa sih rumusnya banyak banget…”

Ia menatap buku matematika dengan wajah kesal. Dari dulu ia memang Tidak menyukai pelajaran matematika.Setiap ada pelajaran matematika dikelas ia selalu punya alasan untuk tidak ikut belajar, namun bukannya ia tidak bisa , Hanya saja ia bosan dengan cara gurunya mengajar - memang aneh dira ini.

Beberapa detik kemudian ia menghela napas panjang.

“Kalau aku lulus… aku sumpah nggak mau lihat buku ini lagi.”

Ia kembali mencoba membaca. Hanya sekedar membaca.

Namun lima menit kemudian kepalanya sudah jatuh ke meja.

“ Aduh...Ngantuk…”

Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Elvan berdiri di sana dengan wajah datar seperti biasa. Dan laptop yang berada di tangan kanannya.

Ia memperhatikan keadaan kamar itu sebentar.

“Ini kamar atau toko buku?”

Dira langsung menoleh. “Apa sih om?”

Elvan berjalan masuk perlahan. “Kamu masih belum tidur.”

Dira menyilangkan tangan. “Belajar.” kemudian kembali membaca bukunya.

" Gak liat apa , Cih ngapain juga masuk" guman dira

Elvan melirik jam dinding. “Ini sudah jam 10 lewat ”

“Terus?”

Elvan mendekat ke meja dira , Menaruh laptopnya di sana .Kemudian menutup semua buku yang di depan Dira.

“Tidur.”

Dira langsung melotot. “HEY!” Ia menarik bukunya kembali.

“Aku lagi belajar om!”

Elvan tetap tenang. “Besok kamu tetap harus sekolah.”

Dira mendengus. “Ini ujian penting tau.”

Elvan mengangkat alis. “Dengan muka zombie seperti itu kamu tidak akan ingat apa-apa.”

Dira langsung berdiri dari kursinya.“Aku nggak zombie!”

Namun saat ia berdiri terlalu cepat…

Ia malah sedikit sempoyongan karena mengantuk.

Melihat itu Elvan langsung menahan bahunya.

“Lihat.”

Dira langsung menepis tangannya. “Awas. Aku bisa sendiri!.”

Ia Masih kesal karena elvan menjahilinya tadi sore. Ia masih kesal dengan elvan.

Elvan menatapnya beberapa detik. Melihat reaksi dira , Ia tahu kalau dira masih marah padanya.

“Masih marah hm?”

Dira langsung memalingkan wajah. “Siapa juga yang marah.”

Nada suaranya jelas menunjukkan jelas iya marah.

Elvan menghela napas pelan. “Baik.”

Tiba-tiba ia merapikan semua buku diatas meja. Ia singkirkan alat- alat belajar dira ke samping meja.

Dira langsung kaget. “OM ELVAN!”

Namun sebelum ia sempat protes lagi— Elvan tiba-tiba mengangkatnya bridal style. Membawa dira menuju kasur.

Dira langsung menjerit kaget.

“WOI! TURUNIN AKU OM!”

Elvan berjalan santai menuju tempat tidur.

“Kamu harus tidur dir.”

Dira langsung meronta sedikit.

“IYA TAPI AKU BISA JALAN SENDIRI!”

“Tidak.”

Ia menaruh Dira di atas tempat tidur.

Dira langsung duduk dengan wajah kesal.

“ Om bossy banget!”

Elvan menarik selimut dan menutupinya.

“Tidur.”

Dira menatapnya dengan mata menyipit.

“Kalau aku gagal ujian… aku salahin om.”

Elvan menjawab datar. “Kamu tidak akan gagal.”

Dira mendengus. “Om yakin banget.”

Dira ingin beranjak dari tempat tidur .Namun elvan tak membiarkan hal itu , Ia ikut naik ke kasur.

" Eh.. om ngapain "

" Jelas tidur " balas santai elvan

" Om tidur di sini juga?" tanya dira khawatir

" Iya. kan sudah aku bilang , kita satu kamar "

Elvan hampir tersenyum. Ia lalu mematikan lampu kamar.

Dira langsung protes.

“HEH! GELAP!”

“Tidur.”

Dira mendengus.

Dira menarik bantal dan selimut , lebih baik ia tidur di sofa daripada tidur dengan Elvan.

" Aku mau tidur di sofa aja."

Namun Elvan menangkapnya dirs dengan santai. Membawanya kembali kekasur dan memeluknya erat .Ia tak akan membiarkan dira lolos.

"Aaaa...Om awas aku mau tidur " kesal dira

" Tidur disini " bisik elvan di telinga dira.

Dira merinding sendiri.

" GAK MAU! " bantah dira mencoba melepaskan tangan elvan.

" Kalo kamu tidur di sofa ..." Elvan menjeda Kalimatnya, Ia membalikkan posisi dira menjadi menghadapnya.

" Bakal aku cium 3 kali. Dan satu kali ciuman 2 jam ."

...Dira refleks mengatupkan mulutnya. Matanya langsung ...

membulat.

Elvan tersenyum puas " Mau?" tanyanya

" Gak!"

" Yaudah kalau gitu tidur tenang disini" Elvan semakin memeluk erat tubuh dira.

" Ihh.. tapi gak usah peluk- peluk juga om , peluk guling aja sana"

Elvan tak peduli dengan ocehan dira ,Ia mulai memejamkan matanya.

" Tidur dira. Atau aku cium sekarang"

Dira langsung diam.

Beberapa detik ruangan menjadi hening.

Dira akhirnya ikut memejamkan matanya sambil bergumam pelan.

“Om Nyebelin…”

Tak lama setelah dira benar-benar tertidur , Elvan membuka matanya kembali...

Ia memandangi wajah dira yang tertidur.

" Kamu selalu cantik. Bahkan saat tidur" Elvan menarik selimut dan menyelimuti dira..

Ia mengecupi dahi dira " Mimpi indah cantik "

Elvan kembali memejamkan matanya dan membuka erat dira...

***

Pagi hari di rumah Elvan biasanya tenang. Terlihat kenzo dan elvan sudah berada di meja maka . Sedangkan dira...

Namun tak lama ketenangan itu…

“ BANG KENZOOO!”

Suara Dira terdengar dari lantai atas.

Kenzo yang sedang minum kopi hampir tersedak.

“Ada apa lagi sih…”

Beberapa detik kemudian Dira turun tangga dengan rambut sedikit berantakan sambil membawa buku. bahkan tasnya masih terbuka.

“AKU TELAT!”

Kenzo menatap jam. “Masih jam tujuh dir.”

“Ujian mulai jam tujuh tiga puluh bang!”

Kenzo menggeleng. “Masih sempat. Ayo sarapan dulu.”

Namun Dira sudah panik sendiri.

Ia berjalan mondar-mandir sambil membuka buku catatan.

“Rumus ini gimana sih…”

Di meja makan, Elvan duduk tenang membaca berita di tablet.

Ia melirik sekilas.

“Kamu belajar sekarang?”

Dira langsung menunjuknya.

“INI SALAH OM!”

Kenzo langsung tertawa. “Hah?”

Dira menggerutu.

“Kalau semalam aku belajar lebih lama pasti aku bakal hafal semua!”

Elvan tetap tenang. “Kamu tidur.”

“Ya. Karena om paksa!”

Kenzo tertawa lebih keras. “Ini yang namanya drama pagi.”

Dira menatap abangnya " Bang diam deh..."

" Kamu itu sarapan dulu. Biar fokus ujian"

Dira akhirnya duduk di kursi sambil membuka buku.

Ia membaca sambil makan roti dengan cepat. Hampir saja tersedak.

“Bang Kenzo, kalau segitiga ini—”

“Aku bukan guru dira..”

Dira langsung menunjuk Elvan. “Om! Jelasin!”

Elvan menatap buku itu sebentar. “Nomor tiga?”

“Iya!”

“Eliminasi saja.”

Dira berkedip.

“Oh…”

Ia langsung menulis cepat di bukunya. Kenzo melihat tingkah dira hanya tersenyum. Setidaknya dira tak mempermasalahkan pernikahan yang mereka rencanakan. Melihat dira aman saja ia sudah bahagia.

Beberapa detik kemudian ia menatap Elvan dengan curiga.

“Om kok bisa tau?”

Elvan mengangkat alis. “Matematika dasar.”

Dira langsung mendengus.

“Sombong.”

Kenzo berbisik, “Dir… itu CEO.”

" Biar aja om el gak denger juga" balas dira enteng

Padahal elvan mendengar apa yang dikatakan .elvan hanya diam saja, ia terus menatap wajah dira yang begitu serius menulis di buku.

Tak lama.....

" Ayo berangkat" ucap elvan

kenzo segera berdiri dan mengambil kunci mobil. Sedangkan dira masih asik menulis di meja .

Elvan mendekat ke arah dira.

" Mau berangkat?" tanya elvan tepat di samping telinga dira

Dira langsung menghentikan tulisannya

" Om. Om kenapa sih suka banget bicara dekat telinga aku" protes dira

" Supaya kamu dengar"

dira mendengus " Pendengaran aku masih normal kali. Gak perlu dekat- dekat juga."

Elvan tak menjawab,Ia langsung pergi keluar menuju mobil.

Dira .menghela napas.

"OM ELVAN NYEBELIN!!!." teriak kencang dira , Bahkan kenzo yang sudah menunggu dalam mobil bisa mendengar teriakan dira.

" Huh... Memang bocah bar- bar " guman kenzo

Tak lama elvan dan dira datang.

Mobil pun melaju meninggalkan kediaman elvan.

.

.

.

.

Bersambung....................

1
Teh Sopiah
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!