Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
Leana, itulah diriku putri tunggal dari ayah dan mamaku namun aku meminta mereka untuk tidak mengekspos diriku dan memperkenalkan ku kepada kolega mereka.
Ayahku seorang pengusaha di bidang impor ekspor batu berharga dan mamaku seorang desainer perhiasan ternama.
Aku hanya ingin hidup sederhana mungkin, aku hanya ingin mencari teman yang mau menerima diriku bukan karena kekayaan keluargaku.
Dan aku memiliki seorang pacar namanya Reno Alexander. Sudah hampir 3 tahun kami menjalin hubungan dan orang tuanya sudah mengetahui hubungan kami begitu pula kedua orang tuaku, saat keluarga Reno mengundang keluargaku makan malam aku meminta kedua orang tuaku untuk berpakaian biasa saja dan menggunakan mobil butut saja, aku tidak mau mereka berpakaian bagus dan menggunakan mobil sportnya.
"Lea". Sapa Melinda teman baikku
"Kenapa Lin?". Tanyaku heran karena dia terlihat bahagia
"Aku punya pacar loh".
"Wah selamat, apa dia orang di kampus kita juga?".
"Ya dong, ih senang banget tahu. Aku sudah lama suka sama dia, tapi baru sekarang dia menyukaiku balik".
"Selamat ya, ngomong-ngomong dia siapa? Apa aku kenal dia".
"Nanti kamu bakalan tau kok".
Aku mengangguk, setahuku dia tidak pernah cerita tentang cowo padaku yah siapa tau kan dia memang sudah ketemu jodohnya.
(kamu ke kantin?). Pesan dari Reno
(Iya, setelah selesai catatanku ini. Kamu dimana?). Balasku
(Sudah di kantin sama Linda, katanya kamu masih sibuk).
Linda bareng Reno, tumben banget?
(Sebentar lagi ya). Balasku lagi
Ughh akhirnya selesai juga.
Pemandangan yang jarang sekali ku lihat teman baikku bersama pacarku dan mereka terlihat akrab sekali.
"Lama ya yank". Sapaku pada Reno
"Oh nggak juga, rajin banget pacarku ini catat". Sentuhnya pada kepalaku
"Biasanya aku juga rajin kan, sayang kalau tidak ku selesaikan, kamu udah pesan?".
"Kami sudah pesan kok Le, kamu aja lagi yang pesan sana". Ucap Melinda
"Oke".
Apa Linda dan Reno memang seakrab itu ya, tapi sebelum ini mereka tidak begitu akrab apa lagi saat kami jalan-jalan Linda asik dengan dirinya sendiri.
"Bude". Sapaku pada ibu kantin
"Eh non Leana, mau pesan apa?"
"Kayak biasa aja bude".
"Ayam mentega kan non".
"Iya".
"Oke, nanti bude antar ya".
Aku mengangguk dan membayar makanan yang ku pesan.
"Ih Reno jangan begitu lah". Ucap Melinda dengan manja.
Bahkan mereka pegangan tangan segala.
"Kalian ngapain?". Tanyaku pada keduanya
"Oh ini loh yank tangannya Linda kena saos pedas". Alasan Reno
"Oh".
Setelah makananku datang Melinda mau ke toilet, tidak lama setelahnya Reno pun mau ke toilet, kenapa mereka bisa sama-sama mau ke toilet begitu?
...****************...
Di taman belakang kampus.
"Reno, kalau ketahuan Leana gimana?".
"Lalu? Kamu ajak aku pacaran begini gimana?".
"Aku kan suka sama kamu".
"Aku juga, apa lagi kamu nggak ada apa-apanya sama Lea".
"Ih kamu bisa aja Ren".
Kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara menautkan kedua bibirnya, seolah dunia hanya milik mereka berdua.
...****************...
Di kantin.
Lama banget sih, kenapa Melin sama Reno bisa barengan begitu ke toilet hah sudahlah mungkin mereka punya urusan masing-masing.
(Leana sayang kapan kamu pulang? Ayah sama mama sudah rindu sekali). pesan dari mama
(Ih mama baru juga 1 bulan).
(Kenapa harus tinggal di asrama, kan kamu punya rumah sendiri Lea).
(Mama Lea mau hidup mandiri, kalau bergantung sama ayah dan mama kapan Lea bisa mandirinya?). Protesku pada mama
(Iya iya tapi nggak terlalu mandiri juga Lea, awas aja kalau kamu cari kerja sambilan).
(Wah ide bagus ma).
(Lea).
(Iya ma iya :) ).
(Bulan depan mama sama ayah mau ke tempat tante Bella, kamu ikut?).
(Bulan depan Lea ada ujian ma).
(Hais ya udah, jaga diri baik-baik ya).
(Oke ma).
(Bye My baby).
(Bye bye mamaku sayang).
Hah aku kangen orang tuaku, terutama mama karena hanya mama yang paling mengerti aku kalau ayah dia terlalu memanjakan aku, bahkan barang yang tidak ku inginkan juga beliau belikan.
Aku juga memiliki sebuah rumah di kota ini, karena orang tuaku tinggal di luar negeri dan aku memilih kuliah di kota yang Reno tinggali alhasil mereka membelikan aku sebuah rumah mewah di perumahan elit lengkap dengan pembantu, supir pribadi serta pengurus taman.
"Lama ya nungguin".
"Dari mana kamu Yank kok lama?".
"Tadi ada teman, jadi keasikkan ngobrol duh pacarku ngambek nih".
"Nggak kok biasa aja".
"Lama ya Le, maaf ya". Melinda ikut nimbruk di meja makan
"Nggak kok". Aku dengan lahap menghabiskan makan siangku.
"Sayang minggu ini jalan yuk". Ajak Reno
"Boleh mau kemana?".
"Ke mall kaya biasanya aja gimana?".
"Oke".
"Eh aku ikut ya, minggu ini aku nggak pulang kerumah jadi aku males aja kalau sendirian di asrama". Pinta Melinda
"Gimana yank?".
"Ya udah". Jawabku singkat
Melinda kelihatan sangat senang, yah aku dan dia memang satu kamar jadi jika aku keluar dia akan sendirian, bukankah biasanya aku juga sendirian saat weekend?
Malamnya di kamar asrama aku sibuk dengan berbagai materi yang belum ku pahami, ku lihat Melinda hanya sibuk dengan handphonenya yah dia bilang dia punya pacar, tapi apa benar dia anggap aku teman bahkan ketika ada masalah aku selalu cerita padanya terkecuali tentang keluargaku.
Saat aku sendiri ada salah seorang teman sekelasku bilang bahwa Melinda meremehkan aku ketika aku dan dia tidak sama-sama, bahkan dia mengecap aku sebagai orang miskin tidak seperti dirinya yang punya segalanya bahkan untuk urusan cowok dia pilih-pilih katanya bahkan dia bisa mendapatkan lebih dari diriku, apa aku percaya tentu saja TIDAK karena Melinda sangat baik padaku sejak aku masuk kuliah hanya dia yang mau berteman denganku tentu saja aku tidak percaya dengan apa yang orang katakan padaku.
"Lea aku keluar sebentar ya".
"Mau kemana? Bukannya gerbang sudah di tutup ya?".
"Belum, aku mau beli cemilan sebentar di supermarket".
"Hmmm".
Ku lihat jam belum ada jam 8 yah biasanya gerbang akan di tutup jam 9.30 sih, kalaupun keluar paling tidak ke taman atau ke supermarket di seberang asrama kampusku ini.
"Kamu mau titip Lea".
"Tidak, aku mau hemat uang bulananku juga sudah menipis".
"Oh oke".
Aku berbohong dengan Melinda tentang uangku, lagi pula orang tuaku tidak akan membiarkanku kelaparan.
Sudah pukul 9 lewat Melinda belum juga pulang, aku bukannya khawatir dengannya tapi jika gerbang sudah di tutup dia tidak akan bisa masuk.
Benar saja jam 9.40 dia belum pulang juga dan gerbang asrama sudah di tutup.
(Lea aku tidak bisa masuk, gerbang sudah di kunci. Aku akan menginap di rumah temanku). Pesan dari Melinda
(Oke). Balasku singkat
semangat ngetik thor sampe tamat..