NovelToon NovelToon
The Crimson Legacy

The Crimson Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: BlueFlame

‎Thomas Watson—Presiden Amerika Serikat termuda yang pernah menjabat, dengan approval rating 91% dan dijuluki "The People's President" ia meninggal dalam serangan jantung mendadak di usia 52 tahun. Namun kematiannya bukanlah akhir.

‎Ia terbangun dalam tubuh Arthurian Vancroft, satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest—seorang legenda hidup yang dijuluki "The Crimson Aegis" karena kehebatannya yang mampu memusnahkan pasukan iblis sendirian. Tapi ada masalah besar: tubuh ini sekarat.

‎Dua bulan lalu, Arthur bertarung melawan Demon god Zarathos dan menang—tetapi dengan harga mengerikan. Dia kehilangan 92% kekuatannya.

‎Lebih buruk lagi? Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh tahu.

‎Jika musuh-musuh politiknya—para Duke serakah, bangsawan korup, dan faksi-faksi yang iri dengan kekuasaannya yang hampir setara Kaisar—mengetahui kelemahannya, mereka pasti tidak akan tinggal diam.

bagaimana kisah selanjutnya? Ayo kita lihat bersama.

#System
#Transmigrasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlueFlame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34. Masalah

Terdengar suara dari luar—kegaduhan dan teriakan yang saling bersahutan. Namun, itu bukan suara pertempuran. Lebih mirip… perdebatan.

Pintu kereta terbuka. Salah satu pengawal Crimson Guard muncul—seorang pria muda dengan zirah merah-hitam yang mengilap di bawah cahaya sore.

“Yang Mulia Duchess,” katanya sambil membungkuk hormat. “Maaf mengganggu perjalanan, tetapi ada… situasi di depan.”

Valerine mengangkat alisnya sedikit. Suaranya tajam, tetapi tetap pelan—ia tidak ingin membangunkan Arthur yang masih beristirahat. Di saat yang sama, tombak es yang tadi ia bentuk dengan sihir perlahan menghilang menjadi serpihan cahaya.

“Situasi apa?” tanyanya.

“Keributan di antara rakyat,” jawab pengawal itu. “Sepertinya masalah hutang. Kami sebenarnya bisa menanganinya, tetapi karena ini berada di wilayah Vancroft, kami pikir Yang Mulia mungkin ingin—”

“Apa yang terjadi?”

Suara itu datang dari dalam kereta.

Arthur sudah duduk tegak. Suaranya masih sedikit serak karena baru bangun, tetapi tetap terdengar tegas dan berwibawa. Ia menggosok matanya dengan satu tangan. Ekspresinya masih menyisakan kantuk.

“Yang Mulia Archduke!”

Pengawal itu langsung membungkuk lebih dalam. “Maaf telah membangunkan Anda. Ada—”

“Aku sudah mendengar,” potong Arthur tenang. “Keributan tentang hutang.”

Ia berdiri dari tempat duduknya.

“Bawa aku ke sana.”

Valerine segera berdiri juga. “Arthur, kau baru saja—”

“Aku baik-baik saja,” potong Arthur dengan suara lembut namun tegas. “Dan jika ada rakyat kita yang memiliki masalah, aku perlu mengetahuinya.”

Ia melirik Valerine dan memberi sedikit senyum.

“Lagipula, aku benar-benar merasa baik sekarang. Bahkan tubuhku terasa lebih sehat dari sebelumnya.”

Valerine menatapnya dengan ekspresi skeptis, tetapi sulit membantah logika itu.

“Baiklah,” katanya akhirnya. “Tapi jika kau mulai merasa pusing atau—”

“Aku akan langsung duduk. Janji.”

Mereka turun dari kereta.

Arthur turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Valerine turun dengan hati-hati.

Di depan kereta, kerumunan kecil sudah terbentuk. Beberapa rakyat dengan pakaian sederhana, beberapa pedagang, dan di tengah kerumunan itu—

Seorang ibu paruh baya.

Pakainya sangat lusuh—dipenuhi tambalan di sana-sini, warnanya sudah memudar karena terlalu sering dicuci. Wajahnya kurus, dengan kantung hitam di bawah matanya. Tangannya gemetar saat memegang selembar kertas yang tampak seperti kontrak.

Di hadapannya berdiri seorang pria gemuk yang kontras sekali dengannya.

Ia mengenakan jubah hijau mewah, dihiasi bordiran emas. Cincin emas melingkari hampir setiap jarinya. Senyumnya licin dan tidak menyenangkan.

Seorang penagih hutang.

“Hutangmu sudah jatuh tempo tiga bulan lalu!” bentaknya dengan suara keras.

Ia menunjuk kertas di tangan wanita itu.

“Sepuluh persen bunga setiap bulan, ditambah denda lima persen karena keterlambatan! Itu berarti sudah empat puluh persen dari pinjaman awal!”

Ia menyeringai lebar.

“Bayar sekarang… atau aku akan mengambil rumahmu.”

Ibu itu menundukkan kepala.

Air mata mulai jatuh dari matanya.

“Tapi aku sudah membayar pokok pinjamannya! Aku sudah—”

“Pokok saja tidak cukup!” bentak pria gemuk itu dengan keras. “Bunga dan denda juga harus dibayar! Itu aturan!”

Arthur menatap pemandangan itu tanpa berkata apa-apa. Namun, dengan setiap detik yang berlalu, ekspresinya semakin mengeras.

Valerine yang berdiri di sampingnya bisa merasakan perubahan pada auranya.

Ketidaksenangan yang hampir tidak bisa disembunyikan.

“Pengawal,” panggil Arthur tanpa mengalihkan pandangannya dari penagih hutang itu.

Pengawal Crimson Guard segera berdiri lebih tegak.

“Yang Mulia!”

“Bawa kedua orang itu ke sini. Sekarang.”

“Segera, Yang Mulia!”

Dua pengawal langsung maju, membelah kerumunan rakyat dengan wibawa yang tegas.

“Atas perintah Archduke Vancroft, kalian berdua diminta untuk menghadap!”

Penagih hutang yang tadi berteriak itu langsung pucat.

Archduke? Archduke Vancroft ada di sini?!

Matanya melirik ke arah kereta mewah dengan lambang Kediaman Vancroft, lalu pada sosok yang berdiri dengan postur yang jelas menunjukkan kewibawaan seorang penguasa.

Celaka. Celaka. Celaka.

Namun ia tidak bisa menolak. Menolak perintah seorang Archduke bisa dianggap sebagai pengkhianatan.

Dengan langkah gemetar, ia berjalan mendekati Arthur bersama ibu yang masih menangis.

Begitu mereka cukup dekat, keduanya langsung berlutut.

“Y–Yang Mulia Archduke!” penagih hutang itu tergagap parah. “Ini… ini hanya masalah bisnis kecil yang—”

“Diam.”

Satu kata itu keluar dari Arthur dengan suara yang dingin.

Langsung membuat pria gemuk itu terdiam.

Arthur lalu menatap pengawal yang membawa mereka.

“Jelaskan kronologi kejadiannya.”

Pengawal itu mengangguk dan membuka catatan singkat yang dibuatnya setelah mendengar pertengkaran tadi.

“Berdasarkan kesaksian para saksi dan pihak yang terlibat, Yang Mulia,” katanya. “Ibu ini bernama Marta. Ia meminjam seratus koin perak dari penagih hutang ini, Tuan Gregor, enam bulan lalu untuk biaya pengobatan anaknya yang sakit.”

“Kontrak yang disepakati, bunga sepuluh persen per bulan, dengan denda lima persen untuk keterlambatan pembayaran.”

Rahang Arthur sedikit mengeras.

“Lanjutkan.”

“Ibu Marta telah membayar pokok pinjaman—seratus koin perak—tiga bulan lalu. Namun Tuan Gregor menuntut pembayaran bunga yang telah terakumulasi sebesar enam puluh koin perak, ditambah denda keterlambatan selama tiga bulan sebesar lima belas koin perak.”

Pengawal itu berhenti sejenak sebelum menyimpulkan.

“Total tagihan saat ini, tujuh puluh lima koin perak, meskipun pokok pinjaman sudah dilunasi.”

Arthur menatap Tuan Gregor yang masih berlutut.

Ekspresi Arthur membuat pria gemuk itu mulai berkeringat dingin.

“Tuan Gregor,” kata Arthur dengan tenang.

“Y-ya, Yang Mulia…”

“Berapa lama kau menjalankan bisnis peminjaman uang di wilayah Vancroft?”

“L-lima tahun, Yang Mulia…”

“Lima tahun.”

Arthur mengangguk perlahan.

“Dan selama lima tahun itu… tidak pernah sekali pun kau membaca regulasi wilayah tentang praktik peminjaman?”

Gregor menelan ludah.

“A-aku…”

“Atau,” lanjut Arthur, suaranya turun lebih rendah dan lebih dingin, “kau sebenarnya sudah membaca… tetapi memilih untuk mengabaikannya, karena kau pikir tidak akan pernah ketahuan?”

Arthur melangkah satu langkah lebih dekat.

Gregor secara refleks mundur sedikit, meskipun masih dalam posisi berlutut.

“Di wilayah Vancroft,” kata Arthur perlahan, suaranya terdengar jelas di tengah kerumunan yang tiba-tiba sunyi, “bunga pinjaman maksimal yang diperbolehkan adalah dua persen per bulan. Bukan sepuluh.”

Ia berhenti sejenak, menatap langsung ke arah Gregor.

Wajah Gregor semakin pucat.

“Dan denda keterlambatan maksimal adalah nol koma tiga persen dari jumlah pinjaman. Bukan lima.”

Arthur mengambil lembar kontrak dari tangan Ibu Marta yang masih gemetar. Ia membacanya dengan cepat, matanya bergerak tajam dari baris ke baris.

“Kontrak ini melanggar tiga regulasi wilayah yang berbeda,” katanya akhirnya.

“Bunga yang eksploitatif. Denda yang tidak wajar. Dan klausul yang memperbolehkan penyitaan properti tanpa melalui mediasi resmi.”

Dengan satu gerakan tegas, ia merobek kontrak itu menjadi dua.

Kertas itu terbelah dengan suara tajam.

Kerumunan di sekitar mereka langsung terengah pelan.

“Kontrak ini tidak sah,” kata Arthur dingin. “Tidak memiliki kekuatan hukum di wilayah Vancroft.”

Ia menatap Gregor dengan tatapan yang seolah bisa membakar.

“Ibu Marta sudah membayar pokok pinjaman. Itu berarti hutangnya lunas. Kau tidak berhak menuntut satu koin pun lagi.”

“T-tapi Yang Mulia, bisnis saya—”

“Bisnismu,” potong Arthur dengan suara dingin, “dibangun di atas eksploitasi orang-orang yang putus asa.”

“Itu bukan bisnis.”

“Itu pemerasan.”

Arthur kemudian berbalik kepada Ibu Marta yang masih menangis—namun kali ini tangisnya bercampur kelegaan.

“Ibu Marta,” panggilnya.

Suaranya jauh lebih lembut.

Wanita itu mengangkat kepalanya, matanya merah dan basah.

“Y-ya, Yang Mulia?”

“Hutangmu dinyatakan lunas. Kau tidak perlu membayar apa pun lagi kepada orang ini.”

Air mata Marta mengalir semakin deras.

“T-terima kasih, Yang Mulia! Terima kasih!”

Namun Arthur mengangkat satu tangan, menghentikan ucapan terima kasih itu.

“Namun,” lanjutnya dengan nada tegas, “aku juga perlu memarahimu.”

Ibu Marta menunduk ketakutan.

“Kenapa kau meminjam dari orang seperti ini?” tanya Arthur. “Wilayah Vancroft memiliki Koperasi Pemerintah yang secara khusus dibuat untuk memberikan pinjaman berbunga rendah bagi rakyat yang membutuhkan.”

“Bunganya hanya 5 persen per tahun. Tidak ada denda keterlambatan. Dan proses persetujuannya cepat, terutama untuk keadaan darurat medis.”

Mata Ibu Marta membulat.

“H-hamba… hamba tidak tahu, Yang Mulia.”

Arthur menghela napas pelan.

Kali ini nada frustrasinya bukan untuk wanita itu—melainkan untuk sistem yang belum bekerja dengan baik.

“Maka aku akan memastikan semua rakyat mengetahuinya.”

Ia menoleh pada para pengawal.

“Catat ini. Aku ingin pengumuman publik tentang Koperasi Pemerintah disampaikan di setiap kota dan desa dalam dua minggu ke depan.”

“Tidak boleh ada lagi rakyat yang tidak tahu tentang pilihan ini.”

“Segera, Yang Mulia!” jawab pengawal itu tegas.

Arthur lalu kembali menatap Gregor yang masih berlutut, keringat mengalir deras di wajahnya.

“Dan untuk kau…”

Gregor menelan ludah. Dari wajahnya jelas terlihat ia sudah bersiap menerima hukuman berat.

“Aku tidak akan menghukummu hari ini.”

Sejenak, ekspresi lega muncul di wajah Gregor.

“Tapi,” lanjut Arthur dengan tenang—dan kelegaan itu langsung lenyap, “mungkin istriku akan tetap menghukummu.”

Valerine yang berdiri di samping Arthur dengan postur tenang tiba-tiba tersedak oleh napasnya sendiri.

Ia langsung batuk kecil, buru-buru menutup mulut dengan tangannya. Matanya melebar karena kaget.

Istriku?

Jujur saja, ia merasa aneh dengan panggilan itu.

Arthur yang sama sekali tidak menyadari krisis internal yang sedang terjadi pada Valerine langsung menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.

“Valerine, kau baik-baik saja?” tanyanya dengan hati-hati.

Valerine cepat mengangguk.

“A-aku baik-baik saja.”

Arthur tampak puas dengan jawaban itu, lalu melanjutkan dengan nada santai seolah tidak terjadi apa-apa.

“Duchess Valerine sangat… kreatif dalam menangani orang-orang yang mengeksploitasi rakyat kami.”

Ia melirik Valerine dengan senyum tipis.

“Aku pernah mendengar kau membekukan seseorang selama tiga jam di sebuah acara publik,” lanjutnya

Valerine yang masih setengah pulih dari keterkejutan langsung menjawab secara refleks.

“E-empat jam, sebenarnya,”

Arthur mengangguk ringan.

“Ah, benar. Empat jam.”

Lalu ia kembali menatap Gregor.

Pria gemuk itu sekarang terlihat seperti orang yang hampir pingsan.

“Jadi, Tuan Gregor,” kata Arthur tenang, “kau punya dua pilihan.”

“Pertama, kau bisa meninggalkan wilayah Vancroft dalam waktu dua puluh empat jam dan tidak pernah kembali.”

Ia berhenti sejenak.

“Atau kau bisa tetap tinggal… dan istriku akan membahas pelanggaran regulasi ini bersamamu.”

Ia mengucapkan kalimat berikutnya dengan santai.

“Secara pribadi.”

Gregor perlahan menoleh ke arah Valerine.

Valerine kini menatapnya dengan mata perak yang dingin—terlihat tenang, namun setajam dan sedingin danau yang membeku di musim dingin.

Gregor langsung gemetar.

“S-saya akan pergi!” katanya buru-buru. “Saya akan pergi dalam dua belas jam! T-tidak perlu dua puluh empat!”

Arthur mengangguk.

“Keputusan yang bijak.”

Ia lalu menoleh ke para pengawal.

“Pengawal. Antar Tuan Gregor untuk mengemas barang-barangnya. Pastikan dia benar-benar meninggalkan wilayah ini.”

“Dengan senang hati, Yang Mulia!”

Dua pengawal langsung berdiri di kanan dan kiri Gregor.

Pria itu digiring pergi dengan wajah pucat dan kaki yang masih gemetar, sementara kerumunan rakyat memperhatikannya pergi dengan campuran lega dan takjub.

...***...

1
anak panda
🔥🔥🔥
anak panda
santai aja tor utamakan kesehatan
blueberry
semangat thor
blueberry
/Plusone/
anak panda
🔥🔥🔥
Xiao Ling Yi
Hei.. Dia ini melampaui batas kan?
blueberry
haha lucuuu
anak panda: lanjuttt
total 1 replies
blueberry
nanti kolo udah bertarung jangan sampai di gantung thor
anak panda
cepet sembuh tor
Fel N: Amiiiin, makasih kak.🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Nggak sekarat juga dong Kak~
Xiao Ling Yi: Istirahat banyak-banyak Kak Fel!💪/Determined/
total 4 replies
Xiao Ling Yi
Geloo🤣🤣🤣
Xiao Ling Yi
Cepet sembuh Kak Othor/Bye-Bye/💪
Fel N: Amiiiiiiin, makasih yah, kak.🥰🥰😭
total 1 replies
blueberry
cepat sembuh thor 👍👍
Fel N: Amiiiiiin, makasih yah.🥰🥰😭
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Imutnya~
Fel N: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kurangg/Frown/
Xiao Ling Yi
Semangat updatenya Thor~/Smile/
Fel N: Makasih banyak, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kawaii😍
Fel N: 🤭🤭🤭😅😅
total 1 replies
Khns_
setting yang detail, penjelasan yang rinci di setiap kejadian, bahasa yang enak dibaca, dan penggambaran karakternya yang joss bgt sih yg bikin betah baca 1 bab lagi, lagi, dan lagi.
Fel N: Makasih banyak, kak.😭😭😭🥰🥰🥰
total 1 replies
Khns_
kakak author update tiap kapan ya?
Fel N: Tiap hari, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
blueberry
lucu bgt pasangan ini🤭
Fel N: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!