NovelToon NovelToon
Bakti Suami Derita Istri

Bakti Suami Derita Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Ibu Mertua Kejam / Identitas Tersembunyi / Nikahmuda / Keluarga / Romansa
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

"Bagimu, Ibu adalah surga. Tapi bagiku, caramu berbakti adalah neraka yang menghanguskan masa depan anak kita."

Disa mengira pernikahannya dengan Abdi adalah akhir dari perjuangan, namun ternyata itu awal dari kemelaratan yang direncanakan. Abdi adalah suami yang sempurna di mata dunia anak yang berbakti, saudara yang murah hati. Namun di balik itu, ia diam-diam menguras tabungan pendidikan anak mereka demi renovasi rumah mertua dan gaya hidup adik-adiknya yang parasit.

​Saat putra mereka, Fikri, butuh biaya pengobatan darurat, barulah Disa tersadar: Di dompet Abdi, ada hak semua keluarganya, kecuali hak istri dan anaknya sendiri.

​Kini, Disa tidak akan lagi menangis memohon belas kasih. Jika berbakti harus dengan cara mengemis di rumah sendiri, maka Disa memilih untuk pergi dan mengambil kembali setiap rupiah yang telah dicuri darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bakti Suami Derita Istri

​Kawasan Mega Kuningan, Pukul 14.00 WIB.

​Setelah pertemuannya yang cukup menggetarkan dengan Disa di kantor logistik, Miranda Abimanyu tidak langsung pulang. Ia meminta sopir pribadinya untuk mengarahkan mobil Bentley hitamnya menuju gedung pencakar langit milik keluarganya gedung yang di puncaknya terdapat kantor suaminya, Tio.

​Miranda duduk di kursi belakang dengan tenang. Wajahnya yang cantik dan elegan tidak menunjukkan tanda-tanda amarah, namun di tangannya ia memutar-mutar sebuah cincin berlian dengan tatapan yang sangat dingin. Ia baru saja memberikan "belati" pada Disa dan sekarang, ia ingin melihat sendiri bagaimana mainan baru suaminya itu bertingkah.

​Begitu mobil berhenti di lobi, seluruh staf keamanan langsung berdiri tegak dan membungkuk hormat. Miranda melangkah masuk dengan anggun, sepatu hak tingginya berdentang di atas lantai marmer, menciptakan irama yang mendebarkan bagi siapa pun yang mendengarnya.

Sedangkan di dalam ruangan mewah kantor itu, Tio sedang duduk di sofa bersama Amel. Amel sedang memamerkan gelang barunya sambil tertawa manja, sesekali menyandarkan kepalanya di bahu Tio. Amel merasa sangat aman. Di matanya, Tio adalah raja yang tak terkalahkan, dan dia adalah ratu yang baru saja bertahta.

​Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka tanpa ketukan.

​Tio tersentak kaget dan langsung berdiri seolah tersengat listrik. Wajahnya yang tadi penuh tawa mendadak pucat pasi saat melihat sosok yang berdiri di ambang pintu.

​"Miranda? Kamu... bukannya kamu masih di Singapura untuk acara amal?" tanya Tio dengan suara yang sedikit gemetar, meski ia berusaha menutupinya dengan senyum paksa.

​Amel ikut berdiri, ia menatap wanita yang baru masuk itu dengan dahi berkerut. "Siapa wanita ini? Kok berani banget masuk tanpa izin?." batin Amel. Amel belum pernah melihat Miranda secara langsung karena Miranda memang sangat tertutup dari sorot kamera media sosial.

​Miranda berjalan masuk dengan santai, seolah-olah ia baru saja pulang ke rumahnya sendiri memang benar, karena gedung ini adalah milik Ayahnya Miranda. Ia mengabaikan pertanyaan Tio dan matanya langsung tertuju pada Amel.

​"Oh, jadi ini asisten pribadimu yang baru itu, Tio?" tanya Miranda dengan nada suara yang sangat lembut, namun terasa seperti silet yang mengiris udara.

​Tio, yang wataknya sebenarnya sebelas dua belas dengan Abdi yaitu merasa wanita adalah makhluk yang mudah dibohongi dan selalu memuja mereka, tiba-tiba bertindak kasar untuk menyelamatkan posisinya. Tanpa peringatan, Tio mendorong bahu Amel dengan cukup keras hingga Amel terhuyung ke belakang dan hampir menabrak meja kaca.

​"Minggir kamu! Jangan berdiri di dekat saya!" bentak Tio pada Amel, seolah Amel adalah kuman yang menjijikkan.

​Amel terbelalak. Rasa marah dan tidak terima berkecamuk di dadanya. Tadi dia memujiku setinggi langit, sekarang dia mendorongku seperti sampah? Amel yang punya watak keras kepala langsung melotot ke arah Miranda. Ia merasa kecantikan Miranda adalah ancaman, namun egonya yang setinggi langit membuatnya merasa ia masih lebih muda dan menarik.

​"Siapa sih Ibu ini, Mas Tio? Kok Mas jadi kasar gini sama aku?" tanya Amel dengan nada menantang, matanya menatap tajam ke arah Miranda.

​Miranda tersenyum tipis. Ia berjalan mendekati Amel, berhenti hanya beberapa sentimeter di depan gadis itu. Bau parfum Miranda yang sangat mahal dan elegan membuat aroma parfum Amel yang menyengat terasa murahan seketika.

​"Perkenalkan," ucap Miranda dengan suara yang sangat stabil. "Nama saya Miranda Abimanyu. Saya adalah istri sah pria yang sedang kamu panggil Mas ini, dan yang lebih penting lagi... saya adalah pemilik sah dari perusahaan properti tempat kamu berdiri sekarang. CEO sebenarnya dari seluruh aset ini adalah saya. Tio hanyalah orang yang saya beri mandat untuk mengelola, yang sayangnya, belakangan ini dia agak lupa diri."

​Amel merasa bumi di bawah kakinya runtuh. "Istri sah? Pemilik perusahaan?."

​"Dan setahun saya jika kamu adalah asisten pribadi Tio," lanjut Miranda sambil melepas sarung tangan kulitnya dan meletakkannya di tangan Amel, seolah Amel adalah rak gantungan baju. "Itu artinya, kamu juga asisten saya. Segala sesuatu di gedung ini tunduk pada perintah saya."

​Miranda menatap Tio dengan pandangan meremehkan. Tio hanya bisa menunduk, tidak berani bicara sepatah kata pun. Ia tahu benar, tanpa Miranda, dia hanyalah laki-laki biasa tanpa modal bisnis. Persis seperti Abdi yang hanya pajangan bagi Rini.

​"Tio, kamu boleh keluar sekarang. Saya ada urusan dengan asisten baru kita ini," perintah Miranda.

​"Tapi Miranda..."

​"Keluar. Sekarang," suara Miranda tidak meninggi, tapi otoritasnya tidak bisa dibantah. Tio melirik Amel sekilas dengan tatapan 'jangan-bikin-masalah' lalu keluar dengan langkah terburu-buru.

"Baik Miranda." Jawab Tio dan langsung memberikan kode ke Amel karena Amel kelihatan syok. Tio seolah-olah memeberikan jawaban "semua akan baik-baik saja" ke Amel. Padahal pada kenyataannya dirinya juga tidak yakin jika dia akan baik-baik saja nasibnya.

​Kini tinggal Miranda dan Amel di ruangan luas itu. Amel mencoba mempertahankan wajah angkuhnya, meski lututnya sudah gemetar.

​"Dengar, Nona Amel. Saya tahu latar belakang keluargamu. Saya tahu kakakmu sedang dalam proses cerai yang memalukan karena masalah audit," Miranda duduk di kursi kebesaran CEO, kursi yang tadi diduduki Tio. "Saya tidak suka membuang waktu untuk melabrak wanita murahan di kafe. Itu bukan kelas saya. Saya lebih suka memberi pelajaran melalui tindakan."

​Miranda menekan tombol interkom di meja. "Sekretaris, bawakan peralatan kebersihan ke ruangan saya sekarang. Lengkap dengan cairan pembersih lantai paling keras."

​Amel mengerutkan kening. "Maksud Ibu apa?"

​"Tadi saya melihat ada noda kopi di karpet lobi bawah yang sangat mengganggu pemandangan saya. Karena kamu asisten pribadi, dan hari ini staf kebersihan sedang sibuk di lantai lain, kamu yang akan mengerjakannya," ucap Miranda dingin.

​"Apa?! Saya ini asisten pribadi! Saya bukan Office Girl (OB)!" jerit Amel tidak terima.

​Miranda berdiri, wajahnya mendadak berubah menjadi sangat kejam. "Kamu adalah apa pun yang saya katakan di gedung ini! Kamu mau tetap memegang kunci BMW dan apartemen Senopati itu, kan? Kamu mau tetap pamer di depan kakak iparmu yang hebat itu? Kalau begitu, turuti perintah saya. Jika dalam satu jam karpet di lobi bawah tidak bersih, saya akan pastikan polisi menjemputmu malam ini atas tuduhan pencucian uang melalui fasilitas perusahaan."

​Amel membeku. Nama BMW dan apartemen disebut. Ia teringat bagaimana ia sudah pamer habis-habisan di depan Disa dan Mama Ratna. Jika itu semua hilang sekarang, ia akan menjadi bahan tertawaan seumur hidup.

​Lobi Utama Gedung, pukul 15.30 WIB.

​Pemandangan luar biasa terjadi di lobi gedung pencakar langit itu. Amel, yang tadi pagi datang dengan gaya sosialita kelas atas, kini berlutut di lantai marmer dengan kain pel di tangannya. Ia mengenakan terusan merah ketatnya yang mahal, namun kini pakaian itu basah terkena air sabun.

​Miranda berdiri di atasnya, mengawasi dengan kacamata hitam yang terpasang di wajahnya. Beberapa karyawan yang lewat berbisik-bisik, mengenali Amel sebagai wanita yang tadi pagi bersikap angkuh pada satpam.

​"Gosok yang benar, Amel. Jangan hanya pandai menggosok harga diri orang lain, gosok lantai ini sampai mengkilap," perintah Miranda pedas.

​Amel menangis sesenggukan. Air matanya merusak maskara mahalnya, membuat wajahnya terlihat berantakan. Ia merasa sangat terhina. Setiap kali ada orang yang lewat dan menatapnya kasihan, ia ingin rasanya menghilang dari muka bumi.

​"Ini baru permulaan, Amel," bisik Miranda sambil membungkuk sedikit di dekat telinga Amel. "Kamu pikir bisa mengalahkan Disa dengan cara murah seperti ini? Disa punya otak, sedangkan kamu hanya punya harga diri yang bisa dibeli dengan kunci mobil. Nikmatilah pekerjaan barumu sebagai pelayan saya minggu ini. Karena minggu depan, saya punya hadiah yang lebih menarik di ruang sidang."

Entah kenapa melihat kegigihan dan keberanian Disa, Miranda merasa mereka ada di posisi yang sama dan Miranda mungkin akan menjadikan Disa kawan setelah drama rumah tangga mereka selesai nantinya.

​Amel hanya bisa menunduk, tangannya terus menggosok lantai dengan perasaan benci dan takut yang bercampur aduk. Ia baru menyadari bahwa Tio, yang ia pikir adalah pelindungnya, ternyata hanyalah pengecut yang tidak berdaya di depan istrinya sendiri.

​Di kejauhan, Miranda melihat pantulan dirinya di kaca gedung. Ia tersenyum puas. Ia sudah bertemu Disa, dan sekarang ia sudah menjinakkan Amel. Permainan catur ini baru saja dimulai, dan Miranda pastikan, ia yang akan menjatuhkan skakmat terakhir.

1
Noey Aprilia
Blng aja kl arlanda sklian pdkt sm clon ank tirinya,kn kl udh dkt sm anknya tar emaknya jg bkln dkt....
udh dpt lmpu hjau dr clon mrtua tu disa,jd kl arlanda ngjak srius trima aja...
Ariany Sudjana
ayo Disa tunggu apa lagi, seluruh keluarga besar Abimanyu mendukung kamu jadi istrinya Arlanda
Noey Aprilia
Waahhhh.....
s bpk gercep bgt buat pdkt sm disa....udh bkin heboh krna smp rela jmput pjaan hti,d ajk kncan jg.....
Ariany Sudjana
tinggal tunggu Arlanda melamar Disa
Noey Aprilia
Busyeettt.....
skluarga jd piaraan smua..yg laki piaraan tante girang,yg wnita piaraan om hdung belang.....ccckkkk......
Ariany Sudjana
hahaha ternyata andi juga hanya jadi laki-laki peliharaan 🤣🤣😄
Noey Aprilia
Boleh ktwa guling2 ga siihhh????
Dr yg songong'nya amit2,skrng jualn tisu buat mkn...ada lg yg lbh lwak,mntan suami yg ngrim chat cma buat mnta uang.....y aampuuunnn.....
Ariany Sudjana
bagus disa, kamu tidak jadi kacang yang lupa kulit, kamu tetap loyal pada kantor pa Heru dan teman-teman kamu di kantor pa Heru, dan kamu tetap ingat jasa pa Heru yang mengangkat kamu dan memberi kami kepercayaan di saat kamu terpuruk. tetap menjadi Disa yang rendah hati dan jujur, meskipun tawaran dari Miranda dan Arlanda juga ga bisa dianggap remeh
Andez Aryani
lah bukan'y udh janji ma pak heru gk bakal ninggalin kantor'y klo d ajak kerja ma miranda thor
Ariany Sudjana
sudah Disa, jangan pikirkan keluarga toxic itu, saatnya fokus sama Fikri dan juga Arlanda 😄
Noey Aprilia
Hbis glap,trbitlah terang y disa....😁😁😁....
ga ush mkrin mreka yg udh bkin km mndrta,biar aja mreka jd gmbel....yg pnting km sm kluargamu baik2 aja,apa lg skrng bestie sm holang kaya....
Noey Aprilia
Pdhl buat mkan aja susah,msih smpet neror disa....tp syangnya,dia ga tau kl disa d jgain singa galak mlai skrng...jd spa pun yg ngusik,abs lh kna trkam....
Ariany Sudjana
wah siap-siap Disa jadi calon istrinya Arland la 😄😄, setuju
Ariany Sudjana
bagus Arlanda, kamu gercep melindungi disa dan keluarganya di kampung, jangan biarkan Tio menyentuh Fikri seujung kuku pun
Noey Aprilia
1 kta buat mreka....sokooorrr.....
eehhh....spa lg tu yg bkln nysul jd gmbel???brani bgt ngusik disa yg udh d lndungi sm sing galak.....
Ariany Sudjana
aduh siapa lagi yang meneror Disa? semoga arlanda bisa bergerak cepat melindungi Fikri
Noey Aprilia
Woooowww.....
disa emng kerennn...dlu d abaikn suami,d hina mrtua plus ipar yg sma2 gila....smp hrus mnhan lpar dmi bakti...skrng....dia mmetik buah dr ksbaran'nya....smnggttt...
Ariany Sudjana
berarti Arlanda akan jadi jodohnya Disa? bagus, sama-sama cerdas, berintegritas, jujur, ga berat sebelah seperti dengan abdi
stela aza
lanjut thor langsung 3 bab y ,,, kemarin g up sekarang upny cuma dikit🤦
Ariany Sudjana
hahaha mampus kalian semua 🤣🤣🤭🤭 sudah jadi gembel dan hanya bisa saling menyalahkan 🤣🤣😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!