NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:468.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 - Membuktikan

Wajah Rangga memerah karena dua perempuan melihatnya dalam tampilan setengah telanjang.

"Ini ada yang kami mau bicarakan. Makanya kami masuk," ujar Astrid yang masih terpana.

"Kalian duduk saja dulu ya. Aku mau pakai baju," sahut Rangga sembari beranjak masuk ke kamar.

"Nggak perlu pakai baju juga nggak apa-apa, Ga!" balas Astrid. Ia tersenyum senang. Namun saat melirik Cindy, dirinya dipelototi tajam. Meskipun begitu, Astrid tak peduli, dia malah balas menatap tajam. Baginya Cindy hanyalah bocah ingusan.

"Astrid!" tegur Rangga dari kamar. Dia bergegas mengenakan pakaian.

"Tuh kan. Rangga kenal sama aku. Jadi dipastikan aku bukan orang asing baginya!" ungkap Astrid. Dia lalu merangkul Cindy dan berbisik, "Asal kau tahu ya, aku dan Rangga bahkan pernah pacaran. Bisa dibilang aku mantannya. Sampai sekarang sepertinya kami masih sulit saling melupakan..."

Cindy tampak kaget. Dia langsung memasang ekspresi kecewa. "A-aku masih nggak percaya..." ungkapnya dengan perasaan goyah.

"Ya sudah, pastikan saja nanti sama Rangga. Aku pergi duluan, sudah telat ternyata." Astrid bergegas meletakkan plastik ke atas meja makan.

Bertepatan dengan itu, Rangga keluar dari kamar.

"Ga! Itu aku belikan kamu lontong sayur. Tapi aku harus pergi sekarang. Aku sudah telat," ujar Astrid. Dia segera berlari keluar dari rumah.

"Oh iya, Trid. Makasih," tanggap Rangga. Kini dia menatap Cindy yang masih berdiri mematung di tempatnya.

"Cindy? Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?" tanya Rangga.

"Apa benar kau dan cewek tadi pernah pacaran." Cindy balas bertanya.

"Emm... Iya, pernah," jawab Rangga.

"Benarkah? Lalu apa kau masih menyukainya?" Mata Cindy tampak berkaca-kaca.

Rangga sempat terdiam. Dia berpikir ini adalah kesempatannya untuk membuat Cindy menjauh dan berhenti berharap padanya. Jujur saja, Rangga merasa tidak nyaman dengan perhatian gadis itu yang terbilang terlalu ketara. Hampir setiap hari Cindy memberi sesuatu kepadanya. Septi saja tidak sampai seperti itu kepada dirinya. Lagi pula Cindy masih sangat muda, Rangga tak mau dirinya menyia-nyiakan waktu gadis itu.

"Aku rasa begitu... Kemarin tanpa sengaja kami bertemu lagi. Aku sangat--"

Brak!

Ucapan Rangga terpotong karena Cindy membanting kotak bekalnya.

"Ternyata kau sama saja seperti lelaki lain!" geramnya. Lalu pergi dengan langkah menghentak dari rumah Rangga.

Rangga mendengus kasar. Dia tentu merasa bersalah, tapi dirinya tak punya pilihan lain. Rangga tak mau memanfaatkan perasaan gadis muda seperti Cindy hanya untuk mendapat makanan.

Rangga segera mengambil kotak bekal milik Cindy yang terjatuh. Dia buka kotak bekal itu.

Senyuman tipis terukir di wajah Rangga. Isi bekal Cindy terasa begitu tulus. Akan tetapi pikiran Rangga justru teringat pada kakak iparnya. Siapa lagi kalau bukan Dita. Perempuan itu dulu rajin menyiapkan bekal untuknya. Masakan Dita bahkan selalu enak.

"Kangen lagi deh..." gumam Rangga. Faktanya dia masih menyukai Dita, bukan Astrid.

Di sisi lain, tepatnya di polsek Batu Wangi, Pak Adi menyuruh Riki dan Gary memasukkan Dian ke penjara. Mumpung gadis itu sedang tidur lelap.

"Terus gimana selanjutnya, Ndan?" tanya Riki.

"Aku akan beritahu Pak Tony kalau pelakunya sudah ditangkap," jawab Pak Adi. Dia segera menghubungi Pak Tony yang tak lain adalah ayah dari Nadia.

Sementara di dalam penjara, Dian terbangun. Hawa dingin penjara yang menusuk membuat tidurnya tak tenang. Dia sama sekali tak kaget saat menemukan dirinya ada di dalam penjara.

"Aku akan bertahan demi kamu, Dek..." gumam Dian sambil mengingat Mirna. Dia menggenggam kalung liontin hadiah dari adiknya.

Tak ada yang tahu, dibalik dendam Dian, ada cerita pilu yang tidak diketahui orang lain. Dimana sebenarnya Mirna adalah korban pembullyan dari Nadia dan Fira. Bahkan ada video telanjang Mirna yang tersebar karena ulah dua gadis tersebut. Karena video itu, Mirna dikeluarkan dari sekolah dan dikucilkan. Alhasil akibat tekanan itu, Mirna memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri dengan menggunakan seutas tali yang digantung di tiang kamar rumahnya.

Dian semakin marah, saat dirinya mencoba menuntut Fira dan Nadia, dia malah disudutkan. Tidak ada orang yang mau membantunya. Kekesalannya bertambah dua kali lipat saat melihat Nadia dan Fira tertawa gembira, mereka terlihat menjalani hidup dengan tenang tanpa ada rasa bersalah. Sehingga Dian pun tak punya pilihan selain membalas dengan caranya sendiri.

1
Ning Suswati
aq ingin firza mendapatkan karma yg sangat pedih, masa enak2an, sekarang yoranya kemana y🤔 apa dia selingkuh juga
Ning Suswati
semoga saja firza tdk jahat dan iri lagi dg adik sendiri, kan sekarang sdh berada di posisi puncak, uang jabatan dan kekuasaan
Oaow Hwhe
dita
Ning Suswati
yg sabar rangga, kakakmu sdh menjadi petinggi di jajarannya, bukan musuh cuma dg adu otot, gk bakalan menang
ferry gamal
rangga dan Astrid
ferry gamal
pelakunya maling
Ning Suswati
baguslah ada pendekar bayangan yg akan mengusut semua kejahatan yg dilakukan oleh oknum aparat
Ning Suswati
issshhh jadi ikutan nyesek pengen nangis, suatu pengorbanan yg sangat besar, bahkan yg melakukannya orang lain, bahkan mantan ipar, bukan saudara atau keluarga
Ning Suswati
nah kena kau kak dita, polisi mau dikibulin
Ning Suswati
makin ribet aja, masalah astrid, dita yg hilang ditelan awan, udah deh rangga jadilan polisi sesuai SOP, gk usah menentang pimpinan, kau bisa masuk polisi karena suap juga, pegorbanan dita jgn sampai sia2, sok2an jadi orang suci
Ning Suswati
jgn2 yg membubuh pak alun adalah selingkuhan isterinya pak alun
Ning Suswati
baguskah, dibalas dg hukun rimba,
Ning Suswati
dasar wanita gk punya moral, main sosor aja
Ning Suswati
kak dita lagi jalan2 kemana y🤔, jgn2 kak dita menjadi isteri kelima t4 nya meminjam uang utk melancarkan rangga lolos diterima jadi polisi, cinta dan pengorbanan
Oppo
lanjutkan
Oppo
nggak wkwkwk 😀😀
sconery
perdebatan itu membuatku mesem2 sendiri Thor 🤭
Jero Mawora
rangga kayak anak kecil,masa dgn kata2 safea saja dia tanggapi serius
Jero Mawora
iyaaaa kannn dugaanku jg gk salah dehhh antara arman dan istrix korban sdh ada rencana🤭🙏
Jero Mawora
sebaikx dita harus bersikap dewasa dia harus nampu mengatasi keadaan,jangan semakin menjauh agar permasalahan dapat terselesaikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!