NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 : Pikiran & Latihan

...Happy Reading^^...

...💮...

Asher sedang memikirkan ucapan-ucapan adik perempuan beberapa minggu yang lalu.

Mata berwarna hijau bening itu tertutup.

"Penglihatanku dimulai dengan dirimu yang sakit,"

"Lanjutkan!"

"Aku melihat kamu terbaring sakit di atas tempat tidur. Itu disebabkan oleh racun yang kamu dapatkan setelah melakukan pemeriksaan pada pelabuhan tepat bulan ini,"

"Tepat beberapa hari lagi?" dia melihat adiknya menganggukkan kepalanya.

"Lalu setelah itu, aku melihat diriku sedang memarahi dirimu yang memaksakan diri untuk bekerja padahal kondisimu sedang tidak baik,"  dia mendengar suara adiknya seperti tercekat.

"Kita berdebat dengan kak Asher yang menenangkan diriku, padahal aku mencemaskan dirimu!"

"Dan penglihatan selanjutnya adalah kamu yang terbaring kaku di atas tempat tidur. Aku, Papa dan Mama melihat kamu sedang diperiksa oleh Amelia. Kamu pergi saat itu juga..."

"Lalu penglihatan berikutnya adalah Mama yang meninggal di atas kasur,"   dia melihat adiknya menangis langsung membawa adik bersurai merah mudanya itu ke dalam pelukannya dan menenangkannya.

"Habis dirimu yang meninggal, lalu mama menyusul. Hanya tersisa aku sama Papa,"

"Lalu setelah itu, aku diperintah Papa untuk menjadi Countess muda menggantikan dirimu. Kak Asher,"

"Lalu apa?"

"Aku mengikuti Upacara Kedewasaan Kekaisaran dan di sana bertemu banyak orang. Papa mengenalkanku sebagai Putri keluarga Lorienfield sekaligus Countess muda Lorienfield. Beberapa kurang setuju karena aku perempuan, tapi Papa yang melindungiku selama di Istana. Lalu semuanya berjalan dengan baik setelah aku selesai menerima gelar dari Yang Mulia Kaisar, sampai..."

"Aza! Sampai apa? Lanjutkan ceritamu!"

"...sampai aku menjalin hubungan dengan pangeran mahkota dan itu membuatku terbunuh di ending pertarungan antar takhta karena racun."

"Bagaimana bisa kamu menjalin hubungan dengan dia dan kenapa kamu tidak diobati? Ke mana Bibi Edel dan Biarawati Wilayah Utara"

"Perjanjian perjodohan antara Papa dan Pangeran Mahkota Feroz. Wilayah kita saat itu tengah hancur, kak Asher! Sebelum kamu meninggal, kamu juga berjuang bersama Papa dan yang lainnya untuk membuat Wilayah Lorienfield keluar dari krisis, tapi sayangnya kamu telah meninggal. Papa juga terpaksa meminta bantuan pada Pangeran Mahkota, itu semua dia lakukan untuk orang-orang wilayah Lorienfield. Tapi bantuan itu tidak gratis karena Pangeran Mahkota juga tengah mengalami perebutan takhta. Oleh karena itu, dia meminta perjodohan denganku sebagai imbalannya..."

"...tapi jangan khawatir,"

"Pangeran Mahkota Feroz sangat baik padaku, karena dia juga menyukai bahkan mencintaiku sepenuh hatinya!"

"Terlebih lagi, dia juga memperlakukanku dengan baik!"

"Tapi dia tidak bisa menjagamu sampai akhir hingga kamu meninggal karena diracun!"

"Lalu, ke mana perginya Bibi Edel dan para penyembuh Miravale serta Biarawati dari wilayah Utara yang terkenal hebat itu?"

"Mereka mengalami kecelakaan kereta di Wilayah Utara saat berusaha mendatangi pasien di daerah lain. Tidak ada yang tahu pasti kenapa dan bagaimana kecelakaan itu terjadi. Bibi Edel, beberapa kerabat kita dari keluarga Miravale bahkan beberapa Biarawati yang memiliki kekuatan penyembuh yang sangat kuat juga ikut menjadi korban. Mereka kecelakaan sebelum kamu sakit kak,"

"Jadi itu yang membuat diriku, Mama dan kamu tidak bisa disembuhkan? Karena penyembuh banyak terbunuh di waktu itu?"

Asher membuka matanya dan berpikir cukup keras.

Kematian Edelweiss Miravale dan keluarga Miravale yang lain karena kecelakaan kereta.

Kematian dirinya sehabis dari pemeriksaan Pelabuhan yang sebenarnya diundur akibat perampokan aneh yang terjadi. Seharusnya dia sudah berangkat tiga minggu lalu, tapi Count Lorienfield justru menahannya untuk melatih para prajurit baru ini.

Kematian Mamanya.

Wilayah Lorienfield yang hancur.

Kerja sama antara Count Lorienfield dengan Pangeran Mahkota demi menyelamatkan wilayah Lorienfield, tapi dengan cara mempertaruhkan kebebasan Azalea.

Lalu terakhir kematian Azalea akibat konspirasi Perebutan Takhta.

Bisa-bisanya Pangeran Mahkota sebodoh itu sampai tidak bisa menyelamatkan Adiknya.

Tapi di sini Asher lah yang paling bodoh! Bagaimana bisa dia meninggalkan kedua orangtuanya serta adiknya, bagaimana bisa dia meninggalkan wilayah yang dalam keadaan krisis, bahkan bisa-bisanya dia meninggalkan adiknya dijodohkan dengan laki-laki yang tidak bisa melindunginya?!

Betapa bodohnya seorang Asher Lorienfield!

Tidak!

"Apa benar aku harus berkerja sama dengan Azalea?" batin Asher.

"Tuan!" panggilan seseorang membuat Asher membuyarkan lamunannya. Count Muda Wilayah Lorienfield itu mengangkat kepalanya dan melihat ajudannya bersama beberapa pelatih dan prajurit yang terpilih untuk dilatih hari ini.

"Ada apa?" tanya Asher pada ajudannya yang memanggil dirinya hingga lamunan Asher buyar.

"Ayo! Berlatih dengan saya! Para prajurit muda ini ingin melihat kemampuan anda, Tuan Asher!" seru ajudannya meminta.

Asher pun menghela nafas lelah. Lalu dia beranjak dari duduknya di rerumputan.

"Baiklah, ayo kita berlatih!" seru Asher bersemangat sambil mendekat.

"Yuhuu!" seru ajudannya Asher.

Asher menerima satu pedang yang diulurkan padanya dengan hormat, oleh salah satu prajurit baru.

Asher menerimanya dengan senyuman, tangan kuatnya melepaskan pedang itu dari sarungnya. Pedang tajam dengan ukiran elang pink terlihat.

Trang!

Tring!

Set!

Sring!

Gerakan demi gerakan, ayunan demi ayunan, mereka juga saling menangkis pedang lawan agar mereka tidak terluka sedikit pun.

Ajudannya menyabetkan pedangnya ke bawah rumput, di mana kaki Asher hampir kena jika dia tidak segera memundurkan kakinya.

Keduanya berhenti sejenak sambil terengah-engah setelah mengeluarkan banyak tenaga.

Beberapa orang mulai bersorak, membuat kedua pemuda itu terbakar adrenalinnya.

Trang!

Set!

Latihan pun kembali dimulai. Asher mulai mencari titik lemah lawannya dengan teliti.

Dia menaikkan tenaganya ketika menangkis lawannya membuat Ajudannya itu termundur beberapa langkah.

"Langkah yang bagus, Tuan Muda!" serunya bangga. Asher tersenyum mendengarnya, dia selalu menjadi sahabat terbaik Asher dan orang yang paling mendukung dia selain keluarga intinya sendiri.

Namun, Asher tidak mau menyerah di latihan ini hanya karena persahabatan mereka. Dia menemukan titik lemah ajudannya dan segera memberikan tangkisan yang sangat ganas. Ajudannya sendiri menjadi panik karena Tuannya kini mengarahkan pedangnya dengan kuat.

Lalu dengan cepat Asher mengarahkan pedangnya menghantam pedang ajudannya dengan kuat beberapa kali. Dan ajudannya tidak kuat menahan hantaman senjata Tuannya yang kuat itu sehingga senjatanya sendiri terjatuh dari genggaman tangannya. Lalu Asher berdiri di belakang ajudannya, sambil mengarahkan pedangnya ke leher ajudannya itu dari belakang. Nafasnya memburu.

Ajudannya mengangkat kedua tangannya pertanda menyerah. Lalu salah satu pelatih pedang menyerukan "Selesai!" sehingga semua prajurit bertepuk tangan dan heboh. Asher pun menarik pedangnya dari leher ajudannya itu, lalu menyarungkan pedang itu kembali.

Di tengah para prajurit muda yang dilatih, Asher dapat melihat dua sosok perempuan berambut merah muda sama dari kejauhan.

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 5 Febuari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!