NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Harem
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertanyaan Tante Risa

"Aaa...Gavin..!"teriak  Kanaya. 

"Gavin.... Takut!" Lagi Kanaya berteriak.

Kanaya kini memeluk erat Gavin, Kanaya itu penakut apalagi kalo dalam posisi gelap seperti ini, alhasil kalau ada orang di sekitarnya, tak mungkin ia biarkan orang itu pergi.

Sedang Gavin menegang, ketika tiba-tiba tubuhnya di peluk oleh Kanaya, apalagi posisi tubuh mereka sekarang memang benar benar menempel. Gavin jadi berharap agar pemadaman lampu ini sampai besok pagi.

Tak sampai 5 menit.... Ctas!

Lampu ternyata menyala kembali, sementara posisi Gavin dan Kanaya masih sama seperti tadi. Dan Kanaya yang menyadari posisi mereka, akhirnya melepaskan pelukannya pada tubuh Gavin, dan mundur selangkah, untuk memberinya jarak dengan Gavin.

Suasana kamar itu tiba-tiba terasa penuh kecanggungan, tak ada yang bersuara baik Gavin maupun Kanaya, Kanaya pikir Gavin akan langsung meninggalkan nya dan tidur di luar bersama Alex, namun ternyata pria itu masih berdiri di hadapannya sekarang.

Setelah beberapa saat."Nay..."Gavin tiba-tiba bersuara .

"Ya,"jawab Kanaya, dengan posisi kepala yang menunduk tak berani menatap pemuda di hadapannya.

"Apa syarat untuk bisa jadi pacar lo?"Tanya Gavin, yang membuat Kanaya mendongakan kepalanya.

"Hah...M-maksud lo?" Bukannya menjawab Kanaya  malah balik bertanya.

Gavin menghela napas, melihat ekspresi Kanaya ,ia menatap dalam Kanaya yang terlihat gugup.

"Lo bisa nerima Rai kan, lo juga malah punya mantan, sekarang yang gue tanya, apa syaratnya, untuk menjadikan lo sebagai pacar?"tanya Gavin lagi.

Kanaya terpaku beberapa saat, kemudian kembali menatap Gavin. Dengan pandangan yang sama seperti Gavin.

"Rangga itu orang baik, yang selalu berusaha membahagiakan gue dengan caranya, dan mampu membuat gue jatuh cinta, walaupun pada akhirnya dia juga orang yang melukai hati gue, itu salah satu alasan gue nerima dia."

"Sedangkan Rai, dia adalah orang  yang selalu melindungi dan menjaga gue, dia adalah sahabat dan kakak buat gue,walaupun ternyata... Dia mempunyai keluarga yang gak bisa menerima kehadiran gue."

"Gak ada syarat apapun, selama orang itu benar benar tulus menerima dan menyayangi gue. "Jawab Kanaya.

"Apa sekarang lo mau jadi pacar gue, setelah hubungan lo sama Rai berakhir?"Tanya Gavin yang membuat kanaya terkejut.

"Gav, apaan deh, maksud lo apa sih?"Tanya Kanaya dengan wajah kesal pada Gavin.

"Nay, gue tau, gue bukan cowok dengan title baik kaya Raihan atau pun mantan lo itu."

"Tapi, untuk saat ini, gue sedang berusaha berubah jadi orang yang lebih baik, dan lo tau kenapa gue mau  berubah?"tanya Gavin, yang mendapatkan gelengan dari Kanaya.

"Karna lo Nay, karna lo gue perlahan berubah. Karna lo, gue pengen jadi lebih baik biar bisa layak untuk berada di sisi lo."Lanjut Gavin yang jelas membuat Kanaya semakin terkejut.

"Bukan semata karna Nafsu, gue tiba-tiba nyium lo, bukan semata karna itu ,gue berusaha untuk selalu ada buat lo."

"Tapi karna, saat ini cuma lo cewek satu-satunya yang selalu ada di pikiran gue, bahkan disaat gue tau, kalo lo adalah pacar sahabat gue, gue tetep gak bisa lupain lo Nay, Gue.. Sayang sama lo Nay."ucap Gavin  lalu pergi meninggalkan Kanaya begitu saja.

Dan kini Kanaya hanya mematung, menatap kepergian  pria Gavin, tanpa berubah mencegahnya.

Gavin akhirnya keluar kamar dan bergabung bersama Alex, yang kini terlihat sedang menonton televisi.

"Kenapa lo,tadi perasaan lo bilang pengen sendiri makanya pengen banget ngusir gue, sekarang kenapa malah nyamperin gue kesini?"tanya Alex dengan ekspresi mengejek yang di abaikan oleh Gavin, Gavin malah mendudukan tubuhnya di  samping Alex.

Belum sempet Alex berbicara lagi, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Yang mengalihkan atensi pria itu. Alex pun mengangkat lebih dulu telponnya, tertera nama Tante Risa yang kini tengah menelponnya.

"Halo, tante."ucap Alex ketika telponnya telah terhubung.

"Oh iya, kemana tante?"

"Oh begitu, ya udah tante saya kesana sekarang."ucap Alex di akhir sambungan telponnya.

Alex menatap Gavin setelah dia kembali meletakkan ponselnya di meja di hadapan pria itu.

"Tante Risa nyuruh gue ke rumahnya  sekarang. "Ucap Alex pada Gavin, membuat Gavin mengerutkan keningnya.

"Lo mau ikut?"Lanjut Alex.

"Tante Risa sebenarnya nyuruh kita,tapi gue terserah lo aja, kalo lo gak mau."ucap Alex.

Gavin nampak berpikir beberapa saat, sebenarnya dia cukup penasaran dengan apa tujuan tante Risa alias ibunya Raihan tiba tiba memanggil mereka.

"Ya udah, gue ikut, tunggu bentar gue ganti baju dulu."Ucap Gavin setelah itu, meninggalkan Alex menuju kamarnya.

Begitu memasuki kamar, dapat Gavin lihat Kanaya, yang sedang berdiri di dekat jendela apartemennya, gadis itu tampak tak menyadari kehadirannya .

Gavin pun berjalan  menghampiri gadis itu, yang masih setia membelakanginya.

"Nay.."bisik Gavin tepat di samping telinga Kanaya, membuat Kanaya refleks membalikan tubuhnya ke belakang.

Jarak yang dekat, di tambah tubuh Gavin yang memang tadi sedikit merunduk membuat wajah kanaya dan Gavin akhirnya bertemu bahkan hidung mereka kini bersentuhan.

Mata Kanaya melotot karna terkejut sementara Gavin hanya fokus melihat ke arah bibir Kanaya.

Cup.

Untuk kesekian kalinya, Gavin mencium lembut bibir gadis itu yang seperti sudah menjadi candu untuknya itu, melumatnya pelan kemudian melepaskannya. Kanaya tampak hanya mematung ,seolah tak menyadari rangkaian adegan yang baru saja terjadi padanya.

"Maaf lagi-lagi, gue nyuri kesempatan buat nyium lo, tapi sepertinya gue gak akan pernah bisa menghentikan kebiasaan ini."

" Oya, gue sama Alex, ada urusan sebentar, lo tetap disini oke, dan jangan keluar kamar."ucap Gavin singkat, kemudian mengacak rambut Kanaya sebentar setelah itu mengecup kening gadis itu.

Setelah itu, Gavin pun meninggalkan Kanaya, yang masih terdiam dalam kekagetannya.

---

Alex dan Gavin tiba di kediaman Raihan hanya dalam waktu 20 menit, jarak yang tak terlalu jauh, di tambah jalan yang cukup lengang memperlancar perjalanan mereka.

Saat tiba di rumah Raihan, Gavin dan Alex di sambut ramah oleh Risa ibunda Raihan, mereka langsung di bawa menuju ruang tamu megah, milik keluarga Alfares.

"Duduk  Gav, Lex... Udah lama ya kalian gak main ke rumah tante?"ucap Risa berbasa-basi  yang hanya di angguki Alex maupun Gavin.

Tampak Raihan yang kini berjalan menghampiri mereka, memberikan senyuman terpaksa kepada dua sahabatnya itu.

Sepertinya suasana Raihan sedang sangat  buruk sekarang. Raihan pun ikut duduk di samping kedua sahabatnya, dan menghadap ke arah Risa.

Risa tersenyum menatap tiga pemuda tampan itu ,tiga pemuda yang dua di antaranya sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.

Gavin dan Alex, di buat semakin bingung dengan keadaan mereka yang seolah akan di introgasi oleh Risa saat ini.

"Ehm, maafya Gavin, Alex, tante nyuruh kalian kesini malem malem."

"Tante sebenarnya cuma mau tanya sesuatu, mengenai Rai anak tante, apa benar  Rai sekarang punya pacar?"

-Bersambung

1
Supri Yanto
lanjut kk💪👍
Aisyah Swan: Siappp, di tunggu ya😍😍
total 1 replies
D
Lanjuut👍
Supri Yanto
lanjut kk
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Aisyah Swan: Makasih, semangat bacanya😍
total 1 replies
Supri Yanto
lanjut👍
Aisyah Swan: Siapp😍
total 1 replies
D
Lanjut
D
😍
D
Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!