NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:696
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Aroma Sandalwood dan Cat Minyak

​Mobil sport milik Ryuga membelah jalanan Jakarta yang mulai sepi. Di dalam kabin, hanya ada suara napas yang masih memburu. Ryuga tidak membawa Kiara pulang ke apartemennya, melainkan mengarahkan kemudi menuju sebuah kawasan elit di perbukitan pinggir kota Mansion Dewangga.

​"Luka di pergelangan tanganmu perlu dibersihkan dengan benar. Aku tidak mau asistenku terkena infeksi dan absen di hari penting besok," ucap Ryuga datar, mencoba membenarkan keputusannya membawa Kiara ke kediamannya.

​Kiara hanya menaikkan alisnya. "Hanya lecet kecil, Pak. Saya bisa mengatasinya sendiri di rumah."

​"Di rumahmu ada Dino yang mungkin akan pingsan hanya melihat setetes darah. Di rumahku ada peralatan medis yang lengkap. Jangan membantah," potong Ryuga mutlak.

​Mansion Dewangga – 23.30 WIB

​Mansion itu tampak seperti istana tua yang megah namun kesepian. Ryuga membawa Kiara masuk melalui pintu samping yang langsung menuju ke perpustakaan pribadi. Aroma kayu tua dan lilin wangi menyambut mereka.

​"Duduk di sana," perintah Ryuga sambil menunjuk kursi beludru hijau.

​Ryuga kembali dengan kotak P3K. Dengan gerakan yang sangat kaku namun hati-hati, ia meraih tangan Kiara. Jari-jari panjang Ryuga yang biasanya dingin kini terasa hangat saat bersentuhan dengan kulit Kiara. Ia membersihkan luka lecet itu dengan kapas beralkohol.

​Kiara meringis sedikit, membuat Ryuga refleks meniup luka itu perlahan. Jarak mereka begitu dekat hingga Kiara bisa mencium dengan jelas aroma sandalwood yang menjadi ciri khas Ryuga aroma yang menenangkan sekaligus mengintimidasi.

​"Selesai," ucap Ryuga pelan, namun ia tidak segera melepaskan tangan Kiara. Matanya terpaku pada pergelangan tangan wanita itu, sebelum akhirnya ia tersadar dan berdehem canggung. "Aku harus menerima telepon penting. Kau tetap di sini, jangan berkeliaran."

​00.15 WIB

​Ryuga sudah pergi selama lima belas menit. Kiara yang tidak bisa diam mulai merasa bosan. Langkah kakinya membawanya menyusuri koridor panjang yang dipenuhi foto-foto keluarga Dewangga. Di ujung lorong, ia melihat sebuah pintu kayu jati yang sedikit terbuka.

​Dorongan rasa ingin tahu mengalahkan kepatuhannya. Ia mendorong pintu itu pelan.

​Alih-alih ruang kantor atau kamar tidur, Kiara justru menemukan sebuah studio luas dengan atap kaca yang memperlihatkan bintang-bintang. Di sana, aroma sandalwood(kayu Cendana ) bercampur tajam dengan bau cat minyak dan tiner.

​Puluhan kanvas berserakan. Ada yang hanya berupa coretan warna gelap yang penuh emosi, ada pula yang setengah jadi. Namun, mata Kiara tertuju pada sebuah kanvas besar di tengah ruangan yang tertutup kain putih.

​Ia menarik kain itu sedikit. Detak jantungnya seolah berhenti.

​Itu adalah lukisan abstrak, namun di tengah kekacauan warnanya, ada siluet seorang wanita yang sangat dikenalnya. Wanita dengan gaun biru dongker, sedang berdiri di sebuah balkon dengan latar belakang lampu kota.

​"Aku sudah bilang jangan berkeliaran."

​Suara rendah Ryuga di belakangnya membuat Kiara tersentak. Ia berbalik dan menemukan Ryuga berdiri di ambang pintu, tangannya masih memegang ponsel, namun matanya memancarkan kemarahan sekaligus kerentanan yang dalam.

​"Pak Ryuga... ini..." Kiara kehilangan kata-kata.

​Ryuga melangkah maju, menutup kain putih itu kembali dengan gerakan kasar.

"Ini hanya coretan untuk membuang stres. Jangan berpikiran yang tidak-tidak."

​"Anda melukis saya," bisik Kiara, matanya menatap Ryuga lurus-lurus.

"Kenapa?"

​Ryuga terdiam, menyudutkan Kiara ke arah meja kerja yang penuh dengan palet warna. Ia meletakkan kedua tangannya di sisi tubuh Kiara, mengurung wanita itu dalam aromanya yang memabukkan.

​"Karena kau adalah satu-satunya gangguan yang tidak bisa ku hapus dari kepalaku sejak kau memperbaiki jam itu, Kiara," ucap Ryuga dengan suara yang hampir menyerupai bisikan. "Kau berdetak di sana, dan aku tidak bisa menghentikannya."

​Sementara itu, di apartemennya, Dino sedang sibuk mengunggah foto-foto dari gala dinner tadi. Ia berhenti pada satu foto yang ia ambil secara sembunyi-sembunyi: foto Ryuga yang sedang menatap Kiara dari kejauhan dengan tatapan yang sangat dalam.

​Dino [Caption IG ]: "Misi hari ini: Menyelamatkan kamera dari tong sampah dan menyaksikan 'Kulkas Dunia' mulai mencair. Siapkan jaket, teman-teman, akan ada banjir perasaan!"

​Ia kemudian mengirim pesan singkat ke Kiara.

Dino [WA]: "Ki! Aku sudah aman. Tapi aku baru sadar, tadi di parkiran, Pak Ryuga memukul orang pakai gaya boxing yang sangat mahal. Tanyakan padanya, apa dia mau jadi model produk suplemen ototku? Lumayan buat nambah uang sewa kita!"

​Kembali ke Studio Lukis

​Kiara merasakan nafas Ryuga di keningnya. perasaan ini terasa seperti sumbu yang hampir mencapai bubuk mesiu.

​"Anda seharusnya tidak melukis asisten Anda sendiri, Pak Ryuga. Itu tidak profesional," goda Kiara, meski suaranya sedikit bergetar.

​Ryuga menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kiara, menghirup aroma jeruk nipis dan melati yang kini bercampur dengan bau cat minyak di tangannya. "Aku bosnya. Aku yang menentukan apa yang profesional dan apa yang tidak."

​Tepat saat itu, alarm keamanan mansion berbunyi nyaring. Layar monitor di studio menampilkan pergerakan di gerbang depan. Seseorang sedang mencoba masuk secara paksa.

​"Masa tenang kita sudah habis," desis Ryuga, matanya kembali menjadi dingin sekeras baja. "Sepertinya Paman Bramasta tidak mau menunggu sampai besok pagi."

​Kiara langsung menarik sebuah kuas panjang dan mematahkannya, menciptakan ujung yang runcing sebagai senjata darurat. "Baguslah. Saya juga belum sempat berterima kasih secara layak atas serangan di parkiran tadi."

Garis yang Bersinggungan

​Ryuga menjauhkan wajahnya dari leher Kiara, namun tangannya masih mencengkeram sisi meja, menahan gejolak yang baru saja ia tumpahkan. Suasana intim itu menguap, digantikan oleh ketegangan murni saat layar monitor di sudut studio berkedip merah.

​"Dua mobil hitam di gerbang utara. Mereka tidak menggunakan protokol tamu," ucap Ryuga, suaranya kembali sedingin es.

​Kiara segera menyesuaikan posisinya. Ia melirik palet cat minyak yang masih basah di meja, lalu ke arah Ryuga. "Pak Ryuga, jika lukisan itu adalah cara Anda membuang stres, maka biarkan serangan ini menjadi cara saya membuang energi."

​Ia menarik napas dalam, membiarkan aroma sandalwood dan cat minyak itu menjadi bahan bakar adrenalinnya. Kiara meraih botol tiner di dekat kanvas, menuangkannya sedikit ke kain lap, dan melilitkannya ke ujung kuas yang sudah ia patahkan tadi.

​"Jangan mati di rumahku, Kiara. Itu akan sangat merepotkan bagian kebersihan," sindir Ryuga, meski tangannya kini sudah menggenggam sebuah belati taktis yang ia ambil dari balik laci rahasia meja lukisnya.

​Kiara tersenyum miring, sebuah binar menantang muncul di matanya. "Tenang saja. Darah mereka tidak akan mengotori kanvas Anda."

✨✨✨

​Di seberang sana, ponsel Kiara yang tergeletak di meja bergetar hebat. Sebuah pesan masuk dari Dino yang sepertinya sedang asyik makan mie instan di depan monitornya.

​Dino : "Ki! Kenapa GPS-mu menunjukkan kamu bergerak cepat ke arah gudang senjata mansion? Apa kau sedang main petak umpet ekstrem dengan Bos Kulkas? Kalau iya, tolong kirim pap Ryuga pakai kaos dalam saja, ya! Untuk riset konten 'Hot CEO'!"

​Kiara hanya sempat melirik notifikasi itu sekilas sebelum akhirnya ia mematikan lampu studio, menenggelamkan mereka dalam kegelapan yang hanya diterangi cahaya bintang dari atap kaca.

​"Waktunya bekerja, Pak Ryuga," bisik Kiara dalam gelap.

​"Kesepakatan dimulai," jawab Ryuga rendah.

​Detik jam tangan di pergelangan tangan Kiara berdetak semakin kencang, seirama dengan langkah kaki yang mulai terdengar menaiki tangga mansion.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!