Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Iri Hati
Rania benar-benar merasa canggung jalan bersama calon ibu mertuanya. Bagaimana tidak, jika banyak orang yang mengenal calon ibu mertuanya itu hingga membuat dirinya juga ikut di perkenalkan dengan begitu bangganya disana.
"Cantik dong, Arkana juga ganteng dan saya cantik. Iya kali calon mantunya jelek, kan gak mungkin." jawab Sarah dengan penuh percaya diri.
Jelas dia percaya diri, bahwa dirinya memang cantik dan putranya itu ganteng.
"Yaudah deh, saya lanjut. Soalnya mau nemenin calon mantu belanja habisin duit anak saya!" ujar Sarah lagi sebelum pergi meninggalkan teman-temannya.
"Maaf ya Rania, temen-temen mami memang begitu. Suka kepo!" ucap Sarah pads calon mantunya.
Sedangkan Rania hanya tersenyum kaku untuk itu. Mau bicara apa juga dia tidak mengerti. Jadi lebih baik diam dan menanggapi sekenanya saja.
"Nah, ayo masuk! Kamu pilih mau yang mana sayang." Sarah menarik tangan Rania untuk memasuki sebuah store ternama kelas dunia. Melihat barang-barang itu bukannya terpukau, Rania malah takut.
"Em, nyonya-"
"Mami, sayang. Mami!" pungkas Sarah yang terus berusaha membuat Rania mau memanggilnya mami.
"I-iya, mami."
"Nah, gitu dong! Ayo pilih kamu mau yang mana. Tenang aja, jangan takut sama harganya. Uang calon suami kamu itu banyak. Jadi jangan takut, oke!" ujarnya pada Rania.
"Tapi Rania gak tau mau beli apa, mi. Rania-"
"Ayo liat dulu. Kalau gak cocok di sini kita ke store lain. Atau apa aja deh, yang penting kamu belanja. Calon suami kamu itu duitnya banyak. Papi mertua kamu apalagi. Jadi ayo kita habiskan uang mereka walau mami yakin juga bakalan sulit untuk menghabiskannya!" ujar Sarah lagi yang membuat Rania tersenyum.
Melihat Rania yang mulai menerima keberadaan dirinya membuat Sarah bisa sedikit bernafas lega. Setidaknya dia harus membangun rasa percaya diri Rania lebih dulu dan berusaha mendekatinya.
Mereka benar-benar belanja, sampai dimana Arkana yang baru saja selesai berolah raga mendengar notifikasi di ponselnya dan dia cukup terkejut saat melihat begitu banyaknya transaksi atas kartu miliknya.
"Pasti kerjaan mami." gumamnya setelah melihat itu.
Dia tidak tau jika maminya menguras isi kartu miliknya bersama dengan Rania. Hari in,i, gadis itu benar-benar di manjakan oleh calon ibu mertuanya dengan segala keperluan mewah. Sungguh luar biasa sekali memang jika orang kaya ini.
Keduanya berbelanja hingga tanpa sadar hari sudah beranjak sore, bahkan mereka juga sudah menghabiskan banyak makanan. Lebih tepatnya Sarah, karena dia senang memiliki partner untuk menghabiskan uang anak dan suaminya itu.
"Ayo sayang, kita pakai supir aja deh. Mami capek kalah harus bawa mobil sendiri."
"Iya, mi." jawab Rania masih canggung.
Dia tidak tau sekaya apa keluarga calon suaminya, hingga mobilnya saja yang menjemput mereka juga sudah berbeda lagi. Luar biasa sekali bukan?
"Gemes banget sih kamu, sayang." gumam Sarah melihat Rania yang sudah tertidur di dalam mobil.
Dia mengambil ponselnya, lalu mengirimkan fotoin gadis cantik itu ke ponsel putranya.
"Mami?" gumam Arkana membuka pesan yang di kirimkan maminya.
"Lagi tidur aja tetap cantik. Sayang, jalan kamu gak bagus buat dapetin gadis secantik Rania!" tulis maminya pada pesan yang dia kirimkan untuk Arkana.
Melihat Rania bersama maminya membuat Arkana cukup terkejut. Apalagi Rania yang tertidur dengan begitu pulasnya.
"Mami apain Rania?" tanya Arkana pada maminya.
"Mami ajak kuras duit kamu!" balas Sarah yang membuat Arkana sadar, jika tadi maminya pergi bersama Rania. Jika tau begitu dia tadi kan ikut menemani mereka.
"Sayang, bangun yuk. Kita udah sampai rumah kamu." Sarah mengusap tangan Rania hingga membuat gadis itu terkejut.
"Maaf, Rania ketiduran." ucapnya penuh sesal.
"Gak apa-apa. Kamu capek ya? yaudah, ayo turun dan habis ini kamu bisa istirahat lagi. Biar barangnya nanti pak Hasan yang bawain." jawab Sarah.
Benar saja, Rania turun dari mobil mewah ituu bersama calon ibu mertuanya. Dia melihat jika ibu dan kakanya sudah menunggunya. Bahkan bapaknya juga ikut keluar dari rumah setelah mengetahui dirinya pulang.
"Maaf ya buk, lama. Soalnya saya gemes sama Rania yang gak mau belanja." ucap Sarah pada calon besannya.
"Iya buk, maafin Rania kalah merepotkan."
"Tidak begitu. Saya senang memiliki teman belanja seperti Rania. Nanti saya ajak belanja lagi buat habisin yang calon suaminya walau gak akan habis juga sih," jawabnya mengandung kesombongan tanpa di sadarinya.
"Oke sayang, mami pamit ya. Nanti bilang sama mami kalau kamu butuh sesuatu. Atau telpon saja Arkana oke!" Rania hanya mengangguk melepas kepergian calon ibu mertuanya setelah memeluk dan mencium puncak kepalanya.
Melihat Rania yang terlihat begitu di sayang oleh calon ibu mertuanya membuat jiwa itu Raisa kembali memberontak.
Terlebih ketika melihat begitu banyaknya barang belanjaan milik Rania yang semuanya sudah pasti memiliki harga fantastis.
"Ck, sombong banget!" gumamnya tidak suka melihat apa yang Rania miliki saat ini.
***
next my