Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.
Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.
Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.
Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.
Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"Aruna," lirih Reyhan yang hampir tak mengenalinya.
"Selamat ulang tahun, Vani," kata Aruna sambil meletakkan sebuah hadiah di meja yang memang disiapkan untuk meletakkan kado-kado dari para tamu.
"Itu Aruna?"
"Gak mungkin, dia cantik banget,"
"Cinderella,"
"Gue gak nyangka ternyata dia bisa secantik ini,"
"Mata Lo aja yang buta, dia gak dandan aja cantik banget apalagi kayak gini,"
Begitu lah ucap para teman-teman sekelas Aruna yang saat ini perhatian dan pandangan mereka hanya tertuju kepada Aruna.
"Loh, kenapa diem? Bukan nya seharusnya udah mulai ya acara nya?" tanya Aruna yang kemudian mengambil tempat di mana teman-teman sekelasnya berkumpul.
"Ah, iya," kata Vani dengan hati yang di penuhi rasa iri.
Pesta itu pun berlangsung dengan lancar, kini tinggal acara makan-makan dan juga ucapan selamat untuk Vani.
"Kok bisa ya, Aruna cantik banget," tak ada habisnya beberapa teman sekelas Aruna dan Vani masih membahas soal Aruna.
"Iya, gaun yang dia pakai juga setau gue edisi terbatas dari design terkenal kota x," ucap teman-teman lainnya.
"Apa mungkin Aruna sebenarnya putri dari keluarga kaya?" sambung yang lain.
"Bisa aja kan, dia selama ini nyamar jadi miskin," sambung orang lainnya.
Namun Vani benar-benar tidak terima, karena semua mata malah hanya tertuju kepada Aruna, padahal malam ini dia juga memakai gaun dan perhiasan terbaik untuk pesta tersebut.
Hal ini membuat Vani tak bisa tinggal diam dan mulai mencari cara untuk menjatuhkan Aruna.
Vani berjalan mendekat Aruna sambil membawa gelas minuman di tangan nya.
Aruna berdiri di tepi kolam renang sambil menikmati udara dingin malam yang terasa segar dan meminum minuman yang tadinya dibagikan oleh pelayan.
"Aruna, gue gak nyangka Lo sampai segitu susahnya datang ke pesta ulang tahun gue," kata Vani dengan suara kecil menghampiri Vani sambil memberinya segelas minuman.
"Susah?" kata Aruna sambil melirik Vani sekilas.
"Ya, kayaknya Lo ngabisin banyak duit deh buat nyewa gaun dan perhiasan itu," kata Vani lagi dengan nada sinis.
Aruna tersenyum tipis, ia menatap Vani dari ujung kaki sampai ujung kepala."Lo gak lagi ngatain diri sendiri kan?"
Vani tersentak kaget dengan ucapan Aruna, ia tidak menyangka kalau Aruna akan tau apa yang dia pakai malam ini adalah barang sewaan.
"Maksud Lo apaan? Gue orang kaya dan Lo orang miskin, terlalu maksa datang ke pesta gue sampai-sampai segelamor ini udah jelas Lo nyewa kan!?" ungkap Vani yang termakan emosi nya sendiri.
"Gue? Nyewa? Menurut Lo gaun yang gue pakai bisa disewa dengan harga berapa?" kata Aruna mendekati Vani dan menatap nya dengan tatapan sinis.
"Lo, mau ngapain Lo? Lo itu cuma orang miskin, Lo gak berhak makai barang-barang mewah," ucap Vani kepada Aruna.
Hal ini pun mengundang perhatian bagi semua teman-teman yang saat itu sedang menikmati pesta.
Mereka pun bergegas menuju ke arah kolam renang dan melihat Vani yang sedang bertengkar bersama Aruna.
"Vani kamu ngapain?" ucap Reyhan menghampiri Vani.
"Gue gak percaya kalau dia itu pake barang-barang milik dia, semua yang dia pake jelas palsu," kata Vani yang kemudian dengan cepat merenggut kalung yang dikenakan oleh Aruna.
Karena tajamnya pengait kalung tersebut, leher Aruna sedikit tergores dan akhirnya terluka.
"Ahhh," leguh Aruna sambil memegang lehernya.
"Vani!" ucap Reyhan segera menarik tangan Vani.
"Aruna Lo gak apa-apa?" Leo segera menghampiri Aruna dan melihat leher Aruna yang memerah akibat kalung tersebut.
"Gue gak apa-apa kok kak," jawab Aruna sambil menatap Vani yang masih memegang kalung nya.
Di sini Aruna sengaja berpura-pura lemah karena begitu banyak yang menonton pertunjukan mereka saat ini, dia tidak ingin melawan tindakan Vani bukan karena ia lemah, namun ia ingin memperlihatkan kepada semua orang termasuk Reyhan, bagaimana sikap Vani yang sebenarnya.
"Vani kok kayak gini sih?"
"Iya perasaan dia di sekolah kayaknya cupu dan culun banget, sok lemah gitu, taunya kasar juga,"
"Kayaknya dia pura-pura doang deh, orang anak nya tantrum gini fakta nya,"
Mulai terdengar ocehan para teman-teman sekelas yang kini menggunjing Vani.
Seperti apa yang di harapkan oleh Aruna.
"Gak, gak gitu, gue cuma mau buktiin sama kalian kalau barang-barang yang dipake Aruna itu palsu! Dia itu cuma orang miskin, anak penjahit doang gak pantes make barang-barang kayak gini." ucap Vani semakin menjadi-jadi.
Plak ...
Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi Vani.
"Ahhh," leguh Vani sambil memegang pipi nya yang terasa sangat panas.
"Lo boleh ngehina gue, tapi jangan bawa-bawa soal pekerjaan mama gue," ucap Aruna sambil menunjuk Vani dengan jari telunjuk nya.
Semua orang terdiam, mereka tak berani bicara lagi, mereka juga sebenarnya merasa puas karena Vani akhirnya dapat pelajaran.
"Lo! Lo berani nampar gue!" teriak Vani.
"Udah cukup! Vani, kenapa Lo jadi kayak gini sih? Setau gue Lo gak punya keberanian kayak gini buat ngehina orang," kata Reyhan kecewa dengan sikap Vani.
"Gak sayang, dia duluan yang mancing-mancing emosi aku, dia bilang aku yang pake barang-barang palsu," kata Vani mencoba membela dirinya.
"Tunggu bentar," kata seorang wanita yang tiba-tiba membuat suasana menjadi hening.
Dia menghampiri Vani, Reyhan, Aruna dan Leo yang kini berdiri di tepi kolam renang.
"Maaf, bukan gue mau ikut campur ya sama urusan kalian, tapi mama gue juga seorang designer pakaian dan perhiasan terkenal di kota ini," Aruna boleh gue periksa perhiasan dan baju Lo?" tanya salah satu teman sekelas mereka yang ternyata anak designer pakaian dan perhiasan terkenal di kota itu.
"Silahkan," jawab Aruna tidak membantah sedikit pun.
Sementara itu wajah Vani terlihat sangat panas, ia juga terlihat sedikit gugup dan ketakutan.
"Vani, siniin kalung itu," kata nya yang kemudian mengambil kalung tersebut dari tangan Vani.
Teman sekelas yang bernama Rena itu segera mengamati kalung tersebut dengan seksama.
Seketika mata nya membulat, itu adalah kalung berlian edisi terbatas yang dijual dengan harga ratusan juta di toko perhiasan mama nya.
"Vani Lo gila ya? Ini beneran kalung berlian asli dan harga nya lebih dari satu miliar," kata Rena dengan suara lantang.
"Apa!?" Gak! Gak mungkin," jawab Vani berusaha menyangkal.
"Gak mungkin apanya? Ini cuma ada dua di kota ini," kata Rena lagi.
"Sekarang gue mau tau gimana caranya Lo gantiin kalung gue yang udah rusak ini," kata Aruna kepada Vani sambil mendekati Vani.
"Aruna punya barang-barang semahal ini? Sebenarnya siapa dia?" tanya Leo penasaran.
"Ini Aruna gue kembalikan," kata Rena menyerahkan kalung tersebut kepada Aruna.
Ia kembali mundur dan rasanya tidak perlu lagi memeriksa gaun yang dipakai Aruna, itu sudah jelas-jelas asli.
****
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah