HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Sore ini gerimis kecil membasahi seluruh pusat kota Norda, begitu juga dengan Hazel dan Rahel sejak pagi tadi Ibu dan anak itu tidak henti hentinya meneteskan air matanya, saat pria yang mereka cintai meninggalkan mereka untuk selama lamanya.
Padahal pagi tadi mereka di buat gembira, saat William tiba tiba sadar setelah beberapa hari koma, bahkan tadi William dengan suara lemahnya meminta Ronald dan Hazel segera mendaftarkan pernikahannya di kantor catatan sipil, William juga ingin melihat langsung buku nikah itu.
Dengan kekuasaan yang di miliki oleh keluarga Stiven, jadi pembuatan buku nikah untuk Ronald dan Hazel tidaklah sulit, mereka hanya cukup menyelesaikannya dalam waktu tidak kurang dari satu jam, dan kini mereka sah menjadi suami istri.
Mereka bisa melihat raut bahagia yang tercetak jelas di wajah William, saat melihat langsung buku nikah milik putrinya yang sudah sah menjadi pasutri dengan Ronald.
Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, setelah William bicara beberapa patah kata dengan Ronald dan juga putrinya, tiba tiba suara alat monitor berbunyi cukup keras membuat semua orang di ruangan itu panik.
Dan setelah dokter datang untuk melakukan tindakan, dengan permohonan maaf mereka menyatakan kalau mereka sudah tidak bisa menyelamatkan William, walaupun Rahel dan Hazel sudah tahu kalau akan ada hari ini , tapi mereka masih belum bisa percaya kalau William akan meninggalkan mereka secepat ini.
Saat ini hampir seluruh karyawan dari Stiven Group memenuhi area pemakaman, mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir pada presdir mereka.
Di depan makam Hazel berdiri menatap makam Ayahnya, air matanya terus merembes membasahi kedua pipi mulusnya, dan di sisinya ada Ronald yang terus setia mendampinginya dengan memeluknya.
Beberapa saat kemudian setelah memberi penghormatan terakhir, satu persatu para pelayat mulai meninggalkan area makam, dan kini di makam hanya tinggal Hazel, Ronald,Martin, Clara, David dan Kenzo, sedangkan orang tua Ronald mereka menemani Rahel di mansion, karna sudah beberapa kali Rahel jatuh pingsan, jadi mereka tidak ikut mengantarkan William ke peristirahatan terakhirnya.
''Sayang, sebentar lagi malam, ayo pulang'' ucap Ronald sembari mengusap air mata Hazel menggunakan ibu jarinya.
''Kak, sebentar lagi, aku masih ingin di sini'' ucap Hazel lirih.
"Baiklah, aku akan menemanimu'' timpal Ronald sembari mengelus punggung Hazel dengan lembut.
Di belakang mereka ada Martin yang sejak tadi diam seribu bahasa, tapi tatapannya hanya fokus pada Nona Mudanya, hatinya sakit melihat Nona Mudanya terus terisak sejak pagi tadi.
Martin ingin sekali bisa berada di sisi Nona Mudanya untuk memberinya semangat, tapi sayangnya kini Ronald dan Nona Mudanya sudah sah menjadi suami istri, jadi membuatnya tidak memiliki keberanian sedikitpun untuk mendekat.
Malam hari di mansion keluarga Stiven meskipun semua orang masih terjaga tapi suasananya sangat sunyi, Ronald dan kedua sahabatnya duduk di ruang tengah, sedangkan Clara dia ada di kamar menemani Hazel, begitu juga dengan Ibu Ronald dia juga sedang menemani Rahel yang masih terbaring lemas di ranjang kamarnya.
Kedua sahabat Ronald dan juga Clara belum ada yang tahu, kalau Ronald dan Hazel sudah resmi menjadi pasangan suami istri sejak pagi tadi, menurut Ronald kabar bahagia ini belum tepat jika di sampaikan sekarang karna masih dalam suasana ber duka.
Satu minggu telah berlalu, walaupun masih dalam suasana berkabung, Hazel berusaha terlihat baik baik saja, dan saat ini dia sudah kembali aktif di perusahaan.
''Kamu yakin akan mulai masuk perusahaan kembali?'' tanya Ronald yang di angguki oleh Hazel.
''Iya Kak, kalau diam di rumah terus, aku pasti akan selalu ingat Ayah'' ucap Hazel.
Ronald menghela nafasnya. ''Baiklah kalau kamu maunya begitu, tapi kamu harus ingat, jaga kesehatan jangan sampai kelelahan''
Hazel menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. ''Iya, aku pasti akan mendengarkan apa yang di katakan Kak Ronald''
Ronald tersenyum sembari mengelus pucuk kepala Hazel, tapi perlahan senyum itu terkikis saat mengingat sesuatu.
''Sayang''
''Hem''
''Besok, aku harus kembali ke Inggris''
Wajah Hazel seketika berubah masam mendengar Ronald akan kembali ke Inggris, padahal saat ini dia masih sangat butuh keberadaan suaminya di sampingnya, tapi Hazel sadar dirinya tidak boleh egois, suaminya juga punya hal yang harus di lakukan, tidak harus selalu di sampingnya selama dua empat puluh jam, lagian mereka menikah juga dadakan, sedangkan suaminya masih dalam masa study, jadi biarkan saja suaminya menyelesaikannya dulu.
''Sayang, aku janji akan menyelesaikan studyku lebih cepat di, agar kita bisa bersama kembali'' ucap Ronald dengan yakin.
Hazel menganggukkan kepalanya, dia percaya kalau Ronald pasti bisa menyelesaikan masa studynya lebih cepat.
'' Kak Ronald harus menepati janji, karna aku akan selalu setia menunggu Kakak kembali''
Keesokan harinya sebelum berangkat ke perusahaan, Hazel lebih dulu mengantarkan Ronald ke bandara.
''Sayang ingat ya, selama aku di Inggris kamu harus selalu jaga kesehatan kamu'' ucap Ronald lalu mengecup kening Hazel yang ada di pelukannya.
''Hem, pasti'' sahut Hazel tersenyum.
Ronald juga ikut tersenyum dan kembali mencium seluruh wajah Hazel.
''Aku berangkat ya''
''Kak hati hati ya'' tukas Hazel sembari memeluk Ronald.
Ronald menganggukkan kepalanya, dan dengan hati berat Ronald melepaskan pelukannya dari Hazel, lalu berjalan masuk ke area chek in sembari menyeret koper kecil, Hazel terus melambaikan tangannya begitu juga dengan Ronald, keduanya saling melempar senyuman hingga Ronald menghilang di balik kerumunan.
Di parkiran Martin mendongakkan kepalanya, saat melihat pesawat tujuan Inggris lepas landas, dan Martin teringat obrolannya dengan Ronald semalam.
Semalam di gazebo tepi kolam, Ronald dan Martin duduk berhadapan, keduanya saling diam selama beberapa menit, hingga akhirnya Martin membuka mulutnya memcahkan kesunyian di antara mereka berdua.
''Ada apa Tuan mencari saya malam malam?'' tanya Martin, walaupun usia Ronald empat belas tahun lebih muda darinya, Martin tetap bersikap sopan, karna sekarang status Ronald adalah suami dari Nona Mudanya.
''Kamu pasti tahu besok saya akan kembali ke Inggris'' Martin menganggukkan kepalanya.
''Di sini satu satunya orang yang aku percaya hanya kamu, jadi aku titip Hazel, selama aku di Inggris tolong jaga dia dengan baik'' pinta Ronald.
''Tanpa anda minta pun, saya pasti akan menjaga Nona Muda, saya pastikan tidak ada satu orang pun yang menganggu Nona Muda'' timpal Martin.
Ronald terkekeh pelan sembari mengangguk anggukkan kepalanya, membuat Martin mengerutkan dahinya heran.
''Apa yang Tuan tertawakan?''
''Tidak ada'' sahut Ronald lalu bangkit dan berjalan pergi, tapi baru dua langkah Ronald tiba tiba berhenti.
''Ingat, meskipun kamu memiliki perasaan padanya, kamu harus tetap jaga batasanmu'' cetus Ronald lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam.
Sedangkan Martin seketika membeku di tempat, ternyata Ronald tahu kalau dirinya diam diam menyukai Nona Mudanya, tapi kenapa Ronald tetap meminta dirinya untuk menjaga Nona Mudanya, apa Ronald tidak takut kalau dirinya akan merebut istrinya.
ikutn sdih...pdhl hazel lg bhgia,tp ada aja ujian dlm hdp....mga ayhnya hazel baik2 aja...
stlh kmrn klah sm hazel,skrng pun klh sm clara...abs ni d jmin bpknya kenzo lngsng ngsih rstu.....
kirain luna udh wras,taunya msih gila...
stlh d tndang sm ronald,skrng ngarep sm kenzo....emng ga tau malu....😫😫😫
Bhgianya kl jd hazel.....d syang clon suami,smp udhd siapin rmh buat msa dpn plus krtu jg....
luna kn ppb...😝😝