Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nael Bertanding
Nael sudah berada di Kaula Lumpur. Perhelatan pesta olah raga se asia tenggara sudah di mulai. Jefry membawa istri dan anaknya Gavi menonton perlombaan dimana ada Nael anaknya. Kedatangan mereka menjadi mood booster bagi Nael. Di tersenyum kearah keluarganya. Nael sedang siap - siap berlomba, jika dia lolos maka dia akan masuk ke babak final. Oleh pelatihnya Nael boleh menyapa keluarganya. Agatha sangat semangat, dia memeluk anaknya dan mencium.
"Doain kakak mami."
"Tentu sayang. Semangat ya. sampai di tahap ini kakak sudah hebat."
sebagai pemula dari tiga klasifikasi lomba, semuanya Nael masuk final. Dan hanya satu dia meraih medali emas. Yang lainnya dia hanya berhasil mendapat perak. Agatha sangat banga. Bahkan dia diijinkan berada di dekat podium penghormatan. pelukan dari keluarga menjadi suatu kebanggaannya diusia enam belas tahun.
Selesai lomba yang di ikuti oleh Nael anaknya, keluarga ini masih menikmati pertandingan cabang olah raga lainnya. Tentu saja bola voli, Indonesia masih yang terbaik dari cabang olah raga ini. Mendengar kedatangan Agatha dan keluarga, mereka di beri kesempatan nonton di antara tamu ke hormatan. Daniel dan istrinya masih yang terlibat namun sekarang mereka menjadi tim pelatih. Agatha dan Jefry menghampiri mereka. Tim putra masih yang terbaik. Emas sedangkan putri berbesar hati dengan medali perak.
Malam harinya, rencana makan malam yang tidak perna terjadi di kota surabaya pun di wujudkan di malaysia setelah dua keluarga ini putar - putar menikmati keindahan kota ini di malam hari. Gedung bertingkat kembar, jajanan di jalan mereka juga nikmati. Sampai tengah malam. Baru mereka kembali ke hotel.
"Are you happy sayang."
"Ya, bahagia sekali bisa jalan berempat."
"Kamu ngak lihat bagaimana Daniel menatap kamu. Aku ini iri loh, jika kamu ditatap oleh laki - laki anak - anakmu tidak langsung melindungi kamu. Tetapi kalau mas, sampai perempuan itu malu."
"Mami ngak nakal seperti perempuan yang dekat dengan papi." dijawab langsung oleh Nael.
"Betul itu kakak."
"See honey iam a winner." Agatha tersenyum nakal kepada suaminya. Jefry langsung mengangkat istrinya Agatha dan di bawa ke kamar.
"Papi, mau bawa mami kemana?"
"Tidur kalian berdua, jangan ganggu mami, sekarang waktu mami buat papi."
"oke baiklah."
Dikamar Jefry meruba fungsi kamar menjadi kedap suara. Karena dia tahu, istrinya ini jika sudah ada dalam kenikmatan suaranya akan menggelegar. Dan suara itu yang menambah semangatnya. Olahraga malam dimulai.
"Time for me sayang."
Agatha sudah pasrah dibawa kungkungan suaminya. Satu ronde tentu tidak tiga ronde terjadi. Agatha sangat lemas, suaminya Jefry masih kuat walaupun usia mereka sudah kepala empat.
Pagi harinya Agatha sudah bangun pagi - pagi, dia tahu bahwa semalam suaminya lah yang membersihkan tubuh dari peluh keringat dan cairan cinta mereka. Setelah sikat gigi dan cuci muka. Agatha ke dapur menyiapkan sarapan pagi bagi orang - orang tercintanya. Gavi yang duluan bagun. Dia langsung mendekati Agatha maminya. Di cium dan di peluk.
"Adek bantu mami. Apa tugas adek?"
"Atur meja makan dan bangunkan kakak dan papi."
Hanna sudah menata makanannya dan Nael sudah bangun. Papinya masih belum bangun.
"Mami, cinta mami tuh susah banget bangunnya." Agatha tertawa. Dia mengambil tugas membangunkan suaminya. Waktu Agatha hendak membuka selimut, Jefry langsung membanting tubuhnya disampingnya.
"Satu ronde sebelum sarapan."
"Mas.!!!!"
"Mas mau sekali dek."
Satu ronde di pagi hari. Namun Agatha sudah kasih larangan tidak boleh main kasar. Dan Jefry menuruti sampai mereka melakukan pelepasan bersama.
Jefry dan keluarga sedang berjalan - jalan di mall. Membeli keperluan mereka. Nael membeli game buat dia dan adiknya. Sedangkan Jefry membeli tas mewah buat istrinya.
"Ini hadiah buat cinta kamu yang tidak perna luntur buat mas. I love you Agatha.