NovelToon NovelToon
Rangga (Cinta Yang Belum Usai)

Rangga (Cinta Yang Belum Usai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Rangga adalah pria sederhana yang hidup serba kekurangan, namun memiliki cinta yang tulus dan impian besar untuk membahagiakan kekasihnya. Selama bertahun-tahun, ia bertahan dengan pekerjaan kasar dan penghasilan pas-pasan, percaya bahwa cinta mereka cukup untuk melawan kerasnya hidup. Namun semuanya runtuh ketika ibu kekasihnya memutuskan menjodohkan sang putri dengan pria kaya demi masa depan yang dianggap lebih layak.

"maafin aku ya kak, aku ngga bisa lawan ibuku"

Rangga hanya bisa menatap kepergian sang kekasih yang mulai menjauh dari matanya yang mulai berembun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#2 Pergi

Pagi itu, langit kota terasa abu-abu, seolah turut merasakan hampa yang menyelimuti hati Rangga. Tak ada kata pamit yang terucap di media sosial, tak ada pesan terakhir untuk Ayu. Baginya, bertahan di kota ini hanya akan membuatnya terus menghirup udara yang sama dengan kenangan yang menyakitkan.

Rangga berdiri di peron stasiun dengan sebuah tas carrier besar dan satu koper kecil berisi seluruh hidupnya. Kota ini, yang selama ini ia anggap sebagai tempat merajut mimpi bersama Ayu, kini tak lebih dari sekadar kumpulan gedung yang mengingatkannya pada kegagalan dan kemiskinan yang dituduhkan kepadanya.

Ia mengeluarkan ponselnya sejenak. Ada belasan panggilan tak terjawab dari Ayu dan puluhan pesan singkat yang tidak sanggup ia baca. Dengan jempol yang sedikit bergetar, Rangga menekan tombol power agak lama, lalu mencabut kartu SIM-nya. Ia menjatuhkan benda kecil itu ke dalam tempat sampah di dekat kursi tunggu.

"Cukup, Yu. Aku nggak mau jadi hantu di hidupmu yang baru," bisiknya pada angin.

Saat kereta api tujuan luar kota datang menderu, Rangga melangkah masuk tanpa menoleh lagi. Ia memutuskan untuk pergi ke kota yang jauh, tempat di mana tidak ada seorang pun yang mengenalnya.

Sementara itu, Ayu berdiri di depan kost Rangga dengan mata sembap. Ia membawa sekotak sarapan kesukaan Rangga, berharap bisa bicara sekali lagi, berharap bisa memohon maaf meski tahu itu takkan mengubah keadaan.

Namun, ia hanya menemukan pintu kamar yang terbuka lebar dan kosong melompong. Penjaga kost keluar sambil membawa sapu.

"Cari Mas Rangga, Neng? Barusan tadi subuh dia sudah berangkat. Katanya pindah tugas ke luar pulau, kunci kamarnya sudah dikasih ke saya," ujar bapak itu

Ayu terduduk di selasar yang dingin itu. Kotak sarapan di tangannya jatuh. Rangga benar-benar pergi. Bukan hanya pergi dari hidupnya, tapi pergi dari jangkauannya.

.....

"Rangga! Woi, di sini!"

Itu adalah Dimas, sahabat karib Rangga sejak masa SMA. Dimas adalah tipe orang yang selalu ceria, kontras dengan kondisi Rangga yang saat ini terlihat kusam dan layu. Begitu Rangga sampai di depannya, Dimas langsung merangkul pundaknya dengan kencang.

"Gila ya lu, tiba-tiba minta jemput dan bilang mau pindah ke Bandung. Ada angin apa? Lu kena mutasi atau... eh, kok muka lu kayak kertas kusut gini, Ga?" Dimas mengernyit, menyadari ada yang tidak beres dengan tatapan mata sahabatnya itu.

Rangga hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak sampai ke mata. Ia menjatuhkan tas carrier-nya ke lantai kafe. "Gue butuh suasana baru, Dim. Di sana... udaranya udah nggak sehat buat gue."

Dimas menarik kursi untuk Rangga. "Duduk dulu. Lu pucat banget."

Setelah pesanan datang, Rangga hanya menatap uap panas yang membumbung dari cangkirnya. Keheningan sempat tercipta sebelum akhirnya Dimas membuka suara lagi, kali ini dengan nada yang lebih serius.

"Ini soal Ayu, ya?"

Kenapa Dimas tahu soal ayu, karena terkadang Rangga akan bercerita pada Dimas jika mereka ada masalah.

Rangga menghela napas panjang, lalu mengangguk perlahan. "Dia dijodohin, Dim. Sudah setahun. Orang tuanya nggak setuju sama gue karena... ya, lu tahu lah. Gue dianggap nggak punya masa depan."

Dimas terdiam, lalu menggebrak meja pelan. "Brengsek. Setahun dia simpan itu? Terus sekarang lu mau gimana?"

Rangga menatap lurus ke arah jalanan Bandung yang mulai ramai. "Gue mau mulai dari nol di sini. Gue mau kerja apa aja yang penting halal dan bisa bikin gue sibuk. Gue nggak mau punya waktu buat mikirin dia lagi."

Dimas menepuk-nepuk bahu Rangga dengan mantap. "Oke. Lu nggak usah pusing soal tempat tinggal dulu, kosan di sebelah tempat gue masih ada yang kosong. Soal kerjaan, kebetulan bengkel tempat gw kerja lagi butuh orang buat urusan administrasi dan operasional. Lu kan jago hitungan."

Rangga menatap sahabatnya itu dengan rasa syukur yang mendalam. Di saat ia merasa dunia menginjak-nginjak harga dirinya, masih ada tangan yang terulur untuk membantunya berdiri.

"Makasih, Dim. Gue nggak bakal nyia-nyian kesempatan ini."

Ayu merasa seperti kehilangan kompas. Setiap sudut jalan, setiap aroma es teh manis, hingga deru motor yang lewat di depan rumahnya selalu membuatnya teringat pada Rangga. Ia tidak tahan lagi. Dengan keberanian yang tersisa, ia mulai menghubungi teman-teman nya Rangga.

"Gue nggak tahu, Yu. Rangga cuma bilang mau pergi jauh, dia bahkan nggak bilang tujuannya ke mana," ujar salah satu teman Rangga lewat telepon.

Putus asa, Ayu mencoba mencari alamat kontrakan teman-teman dekat Rangga yang lain. Namun, saat ia sedang sibuk dengan ponselnya di ruang tamu, sebuah bayangan besar berdiri di ambang pintu.

"Masih mau mencari laki-laki tidak punya masa depan itu?"

Suara berat dan dingin itu milik ayahnya. Ayu tersentak, ponsel di tangannya hampir terjatuh. Sang ayah berjalan mendekat dengan wajah mengeras, memancarkan wibawa yang selama ini selalu membungkam mulut Ayu.

"Papa..."

"Sudah berapa kali Papa bilang, Ayu! Lupakan dia!" bentak ayahnya, suaranya menggelegar di ruang tamu yang sepi. "Dia itu tidak punya apa-apa. Kamu mau hidup susah sama dia? Mau makan apa nanti? Cinta tidak bisa bayar cicilan rumah!"

"Tapi Rangga orang baik, Pa. Dia pekerja keras..." Ayu mencoba membela dengan suara gemetar.

"Baik saja tidak cukup!" potong ayahnya dengan nada lebih tinggi. "Papa sudah siapkan yang terbaik untuk kamu. Hendra itu mapan, keluarganya jelas, masa depannya terjamin. Jangan mempermalukan keluarga dengan mengejar-ngejar pria yang bahkan sudah kabur meninggalkan kamu karena dia sadar dia tidak layak untukmu!"

Ayu menunduk, air matanya menetes ke layar ponsel yang masih menampilkan daftar kontak teman-teman Rangga.

"Rangga nggak kabur, Pa... dia pergi karena Papa yang buat dia merasa kecil," bisik Ayu lirih.

"Jaga bicaramu!" Ayah Ayu menunjuk ke arah kamar. "Masuk ke kamar! Mulai hari ini, Papa tidak mau dengar kamu menyebut namanya lagi. Persiapan lamaran sudah jalan delapan puluh persen. Jangan sampai pikiran bodohmu ini merusak segalanya. Kalau kamu masih mencoba mencari dia, jangan salahkan Papa kalau Papa bertindak lebih keras lagi!"

Ayu berlari masuk ke kamarnya, membanting pintu, dan menumpahkan tangisnya ke bantal. Di balik tembok kamar itu, ia merasa sangat sendirian. Ia mencintai Rangga, tapi ia juga tercekik oleh rasa bakti dan rasa takut pada ayahnya.

1
kalea rizuky
gemes deh kalian
kalea rizuky
q uda kirim bunga lanjut banyak ya thor
kalea rizuky
lanjut donkk
Evi Lusiana
waduh rangga puny saingan y thor
Evi Lusiana
klo pura² sakit aj trs biar ayu kwatir dn perhatian sm km rangga🤭
Evi Lusiana
knp d bkin ribet sih yu,hrsny km trimakasih sm rangga
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ayu membatalkan pertunangan dan pergi harusnya Rangga benci ke Ayu dan ngga mau lihat Ayu lagi dong
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Padahal orang yang di suruh mengantar motornya Ayu sudah bilang kalau gratis tapi malah Ayu datang ke bengkel dan memberikan uang ke Rangga sebagai biaya perbaikan sepeda motor dan ganti sparepart
Evi Lusiana
rangga laki² baik bertahun² sjak dia gk lg nersm ayu dia hny fokus kerja tp tdk maen perempuan
Aidil Kenzie Zie
bicara dari hati ke hati
Evi Lusiana
ini yg nmany jodoh gk akn kmn y thor
Aidil Kenzie Zie
move on Rangga kalau nggak kejar lagi cinta itu
Aidil Kenzie Zie
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!