Hallo besti 🖤, cerita ku ini tentang cewek bernama Syakila Almeera yang memiliki sifat ceria, aktif, ekspresif, lembut, dan penuh cinta bertemu dengan Agha yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Syakila.
mereka berdua di satukan oleh pernikahan paksa, dan banyak drama didalam pernikahan mereka, apakah Agha akan jatuh cinta dengan Syakila yang terus-menerus memperlakukan Agha dengan penuh cinta atau akankah Agha tetap terjebak di lingkaran bernama masa lalu. Maka saksikan dan baca terus cerita happiness ini yah, jangan lupa komen like dan follow untuk info selengkapnya, bay bay besti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Umai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Balas dendam
"William, bagaimana disana?." Tanya Agha melalui handphone miliknya.
"Kacau, sesuai dengan keinginan kita bos." Ucap William dengan senyum misterius nya.
"Bagus, lanjutkan dan jangan sampai ketahuan."
"Baik bos!."
Telepon terputus kemudian William kembali di posisinya, di ambilnya alat pel dan mulai mengepel lantai. Benar William memilih menyamar menjadi OB ketimbang karyawan biasa, menurutnya kalau OB memiliki akses lebih luas jadi memudahkannya untuk bergerak.
Sementara dilain tempat, Agha sedang memeriksa laporan dari para sekretaris nya terdapat pesan masuk dari nomor tak dikenal.
08×× ×××× 56××
@Foto
"Bukalah, maka kau akan tau siapa aku."
Begitu isi pesannya, langsung di buka Agha foto yang dikirim. Melihat foto itu, membuat Agha menggenggam tangannya dengan kuat hingga terlihat urat tangannya dengan jelas.
"Brengsek!."
"Ku kira disana aman, ternyata tetap kecolongan."
Agha langsung menghubungi Sahrul salah satu bodyguard yang menjaga keluarganya di Indonesia.
"Halo pak."
"Kerja kalian gimana hah! Bisa-bisanya kecolongan gini!."
"Maafkan kami pak."
"Masih ada waktu, saya mau kalian perketat lagi keamanan untuk keluarga saya dan keluarga istri saya. Ingat prioritas kalian itu mereka, jangan sampai kalian mengecewakan saya. Jika itu terjadi, maka kalian akan menyesali seumur hidup kalian." Ucap tegas Agha dengan pikiran yang mengingat akan foto yang di kirim tadi.
Foto yang dikirim oleh nomor asing itu adalah Syakila yang sedang berdiri di dekat penjual makanan, orang yang mengirim tentu saja tidak lain adalah Tom. Tom sudah dapat celah sedikit milik Agha, tapi itu bukan tujuan utamanya.
Tanpa banyak pikir lagi, Agha langsung menghubungi nomor Syakila.
"Halo, assalamu'alaikum A'a."
"Ehem, waalaikumsalam. Kamu dimana?."
"Lagi di rumah A'a, ada apa A'a?."
"Mulai sekarang saya larang kamu untuk keluar rumah, kalau pun keluar rumah harus izin dulu sama saya. Jangan bantah apapun ucapan saya, jika ada kesempatan akan saya jelaskan ke kamu."
"Baik A'a, Kila tau apa yang A'a lakukan pasti ada alasannya. Jadi Kila tunggu penjelasan A'a, ohiya A'a jangan lupa makan yah, istirahat juga jangan lupa."
"Bagus, untuk itu akan saya usahakan."
"Tuh kan A'a mah, jangan gitu." Mendengar itu Agha menghela nafas lelah, rasanya malas berdebat dengan Syakila.
"Yasudah saya tutup teleponnya, assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam, hati-hati A'a, Kila sayang sama A'a."
Tut!
Setelah mengatakan itu Syakila langsung mematikan teleponnya, Agha yang mendengar itu terdiam sejenak dan setelahnya langsung tersadar.
"Astaghfirullah, hamba mohon lindungi lah keluarga ku ya Allah, sesungguhnya tiada siapa yang membantu ku selain diri-Mu ya Allah, aamiin." Ucap Agha sambil berdoa untuk meminta bantuan pada sang pencipta.
Dilain tempat, Syakila menutupi wajahnya dengan bantal di kamarnya, dirinya yang bilang sayang duluan ke Agha tapi dirinya sendiri yang salting.
"Malu nya, eh tapi kan sama suami sendiri, jadi gak apa kan?."
"Gak apa deh sepertinya, semoga A'a gak marah sama yang Kila ucapkan barusan." Gumam Syakila lagi, dirinya emang sangat menuruti semua perkataan Agha yang status nya sebagai suaminya, dan Syakila juga sangat percaya dengan suaminya jadi untuk sejauh ini rumah tangganya masih aman-aman aja.
...****************...
"We have to change plans." (Kita harus ubah rencana.) Ucap Harding yang sedang duduk manis di ruang kerja Agha, yup benar dirinya datang langsung dari London sekitar sejam lalu lah.
Setelah Harding mendapat info dari informan nya, Harding langsung mendatangi Agha yang lagi di Italia.
"Right, we need to have a backup plan." (Benar, kita harus punya rencana cadangan.) Ucap Agha dengan nada serius.
"How about this, we will fake your death to make Tom shake and think that he has won this game." (Bagaimana kalau gini aja, kita akan palsukan kematian kamu untuk membuat Tom goyah dan menganggap bahwa dirinya menang dalam permainan ini.)
"A very risky plan." (Rencana yang sangat beresiko.)
"What else can we do, that's the only plan we have to save our family." (Mau bagaimana lagi, hanya itu rencana agar kita bisa menyelamatkan keluarga kita.)
"Okay, I'll contact Jhonatan to help smooth this plan." (Baiklah, aku akan hubungi Jhonatan untuk membantu melancarkan rencana ini.)
"Wow, so you've already collaborated with him." (Wow, ternyata kau sudah bekerjasama duluan dengannya.)
"Just by coincidence, his father was one of the patients at my hospital in Han-guk." (Hanya kebetulan, ayahnya adalah salah satu pasien yang ada di rumah sakit ku di Han-guk.)
"Debt of gratitude is evident." (Hutang budi tenyata.)
"I don't think so." (Menurut ku tidak.)
"Okay, back to the topic. Once news of your death spreads, let Tom celebrate his own triumph, and then we'll make him fall to the bottom of the abyss." (Baiklah, balik ke topik. Setelah berita kematian mu tersebar, biarkan Tom merayakan kemenangan versi dirinya, dan saat itu kita akan buat dia jatuh sampai ke jurang paling dalam.)
"Okay, I agree. I'll contact Jhonatan directly." (Baiklah, aku setuju. Aku hubungi Jhonatan langsung.)
Lansung saja Agha menghubungi Jhonatan untuk datang ke ruangannya, tak lama dari itu Jhonatan datang dan mereka bertiga langsung membahas rencana besar mereka. Kali ini Agha tidak akan memberi ampunan untuk Tom, Agha akan pastikan bahwa membuat Tom dengan langkah kakinya sendiri untuk masuk zona kehancuran.