Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Niko menggeleng pelan, dia tidak menyalakan istrinya karena tidak tahu tentang hal itu, dia dan ayahnya memang tidak pernah mengatakan soal itu pada orang lain.
"Tidak apa, lagian kami sengaja tak memberi tahu siapapun tentang masalah ini, toh itu memang sudah masalalu, tapi Daddy mu itu tahu kok tentang bundaku".
Bella mengangguk, dia yakin Daddy nya tahu karena kedua orang tua mereka memang bersahabat sejak mereka masih muda.
"Kamu tahu semakin aku mengenalmu, aku semakin melihat sosok ibuku dalam dirimu, beliau menyukai hampir semua yang kamu sukai, bunga, keindahan, bintang dan juga alam serta taman, aku tahu itu saat aku menceritakan segalanya pada bundaku dirumah".
Niko menatap lurus kedepan, dia memang selalu merindukan sosok ibunya dan dia selalu berharap jika kelak istrinya itu bisa seperti ibunya walau mereka tidak sama tapi setidaknya kepribadian dan juga kesukaan serta hobby mereka baiknya bisa sama juga".
"Apa kamu mencari istri seperti ibumu?". Tanya Bella pelan.
Niko menggeleng, dia tidak akan mungkin menemukan yang sama persis jadi dia tidak mau mencarinya tapi ternyata istrinya ini memiliki hal yang banyak kesamaan dengan ibunya.
"Aku tidak berharap banyak soal itu tapi jika bisa, setidaknya banyak hal kesamaan yang bisa mereka miliki dan ternyata tuhan mengabulkan nya, kamu memiliki kesamaan dalam banyak hal".
"Baguslah jika seperti itu".
"Tetaplah jadi dirimu sendiri, karena kalian dia orang yang berbeda tidak akan pernah sama".
Keduanya kembali kerumah dalam keadaan tenang, mereka memang tengah melakukan pendekatan secara personal walau belum ketahap suami istri sepenuhnya, mereka menjalani kehidupan normal sebagai pasangan yang sedang berpacaran walau dibungkus dalam pernikahan.
Sedangkan Merry dan Verrel tengah bergumul menikmati keadaan yang tak seharusnya dilakukan oleh sepasang yang belum menikah.
"Kamu sangat memuaskan sekali, aku tidak menyangka, kamu sangat tahu memuaskan lelaki dan aku sangat puas dan tak ingin berhenti rasanya".
Merry terkekeh pelan, jelas saja dia bisa memuaskan Verrel, lelaki seperti Verrel sudah biasa dia layani selain mendapatkan kenikmatan dai juga mendapatkan uang dari mereka yah tentu saja dia akan hidup senang dengan pemberian mereka selama ini.
"Senang rasanya kalau kamu puas, kamu boleh juga di ranjang, kamu bahkan lebih memuaskan dari Niko". Pujinya mengelus dada bidang lelaki itu
Verrel tersenyum tipis, lelaki itu membayangkan kedepannya akan sering mendapatkan hal kenikmatan seperti ini, dia yakin yang penting Merry mendapatkan sesuatu dari timbal balik ini, dia sangat hapal dengan kelakuan perempuan seperti ini, ternyata Niko benar, perempuan ini mata duitan.
"Biarkan saja dulu seperti ini, jika aku sudah bosan, aku akan mencampakkannya lagi seperti Niko yang sudah bosan". Ucapnya dalam hati sambil terkekeh pelan.
Tadinya saat dia melakukan hubungan badan, dia pikir Niko hanya berbohong tentang sikap matre Merry tapi tadi mereka berbelanja dan dia bisa lihat bagaimana Merry memanfaatkan kondisi dirinya yang memang berduit.
"Kita istirahat saja, besok kita harus bertemu kembali dengan kedua manusia itu untuk membawa laporan perusahaan yang baru, aku yakin mereka akan kembali menghina aku". Ucapnya pelan berusaha menarik simpati
"Tidak akan, kamu tidak perlu ikut karena laporan itu sudah sesuai dengan laporan lapangan jadi kamu tak perlu bertemu dengan mereka". Ucapnya sambil membelai beberapa barang berharga milik Merry dibalik selimut
"Mari kita lakukan lagi kalau begitu, akan ku buat kamu tak melupakan malam ini". Ucapnya dengan tatapan menggoda.
Mereka kembali melakukan hal yang menjijikan itu sampai mereka berdua betul-betul lemas tak berdaya.
Sedangkan dikediaman pasutri yang tengah melakukan penjajakan itu tengah diliputi rasa bahagia, keduanya tertidur sambil saling memeluk , mereka berdua tersenyum senang merasakan kebahagiaan mereka, walau belum tahap melakukan hubungan badan tetapi mereka tetap menikmatinya.
"Kamu sangat wangi ternyata, jika seperti ini aku pasti senang sekali menempel padamu". Niko mencium ubun-ubun istrinya itu dengan sayang.
Dia baru kembali merasakan perasaan nyaman dan mungkin dia telah jatuh cinta pada istrinya tanpa dia sadari.
"Tentu, perawatan mahal ku selama ini jadi percuma karena kamu tak pernah melihatku". Jawabnya dengan penuh sindiran.
Niko terkekeh pelan, semakin mencium kepala sang istri dan memeluknya dengan sayang, Bella jangan ditanya wajahnya merona dan sangat nyaman .
"Ayo kita tidur, kamu pasti lelah beraktivitas seharian". Ucap Niko semakin memeluk istrinya.
keduanya terlelap dalam dekapan masing-masing, mereka berdua seolah meleburkan perasaan yang tadinya memiliki benteng tinggi .
Keesokan harinya keduanya terbangun dalam keadaan senang, dan saling memandang penuh kekaguman.
Niko bahkan tak berkedip melihat wajah istrinya yang terlelap dalam dekapannya itu.
"Aku baru sadar dia bahkan sangat cantik walau tak berhias sekalipun, ternyata bodoh sekali aku melewatkan wajah bidadari sepertinya setiap hari". Cicitnya pelan sambil mengelus wajah sang istri.
Wajah Bella merona, dia memang sudah bangun hanya senang berada di pelukan suaminya dan tak ingin beranjak, dekapan yang selalu dia inginkan sejak mereka menikah akhirnya bisa dia rasakan juga.
Niko yang melihat wajah istrinya tiba-tiba memerah pun sadar jika istri nya sudah bangun dan malah berpura-pura seolah dirinya masih tidur pun berniat jahil, dia mencium pipi kanan dan kiri istrinya sambil terus melakukan nya.
Bella tertawa pelan sambil berusaha menjauhkan wajahnya dari ciuman suaminya pada wajahnya terus menerus.
"kamu membohongiku yah, awas saja kamu". Niko menggelitik pinggang sang istri menyebabkan Bella tertawa pelan
"Aduh geli, ampun, maaf". Ucapnya sambil berusaha menghindar dari gelitikan suaminya.
Keduanya tertawa bersama seakan melupakan hari sebelumnya yang penuh luka.
Niko berhenti melihat pakaian istrinya yang tersingkap memperlihatkan pakaian dalam yang terlihat menggoda itu.
Menyadari tatapan Niko yang tidak beres, Bella memperhatikan penampilannya kemudian langsung duduk dan memperbaiki pakaiannya dan berlari kekamar mandi menghindari Niko karena malu.
"Ukuran yang cantik dan lumayan". Ucap Niko pelan.
Dia segera menggelengkan kepalanya menghindar dari pikiran gila yang ada di kepalanya, belum saatnya mereka melakukan hal itu, dia ingin semuanya dilakukan ketika mereka saling menerima segalanya .
Sedangkan Bella yang berada dikamar mandi memegang dadanya yang berdebar kencang, dia tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini saat mereka bercanda seperti itu.
"Ya tuhan aku tidak tahu bagaimana harus bersikap saat keluar nanti". Ucapnya pelan sambil memegang dadanya yang berdebar kencang sejak tadi.
"Bella, ayo keluar, kamu sedang mandi kah?". Niko mengetuk pintu kamar mandi karena istrinya telah lama berdiam diri dikamar mandi.
"Iya aku akan keluar, aku akan mandi sekalian saja, kamu tunggu saja dulu". Ucap Bella dari dalam.
"Baiklah, aku tunggu diluar saja, biar aku yang siapkan sarapan, baru bergantian dirimu untuk mandi".
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆