Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12 permintaan Yasir
Mata Yasir menatap serius ke arah pria paruh baya yang mengenakan seragam polisi berwarna hijau ,menunggu apa yang akan dikatakan oleh pria paruh baya itu.
Menarik nafas, mata pria paruh baya yang memiliki kumis tebal itu berbicara " tidak semudah itu kalau dibasmi , mereka memiliki beberapa dukungan dari orang penting dan juga ada kabar bahwa kepala desa kita juga terlibat " ucapnya menjelaskan.
Pemuda yang mendengar hal itu terkejut, ia merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh polisi desa itu .
" kepala desa, pak Shaman itu ?" Tanya Yasir penasaran.
" sttt jang jangan berbicara keras keras, nanti ada yang tahu , ini hanya kabar saja, karena beberapa warga sebelumnya melihat bahwa ada kegiatan yang mencurigakan di balik kemunculan bandit hutan itu " katanya pelan.
Yasir terdiam , ia memikirkan tentang keselamatan keluarganya ,matanya tampak terlihat serius menatap ke arah para polisi desa.
" pak Kasyim apakah berita ini tidak dilaporkan saja ke pemerintah daerah di kota kecamatan?"
" sudah, tapi belum ada tanggapan apapun, juga semua orang hanya bisa pasrah saja ,karena mereka takut bilamana melawan nyawa akan melayang..!"
" itu tidak bisa dibiarkan... ,kalau penduduk tidak melawan, mereka para bandit hutan pasti leluasa menjarah harta benda ,bahkan siapa tahu nanti kedepannya mereka menjadi penculik para wanita atau anak kecil yang ada di desa ini , " ucap Yasir emosi. Matanya terlihat tidak setuju dengan keputusasaan semua orang.
" menculik wanita ,anak anak , buat apa?" Polisi desa tua itu bingung dengan perkataan dari pemuda yang tampak bersemangat itu .
" pak polisi , bila mereka tidak mendapatkan harta benda yang dijarahnya, mereka pasti akan menculik wanita dan anak anak ,hal itu karena para wanita terutama yang masih gadis sangat di sukai oleh para bajingan di kota kota besar dan anak anak bisa di jual dengan harga tinggi sebagai anak adopsi " ucap Yasir memberikan penjelasan.
Semua orang yang ada di pos polisi desa tampak mulai mengerti, mata mereka juga mulai serius setelah mendengarkan penjelasan yang masuk akal dari pemuda berusia tujuh belas tahun itu .
" nak Yasir kamu tahu dari mana ?"
" pak ketua , saya memiliki beberapa pemikiran yang kasar sebelumnya, jadi saya tahu apa yang akan dilakukan oleh para bandit yang tidak mendapatkan apa apa .." katanya serius .
Hufhh..
Semua orang menahan nafas dan wajah mereka mulai cemas serta khawatir .
" apakah kita akan melakukan pembersihan di hutan jati ?" Tanya polisi desa tua kepada ketua kampung yang sudah berkerut itu.
" sepertinya iya ,kita akan melakukan penyisiran, siapa tahu ada yang mencurigakan.." ucapnya menyalakan rokok kulit jagung kering .
" apakah kita akan memberi tahu semua orang di desa ini ?" Tanya Yasir menatap ke arah pria berkumis lebat itu .
" tidak, hanya kita saja, karena bila diberitahukan kepada seluruh masyarakat, kemungkinan para bandit akan waspada dan menahan diri dalam jangka waktu tertentu " kata polisi desa menggelengkan kepala.
Yasir mengangguk , ia menoleh ke arah tiga pemuda yang memakai pakaian yang sama dengan polisi desa .
" bagaimana dengan bawahan anda pak polisi..?"
" Ketiganya bisa di percaya ,karena ketiganya bukan dari desa ini , melainkan di bawa dari keluarga besar saya, atau jelas ada hubungan keluarga " kata polisi desa tua memperkenalkan anggota keluarganya.
Yasir mengerti, ia tersenyum seraya menganggukan kepala.
" jadi kapan kita mulai melakukan patroli ?"
" saat terjadi ada perampokan..!" Suara kepala kampung terdengar berbeda ,nada dingin yang datang membuat semua orang bisa merasakan aura perjuangan yang datang dari sisa usia.
" ya , semua orang sepakat...!"
Kepala kampung yang sudah tidak memiliki urusan lagi membawa Yasir menuju kediamannya yang ada di tengah desa .
Yang perlu semua orang ketahui, bahwa kepala kampung memiliki peran arti yang sangat penting , bertugas menyeimbangkan suasana persatuan desa dan kepala kampung dipilih oleh semua warga karena memiliki ilmu yang luas dan juga keahlian beladiri yang mumpuni, peran kepala kampung sangat vital , di mana bisa menahan pengaruh kepala desa yang dipilih oleh pemerintah daerah yang di mana bisa saja menyebabkan ketimpangan sosial yang sangat tinggi.
Jadi di desa Plarangan ada dua pemimpin yang berdiri , yaitu kepala kampung yang dipilih oleh rakyat, dan kepala desa yang di tunjuk oleh kepala daerah.
Sampai di kediaman yang cukup luas , kepala kampung mempersilahkan pemuda tanggung itu untuk masuk, namun Yasir yang sudah mendengar kabar bahwa sudah banyak bandit yang berkeliaran, ia hanya bisa mengatakannya langsung tujuan kedatangannya.
" pak saya sebelumnya meminta maaf atas apa yang aku perbuat di masa lalu , aku merasa menyesal, dan menyebabkan desa Plarangan ini menjadi tercoreng !" Yasir dengan wajah menyesal menundukan kepala.
" tidak ada yang perlu di salahkan, berbuat baiklah dan semua manusia juga punya salah , tidak ada manusia yang sempurna, " katanya menepuk bahu pemuda tanggung itu " jadi apa yang ingin kamu katakan jang ?"
" saya mau membangun rumah pak , dan bahan bahannya sudah ada , tinggal pekerja saja yang belum ada , jadi saya datang untuk meminta izin,sekaligus meminta tolong untuk dicarikan pekerja yang baik "
" bagus ,tidak salah kami menikahkan paksa kamu jang dengan keluarga janda tua itu , kamu sudah memiliki pikiran tentang masa depan, bapak mengizinkan kamu membangun rumah , tapi rumah apa yang akan kamu bangun?"
" rumah sederhana saja pak , rumah kayu yang sebagian besar bahan bahannya ada di ladang jati sana, juga aku minta tiga puluh batang bambu tua yang ada di perbatasan desa "
" ladang jati , katanya itu ladang sudah rusak,"
" ya pak , memang, tapi saya sangat bersyukur ,karena tidak perlu lagi memotong kayu yang sudah layak potong itu " katanya tertawa .
" hahahaha bisa saja kamu , baik bapak akan cari orang dan kamu hanya makan serta gaji , masalah tenaga kerja , bisa saya atur " kata kepala kampung menyanggupi permintaan dari pemuda di hadapannya itu.
" kalau begitu terimakasih banyak pak , " ucapnya dengan memberikan dua lembar uang berwarna merah ke tangan kepala kampung itu .
" nak apa apaan ini , itu tidak bisa , "
" pak terima saja , aku sudah sangat berterimakasih karena ada yang masih peduli pada anak ini yang sebatang kara , tanpa keluarga dan juga saudara " ujar Yasir tersenyum penuh ketulusan.
" oke baik kalau begitu, bila ada urusan , jangan sungkan , cari saya "
" baik pak terimakasih... saya pamit dulu , assalamualaikum..!"
" waalaikum salam " pria tua itu menatap kepergian pemuda yang tampak berjalan cepat itu, matanya tampak melembut .
" ternyata benar apa yang dikatakan oleh mediang almarhum, anak itu memiliki bakat seorang pejuang , dan juga sifatnya sudah dewasa dan bisa di bina sebagai calon kepala kampung di masa depan.." pikirnya tersenyum seraya masuk ke dalam rumahnya yang cukup besar .