"Ra, lo liat sahabat lo sakit Ra.. dia kehilangan lo disisinya. Gue nggak tahu kehidupan Gema di hari berikutnya tanpa lo di sisinya... Dia akan menjadi manusia versi apa, gue tahu lo capek, lo sakit, lo menderita dan lo pilih pergi dari neraka ini, keputusan lo tepat ra.."
"Tapi bagi Gema itu semua nggak tepat, dia akan jauh lebih sakit ketika lo nggak ada di sisinya lagi. Gue berharap Gema bisa menjalani hari - hari selanjutnya tanpa lo walaupun itu mustahil, dan gue berharap lo disana bahagia Ra... Dan sering - sering untuk datang ke mimpinya Gema Ra"
" Selamat tinggal Tiara Arabella.."
.
.
.
.
Jangan lupa ramaikan!
Yang ngak suka SKIP!!
Terima kasih~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonya_860, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
"Sorry, lo melanggar aturan dan lo juga bukan bagian dari siswa baru!" ucapan dari seseorang membuat Ara mendongakkan kepala nya menatap orang tersebut, kecuali Gabriel dia hanya menikmati makan nya tampa menatap ke depan.
Genta ketua osis yang baru saja menegur nya eh lebih tepat nya menegus Gabriel yang ada di samping nya.
"Ini masih jam pelajaran, harus nya lo masih ada di kelas bukan di sini!" ucap Genta kembali, dia kesal ucapan nya tak di hiraukan oleh Gabriel.
"Berisik!" sentak Gabriel tanpa menatap Genta.
Ara kembali menyantap makanan nya dengan tenang dan menatap kedua nya dengan polos,
Bukan urusannya dia tidak tahu apa - apa jadi lebih baik dia diam dan menonton pertunjukan gratis di depannya.
"Genta!" Genta menoleh ke belakang dan mendekat ke pak Sandy pembina Osis.
"Sudah biarkan saja, jangan di lawan. Ingat kamu ketua osis di sini jaga sikap kamu!" tegas Pak Sandy, Genta menganguk mengerti dan kembali melangkah mendekati Gabriel dan Ara.
"So?" ucap Gabriel dengan tatapan mengejek,
Genta mengepalkan tangan nya kuat - kuat, "Terserah lo mau ngapain, tapi ingat jangan ganggu dan jangan maksa orang lain!" ucap Genta dengan melirik Ara yang tengah sibuk makan.
"Pergi!" Kesal Gabriel saat tahu tatapan Genta.
Dengan kesal, Genta pergi dari hadapan Gabriel dan Ara menuju teman - teman nya.
"Gimana Ta?" tanya Bagas,
"Biarin," Jawab Genta
"Lah?" heran Bagas, ada apa dengan sahabat nya itu?
"Lanjutin acara!" tekan Genta, setelah mengatakan itu Genta langsung pergi dari sana.
"Kok gitu sih Genta!" kesal Lista tak terima,
"Siapa sih sebenarnya tuh murid baru?" tanya Rita
"Ngak tahu, udah lah ngak usah ngurusin dia" ucap Bagas,
"Tapi ngak adil Bagas, dia melangar aturan yang kita buat! Kalau dia kayak gitu kita sebagai Osis kayak ngak ada artinya!" ketus Lista
"Udah lah ngapain di permasalahin sih? Orang pak Sandy ngak komen kok. Emang nya lo berani ngelawan Gabriel? Inget ya jangan cari masalah sama Gabriel!" tekan Bagas
"Tapi kan di-"
"Udah lah, kita lanjutin kegiatan nya lagi!" tegas Bagas dia langsung meningalkan Lista dan Rita yang tengah kesal.
"Apa - apan sih mereka berdua!? " Kesal Lista,
"Udah lah pikir nanti, kita lanjutin dulu acaranya" ajak Rita,
"Mau kemana baby?" Gabriel menahan tangan Ara yang akan beranjak pergi.
"Em Ara mau ikut mereka juga kak," jawab Ara seraya menunjuk segerombolan siswa lain yang berjalan ke pingir lapangan.
"No!" larang Gabriel mentah - mentah, apa - apaan dia larang - larang??
"Ta_ tapi itu..." Ara menatap siswa lain termasuk Kayla yang sudah menaiki tangga lantai atas,
"Mereka keliling sekolah," ucap Gabriel
"Keliling sekolah??" ulang Ara, Gabriel menganggukan kepalanya sekilas,
"Lepas kak! Ara juga mau ikut keliling sekolah!" Ara mencoba melepaskan gengaman tangan Gabriel yang mengengamnya erat.
"Tidak perlu, kita bisa keliling berdua baby.. Dan lagi aku sudah tahu di mana kelas mu,"
"Kakak tahu kelas Ara di mana?" tanya Ara dengan memandangi wajah tampan milik Gabriel.
"Sure, baby"
"Ara satu kelas sama Kayla ngak kak?" tanya Ara antusias.
"Kayla? Aku tidak tahu baby" jawab Gabriel, memang dia tidak tahu karena yang dirinya ingin tahu adalah Ara, Ara, dan Ara.. gadisnya!
Ara menghela nafasnya lesu, dia pikir Gabriel tahu Kayla dan dirinya satu kelas atau tidak, ternyata..
"Jika kau mau aku akan membuatnya menjadi satu kelas dengan mu baby," ucap Gabriel yang tak tega melihat raut kecewa dari gadisnya.
Belum apa - apa udah gadisnya aja nih ya...
Ara mengerjapkan matanya beberapa kali, emangnya bisa begitu?? Dan siapa orang yang di depannya ini sebenarnya? Itulah fikiran Ara saat ini,
"Ngak perlu kak King, kalau pun sekelas atau engak yang penting Ara masih bisa ketemu di sekolah, kan bisa ke kantin bareng juga" ucap Ara bijak.
"Ayo anterin Ara ke kelas baru Ara kak King," Ajak Ara bahkan dirinya tak sadar jika menarik tangan Gabriel untuk berjalan bersama.
Sementara sang empu pemilik tangan yang di tarik,
"Sial! Jantung rongsokan! Berani - beraninya dia berdetak cepat saat ini!" Geram Gabriel dalam hati meruntuki jantungnya yang baperan, baru aja di gengam apa lagi jika di_