NovelToon NovelToon
Penghianatan Tak Termaafkan

Penghianatan Tak Termaafkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Dia mencintaiku untuk sebuah taruhan. Aku menghancurkannya untuk sebuah keadilan."

​Kirana percaya bahwa Arka Mahendra adalah pelabuhan terakhirnya. Di pelukan pria itu, ia merasa aman, hingga sebuah malam di pesta megah mengoyak dunianya. Di balik tawa mahal dan denting gelas sampanye, Kirana mendengar kenyataan pahit, cintanya hanyalah sebuah objek taruhan, dan harga dirinya hanyalah alat untuk memenangkan kontrak bisnis keluarga Mahendra.

​Dikhianati, dipermalukan, dan dibuang hingga ke titik nol tak membuat Kirana menyerah. Ia menghilang, mengubur gadis naif yang penuh cinta, dan terlahir kembali sebagai wanita sedingin es yang haus akan pembalasan.

​Tiga tahun kemudian, ia kembali. Bukan untuk memohon maaf, tapi untuk mengambil setiap keping kekayaan, kehormatan, dan kewarasan pria yang telah menghancurkannya.

Selamat datang di Cerita Kirana, di mana cinta adalah racun dan pengkhianatan adalah senjatanya.

By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

​Matahari Bali yang terik biasanya memberikan kehangatan yang memeluk, namun bagi Kirana, pagi itu terasa seperti musim dingin yang abadi. Setelah mendengar setiap detak rencana jahat dalam percakapan telepon Arka dan Surya semalam, seluruh emosi yang sempat mekar kembali di hatinya - harapan yang rapuh, rindu yang menyesakkan, dan rasa percaya yang hampir pulih - seketika mati pucat, layu sebelum sempat sepenuhnya berkembang.

​Ia berdiri diam di depan cermin besar vilanya selama hampir satu jam. Ia mengenakan setelan kerja berwarna merah menyala, sebuah pilihan warna yang tidak biasa bagi seorang 'Ratu Es' yang biasanya memilih warna-warna monokrom.

Warna itu melambangkan keberanian, kemarahan yang terkendali, dan bahaya yang nyata. Ia memulas bibirnya dengan warna senada, mempertajam garis matanya hingga menyerupai sayap elang yang siap menyambar mangsa.

​Ia tidak lagi melihat Kirana yang ragu di pantulan cermin itu. Ia melihat seorang Grandmaster catur yang sudah menghitung sepuluh langkah ke depan, siap menumbangkan raja lawan dalam satu gerakan skakmat yang brutal.

​"Kau ingin aku mencintaimu lagi agar kau bisa menghancurkanku, Arka? Baiklah," bisik Kirana pada pantulannya sendiri, suaranya sedingin es di kutub. "Aku akan mencintaimu dengan cara yang sangat istimewa, sebuah cara yang akan membuatmu menyesal setiap hari seumur hidupmu karena pernah menyebut namaku."

​Di lokasi proyek, Arka tampak gelisah luar biasa. Ia berulang kali melirik ke arah jalan masuk, berkonsultasi dengan jam tangannya setiap lima menit. Sejak kejadian semalam di bedeng, ia merasakan ada sebuah jarak yang tak kasat mata, meski Kirana bersikap seolah-olah tidak mendengar apa pun.

Ada ketakutan primordial yang merayap di tengkuknya, namun ia mencoba menepisnya dengan membayangkan angka satu triliun rupiah yang akan menyelamatkan warisannya.

​Saat mobil jip Kirana tiba, Arka segera menghampirinya dengan langkah lebar. Ia membawa segelas kopi kesukaan Kirana dan sebuah payung besar untuk melindungi wanita itu dari sengatan matahari Bali.

​"Selamat pagi, Kirana. Kau tampak... luar biasa hari ini. Merah sangat cocok untukmu," ujar Arka, mencoba mencari kehangatan atau setidaknya sedikit kilau cinta di mata wanita itu.

​Kirana tersenyum, sebuah senyuman yang sangat sempurna, sangat manis, hingga Arka yang mahir memanipulasi pun tidak menyadari ada belati yang tersembunyi di balik lengkungan bibir itu. "Terima kasih, Arka. Tidurku sangat nyenyak setelah percakapan kita di pantai kemarin. Aku memikirkan banyak hal, terutama tawaranmu soal masa depan kita berdua."

​Arka merasa hatinya melonjak kegirangan. Rencana ayahnya berhasil. "Benarkah? Dan... apa keputusanmu, Sayang?"

​Kirana menyentuh lengan Arka dengan lembut, sebuah gerakan yang direncanakan untuk membuat Arka merasa telah memenangkan kembali mangsanya seutuhnya.

"Aku setuju untuk mempercepat merger antara Nirmala Capital dan Mahendra Group. Bahkan, aku sudah memerintahkan Reza untuk menyiapkan dokumen penyerahan dana darurat sebesar satu triliun rupiah untuk melunasi seluruh hutang ayahmu besok pagi. Aku tidak ingin kita memulai pernikahan kita nanti dengan beban masa lalu."

​Arka tertegun. Angka itu jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Satu triliun rupiah bukan hanya menyelamatkan proyek Bali, itu bisa mengembalikan kejayaan Mahendra Group ke posisi semula. "Satu triliun? Kirana, kau serius? Itu hampir seluruh likuiditas Nirmala Capital."

​"Aku percaya padamu, Arka," ucap Kirana dengan nada bicara yang paling tulus, paling lembut yang pernah ia buat. "Jika kita akan membangun masa depan bersama, hartaku adalah hartamu juga. Aku ingin kita menjadi pasangan paling kuat di industri ini."

​Arka memeluk Kirana dengan erat di tengah hiruk pikuk suara mesin konstruksi dan debu proyek. Ia merasa berada di puncak dunia, merasa bahwa ia adalah pria paling cerdas karena berhasil menjinakkan wanita seperti Kirana.

Di telinga Kirana, ia membisikkan janji-janji setia, sementara tangannya di dalam saku jas sudah sibuk mengetik pesan singkat kepada Surya Mahendra. "Ikan sudah masuk perangkap. Satu triliun cair besok pagi. Persiapkan tim hukum untuk mendepaknya lusa. Kita menang mutlak, Ayah."

​Arka tidak menyadari bahwa di balik bahunya, mata Kirana menatap kosong ke arah laut lepas dengan kedinginan yang mematikan.

~

​Malam harinya, sebuah makan malam perayaan diadakan di sebuah restoran privat yang sangat mewah di kawasan Seminyak. Hanya ada Kirana dan Arka, dikelilingi oleh ribuan lilin dan aroma bunga sedap malam. Di atas meja kayu jati yang mahal, terdapat dokumen merger yang tebal dan berwibawa.

​"Sebelum aku menandatangani ini dan melepaskan dana satu triliun itu," Kirana membuka map tersebut dengan tenang, "ada satu prosedur teknis yang diminta oleh bank sentral. Karena dana ini dikirim melalui jalur investasi luar negeri Nirmala Capital di Singapura, aku butuh tanda tanganmu sebagai penjamin pribadi dan manajer lapangan proyek Bali. Ini hanya formalitas agar bank tidak mencurigai adanya tindak pidana pencucian uang atau aliran dana gelap."

​Arka membaca dokumen itu sekilas. Di bawah pengaruh beberapa gelas anggur merah mahal dan euforia kemenangan, matanya hanya memindai poin-poin besar. Dokumen itu tampak seperti surat penjaminan standar. Ia tidak meneliti bagian fine print atau catatan kaki yang sangat kecil di halaman terakhir, halaman yang telah disisipkan oleh Reza dengan sangat rapi.

​Dokumen itu bukan sekadar penjaminan merger. Itu adalah sebuah 'pengakuan dosa' yang disusun secara legal. Di dalamnya tertera bahwa Arka Mahendra bertanggung jawab secara penuh atas seluruh aliran dana ilegal, manipulasi laporan pajak, dan skema penipuan investor yang dilakukan Mahendra Group selama lima tahun terakhir. Kirana dan Reza telah memindahkan jejak digital kejahatan Surya Mahendra ke dalam struktur keuangan proyek Bali yang dikelola Arka.

​Arka mengambil pulpen emasnya dengan tangan yang mantap dan menandatangani setiap halaman dengan senyum lebar.

​"Selesai," ujar Arka dengan nada puas yang luar biasa. "Sekarang, tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita, Kirana. Mahendra dan Nirmala akan menjadi satu."

​"Ya," Kirana mengambil dokumen itu, menutupnya, dan memasukkannya ke dalam tas dengan gerakan yang sangat rapi. "Mulai besok, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita... dari kebenaran yang sesungguhnya."

​Keesokan paginya, suasana di kantor pusat Mahendra Group di Jakarta tampak sangat meriah. Surya Mahendra sudah mengenakan setelan terbaiknya, menyiapkan konferensi pers besar-besaran untuk mengumumkan merger yang akan mengguncang pasar saham. Ia duduk di ruang rapat utamanya, menunggu notifikasi transfer dana dari Kirana yang akan masuk ke rekening pribadinya.

​Tiba-tiba, pintu ruang rapat didobrak dengan keras. Bukan oleh Kirana, melainkan oleh belasan petugas berseragam dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tim gabungan Kepolisian RI.

​"Surya Mahendra? Anda ditahan atas dugaan pencucian uang lintas negara, penggelapan pajak dalam skala masif, dan manipulasi laporan keuangan sebesar dua triliun rupiah," ujar salah satu penyidik senior dengan suara yang menggelegar.

​Surya ternganga, wajahnya seketika pucat pasi. "Apa?! Ini pasti kesalahan fatal! Saya baru saja akan melakukan merger legal dengan Nirmala Capital! Ada dana satu triliun yang masuk!"

​"Justru dari dokumen yang diserahkan oleh Nirmala Capital dan tanda tangan penjaminan putra Anda sendiri, Arka Mahendra, kami mendapatkan bukti tak terbantahkan bahwa seluruh aset Anda saat ini adalah hasil dari skema penipuan terorganisir yang sudah dilarikan ke proyek Bali."

​Di saat yang hampir bersamaan di Bali, Arka sedang bersiap-siap di lobi hotelnya dengan perasaan sangat bahagia saat sepasang tangan kekar memborgol pergelangan tangannya dengan paksa.

​"Apa-apaan ini?! Lepaskan saya! Saya Arka Mahendra! Kalian tidak tahu siapa saya?!" teriak Arka meronta-ronta di depan para tamu hotel yang ternganga.

​Dari balik kerumunan petugas, Kirana melangkah maju dengan perlahan. Ia tampak sangat anggun dan berkuasa, berdiri tepat di depan Arka yang kini terduduk bersimpuh di lantai dengan tangan terborgol.

​"Kenapa, Arka? Kenapa kau tampak begitu terkejut?" tanya Kirana pelan, suaranya sangat lembut namun menyayat.

​"Kirana! Apa yang kau lakukan?! Jelaskan pada mereka bahwa ini semua salah paham! Jelaskan soal dana satu triliun itu kepada polisi!"

​Kirana berjalan mendekat, membungkuk sedikit untuk membisikkan sesuatu tepat di telinga Arka, mengulangi kata-kata yang Arka gunakan untuk mengkhianatinya semalam. "Aku sangat percaya padamu, Arka. Begitu percayanya, hingga aku memastikan kaulah yang menandatangani surat masuk penjara untuk ayahmu dan dirimu sendiri. Kau ingat? Cinta adalah alat manipulasi terbaik."

​Wajah Arka berubah menjadi abu-abu kehijauan. Matanya membelalak ketakutan. "Kau... kau menjebakku? Sejak kapan?"

​"Sejak kau tertawa di telepon malam itu, menyebutku ikan di dalam pukat yang bisa kau peras," desis Kirana. "Aku tahu rencana penipuanmu setelah merger. Aku tahu ayahmu ingin memenjarakanku setelah uangku cair. Jadi, aku memberikan apa yang kalian mau, sebuah kehancuran yang sah di mata hukum negara."

​Arka jatuh terduduk sepenuhnya di lantai marmer lobi, air mata penyesalan - kali ini mungkin benar-benar nyata - mengalir deras di pipinya. "Kirana... kumohon... aku benar-benar mencintaimu selama di Bali... aku ingin berubah..."

​"Mungkin kau memang ingin berubah, Arka," jawab Kirana dingin tanpa sedikit pun rasa kasihan. "Tapi di duniaku, penyesalan tidak menghapus hutang darah dan pengkhianatan. Kau menghancurkan integritasku demi taruhan mobil sport. Sekarang, aku menghancurkan kebebasanmu demi keadilan bagi setiap orang yang pernah keluargamu injak-injak."

​Kirana berbalik tanpa menoleh lagi. Di luar hotel, puluhan wartawan sudah menunggu seperti hiu yang mencium aroma darah. Skandal Mahendra Group menjadi berita terbesar dalam dekade ini.

​Satu jam kemudian, Kirana duduk sendirian di tepi tebing Uluwatu, tempat di mana Arka pernah bersumpah palsu di hadapan laut. Angin laut yang kencang menerpa wajahnya, mengeringkan setetes air mata yang tanpa sengaja jatuh.

Ia mengambil kalung safir yang sempat Arka berikan kembali - *kalung yang ia ambil diam-diam dari laci Arka semalam* - dan melemparkannya jauh-jauh ke tengah gulungan ombak Samudra Hindia.

​Benda itu tenggelam, menghilang selamanya seperti ilusi cinta mereka.

​Ponselnya bergetar. Sebuah pesan singkat dari Reza muncul di layar. "*Seluruh aset Mahendra Group telah disita negara. Saham mereka bernilai nol. Nirmala Capital secara resmi memenangkan lelang aset dan kini memegang hak penuh atas seluruh proyek Bali. Kau menang mutlak, Kirana. Naga itu sudah mati*."

​Kirana menarik napas dalam-dalam. Tidak ada rasa bahagia yang meluap-luap, hanya ada rasa lega yang sangat berat, seolah sebuah gunung baru saja diangkat dari pundaknya. Ia telah menyelesaikan permainannya. Ia telah membuktikan bahwa pengkhianatan mungkin bisa mematahkan hati, tapi itu justru melahirkan seorang Ratu yang tidak akan pernah bisa dikalahkan lagi oleh siapa pun.

​Ia berdiri tegak, mengenakan kacamata hitamnya, dan berjalan menuju mobilnya dengan langkah yang pasti.

​"Selamat tinggal, Arka," ucapnya pada angin. "Terima kasih telah mengajariku bahwa cinta adalah senjata paling mematikan jika jatuh di tangan yang salah. Dan sekarang, aku adalah pemilik tunggal senjata itu."

​Kirana meluncur pergi meninggalkan puing-puing dinasti Mahendra di belakangnya. Di Bali, pembangunan hotel itu tetap berlanjut, namun kini di bawah nama Nirmala Resort, sebuah monumen abadi untuk seorang wanita yang bangkit dari abu pengkhianatan untuk menaklukkan dunia.

...----------------...

**Next Episode**....

1
shabiru Al
mau tamatkah ?
Miss Ra: Belum kak..

masih panjang..
total 1 replies
Eva Karmita
benarkah Arka meninggal... sedihnya 😭😭😭😭
kalea rizuky
Kirana goblok pergi jauh lah gatel amat li kayak jalangg
Eva Karmita
😭😭 Arka kau laki" sejati...kau rela di pandang rendah dan hina demi penebusan dosa mu ...cintamu tulus Arka semoga ada keajaiban kamu bisa selamat dari ambang kematian yang menanti ...Kirana apa yang sekarang kmu rasakan melihat Arka lemah dan tidak berdaya 😭😭💔
Eva Karmita
perjuangan cinta yang rumit dan penuh pengorbanan berdarah 💔🥀🥺
Eva Karmita
nyesek banget dah 😩😩 ....cinta Arka yang begitu besar tapi Dimata Kirana hanya sebuah kepalsuan 💔😭
Eva Karmita
otor keren jalan ceritanya bagus aku suka melihat perjuangan cinta Arka tidak pernah menuntut untuk dibalas cintanya cuma mau selalu dekat dgn wanitanya ❤️🤍👍
Miss Ra: thank u atas apresiasinya kak..

semoga berkesan dengan semua ceritaku yaa..

/Kiss//Heart/
total 1 replies
Eva Karmita
terharu banget melihat perjuangan Arka dalam menembus semua dosa nya ...semoga kalian bisa bersatu dalam suka dan duka ❤️
shabiru Al
ta kasih vote ya thor biar makin semangat up nya 💪
Miss Ra: thank u kakak...

semoga berkesan dengan ceritaku..
/Kiss/
total 1 replies
shabiru Al
ta kirain kirana gak bakalan tau siasat arka,, akhirnya tau juga strategi arka agar bisa menangkap baskara,, meski harga yang harus dbayar arka sangat mahal
shabiru Al
rumit benar2 rumit,,, arka melindungi kirana dengan menghancurkan jiwanya...
shabiru Al
permainan semakin berbahaya
shabiru Al
makin rumit dengan jalan pikiran arka,, dah curiga juga pasti arka tetep terlibat... kasihan sekali kirana
shabiru Al
makin rumit makin jlimet dan bodohnya kirana gak bisa lepas dari arka
shabiru Al
benar2 pelim
Miss Ra: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
anju hernawati
bagus jalan ceritanya author lanjut y .....
Miss Ra: siaaappp
total 1 replies
zhelfa_alfira
makin seru
Renjana Senja
nah bener. harus waspada sama barang asing gitu
Renjana Senja
eh. kiriman apa itu kalau boleh tau kawan?
zhelfa_alfira
wah keren²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!