Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4~
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Alga menatap Grisha, putrinya, dengan senyum yang berusaha meyakinkan. "Ya sudah, kita lanjut menjaring ikan ya? Lihat, kita belum dapat satu ekor pun," ujarnya, meski ia sendiri merasakan pakaian basahnya menempel di kulit. Angin laut yang bertiup cukup kencang membuatnya sedikit menggigil.
Grisha, yang sejak tadi memeluk erat kaki Alga, mendongak dengan mata memerah. "Grisha takut, takut Papa jatuh lagi," bisiknya, suaranya bergetar. Kejadian beberapa saat lalu, ketika Alga tiba-tiba menghilang di bawah permukaan air, masih terbayang jelas di benaknya. Trauma itu mencengkeram hatinya erat-erat.
Alga berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan Grisha. Dikecupnya puncak kepala gadis kecil itu. "Oh, tadi itu Papa sengaja terjun ke dalam air," jelasnya dengan nada bercanda, berusaha menyembunyikan betapa paniknya ia tadi. "Papa melihat ikan yang sangat besar, sebesar ini," Alga merentangkan tangannya lebar-lebar. "Tapi sayang, ikannya lepas. Kalau dapat, pasti bisa kita jual dan Grisha bisa beli banyak es krim."
Grisha sedikit terhibur dengan cerita Papanya. Ia memang sangat menyukai es krim. Namun, rasa takutnya belum sepenuhnya hilang. "Janji, Papa tidak akan jatuh lagi?" tanyanya dengan suara kecil.
"Janji!" Alga mengangkat tangannya, membuat gestur seperti seorang pramuka yang sedang berjanji. "Sekarang, ayo kita cari ikan yang lebih besar dari tadi."
Mereka pun kembali melanjutkan kegiatan menjaring ikan. Alga berusaha melupakan kejadian tadi, namun pikirannya terus bertanya-tanya. Mengapa ia bisa terpeleset dan jatuh begitu saja? Padahal, ia sudah sering melakukan ini. Apakah ada sesuatu di dalam air tadi? Sesuatu yang menariknya ke bawah?
Alga memejamkan mata, mencoba merekonstruksi kejadian beberapa saat lalu dalam benaknya. Kepalanya masih berdenyut nyeri. Namun, ada sesuatu yang lebih membingungkan daripada rasa sakit itu. Sesuatu yang terasa asing namun begitu nyata. Jika diingat-ingat, apa yang sebenarnya terjadi? Ia merasa seperti mendapatkan sesuatu... sebuah sistem?
"Sistem apa?" bisiknya lirih, dahinya berkerut dalam. Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, tanpa ada jawaban yang pasti. Apakah tadi ia hanya bermimpi saat pingsan? Mimpi tentang sebuah cahaya terang yang tiba-tiba muncul dan membawanya ke dunia lain? Dunia yang terasa begitu nyata, namun juga begitu mustahil. Itu seperti mimpi, tapi kenapa sekarang ia bisa merasakan setiap hembusan napasnya, setiap detak jantungnya dengan begitu jelas?
Alga menggelengkan kepala dengan kuat, mencoba menghilangkan semua pikiran yang dianggapnya tidak masuk akal. Ia tidak mungkin mempercayai hal seperti itu. Ini pasti hanya efek samping dari pingsan tadi. "Aku hanya berhalusinasi," gumamnya, berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
Namun, ada sesuatu yang mengganjal di saku celananya. Sesuatu yang terasa nyata dan tidak mungkin diabaikan. Dengan ragu, Alga meraihnya dan mengeluarkan isinya. Di tangannya kini tergenggam 10 lembar uang kertas pecahan seratus ribu. Ia ingat betul, uang satu juta itu ia ambil dari sistem yang muncul dalam "mimpinya". Sistem yang memberinya pilihan untuk mengambil sejumlah uang sebagai modal awal.
"Ja-jadi ini beneran?" bisiknya, matanya membulat karena terkejut. Jantungnya berdebar semakin kencang, seolah ingin melompat keluar dari dadanya. "Ti-tidak mungkin..." Alga masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Tangannya gemetar, memegang erat uang itu seolah takut akan menghilang begitu saja.
Pikiran-pikiran liar mulai bermunculan di benaknya. Apakah ia benar-benar mendapatkan kekuatan super dari sistem misterius itu? Atau ini hanya delusi sesaat yang akan segera menghilang begitu ia membuka mata? Alga menelan ludah dengan susah payah. Ia tahu, hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Ada sesuatu yang besar telah terjadi.
Ting!
[Misi Baru]
[Menangkap 10 ekor ikan berat 1 KG dan memeliharanya]
[Hadiah: Sebuah rumah di tepi pantai]
[Status Misi sedang berlangsung]
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...