anak seorang tukang becak
Nisa adalah seorang anak sangat baik, namun sayangnya dia memiliki kehidupan keluarga yang sangat miskin, sehingga keluarga dari ibunya pun tak mau mengakui mereka karena merasa malu jika memiliki keluarga miskin seperti Nisa hingga dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun Di usia yang terbilang masih sangat muda itu dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun harus mengurus kedua adiknya yang masih kecil, dan merelakan masalah kecilnya yang tak seindah teman-teman yang lain, bapaknya hanyalah seorang pria tua yng bekerja sebagai tukang becak Namun kehidupan Nisa berubah setalah bertemu dengan seorang pria kaya raya tempat Nisa mengikuti sebuah kompetisi, akan kah hubungan mereka mendapat restu dari keluarga sang pria ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Jasmin semakin yakin jika dirinya akan di nikahi oleh rio, karena rio juga percaya bahwa dia adalah calon istrinya, apalagi melihat saat ini rio seperti sangat mencintainya
Setiap hari Jasmin berdoa semoga ingatan Rio tak pernah kembali hingga dia tak akan pernah lagi mengingat wanita udik itu
Rio berjalan di sekitar aula hotel, dan tak sengaja menabrak tubuh seorang wanita tua, wanita tersebut minta maaf
Ingatan bayangan Nisa saat tak sengaja menabrak Rio di tempat yang sama kembali muncul.. Rio sedikit pusing dan memilih duduk sebentar di kursi
Kejadian itu membuatnya pusing karena rio berusaha keras mengingat kembali kenangan itu namun tak mendapatkan apa apa, hanya ada wajah seorang gadis yang muncul sepintas
Rio Kembali ke ruangannya, dan merebahkan badan di atas ranjang yang sudah lama tersedia untuk Rio, dia membuka laci ranjang itu dan menemukan sebuah buku catatan
Dia membuka dan membacanya, rio juga menemukan sebuah foto seorang gadis dan foto keluarga gadis itu di dalam buku catatan itu
Rio meminta irfan untuk ke ruangannya dan menanyakan siapa gadis yang berada di dalam foto itu
" Dia adalah nisa pak rio" Jawab Irfan menatap foto tersebut
" Apa hubunganku dengan gadis ini?" Tanya rio
Irfan pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir sampai Rio mengalami kecelakaan
Bahkan Irfan juga memperlihatkan foto
serta video rio bersama nisa di dalam laptop miliknya
Rio kembali tersenyum karena merasa
sangat bahagia melihat senyum gadis itu
" Dimana gadis ini sekarang?" Tanya Rio
" Sampai sekarang saya juga belum tau pak"
" Maksudnya?"
" Dari hari itu hingga sekarang tak ada kabar darinya dan bahkan keluarga nya pun tak tau berada dimana" jawab Irfan
" Ya sudah kamu lanjutkan kerjaan kamu, tapi tolong biarkan laptop itu tetap di sini, aku ingin melihat video itu lagi" ucap nya pada Irfan
Entah sudah berapa minggu rio memperhatikan video itu, pagi, siang dan malam dia selalu berusaha untuk mengingat kembali kejadian itu sebab dia merasa bahwa itu adalah kenangan indah miliknya
Tanpa sengaja Rio memperhatikan cincin yang mereka gunakan di video tersebut, dan
seperti nya dia mengingat pernah memberikan cincin pada seorang wanita namun bukan pada Jasmin wanita yang mengaku menjadi kekasihnya yang sekarang
Rio kembali berusaha untuk mengingat soal cincin itu sembari mengulang kata yang dia ucapkan pada gadis di video itu
" Nisa, mau kah kau menikah denganku" ucap Rio berulang ulang sembari memejamkan matanya masih berusaha untuk mengingat wajah gadis yang bernama nisa
" Hah? Itu adalah cincin permata yang aku berikan ke nisa saat melamar nya" ucap Rio melebarkan matanya
" Nisaaa,, nisaaa, sekarang aku sudah ingat, nisa calon istriku yang menghilang" gumam nya
" Nisa maafkan aku Nisa,, aku tak bermaksud menduakan mu, aku betul-betul tak tau dengan keadaanku nisa" Ucap Rio menangis begitu mengingat wajah Nisa
Dengan segera Rio menghubungi irfan untuk bertemu dengan nya di luar kantor dan mereka bertemu di salah satu resto favorit nisa
" Sekarang aku sudah ingat, Nisa calon istriku yang tak ada kabar sampai sekarang" ucap Rio
" Apakah kamu benar benar sudah mengingat nya?"
" Iya aku sudah mengingatnya, tapi aku belum tau dimana nisa sekarang berada"
" Sepertinya aku tau cara untuk mengetahui dimana nisa berada" ucap irfan
" Bagaimana caranya?"
" Sebaiknya kamu tetap berpura pura bahwa kamu masih belum mengingat semuanya, kamu harus mendekati Jasmin, aku yakin dia pasti tau keberadaan nisa
" Apa kamu yakin? "
" Iya aku sangat yakin ada campur tangan Jasmin dengan semua ini"
" Aku juga yakin, tapi aku tidak yakin bisa menahan amarahku begitu bertemu dengan Jasmin" ucap Rio
" Bertahanlah jika kamu ingin nisa segera kembali"
" Baiklah ide kamu bagus juga" ya sudah selesaikan makan mu, aku akan segera meminta Jasmin menemui ku" ucap rio
*******
Jasmin dengar hati berbunga bunga datang menghampiri rio, Karena untuk pertama kalinya selama amnesia Rio mengajak nya makan di luar
Dengan penampilan yang sengaja sedikit seksi, dan berharap agar Rio bisa tergoda, Namun dia tak tau di dalam hati Rio menahan rasa jijik dan mualnya didekat jasmin
" Sayang, kamu senang gak makan bersama ku" tanya Rio pada jasmin
" Iya dong sayang, aku senang banget karena akhirnya kamu mau juga makan dengan ku"
" Maafkan aku jika selama ini selalu membuatmu terluka, dan aku akan segera menikahi mu sebagai bukti cintaku padamu Jasmin" ucap rio menahan rasa amarahnya yang sebenarnya sudah sangat ingin meledak
" Gak sayang, aku sudah memaafkan mu dari dulu, dan betulkah kamu akan segara menikahi ku ?" Ucap jasmin terlihat sangat bahagia
" Aku serius sayang, tunggu sedikit lagi ya sayang, aku masih mau menikmati waktu berdua seperti ini dengan mu"
" Dan kamu juga tak usah berusaha untuk membuat ingatan masa laluku kembali, aku sudah tak peduli sama ingatan itu, yang penting ingatan sekarang ini akan selalu
membekas di hati" Ucap rio penuh penghayatan
" Tapi sayang, apakah kita tak memiliki seorang teman? Kenapa aku tak pernah melihat teman teman kita?" Tanya Rio
" Ada sayang, nanti lain kali aku akan memperkenalkan padamu".. jawab Jasmin berpikir Ini adalah kesempatan bagus untuk mencoba menguji ingatan rio
Jasmin berencana akan membawanya ke
kampung nisa, jasmin ingin tau apakah ingatan rio akan kembali atau tidak
Setelah sampai di apartemen nya, Jasmin menghubungi aura, dan memberitahu tentang rencananya membawa rio ke kampung itu, Dengan persiapan mereka pun berangkat pada keesokan harinya
*****
Jasmin membuat janji temu dengan Aura di salah satu resto yang sedikit jauh dari rumah nisa, namun aura mengatakan jika dia tak bisa pergi dan akhirnya mereka bertemu di rumah baru Aura yang sedikit lebih besar dari rumah sebelum nya
" Sayang, ini rumah siapa? " tanya rio begitu mobilnya berhenti di depan rumah aura
" Ini kan rumah sahabat aku sayang, dulu kita sering ke sini sebelum kamu mengalami kecelakaan " jawab Jasmin berbohong
" Ohh gitu, maafkan aku Jasmin sayang, aku benar benar tidak mengingatnya" ucap Rio menggenggam tangan Jasmin
" Gak apa apa sayang, aku ngerti kok" ucapnya mengecup pipi Rio
Rio tersenyum namun dalam hatinya sangat kesal dan segera menghapus bekas kecupan Jasmin menggunakan tisu begitu Jasmin keluar dari mobil
" Jasmin" teriak aura pada Jasmin yang bersikap akrab agar rio percaya bahwa mereka adalah sahabat
" Aura" apa kabarmu?"
" Aku baik Jasmin, Oiya rio gimana kabarmu?"
" Aku baik kok, maaf ya aku masih belum bisa ingat tentang kamu" Ucap Rio berbohong padahal dia sudah sangat ingin menghajar kedua gadis yang ada bersamanya
" Gak apa apa lah, yang penting kamu masih ingat tentang Jasmin yang selalu mencintaimu rio" balas aura
" Jelas saya aku selalu mengingatnya, dia adalah gadis yang selalu ada untukku dan kami juga akan segera menikah" ucap Rio
" Benarkah? Wah.. Aku turut bahagia mendengar kabar itu"
" Gimana dengan nisa apakah dia telah telah menikah dengan pria tua yang telah membelinya?" Tanya Jasmin dengan sedikit mengecilkan suaranya agar tak terdengar rio
" Kayaknya sih sudah, tapi gak taulah bukan urusan gw, lagian dia juga udah gak di sini lagi, dan yang terpenting lo udah dapat uang Lo mau" balas aura sedikit pelan karena takut jika Rio mendengarnya
Selagi mereka membahas tentang nisa, rio berpura-pura pamit ke toilet dan meninggalkan ponselnya untuk merekam pembicaraan mereka
" Trus? Ada dimana dia sekarang?" Tanya Jasmin
" Ada di kota yang sama dengan kakaknya di Kalimantan " jawab aura
" Bagus, lalu waktu Lo bakar rumahnya si udik itu, gak ada yang lihat kan Lo?"
" Tenang aja, gak ada yang lihat, kan posisinya malam jadi gelap gitu"
" Trus keluarganya yang lain Lo tau kan mereka di mana?"
" Gak taulah, bukan urusan gw juga. Yang penting uang udah di tangan"
" Aura " panggil beni yang baru masuk ke dalam rumah
" Sayang, kamu sudah pulang? Sini sayang aku kenalin temen aku"
" Jasmin, kenalin ini pacar gw, sayang kenalin ini Jasmin dan ini tunangan nya rio" ucap aura memperkenalkan mereka
Di hari itu akhirnya mereka pun menghabiskan waktu untuk berbincang segala hal di rumah itu
Mereka berempat terlihat akrab sekali, meskipun baru pertama bertemu, namun ini terpaksa rio lakukan hanya untuk mencari keberadaan nisa
Dia sudah merekam semua pembicaraan aura dan Jasmin, namun belum sempat dia dengarkan di ponsel, nanti saja ketika pulang dan sampai di rumah baru dia memperjelas percakapan kedua orang itu
Mereka berdua nginap di rumah aura untuk malam ini, Rio tak bisa memejamkan mata karena teringat perkataan Jasmin yang sempat dia denger sekilas jika nisa telah menikah dengan pria tua
Semakin berusaha Rio memejamkan mata maka rio semakin tak dapat
memejamkan matanya, padahal jam sudah menunjukkan di angka tiga subuh