NovelToon NovelToon
The Kings And The Woman

The Kings And The Woman

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lilly✨

Ribuan lembar di Papirus,ribuan kata kata cinta yang aku hanturkan Tidak cukup mendeskripsikan Aku mencintaimu.

"Aku tidak pernah bisa menaklukkan rindu ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilly✨, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab-3

Matanya yang biru tetap menatap tajam, menyelidik, mencoba membaca ekspresi pangeran muda di hadapannya.

Pangeran itu juga tidak berkata apa-apa untuk beberapa saat. Hanya ada kesunyian di antara mereka, diiringi gemerisik daun dan suara angin yang berbisik lembut di antara pepohonan.

Setelah beberapa detik yang terasa begitu panjang, pangeran itu akhirnya melepaskan napas perlahan.

"Dari mana asal mu?."kata nya

Selena Menaiki alis nya dan melepaskan dirinya,dia berbalik pergi, pangeran itu yang sangat aneh itu mengerutkan keningnya,"Hei! kau tidak mendengar kan ku?!."

Tidak ada respon.

"Siapa nama mu?."

Tidak ada respon

"Kenapa pakaian mu sangat aneh?."

Tidak ada respon

Selena tidak merespon setiap perkataan nya,dia menimbang nimbang situasi nya, pakaian, bahasa, penampilan, lokasi semua nya,dia menimbang nya.

"Langkah pertama,aku harus tahu dimana ini..."kata batin nya.

Pria muda itu menarik tangan Selena dan berkata,"Hei! kenapa kau tidak menjawab ku!?."dia Menaiki suara nya dan menatap nya,"dari mana asal mu?."

Selena Menatap mata pria itu dan terdiam sejenak.

Benar juga.

Aku lupa .

"Ya,Aku tersesat."jawab nya tenang melepaskan tangan yang di tarik oleh nya, sepasang mata dalam dan misterius itu menatap nya,"Kau tersesat?kenapa kau tidak ikut dengan ku?."

Selene menegang. "Dan kenapa aku harus ikut dengan seseorang yang bahkan tidak kukenal?"

Pangeran itu menyipitkan mata, seperti menimbang sesuatu dalam benaknya.

"Jika kau memang tersesat, maka kau seharusnya ikut denganku."

Mata selena menatap pria itu dan berkata dengan nada rendah,"Apa hubungan nya aku yang tersesat dan ikut dengan mu?."tanya nya.

"Karena di luar sana lebih berbahaya daripada yang kau kira," jawabnya singkat.

Pangeran itu mendekat selangkah, cukup dekat sehingga Selene bisa mencium samar aroma kayu dan dedaunan dari pakaiannya. Dia tidak menunjukkan ancaman, tetapi juga tidak menawarkan kenyamanan.

"Siapa namamu?" tanyanya lagi.

Selene tidak langsung menjawab.

"aku tidak mau memberitahukan nama ku.."kata nya,berjalan pergi

Pria itu menatap ke tanah dan berjalan menghalangi Selena,"Nama ku,Hattusili... bagaimana dirimu,nona?."kata nya menyentuh rambut kuning keemasan milik Selena.

Hattusili.....

Itu....nama raja Hittie

Ayahnya adalah muwatali II

Pangeran dari Kerajaan Hittie, kerajaan yang bisa menyaingi Mesir dan musuh Mesir yang abadi.

Apakah aku... terlempar di tanah Hittie....

Ah.

Ini sungguh gila....

Dia terdiam dan bibirnya sejenak terbungkam,dia kembali sadar dan menyampingkan segala emosi yang ada.

"Nesharra," ucapnya akhirnya, membiarkan nama itu mengalir begitu saja dari bibirnya.

Pangeran itu menatapnya lebih lama kali ini, seolah menyimpan nama itu di dalam ingatannya.

Lalu, untuk pertama kalinya, sudut bibirnya terangkat sedikit—bukan senyuman penuh, tetapi cukup untuk menunjukkan ketertarikannya.

"Nesharra....," katanya perlahan,"Itu indah...."dia mencium rambut Selena dengan lembut.

Selena tetap diam, tak bergerak sedikit pun saat Hattusili mencium rambutnya. Matanya yang biru menatap pria muda di depannya tanpa ekspresi, seolah mencoba menimbang situasi yang baru saja terjadi.

Hattusili mundur sedikit, memperhatikan reaksi Selena—atau yang sekarang telah ia kenal sebagai Nesharra. Bibirnya masih melengkung samar, namun sorot matanya dipenuhi ketertarikan yang sulit dibaca.

"Nesharra... ikutlah dengan ku..."dia menatap Nesharra dengan tegas

"Jika kau benar-benar tersesat," katanya, "maka kau membutuhkan perlindungan."

Sepasang mata biru milik Selena bertemu dengan mata hitam pekat Hattusili. Dalam sepersekian detik itu, Selena menyadari satu hal—

Dia baru saja menarik perhatian pria yang kelak menjadi salah satu penguasa paling berbahaya di zamannya.

Dari balik pepohonan, seorang pria tiba-tiba muncul.

Dia tinggi, mengenakan jubah gelap yang berdebu, dan matanya tajam seperti elang. Ada sesuatu dalam cara dia berjalan—tenang, penuh perhitungan, seolah setiap gerakannya telah dipikirkan sebelumnya.

Selena langsung merasa ada yang aneh.

Hattusili mengerutkan keningnya begitu melihat pria itu.

"Kau," katanya, suaranya datar, tetapi ada ketegangan di dalamnya.

Pria itu menyilangkan tangan di dada. "Pangeran Hattusili, aku harus berbicara denganmu. Sekarang."

Hattusili mendengus pelan, tampak tidak menyukai gangguan ini. Dia menoleh ke Selena. "Tunggu di sini. Aku tidak akan lama."

Selena menatapnya sebentar, lalu berpura-pura menurut.Dia tidak tahu siapa pria itu, tetapi tatapan dan nada bicaranya membuatnya yakin bahwa pembicaraan mereka penting. Jika dia tetap di sini, dia bisa terseret dalam urusan yang bukan miliknya.

Langkahnya semakin cepat. Dia menunduk, menyelinap di antara pepohonan, berusaha menjauh sejauh mungkin sebelum Hattusili menyadari kepergiannya.

Angin malam berhembus, membawa aroma tanah basah dan dedaunan.

Hattusili baru saja hendak berbicara dengan pria misterius itu ketika sesuatu di ujung penglihatannya menarik perhatiannya.

Sekilas, ia melihat gaun Selena bergerak di antara pepohonan, anggun seperti bayangan yang menghilang ke dalam gelapnya malam.

Matanya membelalak.

Dia pergi?

Dalam sekejap, ketertarikannya pada percakapan ini memudar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!