Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlaku juga sebaliknya
"Baiklah... Aku mau menandatangani surat perjanjian itu. Tapi aku mau mengajukan beberapa syarat" Ucap Isyana
"Apa kau diposisi yang bisa mengajukan syarat? " Ucap Briyan
" Sebagai pihak kedua aku bisa tidak menyetujui surat perjanjian karena terpaksa" Isyana mencoba bernegosiasi.
"Kau mencoba mengancamku?" Ucap Briyan
"Jika kamu tidak mau tanda tangan, kamu tinggal beri aku uang 100juta sekarang juga. Bisa? " Jelas Briyan yang membuat Isyana tidak bisa berkutik sama sekali.
"Karena aku baik hati dan tidak sombong. Kamu bisa mengajukan persyaratanmu. Kamu bisa menulisnya dibalik surat perjanjian itu" Perkataan Briyan karena merasa tak tega melihat Isyana yang biasanya ada saja alasannya kini hanya terdiam.
Setelah mendengar perkataan Briyan Isyana mulai menuliskan persyaratan-persyaratan yang ingin dia ajukan dibalik kertas surat perjanjian tersebut.
Cukup lama Isyana menulis membuat Briyan cukup jenuh menunggunya. Briyan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang tidurnya sambil bermain dengan handphonenya.
Selesai Isyana menuliskan persyaratan-persyaratan yang dia ajukan dia memberikannya kepada Briyan. Briyan pun menerimanya dengan posisi tak berpindah sedikit pun.
Briyan membaca persyaratan-persyaratan yang diajukan Isyana. Isi persyaratan yang diajukan Isyana yaitu
pihak pertama dilarang menyentuh atau dengan sengaja melakukan kontak fisik kepada pihak kedua tanpa seijin pihak kedua
Pihak pertama harus menjaga jarak aman dengan pihak kedua
Tidak boleh tidur dalam satu ranjang
pihak pertama tidak boleh mencampuri urusan pribadi pihak kedua
Pihak pertama dilarang memanfaatkan keadaan untuk mengambil keuntungan dari pihak kedua
Bila pihak kedua merasa dirugikan makan pihak kedua bisa menuntut pihak pertama secara hukum
"Hahaha... Kau fikir kau sangat menarik?" Briyan tertawa terbahak-bahak. Kini dia membenarkan posisi duduknya
"Kau tenang saja. Aku tidak akan macam-macam. Karena kau bukan seleraku" Jelas Briyan
"Selera atau bukan selera itu urusanmu. Yang penting aku menjaga untuk terjadinya beberapa kemungkinan" Jelas Isyana tak mau kalah.
"Yang ada kamu nanti yang cari kesempatan dalam kesempitan. Mumpung sama cogan" Ucap Briyan sok kepedean sambil menaik-naikkan alis matanya
" Huek...! Kalaupun tinggal kamu cowok yang ada didunia ini. Diobral pun aku juga gak mau!" Ketus Isyana.
" Baiklah aku setuju dan ada syarat tambahan dariku" Ucap Briyan sambil menuliskan sesuatu di kertas itu.
"Ini silahkan tandatangan diatas materai" Briyan memberikan kertas perjanjian tersebut kepada Isyana setelah membubuhkan materai disana.
Isyana menerima surat perjanjian tersebut dan membaca ulang perjanjian dan syarat yang dia ajukan. Ternyata Briyan menuliskan poin ke 7 pada syarat yang diajukan Isyana. Yang isinya
"Berlaku juga sebaliknya"Isyana membaca tulisan tersebut
'Hadeh... Ini orang gak kreatif banget' batin Isyana
" Iya... Aku juga takut nanti di macam-macamin sama kamu" Alasan Briyan sambil tersenyum jahil
"Ampun deh...! Satu macam aja gue ogah. Ngapain juga mau macam-macamin kamu! " Isyana mulai tidak sabar dengan ucapan Briyan yang selalu sok kecakepan.
Buru-buru Isyana menandatangani surat perjanjian tersebut dan segera memberikannya kepada Briyan. Briyan juga menandatangani surat perjanjian tersebut setelah Isyana.
"Nah karena tidak boleh tidur satu ranjang. Maka kamu tidur disofa" Ucap Briyan setelah menyimpan surat perjanjian tersebut.
"Helo... Aku kan cewek. Masak tidur disofa..." Protes Isyana
"Memang kenapa kalau cewek?" Tanya Briyan
"Biasanya para wanita menuntut kesetaraan gender. La ini salah satu kesetaraan gender kan? Pria dan wanita itu sama. Jadi gak masalah kan mau cewek atau cowok yang tidur di sofa? " Jelas Briyan
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya