Anhe gadis yang telah di besarkan dalam lingkaran kegelapan. Hanya mengerti akan pembunuhan, membantai tanpa henti, tugas mematikan yang siap datang setiap waktu. Tanpa di duga gadis itu terbunuh saat menghadapi musuh besarnya. Dia bangkit kembali menjadi seorang gadis muda yang masih berusia lima belas tahun. Gadis dengan tubuh lemah, sakit-sakitan dan terbuang.
Anhe terlahir kembali sebagai putri kelima orang yang hampir dia bunuh. Di menit terakhir Tuan besarnya meminta untuk mundur dan pembunuhan di hentikan. Sehingga keluarga itu selamat dari pembantaian. Dan kini dia harus menjadi salah satu dari Putri perdana menteri pertahanan itu sendiri. Terjerat dalam skema keluarga besarnya bahkan keluarga kerajaan yang saling bertentangan.
Gadis pembunuh itu kini harus siap menghadapi perubahan besar dalam hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anhe gadis pembunuh
"Jangan khawatir selama ada aku kamu tidak akan terluka." Gadis itu bangkit setelah menyandarkan tubuh suaminya di kursi. Tatapan dingin juga tajam itu sangatlah berbeda dari Li Anhe yang biasanya. Dia menghadang di hadapan suaminya membuat pertahanan. Pedang di balik sabuknya di keluarkan. Gadis itu melirik sebentar kearah suaminya dengan senyuman. "Aku akan menjelaskannya setelah kembali." Perkataan yang sama seperti saat dirinya tahu suaminya menyembunyikan kekuatannya.
Puluhan orang maju mendekat secara bersamaan. Membuat perlawanan sengit untuk Li Anhe.
Trengg...
Ssreett...
Dree...
Setiap gerakan yang Li Anhe lakukan selalu ada nyawa yang hilang. Kekuatan gadis kecil itu bahkan mengalahkan puluhan pembunuh tingkat dua. "Huh..." menghela nafas dalam saat dirinya telah berhasil mengambil setiap nyawa. Gadis itu menatap kearah Raja Ning. Langkahnya pasti mendekat tanpa bisa di hentikan.
Tuan muda Ning Huan menghadang di hadapan Ayah angkatnya. Dia masih ragu untuk menodongkan pedang di tangannya. "Huan er," teriakan Raja Ning membuat pemuda itu tersadar. Dia mulai membuat pertahanan.
Ciuu...
Peluit kedua di tiupkan.
Sepuluh pembunuh tingkat satu keluar dari tempat persembunyian mereka.
Li Anhe menatap kesemua pembunuh yang ada di hadapannya. "Anhe menyapa Tuan besar." Perkataan itu membuat semua orang terkejut.
Raja kecil Ying masih tidak mengerti apa yang di maksud istrinya.
"Kamu siapa?" Raja Ning menatap tajam mengingat kembali apakah ada gadis dengan nama sama. Dan dia mengingat wanita yang telah ia korbankan. "Anhe? Tidak. Dia telah mati. Kamu siapa? Berani berpura-pura menjadi pembunuh nomor satu?"
"Guru?" Semua pembunuh itu tidak berani bertindak gegabah. Jika gadis di depannya benar-benar gurunya. Mereka tidak mungkin menghadang pedang di tangannya itu menuju kearah gurunya sendiri.
Li Anhe menghadangkan pedang kedepan. "Aku putri angkat dari wanita yang telah kamu korbankan. Sekarang aku ingin nyawamu sebagai persembahan untuk ibu angkatku. Dan semua gadis muda yang telah kamu bunuh dengan kejam." Dia berlari membuat perlawanaan.
Ttrreengg..
Serengg..
Tuan muda Ning Huan menghadang di depan dengan pedangnya yang langsung menghasilkan dentuman kuat.
Ciuu...
Peluit yang ada di leher Raja Ning di bunyikan. Membuat pasukan pertahanan Raja Ning berlarian membuat pertahanan untuk Raja mereka. Bahkan mengepung Li Anhe juga Raja kecil Ying yang masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Sepuluh pembunuh tingkat satu hanya diam memastikan apakah benar gadis yang ada di depannya adalah putri angkat dari guru mereka.
Li Anha menatap tenang. "Hidup untuk mati. Dan kematian telah menyatu dalam jiwa."
Ucapan itu membuat semua pembunuh tingkat satu berlutut. "Nona muda."
"Hidup kalian sudah seharusnya menjadi milik kalian sendiri. Aku membutuhkan kalian semua untuk memberikan sedikit cahaya dalam kegelapan," ujar Li Anhe menatap penuh keyakinan.
"Kami akan selalu siap membantu Nona muda." Teriak semua pembunuh tingkat satu.
"Mundur," Raja Ning sudah tidak dapat bergerak lagi. Dia hanya bisa mundur untuk membuat jalan lain setelahnya. Pasukan melawan tanpa henti dan mempertahankan Raja Ning yang ada di tengah-tengah kerumunan.
Raja kecil Ying akhirnya dapat terbebas dari efek obat. Dia ikut membantu istrinya untuk menghadang pasukan pemberontak. Pertempuran sengit itu tidak dapat melumpuhkan kekuatan dari Raja Ning yang semakin meluas. Raja kecil Ying hanya bisa menghalau pada pemberontak agar tidak mempengaruhi gejolak di istana. Pertahanan istana yang telah di atur Raja kecil Ying beberapa hari terakhir. Sudah membuat pertahanan secara berkala. Sehingga pertahanan di istana tidak bisa di tembus dengan mudah.
Menjelang pagi pertempuran pada akhirnya dapat di redakan dengan Raja Ning kabur dari Ibu Kota bersama semua pasukan miliknya.
Li Anhe lebih dulu kembali di kediaman. Baru setelahnya sekitar pukul sepuluh pagi Raja kecil Ying pulang dari istana setelah menemui Kaisar Ying Weisheng. Di dalam ruangan kamar gadis itu sudah memikirkan semua jawaban yang ingin dia katakan kepada suaminya. Namun semua kata yang telah ia rangkai hilang seketika di saat suaminya ada di hadapannya.
"Aku akan mendengarkan. Yi er, aku harap kamu mengatakan sejujurnya." Raja kecil Ying menatap dingin tidak seperti biasanya.
Li Anhe menghela nafas dalam. "Kamu ingat wanita pembunuh beberapa tahun lalu? Dia menerobos masuk seorang diri dengan membawa tanda di tangannya. Tapi yang ia dapatkan ribuan anak panah meluncur bebas membunuhnya tanpa bisa melawan. Surat yang ia sembunyikan di telan agar tidak ada bukti tertinggal. Suamiku, aku adalah wanita itu."
Pandangan mata Raja kecil Ying jatuh pada kedua mata jernih istrinya. Tangan yang ada di belakang punggungnya bergetar. "Apa maksudmu?"
"Semua yang terjadi seperti sebuah mimpi. Aku kira hari itu adalah sebuah akhir. Tapi aku juga tidak tahu mengapa jiwaku bisa berpindah ketubuh gadis ini," jelas Li Anhe.
Pandangan mata dingin itu perlahan mulai memudar di penuhi kehangatan juga rasa bersalah. Raja kecil Ying masih tidak tahu apa yang harus dirinya lakukan. Dia yang telah membunuh gadis di hadapannya. Wanita yang ia cintai.
"Maaf. Semua hal ini sangat sulit di jelaskan dengan akal sehat. Jika kamu tidak percaya, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ying An, jika kamu berpikir aku tidak pantas ada di sampingmu lagi. Aku akan menerimanya dengan senang hati. Aku juga sadar semua perbuatanku di kehidupan sebelumnya tidak bisa di ampuni dengan mudah." Pandangan Li Anhe seperti tertutup kabut tebal. Gadis itu hanya bisa diam menunggu keputusan suaminya.
Tapi siapa sangka Raja kecil Ying justru memeluk tubuh istrinya. "Maafkan aku. Maafkan aku."
"Kenapa kamu meminta maaf? Saat ini aku yang salah karena menyembunyikan banyak hal darimu."
Pria muda itu menekan kuat tubuh istrinya dalam dekapannya. "Yi er, kamu bisa mengambil nyawaku sebagai gantinya."
Kedua alis Li Anhe menyatu. "Apa kamu pikir aku sanggup melakukannya?"
"Biarkan aku menebus rasa bersalah ini. Aku mohon," ujarnya dengan air mata yang menetes. Perasaan bersalah itu sudah terlalu sangat menyiksa. Dia tidak pernah menyangka secara tidak langsung mengakibatkan wanita di pelukannya terbunuh.
"Tetaplah bersamaku. Jangan pernah meninggalkan aku. Ini hukuman yang aku berikan kepadamu," ujar lirih Li Anhe.
Raja kecil Ying menekan wajahnya pada pundak istrinya. "Baik." Air matanya masih saja mengalir.
Setelah hari itu Li Anhe secara resmi menjadi pemimpin pasukan pembunuh yang ada di sepuluh kota berbeda. Dia telah berhasil mengambil alih dengan bantuan suaminya juga para muridnya di kehidupan sebelumnya. Li Anhe memberikan kebebasan untuk semua pasukan pembunuh yang bersedia pergi. Dan membiarkan mereka yang bersedia tinggal untuk membantunya. Namun semua pasukan pembunuh bersedia tinggal membantu gadis itu untuk meruntuhkan kekejaman dari Raja Ning.
sudah memberi karya yg begitu sempurna, dari alur cerita, kata2 yg sesuai pada zaman nya dan untuk karakter Li anhe dan raja kecil Ying🥰
mereka saling melengkapi, saling menghargai, saling menguatkan dan saling mencintai tanpa tuntutan yg berat 🥺
pokok nya ter the best ❤️❤️❤️
perjuangan yg tidak mudah untuk mereka berdua 🥺
penuh luka dan duka,
tapi aku puas dan ikut bahagia, karena mereka happy ending 🥰
thor tolong buat karya terbaru lagi ya
dia yg mau di bunuh dan terpaksa membunuh tapi memilih meminta maaf terlebih dahulu dan merasa bersalah pada istri ny😭😭😭
tolong ini author keren banget buat cerita ini🥰🥰🥰
jangan lupa jaga kesehatan agar bisa lebih banyak berkarya di masa depan❤️❤️❤️❤️❤️
semangat dan sehat selalu
di jamin puas dan ketagihan 🥰🥰🥰
semangat terus dan bisa menciptakan banyak karya terbaik kedepan nya