Amora Cerry adalah Chef cantik berusia 27 tahun, ia baru saja lulus dari Universitas ternama di Paris. Ia kembali ke Indonesia dan langsung di terima menjadi Chef utama di hotel berbintang di Lampung yaitu Novotel. Parasnya yang sangat cantik membuat siapapun akan tertarik padanya. Terutama tamu hotel yang selalu meminta bertemu dengan Chef utamanya. Selain cantik, wanita itu juga sangat supel jadi banyak sekali pria yang dekat dengannya.
Dion Pranadja adalah CEO Novotel berusia 30 tahun, pria tampan yang sangat bersih, tak akan membiarkan setitik debu pun ada di sekitar hotelnya. Jika karyawan hotel melakukan kesalahan maka ia tak segan segan memecatnya hari itu juga. Bertemu langsung dengan Chef utama pilihan HRD nya membuat Dion lama kelamaan jatuh hati pada wanita tersebut. Rasa cemburunya kian semakin besar saat melihat wanita itu selalu dekat dengan pria lain.
Sikap keras Dion akankah bisa luluh dengan kelembutan Chef Amora dan berakhir dengan pernikahan?
Ikuti terus ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
"Jadi apa yang kau lakukan selama sebulan di Singapura?" tanya Amora memecahkan kecanggungan diantara mereka.
"Apa kau menginginkan cerita menyeluruh?" tanya Dion dan Amora mengangguk. "Baiklah akan aku ceritakan, 2 hari setelah aku sampai di Singapura, aku baru sadarkan diri dan terkejut dan sangat marah saat tahu bagaimana keadaanku. Bahkan aku selalu mencaci maki diriku sendiri karena telah melakukan kebodohan. Hanya mami Diana lah yang bisa menenangkanku saat itu dan meyakinkan kalau aku akan kembali seperti semula. Seminggu setelah itu aku mulai menjalani terapi dan aku baru tahu jika ia dokter tulang terbaik yang dikirimkan ayahmu. Aku berusaha terus agar bisa pulih karena namamu selalu disebut saat masa terapi. Aku semakin semangat setelah ayahmu memintaku kembali padamu Amor. 2 minggu lebih cepat dari perkiraan untuk masa pemulihanku. Aku semakin merindukanmu dan ingin segera kembali ke Indonesia tapi ayahmu melarangku karena kau baru saja memulai pekerjaanmu sebagai CEO sekaligus chef Sheraton. Ayahmu ingin aku berjalan seperti saat sebelum aku terjatuh dari atas kuda. Jadi aku harus meneruskan terapiku, dan rasa kepercayaanku semakin tinggi untuk bertemu denganmu, jadi selama seminggu terakhir aku benar benar bisa pulih seperti sediakala. Dan pertama yang aku pikirkan adalah bertemu denganmu setelah kembali, meminta maaf dan melamarmu." ujar Dion.
"Apa benar hanya aku yang ada dipikiranmu?" tanya Amora.
Dion mengangguk. "Hanya kau Amor, tak ada yang lain bahkan aku pun tak memikirkan perusahaan dan hotelku. Yang aku inginkan adalah berada disampingmu Amor." jawabnya.
"Jika aku tak mau kembali padamu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Amora.
"Maka aku akan menculikmu, persis seperti yang Steven lakukan." jawab Dion.
Amora tertawa. "Terima kasih untuk penyelamatan keduamu, jika kau tak datang mungkin Steven akan memaksa papa untuk menikahkan aku dengannya." ujarnya.
"Dan itu tak akan mungkin ayahmu lakukan Amor, ia sangat mendukung hubungan kita. Dan ayahmu bukan orang sembarangan yang bisa diancam ataupun dipaksa." ujar Dion.
"Kau benar, tapi situasi saat itu berbeda." jawab Amora.
"Tak ada yang berbeda kalau menyangkut tentangmu Amor, yang jelas aku akan melindungimu dan mempertahankanmu disisiku. Aku menyesali sikapku yang mintamu putus denganku. Saat itu yang ada dihatiku hanya rasa cemburu." ujar Dion lagi.
Amora merebahkan kepalanya di bahu Dion. "Sejak saat itu aku sangat takut, aku berpikir bagaimana jika kau tak ingin kembali padaku. Saat itu aku semakin sadar betapa besar rasa cintaku padamu Dion. Aku tak ingin kehilanganmu." ujarnya.
Dion mengelus pipi Amora yang lembut. "Lalu apa yang kau lakukan selama sebulan disini?" tanyanya.
"Banyak sekali, aku sengaja menyibukkan diriku agar bisa lupa denganmu. Tapi saat pekerjaanku berakhir pasti kau datang lagi dalam pikiranku. Aku selalu menghubungi mami Diana tapi jawabannya hanya satu baik baik saja. Selalu seperti itu, tapi aku semakin penasaran seperti apa kau sebenarnya di Singapura." jawab Amora.
"Mengapa kau tak mengunjungiku jika sangat merindukanku?" tanya Dion lagi.
"Harga diri seorang wanita terluka. Jadi aku hanya bisa menunggu kau datang padaku. Dan aku sangat terkejut, harapanku terwujud." jawab Amora sambil tertawa.
17+
Dion membangunkan kepala Amora lalu memegang pipinya dan mulai menciumnya dengan mesra. Perlakuan Dion sangat lembut sampai bisa membuat Amora meleleh. Dion terus mencicipi bibir manisnya dan menggigit kecil kecil sampai mulut Amora terbuka dan Dion bisa memasukkan lidahnya kedalam.
Dion terus menjelajahi isi mulut Amora yang sangat terasa manis. Perlakuan Dion membuat Amora sulit sekali bernafas. Ia melenguh dan menggila saat lidah Dion mulai bermain main dengan lidahnya. Bahkan sekali sekali Dion menarik dan menghisap lidahnya. Tangan Dion mulai menelusuri leher Amora sampai ke pundaknya membuat Amora merinding. Tangan itu terus meraba tubuh Amora sampai akhirnya tiba di dua gundukan sintal yang lembut milik Amora.
Amora terkesiap dan seraya mundur atas sentuhan itu. Ia menatap Dion dengan penuh tanya.
"Maafkan aku jika membuatmu terkejut, aku hanya ingin merasakan tubuhmu yang seksi itu Amor, aku ingin tahu yang akan menjadi milikku." ujar Dion merasa bersalah.
Amora tersenyum. "Maaf aku hanya terkejut, ini pertama kali buatku Dion. Dan itu membuat jantungku berdebar semakin menggila." jawabnya.
"Bisakah aku melakukannya, aku janji hanya sebatas itu. Aku tak akan mengambil kesucianmu jika kau belum siap." tanya Dion secara terbuka.
Amora tak menjawab apapun, ia sangat bingung harus seperti apa karena ia yakin jika mereka melakukannya itu akan membuat mereka lupa dan melewati batas pacaran sebelum menikah. Tapi ini sudah zaman modern, itu adalah hubungan yang sangat biasa bagi sepasang kekasih.
Dion sudah tak sanggup menunggu jawaban Amora, ia langsung mendorong Amora sampai tertidur di sofa dan mulai menciuminya lagi. Pelan pelan Dion membuka kancing baju Amora. Wanita itu tidak menolaknya sampai Dion bisa melihat dengan jelas 2 gundukan itu di balik bra nya. Dion terus menciuminya sampai ke lehernya sambil meremas salah satu gundukan itu secara bergantian. Amora merasakan kenikmatan atas sentuhan itu.
Dion terus menuruni ciumannya sampai ke dada Amora. Kecupan kecupan yang terasa panas di mulai membuat Amora tak bisa bernafas, nafasnya semakin memburu saat Dion mulai meninggalkan bekas kissmark nya.
"Aku menginginkanmu Amor." ujar Dion dengan suara parau. Tak diduga Amora menganggukkan kepalanya.
Dion tersenyum saat melihat respon positif itu, ia mulai membuka pengait bra Amora membuat 2 gundukan itu terbebas dan menyembul keluar.
"Ya Tuhan, sangat besar dan cantik. Ini indah sekali sayang." ujar Dion mengagumi milik kekasihnya.
Dion meremas keduanya dan mulai nakal, ia menunduk dan mencicipi ujung yang coklat itu. Amora menegang dan merasakan panas di sekujur tubuhnya. Secara alami Amora mengeluarkan desahannya membuat Dion semakin menggila. Dion mencicipi, mengisap bahkan menggigit ujung itu. Amora menjerit saat Dion menggigitnya terlalu keras. Dion berhenti dan menatap Amora yang setengah telanjang. Ia ingin Amora sekarang, tapi ia ingat pesan Hengky.
Amora menutupi dadanya dengan tangan dan wajahnya memerah karena malu.
"Kita akan menikah besok." ujar Dion tiba tiba.
"Apa maksudmu?" tanya Amora.
"Aku tak sanggup menahannya sayang, kita akan mendaftarkan pernikahan kita ke pengadilan besok dan malam ini aku ingin melewati batas itu." ujarnya seraya mengangkat tubuh Amora dan membawanya ke kamar.
Amora wanita yang belum berpengalaman, jadi ia tak tahu apa yang akan kekasihnya lakukan.
"Sayang, siapkah kau menerimaku?" tanya Dion. Amora hanya mengangguk. "Ini akan menyakitimu sedikit, tapi aku janji akan melakukannya dengan sangat lembut." sambungnya.
"Tunggu Dion, apa kita akan melakukan malam pertama itu?" tanya Amora.
Dion tertawa. "Tentu saja sayang, apalagi yang akan kita lakukan." jawabnya.
Amora menggeleng. "Tak bisakah kau menunggu sampai kita menikah?" tanyanya.
Dion menghela nafasnya lalu menyelimuti tubuh Amora. "Baiklah jika kau belum siap, tidurlah. Aku akan mengantarkanmu pulang besok pagi." jawabnya seraya masuk ke kamar mandi.
*****
Happy Reading All...😘
Hampir saja Author kebablasan...hehe 😂
Gimana nasibnya Stenly kalo Steven tau Amor tidak ada lagi
Dion cepat bebaskan Amor
Siapa Stevan....???
Jangan ² penculikannya Amora berkaitan dengan bisnis.....
Gracia kau yang layak masuk neraka bukan Amora
Dion bos kaga ada hati main pecat karyawannya
Dasar Bos sombong kamu Dion
Dion dan Amora pasangan yang serasi sekali
Semoga Dion dan Amora segera menikah..... Aamiin
Bapak sama anak tukang bikin ulah
Ayah Grace mau mengancam Amor
Dion sudah jatuh cinta kayaknya sama Amor wkqkkq
Wkwkw di tipu Amor dong
Apa reaksinya Dion kalo nanti Dion bakalan ketemu Amora yang di suruh papa nya jadi CEO hotel Serveton
Untung lah Amora kaga ketemu papa nya takut kena amukan ya🤣🤣🤣🤣
Kaga cocok Dion sama kamu Grace
Woi Grace main tampar aja elu🙄🙄🙄
ayo mi bantu Dion buat deket sama chef cantik
Baca ulang nih,,,
cerita nya seru