NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 1

Istana Naga Giok, Ibukota Tianjing

“Maharani Agung Shen telah mangkat.”

Aula keharmonisan tertinggi diselimuti keheningan yang menyesakkan, hanya dipecahkan oleh suara angin yang menderu dan isak tangis tertahan. Udara terasa berat oleh bau dupa pemanggil arwah dan ramuan herbal yang gagal menyembuhkan, semua menjadi saksi bisu atas kepergian mendadak Shen Yuhan, Maharani Agung Dinasti Shen.

Di atas ranjang besar, terbaring sosok yang dulunya adalah Maharani. Wajahnya yang damai kontras dengan kehidupan penuh huru-hara yang ia jalani. Gaun kekaisaran naga-phoenix membungkusnya, ironisnya menutup takdirnya sebagai boneka di tangan para pejabat serakah.

Di samping ranjang itu, berdiri kaku seorang pria. Dia adalah Mu Lian, Pangeran Kelima, suami sah Shen Yuhan.

Mu Lian, sang Pangeran lumpuh. Bekas luka bakar mengerikan melintasi separuh wajahnya, tubuhnya cacat, kakinya lumpuh total, membuatnya harus bersandar pada tongkat cendana mewah. Namun, kedinginan dalam tatapannya tidak berkurang sedikit pun. Ia menatap jasad Yuhan, bukan dengan air mata, melainkan dengan intensitas yang kejam.

"Dia belum mati," ucap Mu Lian, suaranya datar, tanpa emosi, sebuah pernyataan fakta yang tak terbantahkan.

Sejak kematian Yuhan yang misterius tiga hari lalu, Mu Lian menolak setiap permintaan untuk memakamkannya. Bahkan para tabib istana pun tak mampu memberikan keyakinan pada sang Pangeran bahwa Maharani telah mangkat.

"Pangeran Mu Lian, hentikan kekonyolan ini!"

Suara itu milik Perdana Menteri Han Tan, pemimpin faksi oposisi yang haus kekuasaan. Ia memimpin sekelompok besar menteri dan pejabat yang kini memenuhi Aula, ekspresi mereka dipenuhi ketidaksabaran, bukan duka cita.

"Tabib Kekaisaran telah mengonfirmasi kematian Yang Mulia Maharani. Ini adalah penolakan terhadap hukum alam!" seru Han Tan. "Tahta tidak boleh kosong. Kita harus segera mengurus pemakaman, agar pengangkatan Raja baru bisa dilaksanakan!"

Grettt!

Mu Lian menoleh perlahan, tongkatnya bergesekan di lantai marmer dengan bunyi yang menusuk. Wajah cacatnya meski tertutup topeng tampak sedingin batu giok.

"Pengangkatan Raja baru?" ulang Mu Lian, suaranya kini sedikit menajam, mengandung bahaya. "Tiga hari setelah ia wafat, kalian sudah berani merencanakan ini? Apa yang kalian lakukan, Han Tan? Ini bukan duka, ini adalah kudeta yang kalian samarkan dengan hukum."

Aula mendadak sunyi. Para menteri saling pandang, terkejut karena Pangeran lumpuh yang selama ini pasif kini berani menuduh mereka.

"Pangeran! Negeri ini sedang dilanda kekeringan dan kelaparan!" seru seorang Menteri Keuangan. "Kita butuh pemimpin yang kuat, bukan menunggu keajaiban dari jasad yang sudah mendingin!"

Krekk!

Tepat saat ketegangan memuncak, pintu aula kembali terbuka dengan bunyi yang keras. Masuklah dua sosok dengan aura kesombongan yang tak tertandingi, Shen Bo, Pangeran Kedua yang kejam, dan Shen Yue, Putri Kedua yang angkuh. Mereka ditemani oleh puluhan pengawal kerajaan bersenjata lengkap.

Shen Bo melangkah maju, jubah sutranya berkilauan. "Tuan Han Tan benar. Tahta ini tidak bisa kosong," katanya dengan nada mencemooh. "Kakakku yang bodoh itu telah pergi. Aku, sebagai pewaris darah kerajaan yang paling kompeten, harus mengambil alih."

Shen Yue mengangguk, menyeringai dingin. "Dan aku, sebagai pendukung setianya," tambahnya, "memastikan tidak ada lagi yang bisa menjadi Maharani boneka seperti kakakku. Perdana Menteri Han, mari kita selesaikan drama ini. Makamkan Yuhan sekarang juga. Aku dan Kakak Bo akan menstabilkan negara."

Mu Lian mengencangkan cengkeramannya pada tongkatnya. Ia menatap mereka semua dengan tatapan yang menyiratkan kematian.

"Kalian meremehkan Dinasti ini," Mu Lian berujar dingin. "Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh tubuhnya. Wu Sheng!"

"Siap, Pangeran!"

Dari balik bayangan, Wu Sheng, kepala pengawal Mu Lian, muncul. Ia mengeluarkan sepasang belati dengan gerakan cepat, bilahnya berkilauan. Meskipun jumlah pengawal Mu Lian hanya beberapa orang, loyalitas mereka tak terbandingkan.

"Lindungi Yang Mulia Maharani," perintah Mu Lian.

SRAAAKKK! TANGGG! TRANGG!

Pertempuran pecah. Belati Wu Sheng bertabrakan dengan pedang-pedang para pengawal Shen Bo dan Shen Yue. Suara logam beradu memenuhi aula. Wu Sheng, ahli bela diri yang hebat, berhasil melumpuhkan beberapa penyerang, tetapi jumlah lawan terlalu banyak.

Di tengah kekacauan, di sudut aula, seorang pria muda bersandar di pilar, gemetar. Ia adalah Li Ming, gundik laki-laki kesayangan Yuhan. Pria yang selama ini menjadi tempat Yuhan melampiaskan hasrat dan kepolosannya. Kini, ia hanya bisa menangis diam-diam, kepalanya tertunduk di balik rambutnya yang indah. Ia bukan pejuang, ia hanya kehilangan pelindungnya secara tiba-tiba.

Pertarungan tidak seimbang. Dalam waktu singkat, Wu Sheng mengeluarkan erangan kesakitan.

ARRRGGH!

Sebuah pedang menggores bahunya. Ia roboh, belatinya terlepas.

Shen Yue melihat kesempatan itu. "Sekarang! Seret Pangeran Lumpuh itu! Dan siapkan kain kafan!"

Dua pengawal Shen Yue merangsek maju ke arah Mu Lian. Mu Lian, meskipun dingin, cacatnya membatasinya. Ia hanya bisa bersiap menangkis.

Ia menoleh sekali lagi pada Shen Yuhan. Mu Lian mendekat, wajahnya yang cacat kini menunjukkan sedikit getaran.

Ia mengelus wajah Yuhan yang sedingin es, seolah mengucapkan selamat tinggal yang terakhir. "Aku tidak akan membiarkan mereka, Yuhan," bisiknya, nadanya yang kaku nyaris terdengar seperti kelembutan.

Pedang panjang bersinar, siap menghantam Mu Lian.

Siiiuuuu...

Angin pedang berdesir kencang, disertai teriakan keras sang prajurit.

CRAAASSS!

Suara pedang beradu, diikuti bunyi tulang yang patah.

Mu Lian membuka matanya. Pedang itu, yang seharusnya membelah dadanya, kini dipegang teguh oleh tangan Yuhan.

Shen Yuhan duduk tegak.

Seluruh aula terdiam. Semua mata membelalak penuh kengerian. Maharani, yang sudah dipastikan mati, kini hidup kembali, memegang pedang dengan tangan berlumuran darahnya sendiri.

“Lancang!”

Yuhan melepaskan genggamannya, pedang itu jatuh ke lantai marmer dengan bunyi benturan.

Mu Lian terpaku, jantungnya berdebar. Ia menatap wajah Yuhan. Kecantikan itu masih ada, tetapi matanya matanya telah berubah. Dingin, setajam bilah es, dan memancarkan kecerdasan serta ketegasan yang belum pernah ada.

Jiwa baru, jiwa seorang pembunuh bayaran kejam dari abad ke-21, telah mengambil alih tubuh itu.

Yuhan mengamati keadaan. Darah di lantai, Wu Sheng yang terkapar, puluhan pengawal, dan wajah-wajah licik Shen Bo, Shen Yue, dan Han Tan yang kini pucat pasi.

Ia mencoba bersuara dengan suara Yuhan yang lama agak manja dan bernada tinggi. "Oh... Kenapa kalian semua ribut-ribut di kamarku? Siapa yang berani-berani membuat kekacauan?”

1
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hukum cambuk aja sih si zao yun biar jadi peringatan buat yang lain 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
miskinkan aja ini menter, copot dari jabatannya terus suruh hidup susah di wilayah perbatasan
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
jahat banget euy siapa sih yang lakuin ini 😶
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: aduhhh euu🤣🤣🤭
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa biar diemin dulu aja tuh anak songong 😂
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa kalau maharani ngomel iyain aja udah 🤫😂
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
duhhhh kurang banyak cikguuuuu ahhhh jadi makin ingin lihat wajah wajah kesal Han Tan , Shen Bo dan 'tikus ' ini sepertinya Zao Yun 🤔🧐
@Mita🥰
wuhaaaa ....🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Kaget gak tuh Shen Bo, Han Tan cs? kaget pasti😅 zonk. mksd hati mau ngeprank ternyata kena prank sendiri.
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Bagus Shen Lan, klu gak gitu, Lian gak ngerasa tertantang. Mang sepantasnya pendamping Yuhan harus sepadan.
@Mita🥰
wah cari mati yang merusak bibit kentang
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
wah sepertinya ada yang sabotase itu pasti orang orang suruhan pangeran kedua dan perdana menteri Han Tan harus tetap tenang lapor ke pangeran ke-lima atau Maharani aja cepat
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
haiss baca bab ini jadi senyum sendiri 😅 klu Lian udah sembuh pasti mereka jadi pasangan yg serasi memimpin istana. Lian juga GK ngerasa insecure sama Yuhan.
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
adohhhh ini pangeran keempat nih gak asik ahhhh jadi ambyarrr kan harusnya romantisan gak jadi deh 🤭😆😆
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah ganggu aja 😌 udah biar aja sih 🤫
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ adik kesayangannya itu...
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
waaah hebaaat 💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
udah langsung aja hukum dia 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hmmm apa ada racun atau peletnya 🤣
@Mita🥰
jangan marah shen Lian dia ipar mu
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: kan dia nggak suka sama Mu Lian 🤭🤭
total 1 replies
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
pangeran keempat nih duh kau belom tau aja kalo pangeran ke-lima sudah tidak lumpuh lagi dan Yuhan bisa naik kultivasi nya karena mereka sudah ninu ninu 🙊 kau jan negatif thinking napa sih🙄🧐
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
wah pangeran ke 4 tahu kalo Maharani Yuhan bukan yang dulu apakah hanya pangeran ke 4 saja yang tahu perbedaan ini🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!