Vita yang masih kelas 3 SMA terpaksa menikah dengan randy seorang pengusaha muda karena ia tidak bisa membayar ganti rugi kerusakan mobil randy yang ditabraknya. Namun randy memiliki syarat disaat kekasih nya pulang dari luar negri, randy akan menikahi kekasihnya tetapi tidak akan menceraikan vita..
Akankah vita dan randy saling jatuh cinta dan melupakan syarat pernikahan mereka ataukah randy tetap menikahi kekasihnya dan menjadikan madu vita..
Yuk ikuti kisah vita dan randy..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utami Pravita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 34
Randy dan Vita telah sampai di studio untuk melakukan foto prawedding.
Mereka di minta untuk menunggu sebentar, karena para karyawan studio sedang menyiapkan semua perlengkapan.
Bukan mereka gak professional. Hanya aja, saat Ziya menelpon untuk reservasi pemotretan, Ia gak mengatakan ingin tema seperti apa, karena lupa menanyakan kepada Randy. Alhasil, saat disana lah baru Randy mengatakan ingin tema seperti apa, dan membuat para karyawan kerepotan dengan tema yang di minta.
Menunggu dengan waktu yang cukup lama, membuat Randy merasa sangat kesal. Sesekali, Randy memarahi pemilik studio yang kala itu datang, karena client nya kali ini adalah orang terkaya di Indonesia.
Pemilik studio hanya bisa pasrah mendengar Randy memarahi nya. Mau membalas takut nanti nya akan berdampak buruk pada bisnis nya. Bisa aja kan, Randy menghancurkan bisnis nya hanya karena memarahi nya balik. Meskipun, Randy yang salah karena gak memberikan tema terlebih dahulu.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pemotretan pun di mulai. Mereka berganti pakaian di ruang ganti masing masing.
Saat melihat pakaian yang akan di kenakan, Vita merasa heran. Tema apa sih sebenarnya yang diinginkan Randy. Namun, Vita tetap memakainya dan setelah selesai, Ia keluar menuju tempat untuk pengambilan foto.
Ok fix, melihat Randy memakai baju seperti ingin bertarung di arena, membuat Vita semakin heran.
" Mas ngapain pakai baju gitu? Terus, mas juga pakai sarung tinju, seperti ingin bertarung aja. Ini, aku pakai baju gini, tema nya apa coba? Aneh, " tanya Vita.
" Kali ini, tema nya aku sebagai pemain tinju dan kamu manager ku. Aku suka dengan olahraga tinju, jadi aku pilih tema ini, " jawab Randy.
Vita hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan Randy.
Mereka mulai berpose. Satu kali, dua kali, tiga kali, hasil nya tetap aja jelek karena
Vita gak suka dengan tema nya. Randy memarahi Vita agar serius, dan terpaksa
Vita menuruti.
Dan yang ke empat kali nya, baru lah vita bisa tersenyum dan hasil nya begitu bagus.
Setelah mendapatkan hasil yang bagus, mereka berganti baju. Tema kedua, kali ini sedikit santai hanya dengan memakai kaos oblong dan celana jeans biru.
Karena masih kesal dengan tema pertama tadi, kali ini Vita ingin mengerjai Randy.
Saat, sang fotografer meminta Vita untuk memeluk Randy dari belakang dengan tangan Vita melingkar di leher Randy dan Randy duduk di kursi, di saat itu lah Vita langsung mengeratkan tangan nya, sehingga Randy sedikit tercekik.
Randy meronta untuk melepaskan tangan Vita dari leher nya. Saat terlepas, Randy langsung menghirup udara sebanyak banyak nya. Setelah itu, Ia mengomel kepada Vita.
" Kamu ingin membunuh ku!, " ucap Randy dengan sedikit emosi.
" Ihhh, gak lah babang ku sayang. Masa iya, aku ingin membunuh calon suami ku. Tadi, aku terlalu bersemangat aja, " jawab Vita dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
" Alasan kamu. Udah, sekarang yang bener gaya nya, " ucap Randy
" Ok, calon suami ku tersayang, " balas Vita lalu mengedipkan sebelah mata nya.
Sang fotografer, dan pemilik studio serta beberapa karyawan yang membantu persiapan pemotretan hanya bisa senyum senyum melihat tingkah konyol mereka.
Mereka melanjutkan lagi sesi pemotretan nya. Kali ini, Vita serius karena gak ingin hasil foto prawedding nya menjadi jelek. Dengan gaya seperti yang di arahkan tadi, mereka kembali berfoto dan hasil nya sangat bagus.
Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling mencintai, sangat natural dan gak di buat buat.
Setelah itu, mereka kembali berganti pakaian yang ketiga. Vita kembali keruang ganti. Ia mengganti baju nya dengan blouse putih yang transparant dan memakai tanktop hitam, lalu memakai tali pinggang di bagian perut nya dan tetap memakai celana jeans tadi.
Sedangkan Randy, Ia gak mengganti pakaian nya hanya menambahkan jaket jeans aja.
Mereka kembali berpose dengan mesra. Kali ini, Vita merangkul Randy dari depan dan memonyongkan bibir nya. Sedangkan, Randy tersenyum tipis sambil merangkul pinggang Vita.
Sesi pemotretan selesai, mereka kembali berganti pakaian yang mereka kenakan saat datang tadi. Kemudian mereka melihat lihat hasil foto tadi.
Senyum puas mengembang di bibir Vita dan Randy. Hasil foto mereka sangat bagus. Gak sia sia tenaga dan waktu yang mereka habis kan untuk melakukan foto prawedding.
Waktu telah menunjukkan pukul 5 sore saat mereka meninggalkan studio foto. Randy berencana mengajak Vita makan malam bersama. Namun, di tolak karena Vita mengatakan akan pergi ke acara ulang tahun Alfian, teman sekelas nya di cafe Aldo.
Randy mengepalkan tangan nya dan terlihat rahang nya mengeras menahan amarah. Ia gak suka, jika Vita menghadiri acara teman laki laki nya, meskipun itu teman sekelas nya.
Randy melarang nya, namun Vita gak menggubris. Ia gak peduli dan tetap akan pergi. Vita merasa Randy gak berhak melarang nya untuk menghadiri acara tersebut.
Terpaksa, Randy mengantar kan Vita pulang kerumah nya. Selama perjalanan, mereka hanya diam. Vita juga gak ada niat untuk mengajak Randy mengobrol, karena Ia masih kesal.
Sesampainya di depan rumah Vita, Vita segera turun dari mobil. Tak lupa, Ia membawa paper bag yang berisi kado untuk Alfian di kursi belakang. Yah, Vita tadi sempat mampir sebentar ke salah satu toko untuk membeli kado Alfian. Beruntung, Randy mengijinkan nya karena Ia sedikit berbohong.
Vita turun tanpa berkata apa pun dan langsung menutup pintu mobil nya. Ia berjalan menuju pintu dan mengambil kunci didalam tas nya lalu memasukkan kedalam lubang pintu.
Setelah pintu terbuka, Vita langsung masuk dan menutup pintu tanpa melihat kearah Randy. Randy yang melihat sikap Vita, merasa marah dan mengepalkan tangan nya lalu memukul stiur mobil.
Masih dalam emosi yang memuncak, Randy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia mengklakson mobil yang ada di depan nya agar minggir dan gak peduli dengan makian orang lain.
Sementara Vita, Ia langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Rasa nya, Ia sangat lelah dan mencoba untuk tidur sejenak.
**********
Vita terbangun saat handphone nya berdering. Ia melihat nama Ayu tertera di layar dan langsung mengangkat nya
" Ada apa?, " tanya Vita to the point dengan suara khas bangun tidur.
" Lo masih tidur? Woi, udah jam 7 malam ini. Cepat lo siap siap, gue udah otw kerumah lo. Kita berangkat bareng, " jawab Ayu.
" Iya, bawel, " balas Vita dan langsung mematikan sambungan telepon nya.
Vita meregangkan otot otot nya lalu beranjak dari tempat tidur. Mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Lima belas menit kemudian, Vita keluar dari kamar mandi. Ia bingung memilih pakaian apa yang akan di kenakan untuk ke acara pesta Alfian. Ia ingin terlihat cantik saat datang ke pesta Alfian.
Semua baju bagus yang Vita punya, di coba satu persatu dan gak ada yang cocok. Ia merasa kesal sendiri. Ia duduk di tepi tempat tidur nya sambil melihat tumpukan baju yang berserak ditempat tidur.
Sampai Ayu tiba di depan rumah nya, Vita masih belum memakai pakaian nya dan masih menggunakan handuk. Ayu mengetuk pintu, sambil memanggil Vita dari luar. Namun, Vita malah menjerit dari depan pintu kamar nya menyuruh Ayu langsung masuk aja.
Ayu langsung masuk ke dalam rumah Vita yang memang gak dikunci Vita. Ia melihat kepala vita menyembul keluar dari balik pintu kamar dan langsung menghampiri.
" Lo belom siap!, " gerutu Ayu melihat Vita masih masih memakai handuk saat tiba di kamar Vita.
" Sorry, gue bingung mau pakai apa, " jawab Vita cengengesan.
Ayu hanya menggeleng gelengkan kepala nya, lalu menghampiri tempat tidur Vita yang berserakan baju baju. Ia melihat lihat, baju apa yang cocok dan terlihat satu dress selutut berwarna pink dengan bahan rajutan. Ia menyuruh Vita memakai nya.
Vita memakai baju pilihan ayu di kamar mandi. Setelah selesai, Vita keluar. Namun, saat keluar tangan nya langsung di tarik oleh Ayu untuk duduk di kursi meja rias.
Ayu memoles wajah Vita dengan make up yang natural dan menata rambut Vita. Ia ingin sahabat nya ini kelihatan cantik, saat bertemu dengan Alfian.
Dua puluh menit, akhirnya Ayu siap mendandani Vita dan Ia puas dengan hasil karya nya. Ia meminta Vita untuk berdiri dan ingin memfoto nya. Vita menuruti permintaan sahabat nya itu.
Dengan bergaya memberikan love ala ala korea, Vita di foto oleh Ayu yang udah siap dengan camera nya.
Cekleeekkk.
" Lo cantik banget malam ini vit, " puji Ayu
" Thanks Yu. Tapi, apa gak terlalu sexy? lihat ini bahu gue kelihatan semua, " tanya Vita sambil menutupi bahu nya.
" Dasar bodoh. Ya enggak lah. Udah, sekarang ambil tas Lo, kita berangkat, " ajak Ayu.
" Ok deh, " balas Vita.
Vita mengambil tas yang biasa di pakai nya untuk pergi ke pesta, lalu meletakkan dompet dan juga handphone nya. Setelah itu, mereka segera berangkat ke pesta.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
semangat thooor...💪💪🌹🌹
di tunggu karya" selanjutnya thooor...👍🏼👍🏼
berapa kilo bawang nya thoor...🥰🥰
udah baca yg ke sekian kali nya, tapi masih baper aja...🥰🥰