Bagaimana jika kamu menjalankan kehidupan yang sama tapi semuanya tidak serupa lagi?
Ini adalah kisah dari Gill, wanita muda yang mengalami jatuh bangun di kehidupannya saat harus memilih antara jujur atau menyembunyikan identitasnya sebagai ibu muda dari seorang anak di luar nikah.
Apakah semua ini sudah digariskan oleh takdir?
Saat Gill harus terpuruk kembali oleh perbuatan sang mantan, dia mendapatkan pertolongan dari pria bernama Vince, orang yang memiliki latar belakang yang kuat dan ternyata juga telah memiliki seorang anak.
Vince menghadapi permasalahan yang melilitnya dan tepat disaat itu, dia juga membutuhkan wanita yang bisa membantunya.
Apakah Vince hanya mengambil keuntungan dari Gill dengan mendekatinya? Atau adakah yang Vince inginkan lebih dari itu?
Kisah keduanya seperti anggrek dan mawar. Yang satu bertahan hidup untuk tumbuh di berbagai medan sulit dan berusaha untuk mekar, dan yang satunya lagi terlihat cantik mempesona, tapi durinya yang tajam bisa melukaimu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jiel Ruu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 Benang yang terhubung bagian (7)
Hari penyelenggaraan acara sudah dekat dan semua orang semakin sibuk. Renata yang mengontrol kegiatan sampai harus pulang-pergi dua lokasi berbeda untuk mengecek langsung. Kali ini tugasku di Panti Asuhan Gabriella sudah selesai semua dan aku kembali ke toko bersama Louis.
Saat di perjalanan kembali hari ini, Federick mengirimiku sebuah chat dan bertanya soal kondisiku. Aku sangat berterimakasih padanya karena jika saja malam itu dia tidak memberikan perawatan dan obat yang cocok, mungkin saat ini aku masih terbaring lemas di kasur.
Chating Room :
F : Bagaimana keadaanmu sekarang?
G : Sudah baikan, terimakasih untuk obatnya juga ya
F : Karena kamu kurang darah, sepertinya kamu juga harus makan makanan dengan zat besi yang tinggi
G : Tentu, nanti aku akan coba memasaknya sendiri
F : Ngomong-ngomong, undangan yang kamu titipkan sudah aku terima dan terimakasih banyak ya,
G : Bukan masalah, aku memang bilang akan memberikannya ke Theodore
F : Tapi maaf Gill, sepertinya Theodore tidak bisa ikut eventnya
F : Aku akan sibuk sebelum natal jadi tidak bisa menemaninya. Theodore juga menitipkan permintaan maaf padamu,
G : Tidak apa-apa, mungkin ada kesempatan lainnya nanti,
F : Tapi kita akan segera bertemu lagi kok,
G : Huh? Maksudnya?
F : Acara amal tanggal 23 nanti, aku dan Theodore akan hadir juga di sana
G : S-Serius?!
F : Tentu saja serius
G : Tapi bagaimana bisa? Bukannya kamu sibuk?
F : Itu rahasia~
G : Hahaha, ada apa ini sampai jadi rahasia juga?
F : Aku ingin mengenalkan seseorang
G : Mengenalkan seseorang?
Setelah itu Federick tidak membalas chat dan membuatku jadi penasaran. Perasaanku jadi tidak enak, siapa kira-kira yang akan dia kenalkan?
"Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Louis yang mengemudikan mobil.
"Huh? Ah tidak, bukan apa-apa,"
"Kelihatannya kamu sudah sehat total ya,"
"Iya sepertinya juga begitu,"
Louis adalah orang yang serius dan jarang mengobrol. Saat aku baru mulai bekerja, dia adalah penanggung jawab dan orang yang membimbingku selain Renata. Sifatnya yang seperti ini sudah terasa biasa saja.
Louis ini benar-benar pendiam dan sedikit kikuk, beda banget sama Renata yang aktif dan cerewet. Kalau digabungin bisa jadi apa ya
Kami sampai dan aku turun duluan di depan toko. Louis bilang untuk menyampaikan kepada yang lain dia akan kembali lagi karena harus mengecek properti di toko pemesanan.
"Kak Gill! Ah beneran akhirnya balik juga!" ucap seorang gadis muda berambut pirang yang tergesa-gesa mendatangiku.
"Cecil? Tumben ada apa nih," tanyaku.
"Nyonya Emila datang bareng tamu dan sekarang lagi di ruang kerja Renata," ucap Kiky yang mendekat.
"Terus?" ucapku.
Kiky dan Cecil saling menatap, mereka berdua seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Gill, apa kamu akan pindah kerja?" tanya Kiky kemudian dengan perasaan tidak enak.
"B-Benar, Kak Gill mau direkrut keluar?" ucap Cecil gugup.
"Tunggu, aku ngak mengerti apa maksud kalian dan aku ngak pindah kerja kok, kenapa tanya begitu?"
"Kamu tau perusahaan JE. Jewelry and Co. Design House?" sambung Kiky.
Bukankah itu perusahaan desain permata yang pernah disebutkan Renata? Selain itu aku juga ingat kalau Vince bilang dia bekerja disana
"Iya? Terus apa hubungannya?" tanyaku lagi.
"Direkturnya kesini langsung untuk merekrut kamu," kata Kiky.
"A-Apa?!" jawabku kaget.
"Benar! Kak Yuanita sempat ngomong tadi," lanjut Cecil.
"Cecil pelankan suaramu, ini cuma kita bertiga yang tau," ujar Kiky.
T-Tunggu dulu, sebenarnya ada apa disini? Direktur? Merekrut? Aku bahkan tidak tau apa hubungannya
"Gill? E-Eh beneran Gill?!" ucap Yuanita yang bergegas menyusul saat melihatku.
"Habis darimana kamu, padahal yang disuruh nungguin Gill itu kan kamu," ujar Kiky sambil menyela Yuanita.
"Apaan sih, aku juga habis dari sana bawaain teh. Gill, Nyonya Emila bilang kalau kamu sudah sampai langsung saja ke kantor atas,"
"A-Aah oke, baiklah,"
Kami berjalan menuju ruang kerja Renata. Yuanita menceritakan padaku bahwa dia tidak sengaja mendengar soal Direktur Perusahaan JE. yang ingin merekrutku masuk.
"Aku beneran ngak nyangka kamu bakal direkrut perusahaan besar lho, apalagi Direkturnya sendiri yang datang," ucapnya.
"Ahaa haa haa, sepertinya aku ngak bisa berkomentar deh," jawabku dengan ekspresi tidak percaya akan situasi ini.
"Apa-apaan muka kayak begitu, harusnya kamu senang dong. Apa lagi Direkturnya ganteng lho~"
"Aku cuma ngak habis pikir saja Kak,"
"Haa~ Kayaknya belakangan ini nasibmu mujur banget ya. Dikejar sama Dokter tampan kayak Dokter Federick dan sekarang malah dicariin sama Direktur tajir yang gantengnya juga ngak kalah,"
"Serius dong Kak, aku beneran lagi bingung dan lagian jangan tambahin Federick ke situasi sekarang,"
"Hahaha! Aku cuma iri banget sama kamu. Tapi beneran, kamu kenal orang ini di mana?"
"Aku ngak tau dan ngak pernah kenal,"
Aku menghela nafas karena tidak bisa mencerna situasi sekarang. Seorang Direktur perusahaan besar datang mencariku yang bukan siapa-siapa dan ingin merekrut ku? Jangan bercanda.
"Tapi bukannya ini bagus untukmu Gill?" lanjut Yuanita.
"Huh? Maksudnya?"
"Kamu punya bakat dan desain yang kamu buat itu bagus. Staf promosi saja bilang kalau mereka suka, sangat disayangkan juga kalau tidak dimanfaatkan," lanjutnya.
Memang benar aku suka mendesain tapi, dengan memikirkan situasiku yang sekarang itu terasa mustahil. Lingkungan masyarakat ini bukan hanya taman bunga yang indah untuk dijelajahi, lebah penghuni taman ini akan menyengat mu jika ada bau yang tidak cocok dengan mereka. Sama dengan sekarang, dengan status ibu dari anak di luar nikah mereka akan selalu mencibir dan secara halus menghinaku
Yuanita menemaniku hanya sampai di depan pintu. Sekali lagi dia sangat bersemangat dan meminta aku untuk menanyakan ID Nine Chat Direkturnya.
Yang benar saja, aku sendiri sedang berusaha memahami kondisi ini jadi mana mungkin aku sempat melakukan itu
TOK TOK TOK
"Masuklah,"
Aku mengetuk pintu dan terdengar suara Tante Emila yang menyuruh masuk. Sebenarnya aku gugup tapi mau tidak mau harus berani menghadapi.
"Maaf saya Gill, apa Tante Emila mencari saya?"
"Hohoho, Gill kamu sudah balik ternyata. Kemarilah dan ayo duduk di sini," pinta Tante Emila.
"Baiklah,"
Aku masuk dan menutup pintu kembali. Aku melirik seorang pria yang duduk menghadap Tante Emila sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya.
Saat melintasi kursinya dari belakang, perasaanku terasa familiar. Postur tubuh yang sepertinya tidak asing dan saat itu juga dia menoleh ke arahku.
V-Vince?!!
"Kita bertemu lagi Nona," ucapnya dengan tenang sambil tersenyum kecil.
"K-Kamu?! Kamu di sini?!" tanyaku yang terkejut.
"Waah~ Sepertinya kalian sudah saling mengenal ya," ucap Tante Emila yang terlihat senang akan reaksiku.
Apa-apaan ini?! Kenapa Vince bisa berada di sini? Tunggu, sebelumnya Yuanita dan yang lainnya sedang membahas soal Direktur, apa jangan-jangan,
"Sebelumnya saya meminta maaf karena belum memperkenalkan diri. Saya Vince Yuan, Direktur Perusahaan JE. Jewelry and Co. Design House, senang bertemu dengan Nona Gill," ucapnya memperkenalkan diri.
Kejutan apalagi ini astaga, beberapa kali bertemu bahkan pernah menginap di rumahku dan baru hari ini aku tau dia punya jabatan setinggi itu? Sungguh tidak bisa dipercaya!
"A-Anda serius?" tanyaku ragu.
"Tentu saja saya serius," jawabnya spontan.
"Kenapa baru hari ini,"
"Karena saya tidak sempat,"
"Bahkan waktu terakhir juga?"
"Kalau itu saya lupa,"
Orang ini benar-benar membuatku gila, jawabannya saja sudah membuatku kesal
"Ternyata kalian sudah saling kenal ya, baiklah ayo duduk kembali dulu~" sela Tante Emila yang melihatku sedang mempertanyakan Vince.
Aku duduk di sofa kosong di tengah yang bersebelahan dengan Tante Emila dan juga Vince. Aku tau pria ini sepertinya sedang melirikku, tapi aku mengacuhkannya. Aku kesal dan merasa seperti sudah di bohongi.
"Gill, aku tau ini tiba-tiba sekali dan sepertinya kamu juga sudah mengetahuinya," ucap Tante Emila yang menaruh kembali cangkir teh miliknya.
"Bagaimanapun orang tuamu menitipkan kamu padaku, tapi semua keputusan juga adalah pilihanmu. Tuan Vince ingin kamu masuk ke perusahaannya untuk mendesain," lanjutnya lagi.
"Tante, Aku..."
"Anda tidak perlu menjawabnya sekarang Nona, aktivitas selanjutnya akan dibuka setelah libur tahun baru jadi Anda bisa menggunakan waktu itu untuk membuat keputusan," ujar Vince.
Aku melirik dan menatapnya, aku bertambah kesal lagi saat melihat ekspresi datarnya itu seperti sedang tidak terjadi apa-apa!
Gill dan Vince saling menatap, mereka berdua seperti sedang bertengkar lewat tatapan mata.
"Kamu bohong padaku, katanya kamu cuma kerja di JE. dan kenapa tidak bilang kalau kamu direkturnya?!" perkataan dalam hati.
"Aku tidak bohong, bukannya aku sudah bilang kerja di JE.? Kan kamu tidak tanya apa jabatanku," perkataan dalam hati.
Sluurrpp~
Sambil menyaksikan perang tatapan antara Vince dan Gill, Tante Emila dengan santai menikmati teh di cangkirnya.
Wah~ Mereka ini seperti pasangan yang serasi, seandai saja mereka benar-benar punya hubungan sedekat itu
"Maafkan aku Tuan Vince, sepertinya saya harus menolak tawaran Anda,"
"Puuuhh!! A-Apa? Gill kamu langsung menolak?" tanya Tante Emila yang tersedak teh karena terkejut akan jawabanku.
"Apa Anda punya alasan khusus Nona?"
Vince bertanya dan dengan kalimat itu sudah cukup bagiku untuk merasa goyah. Kesempatan seperti ini memang sulit didapatkan apa lagi dengan tawaran langsung yang menjanjikan, tapi aku tidak bisa mengambil resiko untuk saat ini.
"Saya punya banyak alasan, tapi ada tiga hal yang mungkin harus Anda pertimbangkan jika Anda memilih saya untuk direkrut,"
"Tentu, apa saja itu?"
Vince serius mendengarkan apa yang aku katakan sedangkan bagiku alasan ini adalah alasan yang tepat untuk menghindar.
"Pertama, saya tidak punya latar pendidikan tinggi. Kedua, Anda tidak mengetahui kemampuan yang saya miliki karena saya tidak pernah mengikuti tes, jadi bagaimana Anda bisa memutuskan untuk langsung merekrut saya? Dan yang terakh-"
"Hal yang mustahil untuk mendapatkan sesuatu dengan mudah, benar?"
Vince langsung memotong perkataanku, tapi yang diucapkannya memang sama seperti yang ada dipikiranku.
"Nona Gill, saya mengerti semua yang anda katakan jadi itu juga menjadi alasan saya memberikan waktu untuk Anda memikirkannya dulu,"
"Anda sepertinya tidak harus repot-repot begitu, saat ini banyak desainer hebat dengan lulusan terbaik tapi kenapa Anda ingin saya melakukannya?"
"Saya tertarik dengan Anda," ucapnya singkat.
"A-Apa?"
"Saya tidak akan mengambil Anda begitu saja dari Nyonya Emila. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Nona Gill bisa memikirkannya dulu,"
Aku tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran pria ini, sebenarnya apa yang dia inginkan dengan memberikan tawaran sebesar itu,
"Baiklah-baiklah, sepertinya cukup sampai disini. Tuan Vince sudah menyampaikan maksudnya dan Gill ku juga harus memikirkannya dulu. Keputusan tidak bisa diambil dengan tergesa-gesa," ujar Tante Emila kemudian.
"Terimakasih Nyonya Emila karena Anda sudah meluangkan waktu untuk saya,"
"Bukan apa-apa, saya juga senang Tuan Vince bisa datang ketempat ini apalagi mencari salah satu anak kesayangan saya, hohoho,"
"Karena yang spesial memang harus di cari sendiri,"
"Sungguh? Astaga saya senang sekali mendengarnya~"
P-Pembicaraan apa lagi kali ini?! Apanya yang spesial di cari sendiri dan maksud Tante Emila ini juga?!
"Kalau begitu saya pamit untuk undur diri Nyonya Emila,"
"Tidak perlu sung-"
KRIEEETT~
"Lihatlah Ini ruangan kakak, hebat kan?"
Perkataan Tante Emila terpotong dan pintu ruangan ini terbuka. Kami bertiga langsung menoleh dan itu adalah Renata.
Dia sepertinya tidak menyadari kalau ada orang di ruang kerjanya. Momennya menjadi sangat aneh dan kami berempat di sana hanya terdiam dengan saling melihat.
"Eeeeh?! Kamu cowok yang di bar itu kan?!" teriak Renata seketika saat melihat Vince.
"Rena! Jangan teriak-teriak sama tamu dan E-Eh? Kalian sudah saling kenal?" tanya Tante Emila.
"Kamu wanita bar-bar yang menyeretku ikut ke rumah sakit itu tenyata," ucap Vince dengan wajah datar.
"Gill kamu disini juga?!!" ujar Renata.
"Sudah mama bilang jangan teriak-teriak!"
"Kenapa mama ngak bilang ada tamu dan Gill juga ngapain di sini?!"
"Nyonya Emila, ini putri anda?"
Suasana menjadi runyam seketika. Aku bahkan tidak sempat mengatakan apapun karena tidak tau harus menjawab apa.
Aku ingin keluar dari sini saja ; pikirku.
Sesaat kemudian aku baru menyadari ada sorang anak kecil bersembunyi di belakang Renata dan mulai mengintip ke dalam. Aku sungguh tidak percaya dengan yang aku lihat.
"Miss G!" panggil anak kecil itu padaku.
"L-Leon?!
•
•
•
Jika berkenan, novel saya menunggu kehadiran author untuk mampir sejenak. Aleesya: My Hubby, My KetBok datang memberi bintang 5 untuk kakak. Semangat ya, GBU😇🙏🏻
salken dari GADIS TIGA KARAKTER